
Kaila dirawat diruang VIP Khusus anak, Batita itu masih bisa tersenyum sambil memainkan beberapa mainan keroppi yang dibawakan Bi Asih tadi dari Apartemen, meski jarum infus melekat di punggung tangannya.
Mata Senja sembab menatap pilu sang putri sambung yang harus menjalani perawatan karena sakit yang justru biasa diderita orang dewasa.
"Mami atid ya? Iya iya iya" Tanya Kaila yang langsung dihadiahi kecupan dipipi dari maminya.
Senja mengusap pucuk kepala gadis kecil itu penuh kasih. Nafasnya masih terputus putus karena tangis yang tak pernah putus.
"Kaila yang sakit sayang, Kaila jangan banyak gerak ya nanti ininya lepas" Senja menunjukkan jarum selang infus pada Senja.
"Ini kaila atid mami, ini kaila juga Atid, mami nangis karena Kaila atid" ucap bocah itu panjang lebar sambil menunjuk perut dan kepalanya, itu adalah kalimat terpanjang yang pernah Senja dengar terucap dari bibir Mungil Kaila
Senja mengusap air matanya yang tak bisa berhenti keluar, gadis kecil itu terdengar lebih pintar dari biasanya, ia jadi teringat perkataan ibunya setiap kali ia sakit dulu.
"Senja sakit karena mau pintar" Ujar Sarah setiap kali putrinya demam.
"Kaila mau pintar ya makanya jadi sakit seperti ini" Senja mengucapkannnya sambil berusaha tersenyum dan kembali mengusap pipi Gadis malang itu.
"Kaila pintal mami yeee" Kaila bersorak gembira dengn suara serak khasnya.
Aby yang melihat semua interaksi istri dan putrinya diambang pintu hanya bisa menahan air matanya.
__ADS_1
Ia berjanji tak akan lemah dihadapan dua orang terkasihnya, Aby harus menjadi yang terkuat mendampingi mereka.
Tim dokter yang menangani Kaila sepakat untuk memberikan obat dahulu, jika tidak ada perkembangan maka Kaila diwajibkan cuci darah dan kemungkinan terburuknya adalah Transplantasi ginjal. Inilah yang membuat Aby sebenarnya sangat khawatir beberapa kasus transplantasi ginjal anak di Indonesia belum ada yang usianya dibawah 7 tahun sementara Kaila baru saja berusia 3 tahun.
"Permisi Dok," Seorang perawat meminta Jalan untuk masuk kedalam ruangan rawat inap Kaila. Saat itu pula Senja menoleh dan melihat suaminya sudah berdiri disana.
"Ada apa?" Tanya Aby datar.
"Kami akan melakukan tes darah pada Kaila Dok" Jawab perawat wanita dengan sebuah nampan ditangannya.
"Oh, silahkan" ujar Aby mempersilahkan.
Perawat itu dengan hati hati memasukkan jarum suntik dibawah kulit Kaila, karena sebelumnya sudah ada drama gadis kecil itu meraung histeriz tak ingin didekati sang perawat namun denga kepiawaian Senja membujuk Kaila akhirnya gadis itu mau disuntik.
"Baik Dokter" jawab Perawat itu mantap. Departemen Anak memang mengirimkan perawat paling senior mereka sehingga Kaila tak perlu merasakan sakit berulang.
Senja menghampiri Aby yang duduk di sofa sambil memijat pelipisnya.
Tanpa kata Senja hanya bisa memeluk Aby erat, ia merasa bersalah tak cepat menyadari kondisi Kaila yang memang belakangan ini menunjukkan keanehan, Senja baru ngeh ketike melihat air seni Kaila yang berwarna kemerahan, sehingga ia meminta pak Ahmad mengantarnya ke Rumah Sakit.
"Maaf mas, ini salahku" Ujar pelangi lirih.
__ADS_1
"Kenapa ini salahmu Hemm?"Aby mengurai pelukan Senja, "Kau sudah menjadi mami yang baik selama ini, kita akan akan berjuang bersama sama untuk kesembuhan Kaila" lanjut Aby seraya mengusap Air mata yang mengalir dipipi Senja.
"Tapi mas.."
Cup. Sebuah kecupan mendarat dibibir Senja.
"Jangan bersedih seperti ini, Kaila dan papanya akan sedih"
"Kalian masih bisa bermesraan disaat Kaila sedang sakit" ketus Laras yang baru saja masuk, ia hanya menoleh sejenak kearah Aby dan Senja lalu mendekati Kaila yang tengah tertidur Lelap.
Hati Laras begitu panas melihat Aby yang memperlakukan Senja layaknya seorang putri yang berharga.
"Apa yang kau lakukan diruangan ini?" Balas Aby tak kalah geramnya.
"Mas!!Kaila putriku, jika ada orang yang tidak seharusnya berada disini itu adalah istrimu!,bagaimana mungkin ia tidak melihat tanda tanda penyakit sefatal ini sebelumnya"
"Apa perlu aku ingatkan Laras mengapa Kaila seperti ini?"
"Mas sudah mas, Kaila tidur nanti terbangun" Senja berusaha mencegah adu mulut antara mantan pasangan itu.
"Kaila sudah lemah sejak dalam kandungan Laras ," Aby tak menghiraukan himbauan Senja ia menatap tajam kearah Laras, "Sejak lahir tak pernah sekalipun anak itu mendapatkan Asi dari ibu kandungnya sendiri, sebagai dokter ahli kandungan kau paling tahu betapa besar peran Asi untuk tumbuh kembang seorang anak, kau paling tahu kemungkinan terburuk anak anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi yang benar, jadi apa yang terjadi pada Kaila sekarang adalah murni kesalahanmu!!"
__ADS_1
"Mas!!!" Laras tak terima namun ia juga tak bisa membantah, karena semua yang dikatang Aby adalah kebenaran.