
Sama seperti Aby yang dipikir Senja tengah lembur, ia juga tengah memeriksa beberapa materi dan tugas kuliahnya yang keteteran beberapa hari ini.
Senja menerima beberapa email dari dosen dan teman teman kuliah onlinenya, namun ada salah satu email yang berasal dari nama Yang begitu Asing bagi Senja.
"Sds terapung cahaya bahari" gumam Senja, membaca judul sebuah artikel yang ditulis salah satu media lokal disana yang sepertinya tidak terlalu terkenal.
Senja menscroll beberapa gambar sekolah swasta tersebut sambil tersenyum, Sebuah bangunan kayu yang seakan mengapung diatas lautan mencuri simpatinya.
"Indahnya" Gumam senja lagi, perpaduan hamparan laut biru dan pasir putih benar benar membuatnya jatuh cinta. Namun wajah Senja berubah teduh saat melihat isi artikelnya jika satu satunya pejuang pengajar disana hanya sipendiri yayasan seorang yang sudah berusia lanjut. Pulau yang hanya dihuni sekitar 50 orang kepala keluarga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan itu tak memiliki sekolah lain disana selain Sd terapung itu. Ibu Riska selaku pendiri sekolah hanya berupaya melakukan semampunya, setidaknya anak anak disana bisa membaca dan berhitung.
Senja mengusap layar laptopnya sambil menitikkan air mata dan berdoa semoga sekolah itu bisa lekas mendapatkan tenaga pengajar baru.
Senja menghela nafas panjang sembari menutup layar laptopnya. Ia pernah bercita cita untuk menjadi salah satu guru daerah terpencil dan menjalani hidup sambil mengasingkan diri, namun sekarang tidak lagi, ia sudah memiliki Aby sang suami yang akan ia layani sepanjang hidupnya. Senyum Senja tiba tiba terukir mengingat wajah suaminya yang mungkin akan segera pulang.
Keluar dari ruang baca Senja mendapati Aby sudah masuk kedalam Apartemen, pria itu nampak Lesu karena pekerjaan yang melelahkan ditambah rasa bersalahnya pada Nata, bukan sebagai Suami dari wanita yang Nata cintai melainkan sebagai seorang Dokter.
"Mas sudah pulang" Senja membantu Aby membawakan tas kerjanya.
Cup...Sebuah ciuman mendarat dikepala Senja.
"Kenapa tidak tidur hemm padahal sudah setengah 12" Aby menunjuk jam dinding dengan dagunya.
"Tadi aku habis kerja tugas mas" Jawab Senja.
Saat dikamar Aby tiba tiba memeluk Senja begitu keluar dari kamar mandi setelah mengganti pakaiannya dengan sepasang piyama.
Kedua tangan Aby melingkar diperut istrinya yang rata.
"Aku bukan dokter yang baik" Ucap Aby tiba tiba penuh rasa sesal, Senja berbalik dan menangkup kedua pipi suaminya.
"Apa pasien mas ada yang meninggal?" tanyanya pelan.
__ADS_1
Aby menggeleng lalu menurunkan kedua tangan istrinya dan menggenggamnya erat. Aby benar benar merasa bersalah melihat Senja, bagaimanapun istrinya itu menganggap Nata sebagai seorang teman diluar rasa suka Nata, dan ia ada andil besar mengurangi kesempatan sembuh pria itu.
Aby bahkan tak bisa mengorek informasi apapun dari Bobby yang katanya sahabat Nata, Aby juga tak menemukan Daftar Pasien atas nama Nata di seluruh rumah sakit yang ada di Jakarta baik swasta maupun milik pemerintah, Yah Aby menggunakan semua koneksinya untuk menghubungi setiap departemen Bedah dan departemen penyakit dalam diseluruh rumah sakit.
"Aku melakukan sebuah kesalahan,tapi maaf Senja mas belum bisa menceritakannya"Ungkap Aby penuh rasa sesal.
Senja tersenyum penuh Arti dan membawa tubuh kekar yang tengah rapuh itu kedalam dekapannya, postur Aby yang tinggi mengharuskan ia menunduk untuk menjangkau pelukan Senja.
Senja menepuk nepuk punggung Aby, layaknya seorang ibu yang tengah menghibur anaknya "Jangan cerita mas, yang mas harus tahu aku akan selalu berada disamping mas apapun kondisi mas".
.
.
.
Beberapa hari berlalu kabar Nata belum juga diketahui Aby, Risyapun sempat marah kepada sahabatnya itu setelah mengetahui cerita sebenarnya.
