Bahagia Di Ujung Senja

Bahagia Di Ujung Senja
Bab 65


__ADS_3

"Maafkan aku mas" Air mata laras terus mengalir, ia menatap Nanar jendela kaca yang menapakkan pemandangan Kota Jakarta pusat dari atas ketinggian. Tubuhnya yang berada diatas kursi roda seakan menggigil ketakutan.


Yah ia ingat semuanya, ingatanya pulih tanpa cela sedikitpun. Semua berawal dari kedatangan sang mantan suami sialanya itu ditambah lagi percakapan antara perawat yang tidak sengaja didengarnya.


Aby yang berdiri sedikit Jauh dibelakang Laras tak menjawab hanya menghela nafas.


"Aku benci ingatanku kembali" Laras mulai terisak, "Aku bahagia saat mas berpura pura masih menjadi suamiku meski enggan menyentuhku"


Aby terperanjat namun kemudian ia tersenyum lega, akhirnya apa yang ia inginkan bisa terjadi.


Tadinya Laras sempat berfikir untuk bersandiwara saja agar Aby bisa seperti itu terus, tapi Laras tetaplah Laras ia adalah manusia yang yang paling mementingkan Karier kedokterannya diatas segala galanya, bagaimanapun demi melanjutkan pendidikannya dulu ia harus Rela kehilangan mahkota kebanggaannya. Laras tidak seperti Aby atau Risya yang masuk lewat jalur bebas tes, ia masuk melalui seleksi mandiri yang memang membutuhkan Dana kuliah yang besar.


Laras masih terisak pilu, mungkin luka pasca operasinya sudah kering namun luka yang ditinggalkan masa lalunya yang bodoh masih begitu membekas.


"Mas...."Laras memutar kursi rodanya dan menatap lekat sang mantan suami, betapa bodohnya ia berfikir Aby masih akan menerimanya setelah apa yang ia lakukan, pria itu tampan dan kaya tentu mudah baginya mendapatkan wanita yang lebih baik dan cantik dari dirinya.


Mengapa baru sekarang Laras menyadari betapa baik sang mantan Suami yang bahkan rela merawat anak mereka dan membiayai kuliah spesialisnya.


Perlahan namun pasti kursi Roda Laras sudah berada dihadapan Aby.


Wanita 32 tahun itu lalu berdiri tertatih tanpa dibantu Aby.


"Mas bisa aku minta 1 hal terakhir?"


"Katakan?"


"Aku ingin memelukmu untuk yang terakhir kalinya" ucap Laras lirih.


"Maaf Laras, tubuhku sudah ada yang memiliki, ia sangat pencemburu dan aku mencintainya aku tidak bisa melakukannya, kau bisa meminta hal yang lain" ucap Aby.


"Mas aku tidak ingin yang lainnya, aku janji setelah selesai dengan gelar Spog ku aku akan pergi menyusul Aleta di Singapura"


"Maafkan Aku Mas" Laras tiba tiba saja menjatuhkan tububnya dalam dekapan Aby dan menangis.


Sementara diluar seorang wanita tengah menghitung dengan mata yang berkaca kaca.


"1,2,3,4_________80" pada hitungan hampir Seratus Senja meluruhkan air matanya sambil tersenyum.


Hampir 100 detik Aby baru melepas pelukan Laras, Senja mendengar semua pembicaraan mereka dan tak ada yang salah, Aby memang profesional dalam menangani Laras.


"Ini terakhir kali mas" Senja berucap lirih, ia juga memaklumi pelukan itu karena Aby tak membalasnya sama sekali. Senja tahu Aby kesulitan melepas dekapan Laras karena wanita itu menangis namun entah mengapa hatiny tetap terasa sangat sakit.


.


.


.


"Kaila gimana kabarnya sayang" Senja menghampiri Kaila yang kini sudah bisa duduk dari tidurnya.


"Mami Atid?" gadis kecil itu menunjuk mata Senja yang Sembap.


"Gak, tadi ada cemut yang macuk" bohong Senja yang berbicara cadel seperti Kaila sambil mengusap pipi gadis itu pelan. Senja tak boleh memampakkan wajah kesedihan didekat Kaila karena tak ingin putrinya ikut sedih.


Tak lama kemudian pintu tebuka menampakkan Aby yang terkejut dengan kedatangan istrinya.


