Bahagia Di Ujung Senja

Bahagia Di Ujung Senja
Bab 62


__ADS_3

Seminggu di Belanda tak membuat Aby dan Senja bisa memiliki waktu untuk bersama, Senja lebih sering menjaga Kaila sementara Aby disibukkan dengan Laras.


Pernah Senja bertanya mengapa Aby tak jujur saja namun pria itu tak mau karena Dokter yang menangani Laras tidak mengijinkannya Tim Dokter berharap Aby bisa melakukannya dengan perlahan sembari memberikan petunjuk sedikit demi sedikit ingatan laras yang hilang, Aby juga tahu itu akan berdampak buruk, sehingga Aby memutuskan untuk jujur disaat luka operasinya sudah benar benar Sembuh.


Aby juga masih memiliki hati nurani, ia tahu Laras tak memiliki siapa siapa lagi didunia ini sehingga tak ada yang wanita itu bisa andalkan selain dirinya. Dan tanpa ia sadari itu sedikit melukai Senja meski rasa cinta dan kasih sayang Aby tak pernah berkurang untuk Senja.


"Sayang?"


"Hemm" Jawab Senja tak acuh sambil membantu Kaila berganti pakaian, mata sayu gadis kecil itu sedikit memicing melihat tak ada senyum yang ditampilkan Senja.


Entah hormon kehamilan benar benar berpengaruh pada mood Senja, ia cemburu berat padahal biasanya ia akan menyimpannya saja didalam hati dan tetap bisa menampilkan ekspresi palsu diwajahnya.


Seminggu di Belanda Senja bahkan belum memberitahukan prihal kehamilannya pada Aby, seharusnya pria itu akan sadar saat menyentuh istrinya lebih intim namun itu tak pernah terjadi. Laras seakan mengukung Aby didalam ruangannya.


"Kamu marah?" Aby memeluk tubuh Senja dari Belakang.


"Sampai kapan mas?"


"Aku sudah melakukannnya sebagai seorang Dokter, ini tak secepat yang dibayangkan"


"Ohhh" hanya jawaban itu yang keluar dari bibir Senja, beberapa hari ini Aby gemas dengan rasa cemburu Senja yang mulai ditampakkannya. Aby merasa Senja semakin mencintainya dan sudah tidak malu lagi untuk menunjukkannya.


"Aku suka kalau kamu cemburu begini"


"Mas, istri apa yang tidak cemburu saat suaminya malah menghabiskan waktu sama mantan istrinya"


"Kamu percayakan sama mas?"


"Percaya mas, tapi aku tak percaya sama mbak laras?"Senja terdengar sedikit jahat padahal Aby sudah memperlihatkan semua hasil pemeriksaan Laras, agar Istrinya itu bisa mengerti mengapa ia harus melakukan ini.


" Kamu berfikir Laras pura pura?" mata Aby penuh telisik, mengamati ekspresi serba salah istrinya, Aby tahu Senja dilanda bingung, ia begitu simpati kepada Laras namun dilain sisi ia tak rela berbagi Aby dengan Laras.

__ADS_1


Kini mereka sudah saling berhadapan, dengan Aby memegang kedua bahu Senja.


"Ma-mas bu-bukan begitu" Senja menggigit bibirnya, dan Aby segera memeluknya erat.


"Mas tahu cemburu pasti membuatmu berfikir seperti itu" Pria itu terkekeh lalu mengecup wajah Senja bertubi tubi tak peduli dengan Kaila yang terus tertawa sambil berbaring melihat tingkah Aby yang lucu.


"Ih...mas ada Kaila malu tau" Senja berusaha menyembunyikan wajahnya dengan menunduk namun Aby tak membiarkannya begitu saja, semua bagian wajah Senja entah begitu nikmat untuk ia kecup.


Sampai akhirnya gerakan handle pintu mengalihkan perhatian keduanya. Aby menoleh sementara Senja segera berlari masuk kedalam kamar mandi merapikan penampilannya. Dan saat keluar ia sudah mendapati Laras mengusap kepala Kaila yang sudah menutup matanya, padahal seingat Senja sebelum kekamar mandi gadis kecil itu masih cekikikan.


"Senja" Laras tersenyum hangat pada Gadis muda yang ia fikir hanyalah adik tiri suaminya itu. Wajah Aby pun tiba tiba kembali berubah datar.


"Makasih ya kamu udah bantu merawat Kaila sehingga mas Aby bisa punya waktu lebih banyak denganku" ujar Laras dan Senja hanya membalasnya sambil memgangguk dam tersenyum getir.


"Laras! Kau keluar tanpa pengawasan seorang perawat apa kau tahu yang kau lakukan itu salah, Sebagai seorang Dokter tidak sepantasnya kau melakukannya!" Nada bicara Aby sedikit lebih tegas. Pria itu menatap serius kearah laras .


Sementara Laras tertunduk dengan wajah sendunya, dalam hati ia terus berfikir mungkinkah ia melakukan kesalahan sebelum di Operasi sehingga Aby bahkan tak pernah ramah sekali pun kepadanya. Ia bahkan harus menagis dulu agar bisa membuat Aby selalu berada diruangannya.


