
Aby membawa Senja pulang setelah makan siang disalah satu restauran mewah, karena istrinya butuh untuk membersihkan diri.
Aby tak mengungkit apapun disepanjang perjalanan baik itu Laras maupun Nata, ia tak ingin lebih melukai Senja.
"Kaila harus berangkat ke Belanda lusa" ucap Aby saat melihat Senja sudah selesai mengepak beberapa Kaila untuk dibawa kerumah sakit.
"Iya mas" Senja mendesah pasrah, lalu berusaha tersenyum meski akhirnya terlihat begitu getir.
"Kamu sudah mendengar semuanya?" Aby ikut duduk menyila disamping keranjang mainan Kaila, lalu menggenggam jemari istrinya yang berusaha terlihat tegar.
"Mas, jika itu jalan satu satunya agar Kaila bisa selamat aku ikhlas mas menikahi mbak Laras"
Aby terkekeh pelan "Itu tidak akan pernah terjadi Senja, Kaila akan mendapatkan donor ginjal yang lain namun untuk sementara waktu ia memang harus dirawat di Belanda, karena tidak banyak Dokter bedah yang berani melakukan transplantasi pada anak berusia dibawah lima tahun dan Dokter kenalan profesorku disana sudah beberapa kali melakukannya dan berhasil"
"Apa Mas sudah menemukan Donor lainnya?"
"Belum Senja, namun Kaila akan tetap dirawat disana sampai mendapat Donor"
"Apa aku ikut mas?" Tanya Senja ragu.
"Tentu sayang, kita akan merawat Kaila bersama" Aby merapatkan kepala Senja kedada bidangnya sambil mengelus dengan lembut pucuk kepala istrinya itu. Hati Aby terasa sangat sakit melihat begitu tabah dan sabarnya gadis kecil yang kini sudah menjadi pendamping hidupnya itu.
Aby tahu Senja sanggup melepaskan apapun demi Kaila termasuk dirinya.
"Senja"
"Hemm...apa mas"
"Mungkin Kau sanggup melepasku demi Kaila, tapi mas tidak bisa melepasmu demi apapun, meski kau berubah menjadi beling sekalipun aku akan tetap menggenggammu"
"Mas..."Kepala Senja mendongak menatap wajah tampan suaminya yang nampak smart dengan kacamata minusnya, "Aku bahkan lebih tidak sanggup mas, tapi bagiku kesembuhan Kaila diatas segala galanya, aku bisa apa jika sesuatu yang bisa menyelamatkan nyawa Kaila justru menginginkan dirimu"
'Mas aku takut kehilanganmu, tapi bagaimana jika tak ada ginjal yang cocok untuk Kaila dan kau terpaksa menyetujui syarat Mbak Laras' Senja membatin.
"Cukup selalu berada didekatku, aku yakin bisa menemukan jalan yang terbaik" ujar Aby, sembari mengecup bibir istrinya.
__ADS_1
.
.
.
"Ayah?" Laras menatap heran pada pria paruh baya yang sudah menunggunya diruangan privat salah satu restauran mewah.
Laras yang kebingungan kembali memeriksa pesannya diponsel, sebuah ajakan makan siang bersama yang dikirim langsung oleh nomor ponsel Aby.
Yah Baruna memanfaatkan ponsel Aby yang ketinggalan. meski memiliki sandi namun Baruna berhasil membukanya setelah mencoba beberapa angka , mulai dari tanggal lahir Aby, Kaila hingga Rini, namun tak ada yang berhasil ponsel itu justru terbuka setelah Baruna memasukkan tanggal pernikahan Senja dan Aby.
Baruna sudah mendengar semua mengenai Kaila dan Laras. Ia akhirnya memutuskan untuk bertemu langsung dengan Laras dengan menggunakan nama Aby. Tentu setelah Baruna membuka blokiran Aby terhadap kontak Laras.
"Apa Kau kecewa bukan Aby yang berada disini?" Baruna tertawa mencibir,namun tidak dengan Laras ia sudah beehasil menstabilkan raut wajahnya.
