
Aby tak pernah melepas satu tautan tangannya dengan jari jemari Senja yang lentik dan putih, sementara tangan lainnya sibuk menjaga kestabilan kemudi.
wajah tampan Aby begitu jelas menyimpan beban fikiran yang teramat berat.
"Mas...maafkan aku"
"Kenapa minta maaf lagi hemm" Aby mengecup punggung tangan Senja lalu kembali menyimpannya diatas paha.
"Soal Kak Nata, Karena aku mas....." Senja tak bisa melanjutkan perkataannya, bayangan Aby yang begitu terpukul malam itu tiba tiba terlintas dikepalanya.
Senja kasihan pada Nata, selain memiliki kehidupan yang sulit ternyata pemuda malang itu juga menderita penyakit mematikan. Namun ia sadar tak boleh menaruh Nata diatas perasaannya kepada suaminya Sendiri.
"Bobby sudah memberitahumu semuanya?"
Senja mengangguk, lalu menghela nafas. ia terlalu lemah untuk menghadapi kehidupan percintaan serumit ini. Bagaimana mungkin seorang gadis biasa sepertinya sangat mempengaruhi keberlangsungan hidup seseorang serta dijadikan motivasi hidup disaat ia sudah memiliki seorang pasangan yang sah dimata hukum dan agama.
"Maaf karena mas sudah tahu semuanya" Senja menunduk dalam.
__ADS_1
Aby menghentikan mobilnya ditepi jalan, sebuah tempat yang aman untuk memarkirkan kendaraan.
"Tahu jika Nata menyukaimu?"
Lagi lagi Senja mengangguk, ia merasa bersalah membuat pria lain memupuk rasa yang salah untuknya , meski Senja tak pernah mengharapkannya.
"Aku marah karena ia lebih muda dariku, aku marah karena ia jauh lebih mengerti dirimu, aku sangat marah karena ia pria yang menghapus air matamu disaat aku hanya bisa menyakitimu, aku marah karena ia mengajarkanmu arti kehidupan yang sesungguhnya, Aku marah kepada Nata bukan padamu maka dari itu aku membatalkan jadwal operasinya" Aby menutup matanya dalam, kini ia tahu ternyata cinta bisa membuat orang menjadi sangat tidak waras, terbukti ia sampai melakukan sebuah kesalahan terbesar sebagai seorang Dokter.
"Jangan minta maaf Senja, aku tak pernah marah padamu karena aku tahu kau akan selalu memilihku apapun yang terjadi meski ada 1000 Nata menghampirimu."
"Aku tahu kau kecewa karena gagal menyelamatkan seseorang yang kau anggap teman, Benarkan??" Aby bisa membaca semuanya diwajahnya Senja.
Senja mengangguk lalu Tersenyum. Satu tangannya terulur mengusap pipi Aby "Aku kecewa mas, tapi aku mengerti posisi mas seperti apa, aku akan menemani mas menyelesaikan satu persatu ujian ini, mulai dari Kaila hingga kak Nata, aku yakin Waktu akan menemukan Kak Nata dan Mas bisa menebus rasa bersalah itu" ujar Senja menenangkan.
Aby menatap wajah teduh istrinya, inilah Bidadarinya dimana ketika memandang wajahnya Hati Aby menghangat.
"Aku menyesal baru menikahimu sekarang Senja"
__ADS_1
"Hemm, terus harusnya sejak kapan?"
"Harusnya sejak pertama kali kau menjadi putri sambung ayah"
"Ih mas apa apaan sih, saat itu aku masih 7 tahun mas, memangnya mas mau menikahi anak kecil" Senja mencubit pinggang Aby gemas hingga pria itu pura pura mengaduh padahal tidak tèrasa sakit sama sekali.
"tapi saat itu mas sudah berusia 22 tahun dan sudah bisa menikah" ujar Aby disertai tawa yang lebar.
"Ih apaan sih mas" Senja mengulum senyumannya.
Puas tertawa keduanya lalu saling pandang.
Wajah tampan Aby semakin mendekat kearah Senja. Menelisik setiap pahatan sempurna seorang wanita dihadapannya.
Telunjuknya menyusuri lekukan wajah cantik istrinya hingga berhenti di bibir Senja yang nampak berwarna merah meski hanya dipoles pelembab bibir.
"Aku rindu dengan bibir ranummu" Ujar Aby sebelum akhirnya meraup dengan rakus benda kenyal itu yang selalu membuatnya candu. Ia tak membiarkan istrinya menolak dan memaksa senja membalas tautan panasnya didalam mobil yang berhenti ditengah ramainya lalu lintas kota Jakarta.
__ADS_1