Bahagia Di Ujung Senja

Bahagia Di Ujung Senja
Bab 68


__ADS_3

'Ayah akan membunuhmu jika sesuatu terjadi pada Senja' Sekejam itu Baruna pada putranya jika menyangkut Senja, meski sebenarnya ia juga tak akan tega melakukan ucapannya.


Aby tak takut dengan ancaman ayahnya, ia lebih takut jika sesuatu benar benar terjadi pada istri tercintanya.


Aby masih tetap masuk ke rumah sakit apalagi saat menerima pesan jika pasien koma yang akan melepaskan alat medis penopang hidupnya sudah tiba Di Rumah sakitnya, yah Aby menyerahkan masalah pencarian Senja pada sang ayah, karena ia masih memiliki tanggung jawab terakhir sebagai seorang Dokter dan mantan murid, Hari ini Aby akan menjalani tugasnya sebagai Asisten yang membantu profesor Anton melakukan dua operasi transplantasi ginjal sekaligus, seorang pasien baik hati telah merelakan seluruh organnya yang masih bisa digunakan untuk didonorkan kepada orang lain. Ada beberapa rumah sakit yang akan menerima organnya seperti, jantung, kornea ,mata ,pankreas, hati, paru paru, serta jaringan tulangnya.


 Namun secara spesial pasien itu memilih rumah sakit dimana Aby bekerja sebagai peristirahatan terakhirnya. Tempat dimana ia akan melepas penopang hidupnya dan menjalani operasi pengangkatan organ terakhirnya.


Profesor Anton menatap sedih dan bahagia kearah luar jendela kaca ruangannya, Ini adalah Operasi terakhir dengan dua orang pasien dewasa gagal ginjal. Dua orang penerima donor adalah pasien tidak mampu yang semua biaya operasinya akan ditanggung profesor Anton.


Dan bukan hanya itu, Prof Anton juga mengcover biaya tranplantasi kornea mata hari ini disalah satu rumah sakit pemerintah, tentu dengan donor yang sama.

__ADS_1


"Terima kasih nak" ucap pria tua itu lirih, sebuah ucapan yang ditujukan untuk sang pasien yang membiarkannya melakukan tugas mulia diakhir masa jabatannya.


"Aku ingin mendonorkan semua organku dok, saat nyawaku memang sudah tak lagi bisa diselamatkan" Sorot matanya tak gentar sama sekali saat bibirnya mengucapkan kalimat itu. Namun profesor Anton bisa melihat kedua tangannya yang memegang sebotol Air mineral dimeja bergetar.


Takut? Tentu tidak Anton hanya menebak pasien dihadapannya memiliki sesuatu yang belum ia relakan sepenuhnya.


.


"Ah baguslah. kalau begitu kita bersiap" Langkah keduanya terhenti tatkala mendengar gemuruh suara hellycopter dipuncak gedung. itu adalah helly kedua yang datang setelah helly yang membawa pasien pendonor tadi.


Mereka bisa mendengar karena kebetulan ruangan para profesor dan manajemen rumah sakit memang terletak dilantai paling atas.

__ADS_1


Aby dan profesor Anton tau operasi pengangkatan organ sudah dimulai karena penjemput organnya sudah datang. beberapa organ memang akan langsung didistribusikan kepada rumah sakit yang membutuhkan dan itu harus dilakukan Cepat maka dari itu mereka mereka menggunakan hellycopter.


Aby dan prof anton berjalan di sepanjang koridor jejeran Ruangan operasi, langkah mereka terhenti pada sebuah ruangan dengan lampu merah yamg menyala diatas pintu menandakan jika tengah dilakukan tindakan disana, dan kali ini adalah operasi pengangkatan organ.


"Bukankah dia sangat mulia" ucap prof Anton melihat Aby terus menatap pintu yang tertutup.


"Bahkan kita para Dokter masih berfikir untuk melakukannya, membayangkan jika organ dalam dipreteli satu persatu sudah membuat kita bergidik ngeri" lanjut Profesor Anton dan Aby mengangguki perkataan gurunya itu.


"Kau hanya akan membantuku di Operasi pertama, setelah itu bantu aku memberikan penghormatan terakhir untuknya sebelum jenazahnya dikebumikan"


"Baik Prof" Aby dan Prof Anton kembali melanjutkan langkahnya menuju Ruangan dimana mereka akan menunggu organ yang sudah diangkat.

__ADS_1


__ADS_2