"Mas mungkin Mbak Laras kangen Kaila" Ucap Senja lirih namun masih bisa didengar Aby, tapi pria itu mengacuhkannya dan segera mengambil alih kursi roda Laras karena hendak membawa wanita itu kembali kekamarnya.


.


.


"Mas, jangan pergi....." Ucap Laras memelas, ia mulai mengeluarkan air matanya, dan Aby tahu Laras tak boleh stress agar psikisnya tidak semakin kacau.


Aby kemudian meremat rambutnya lalu menjatuhkan bokongnya di salah satu sofa yang ada dikamar perawatan Laras.


"Tidurlah Laras" Ucap Aby tanpa memandang wajah mantan istrinya itu.


Saat memastikan Laras terlelap Aby kembali ke kamar Kaila, tidak! Laras tidak benar benar tertidur ia sebenarnya hanya berpura pura tertidur. hatinya bagai diiris sembilu melihat tingkah suaminya, Laras terus dihantui banyak pertanyaan apakah 3 tahun kehidupan yang ia lupakan tidak berjalan baik?

__ADS_1


"Arghhh" Laras tiba tiba mengerang kesakitan dibagian kepalanya, namun Aby sama sekali sudah pergi dan tidak bisa ia mintai pertolongan.


 "Ayah??" Mata Aby terbelalak melihat Baruna dikamar rawat putrinya, Aby melihat sekeliling dan tidak mendapati Senja disudut manapun. Hanya Ada Kaila dan seorang Dokter yang mengeceknya lalu setelah selesai Dokter itupun keluar meninggalkan Aby Serta Baruna dengan wajah tegasnya yang penuh intimidasi.


"Kenapa kesini tidak bilang bilang?"


"Ayah baru saja tiba dari Amerika, ada beberapa Alat berat yang ayah beli disana" Baruna menceritakan jika ia akan mengganti semua armadanya yang di produksi jepang dan memilih untuk memakai produk Amerika.


Beberapa menit mereka membahas masalah bisnis dan perkembangan perusahaan lalu mengenai Kaila dan akhirnya sampai pada pembahasan Laras dengan kondisinya yang sekarang.


"Siapa yang memberitahu Ayah?Senja?" Tatapan Aby penuh selidik padahal ia sudah melarang Senja memberitahu Ayahnya. Ia tak ingin ayahnya terlalu ikut campur. Abypun tak mengungkit masalah uang 5 milyar karena percuma Baruna selalu menganggap jika keputusannya adalah yang terbaik.


"Kenapa kau sedang menikmati peranmu sebagai suaminya lagi?" Baruna tersenyum mencibir " Risya yang memberitahukan semuanya pada Bundamu" lanjut Baruna lagi.


Aby tertawa hambar, tentu saja, memangnya siapa lagi yang bisa membocorkan selain sahabatnya itu, seketika Aby menyesal sudah bercerita pada Risya.


"Urus kepulanganmu, Kaila juga sudah lebih baik aku sudah bicara dengan dokternya ia sudah bisa dirawat di Rumah sakit Indonesia" Putus Baruna sepihak.


"Ayah biarkan aku menyelesaikan semuanya"


"Dengan apa? Dengan membiarkan kondisi ini berlarut larut? Kau fikir hal itu tidak menyakiti istrimu? Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak menyakiti Senja!"


"Dengar Laras butuh Dokter ahli, terapis atau apalah namanya yang satu bahasa dengannya, ia tidak akan sembuh jika dirawat di Luar negeri, kasus Kaila dan Laras berbeda, Laras butuh kembali ke lingkungannya agar bisa segera menemukan jati dirinya lagi"


Ah.....Aby menghela nafas Panjang "Laras masih dalam pemulihan, penerbangan tidak baik untuk kondisinya" tolak Aby.


"Kau bisa membawa Kaila yang sekarat dengan pesawat tapi mengapa Laras yang cuman masa pemulihan tidak bisa? Apa jangan jangan benar dugaanku kau menikmati dan berfikir untuk kembali padanya"


"AYAH!!!" bentak Aby lalu mengusap wajahnya dengan kasar, ia sadar tidak seharusnya meninggikan Suara di rumah sakit terlebih itu dihadapan ayah kandungnya.


Aby tidak terima dengan tuduhan tidak berdasar Baruna, ia saja jijik pada dirinya sendiri jika mengingat pernah begitu cinta pada wanita yang sudah melahirkan anaknya itu.

__ADS_1


Baruna tersenyum miring, bentakan Aby sama sekali tidak berpengaruh baginya. Pengusaha seperti Baruna memang dididik keras dan tidak mudah terpancing emosi apalagi sampai bawa perasaan.


"Ayah memberimu waktu 3 hari untuk menyiapkan segalanya, pesawat pribadi milik salah satu rekan bisnisku akan menjemputmu jika semuanya sudah siap" Meski pengusaha kaya namun Baruna memang tidak memiliki pesawat pribadi, ia hanya punya hellycopter yang biasa ia gunakan untuk pergi ke Area pertambangan area kerjanya yang sulit di akses dengan mobil.


__ADS_2