
"Bagaimana sudah dapat kontak yang bisa dihubungi?" Bobby penasaran karena sedari tadi Nata hanya menatap Layar ponsel wanita itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Alis tebalnya menukik tajam melihat layar wallpaper layar Ponsel Laras.
"Bro! ini sudah jam 4 pagi" Bobby kembali mengingatkan. Namun Nata memasukkan kembali Ponsel Laras kedalam tas kecil milik wanita mabuk itu.
"Ponselnya terkunci" Nata tak berbohong ponsel Laras memang terkunci sehingga ia tak punya akses untuk masuk dan menghubungi siapa kiranya yang bisa menjemput Laras.
"Lo masih nyimpen kartu nama Dokter wanita yang selalu datang nyariin gue ?"
"Dokter gendut itu?" Bobby ingat ia memang ditugaskan untuk menghadang Risya setiap kali ia datang, dan Risya sempat menyimpan kartu namanya.
Nata segera menghubungi Risya ia tak peduli ini masih jam empat pagi dan Dokter itu masih tidur.
Risya sangat bahagia saat mengetahui telepon yang masuk dari Nata, ia tak peduli meski harus terbangun dipagi buta. terlebih pria itu meminta nomor ponsel Abyansyah, Dokter yang akan menangani operasinya dan tanpa pikir panjang Risya memberikannya. Dokter wanita berusia 33 tahun itu berfikir Nata akan berbicara langsung dengan Aby dan Risya yakin Aby bisa meyakinkan Nata.
"Apa hubungan mereka sebenarnya?" Sambil menempelkan ponsel dikupingnya, Nata terus bergumam sembari membayangkan potret Laras dan Kaila yang baru saja ia lihat tadi.
Jika Laras ada hubungannya dengan Kaila lantas apa hubungan Dokter itu dengan Senja, fikiran Nata terus saja berputar sampai akhirnya sebuah suara diseberang membuyarkan segalanya.
Aby terbangun dari tidurnya saat suara getaran ponsel yang beradu dengan kerasnya meja nakas memanggilnya dari alam bawah sadar, ia sejenak melirik Senja yang masih terlelap sebelum akhirnya memakai kaca matanya dan menatap layar ponselnya lekat, Dokter seperti Aby dan Risya memang terbiasa tidur dengan ponsel yang diaktifkan karena dalam keadaan apapun mereka harus siap jika saja ada pasien darurat di Rumah Sakit.
Bukan nomor Rumah sakit atau para asistennya yang didapati Nata melainkan kontak baru.
"Halo, ini Siapa?" Tanya Aby tanpa basa basi.
"Dokter Abyansyah sepertinya Kekasih anda tidak sadarkan diri di Midnight club"jawab Nata datar, ia lalu mengambil Sebuah Kartu tanda pengenal dari dalam dompet Laras kemudian membaca nama yang tertera disana.
"Dokter Larasati" Lanjut Nata lagi setelah tak mendapat Respon dari Aby.
Panggilan berakhir Aby memutuskannya sepihak, ia kembali menoleh menatap wajah teduh Senja disampingnya lalu mengusap wajahnya sendiri dengan gusar.
__ADS_1
Aby mengepalkan tangannya seakan memendam kemarahan.
Mengapa Laras harus selalu melibatkannya disaat ia sudah memutuskan untuk fokus membangun keluarga kecilnya.
Sial! Aby membuka kaca matanya dengan kasar lalu kembali tidur, ia memaksakan kedua netranya untuk tertutup namun tetap tak bisa terpejam kembali dengan nyenyak.
Sebelumnya Laras sama sekali tak pernah ke club malam apalagi sampai menyentuh alkohol, yah setidaknya itu yang Aby tahu.
Laras adalah seorang yatim piatu, ia kehilangan kedua orang tuanya sejak awal semester kuliahnya di Fakultas kedokteran, dia juga tak memiliki banyak teman, Hanya Aleta.
dan kini Aby tahu Aleta sudah tak di Indonesia lagi, ia sempat mencari tahu keberadaan wanita itu untuk membenarkan perkataan Laras agar Senja semakin percaya padanya.
Setelah sibuk dengan kegelisahannya akhirnya Aby bangun dan mengganti pakaiannya, Aby berjanji ini adalah terakhir kali ia mengurusi Laras atas dasar kemanusiaan. Pria itu tak sadar jika Senja sudah terbangun sejak ia tak bisa tenang diatas tempat tidur.
Senja menatap kepergian Aby penuh tanda tanya. Ia berharap semoga kepergian sang suami adalah karena Panggilan darurat dari Rumah sakit.
.
.
.
Saat selesai mengurus Laras dan memastikan mobil wanita itu menjauh, Aby menghampiri Nata yang sedari tadi melihatnya dengan tatapan mencemooh, bagaimanapun Pria itu mengatakan Laras adalah kekasihnya atau lebih tepatnya mantan Istri dan mantan kekasih, dan Aby tak suka orang lain salah paham dengan itu.
Lagi pula dari mana pria itu tahu?
"Mengapa menghubungiku?" Tanya Aby datar.
"Karena anda adalah kekasihnya"
__ADS_1
Aby tertawa hambar, lalu menepuk pundak Nata dengan pelan beberapa kali sambil berujar "Aku pria beristri yang memiliki anak, Wanita itu hanya mantan istriku!" Aby menekan setiap perkataannya.
"Saya tunggu di Rumah Sakit" lanjut Aby lagi sebelum meninggalkan Nata.
Nata tersenyum penuh arti dengan isi kepala yang berkecamuk.
'Suamiku salah satu Dokter di Rumah sakit ini' Nata teringat perkataan Senja saat mereka bertemu untuk yang ketiga kalinya didepan rumah sakit.
Dan Nata menatap Lekat mobil Sedan Altis yang digunakan Aby hari ini, meski tak menghapal plat nomernya namun Nata yakin itu adalah mobil yang sama yang dikendarai Senja setiap pergi ke Panti.
Dan hal yang paling membuat Nata yakin adalah saat Aby mengatakan Laras adalah mantan istrinya entah mengapa intuisi Nata langsung menangkap jika Kaila adalah anak dari wanita mabuk itu, dan itu artinya Abyansyah merupakan Kakak tiri Senja yang menikahinya.
"Tunggu!!" Nata mencegah Aby yang baru saja hendak membuka pintu mobil bagian kemudinya.
"Aku akan menemui anda di Rumah Sakit"
"Baik, aku menunggumu"
"Boleh saya bertanya satu hal?"
"Silahkan"
"Apa anda tinggal di Apartemen Royal?"
Aby mengangguk pelan dengan Alis yang hampir saling menyatu.
"Maaf saya hanya pernah melihat Anda di depan gedung itu" Nata kembali mempersilahkan Aby untuk masuk kedalam mobilnya, ia bisa menangkap raut wajah Aby yang berfikir ia sedang memata matainya.
Dan Saat berbalik Nata tersenyum sangat lebar memunggungi Pria yang tak pernah ia sangka adalah suami dari Wanita yang kini menghuni seluruh hatinya. Namun setelah sepersekian detik Nata kembali mengepalkan tangannya kuat mengingat Aby yang pernah memeluk Laras didepan matanya dengan Mesra. Jika tak berfikir panjang mungkin Nata sudah menghadiahi bogem mentah diwajah tampan Aby karena pernah membuat wanita pujaannya itu menangis pilu.
__ADS_1
"Aku yakin bisa membuatmu bahagia Senja" Gumam Nata.