"Belum, aku masih mencarinya" Aby mendesahh pasrah.
"Aku fikir Abyansyah Baruna Putra adalah Dokter paling profesional yang pernah ku kenal" Risya mencibir.
"Kau sudah katakan itu sebanyak 1000 kali Risya" Timpal Aby sambil tetap melakukan aktifitasnya memeriksa selang keteter dan beberapa alat yang melekat pada pasiennya. Ia sangat merasa bersalah namun Aby tak ingin berlarut larut bagaimanapun ia memiliki tanggung jawab kepada pasien lainnya.
"Lagi pula apa salahnya ia jatuh cinta pada istrimu, kenapa kau semarah itu? Apa kau tidak sepercaya diri itu ?sehingga berfikir Senja akan memilih Nata dari pada kamu!"
Aby langsung menatap tajam kearah Risya dan dokter bertubuh gempal itu segera menutup mulutnya menyadari jika bukan hanya mereka yang berada diruangan itu.
"Sorry" Ujar Risya nyaris tanpa suara.
"Pemuda itu memiliki kehidupan yang sangat sulit, ia tidak seberuntung kita yang dilahirkan serba berkecukupan, Masa kecilnya dihabiskan dipanti" Risya menghela nafas, bukan hal sulit baginya mencari tahu mengenai latar belakang Nata, mengingat Suaminya adalah salah satu perwira tinggi Polri.
__ADS_1
"Dia anak Panti?" Alis Aby saling bertautan, ia hanya ingat Senja mengatakan jika Nata adalah teman yang mengenalkannya pada panti.
"Iya, seharusnya kau tidak sekeras itu padanya padahal ia memilih ditangani olehmu bukan karena kau suami Senja, ia memilihmu karena ia percaya kau bisa menyembuhkannya, kau harusnya tahu bagaimana susahnya pasien dengan karakter seperti Nata menentukan pilihan, disaat ia sama sekali tak menginginkan kehidupannya sendiri" Terang Risya panjang lebar.
"Aku akan mencarinya!" Tukas Aby sebelum keluar meninggalkan Risya , ia tak tahan mendengar kenyataan yang begitu memilukan itu.
Aby kembali keruangannya untuk mempersiapkan operasi selanjutnya, kali ini pasiennya adalah seorang wanita 40 tahun yang menderita kanker payudara stadium 4 dan harus menjalani pengangkatan payudara. Jadi Selama 2 sampai 3 jam kedepan Aby akan berada di Ruang Operasi.
"Dokter...."Seorang perawat langsung menghampiri Aby dengan tergesa gesa begitu sang Dokter baru saja keluar dari ruangan operasi.
"Ada Apa?"
"Putri anda tengah menjalani pemeriksaan, ia dibawa 3 jam yang lalu"
Jantung Aby seakan berhenti berdetak mendengar Kaila harus kembali masuk rumah Sakit. Ia segera berlari menuju ruangan yang dimaksud sang perawat, disana sudah ada Laras dan Senja serta seorang Dokter ahli anak dan seorang Dokter spesialis penyakit dalam.
Laras terlihat mendorong Senja hingga wanita itu tersungkur dilantai, tak ada perlawanan dari Senja karena ia hanya bisa menangis meratapi nasib Kaila.
"Dokter Laras!" Salah satu Dokter disana membentak Laras dan membantu Senja berdiri.
"WANITA BRENGSEK!!!" Aby yang baru saja datang tak bisa menahan emosinya melihat wanita yang sangat ia cintai diperlakukan dengan kasar oleh mantan istrinya.
Aby mencengkram kerah jas kebanggaan Laras. Dan sedikit mengangkat tubuh wanita 32 tahun itu.
"Apa yang kau lakukan pada istriku hah"Sentak Aby. Namun Laras sama sekali tak terlihat takut.
"Harusnya kau tanyakan itu pada istrimu Dokter Abyansah, bagaimana ia mengasuh Kaila sehingga putriku bisa terdiagnosa gagal ginjal" Geram Laras.
Seluruh tubuh Aby terasa lemas, "Gagal ginjal?" Gumamnya , Aby lalu menghempaskan tubuh Laras dan langsung memeriksa sebuah layar yang menampilkan hasil pemeriksaan Kaila.
Sebagai seorang Dokter Senior Aby langsung bisa membaca hasil pemeriksaan putrinya. Dan benar itu adalah gagal ginjal pada anak.
__ADS_1