"Ah tidak ayah" Laras menarik kursi dihadapan Baruna dan duduk disana.
"Aku tidak ingin basa basi Laras" Baruna mengeluarkan selembar cek dengan angka 2 dan sembilan nol dibelakangnya.
"Ayah aku tidak menjual ginjal untuk putri kandungku" Suara Laras sedikit meninggi dan bergetar, ia memang menyukai uang namun ia tak terima dirinya selalu diukur dengan uang.
"Tapi kau juga tidak mau menyerahkan ginjalmu dengan sukarela benarkan?"
"Ayah, aku hanya meminta Mas Aby menikahiku" Laras mulai meluruhkan air mata palsunya. Entah mengapa sejak Dulu Laras tak pernah berhasil menarik simpati pria yang pernah menjadi mertuanya itu.
"Mengapa ayah tak pernah menyukaiku sejak dulu?Apa kurang ku sebagai seorang menantu?"
"Karena kau bukan wanita baik baik!" jawab Baruna datar, ia sama sekali tak terpengaruh dengan drama kesedihan Laras.
"A-apa maksud ayah?" Tanya Laras gugup. Tanganya yang saling meremat mulai basah karena peluh. Laras tiba tiba teringat Aleta sang sahabat, satu satunya orang yang mengetahui rahasia terbesarnya.
flashback on.
Baruna tengah menghadiri pertemuan para pengusaha di Jakarta, ia yang tengan kalut karena tuntutan Rini yang menyuruhnya menikah lagi tak menolak saat salah satu rekannya mengajaknya ke sebuah klub malam untuk sekedar melepas penat.
__ADS_1
"Bukankah istrimu menyuruhmu menikah lagi?" Tanya Rekan Baruna tersebut.
Baruna yang masih berusia 49 tahun itu hanya terdiam sambil menatap Gelas berukuran besar berisi bir tanpa berniat untuk menyentuhnya.
"Kalau begitu aku akan mengenalkanmu pada seorang wanita muda, asal tahu saja ia seorang mahasiswa, dengar dengar masa kontraknya sebagai wanita simpanan mr. X sudah selesai"
Baruna masih bergeming sebelum akhirnya menjawab tawaran rekannya.
"Aku tidak tertarik dengan wanita manapun!" tegas Baruna.
"Alah....omong kosong, lihat dia datang" rekan Aby itu melambaikan tangannya pada seorang wanita muda yang terlihat sangat elegan dengan kemeja biru muda lengan panjang dipadukan rok pensil hitam.
Baruna tidak menangkap aura wanita simpanan sedikitpun pada gadis muda itu.
"Laras kenalkan ini Om Baruna dia lagi cari___"
"Sinting!!!" Tukas Baruna memotong kalimat rekannya, ia lalu meninggalkan tempat maksiat itu sebelum tergoda melakukan hal hal yang melanggar Norma agama.
Baruna tak menyangka 2 tahun kemudian putranya malah memperkenalkan gadis malam itu kepadanya sebagai seorang kekasih yang hendak ia nikahi.
Flashback oof..
"Kau ingat?" Baruna menceritakan semuanya.
Kini akhirnya Laras tahu mengapa pria paruh baya itu tak pernah bersikap hangat padanya.
"Ayah hanya bisa menghujatku tanpa mencari tahu mengapa aku melakukan itu semua"
"Tidak àda pembenaran melakukan itu hanya karena orang tuamu meninggal ditengah kondisi kau tengah melanjutkan kuliah, masih banyak pekerjaan halal Laras"
"A-pa Ma-mas Aby sudah tahu semuanya?" Laras semakin berkeringat dingin.
"Aku masih melindungi harga dirimu karena kau adalah ibu dari Kaila, tapi jika kau kembali memaksa Aby menikahimu aku jamin seisi dunia akan tahu masa lalumu dan memastikan tak ada rumah sakit yang akan menerima seorang Dokter yang cacat moral sepertimu!" Tegas Baruna.
Bahu Laras melemas, satu satunya cara mendapatkan Aby kembali kini sudah pupus.
__ADS_1