"Mas"


"Kenapa datang tidak kasih kabar hemmm?" Aby mengecup puncak kepala Senja " Pak Ahmad yang antarkan?" tanya Aby melanjutka


"Iya mas, pak Ahmad nunggu di lobby bawah"


"Sebentar" Aby mengambil ponsel dari saku jasnya lalu mengetik pesan untuk pak Ahmad agar sopir pribadinya itu pulang saja kerumah.


"Pak Ahmad aku suruh pulang, kamu tunggu mas sebentar ya" Aby kemudian mengangkat peegelangan tangan kirinya guna melihat jam digital yang terpatri disana "Dua jam lagi kita pulang bareng"


"Iya mas"


Aby lalu menarik satu kursi lagi untuk duduk disamping Senja. Pria itu meraih tangan anaknya yang tidak diPasangi selang infus lalu menumpuknya bersama tangan Senja, telapak Aby yang lebar menenggelamkan 2 tangan mungil dan mini di dalamnya.


"Kaila cepat sembuh ya nanti bisa main sama dede bayi"


"Dede Bayik" Kaila tersenyum lebar "Aila mau dedek" Gadis kecil itu mengangguk anggukan kepalanya.


Aby lalu mengusap puncak kepala putri sulungnya itu," Kalau mau dedek, Kaila harus sembuh, kaila harus menuruti semua kata Bu Dokter dan kakak kakak perawat yah" bujuk Aby, ia tahu beberapa Perawat kesulitan merawat Kaila.


"Iya iya iya iya"

__ADS_1


"Cup" kali ini Senja yang mengecup pipi Kaila.


"Anak Mami memang pintar"


"Anak papa juga donk"


Hahaha......


Keluarga kecil itu tertawa bahagia sambil bersenda gurau, sesekali Aby menggelitik Senja hingga membuat Kaila tertawa terbahak bahak melihat Senja yang kewalahan menghadapi Aby.


Aby tersenyum sambil memeluk tubuh istrinya, ia tak lagi menggelitik Senja.


"Mas sepertinya bahagia sekali" Senja mendongakkan kepalanya.


"Heem...."


"Karena apa mas?"


"Karena kamu sayang" jawab Aby.


Senja lalu kembali membenamkan wajahnya di dada Aby, ia tahu Aby bahagia karena Ingatan Laras kembali, ia pun juga bahagia setidaknya Aby tak lagi tertekan dengan kondisi sang mantan istri.


Aby tak ingin lagi membahas Laras jika berdua bersama Senja, ia tak mau merusak kebahagiaan ini dengan mengungkit nama wanita lain.


"Mas jika ingatan mbak Laras kembali mas mau berjanji 1 hal?"


"Apa itu?"


"Apa terlalu jahat jika aku bilang jangan mengurusinya lagi?" Senja kembali mengangkat wajahnya menatap sang suami dari bawah dagunya. Hormon kehamilan memang kadang seperti itu pada wanita hamil. Risya juga mengalaminya, Dokter wanita itu menceritakan pada Senja bagaimana ia cemburu pada semua Polwan yang bertugas di kesatuan suaminya.


"Ah...." Aby tak menjawab namun mengecup bibir sang istri.


"Heemm....aku tak akan mengurusinya lagi"


"Janji mas" Senja mengangkat jari kelingkingnya.


"Sudah tidak jaman janji dengan kelingking yang bertaut" ujar Aby dengan kedìpan nakalnya.


"Lalu?"


"Ih mas sembarangan saja" Senja menunjuk Kaila dengan dagunya. saling berpelukan saja didalam rumah sakit sebenarnya sudah melewati batas bagi Senja.


Aby mengusap pucuk kepala Senja penuh kasih, ia merasa ada nada ancaman dari Janji yang diinginkan Senja tapi Aby menyukainya, sebagai seorang Dokter ia paling tahu jika terkadang emosi wanita hamil memang agak sulit untuk dikendalikan


Senja tetap tersenyum meski ia menyadari Aby sama sekali tidak berjanji padanya.


.


.


Senja menunggu Aby, mereka pulang bersama saat jam makan malam tiba.


"Mas kita mau kemana?" Senja menaitkan alis bingung saat Aby malah mengambil jalan yang sama sekali tidak menuju apartemennya.


"Aku ingin mengajakmu kencan" Aby lalu mencium punggung tangan Senja yang sudah ia genggam dengan satu tangan dan terus terpatri diatas pahanya.


Benar saja Aby mengajak Senja makan malam disebuah cafe elite yang tidak terlalu ramai pengunjung, mungkin karena malam ini malam selasa.


Saat selesai menyantap makan malamnya Aby malah meninggalkan Senja di meja dan berjalan menuju para pemain band cafe yang sedari tadi melntunkan lagu lagu romantis.


Aby terlihat berdiskusi sebentar sebelum akhirnya duduk disebuah kursi dengan sebuah gitar dipangkuannya.


"Mas mau ngapain?" Senja mengernyitkan dahi berbicara tanpa suara dan hanya gerakan mulut. Senja tak ingin menarik perhatian pengunjung cafe lainnya, namun tak bisa ia pungkiri dirinya terpesona melihat Aby dengan sebuah gitar,nyatanya Pria dewasa super dingin itu bisa terlihat romantis juga.


Senja menggeleng pelan, Mungkinkah Aby akan menyanyikan sebuah lagu? Apa jadinya jika pria itu nekat? Mendengar Aby bersenandung sedikit saja Senja tak pernah.


Aish...Senja menggigit bibirnya gugup, ia takut Aby mempermalukan dirinya sendiri.


Aby mengabaikan pertanyaan dan ekspresi takut Senja, ia malah melakukan cek suara sebelum akhirnya ia berkata "Lagu ini untuk gadis kecilku yang cantik dipojok sana"


Sontak semua mata pengunjung terarah pada Senja, dan mereka mengangguk setuju gadis itu memang terlihat imut dan cantik.


Dancing in the dark


Middle of the night


Taking your heart

__ADS_1


And holding it tight


Emotional touch


Touching my skin


And askin' you to do


What you've been doing


All over again


Oh, it's a beautiful thing


Don't think I can keep it all in


I just gotta let you know


What it is that won't let me go


It's your love


It just does something to me


It sends a shock right through me


I can't get enough


And if you wonder


About the spell I'm under


Oh it's your love


Better than I was


More than I am


And all of this happened


By taking your hand


And who I am now


Is who I wanted to be


And now that we're together


I'm stronger than ever, I'm happy and free


Oh, it's a beautiful thing


Don't think I can keep it all in (oh oh)


And if you ask me why I've changed


All I gotta do is say your sweet name


It's your love


Gemuruh tepuk tangan menggema diseluruh cafe, Aby berhasil menghibur semuanya dengan sebuah lagu yang ia nyanyikan penuh penghayatan.


Senja bahkan tak bisa mengatupkan rahangnya ia tak menyangka suara yang biasanya tegas dan berwibawa bisa terdengar semerdu itu.


"Bagaimana?" Aby kembali duduk di samping Senja.


"Mas suaranya bagus sekali, lagunya juga bagus, makasih mas" Senja menghapus air mata bahagianya dengan punggung telunjuknya, menikah dengan seorang duda dewasa membuat Senja mengubur impiannya untuk bisa merasakan hal hal romantis seperti ini, namun ternyata ia salah. Aby yang kaku nyatanya bisa melakukannya.


"Ini pertama kalinya aku bernyanyi dan main gitar didepan banyak orang, saat sekolah aku hanya melakukannya didalam kamar untuk mengisi waktu kosong


"Benarkah mas? Mas gak melakukan hal ini kewanita lain mbak Laras mungkin" Tatapan Senja penuh selidik.


"Tidak" Aby menyampirkan rambut Senja ke belakang telinganya "Karena kau berbeda maka aku hanya melakukanya untukmu" Pengakuan Aby sanggup membuat Senja tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya


"Apa arti lagunya mas? Apa itu ciptaan mas?" tanya Senja yang memang tak pandai bahasa Inggris itu, dan lagi ia memang tak pernah mendengar lagu ini diputar dimana mana.


"Intinya adalah aku bersyukur memilikimu sebagai pemilik cintaku, ini bukan ciptaanku, hanya saja saat lagu ini booming mungkin kau masih bayi sayang" Aby terus menatap lekat istrinya, separuh jiwanya yang paling ia syukuri kehadirannya.

__ADS_1


__ADS_2