
"Huaaa!!"
*Klontang!!!
Semua mata tertuju pada Gita yang terperosok dari anak tangga saat menuruninya.
Saat gadis itu mulai hilang keseimbangan tiba-tiba, sesosok pemuda langsung menariknya kedalam pelukannya.
*Grep!!
Gita tak berkedip menatap lelaki di hadapannya yang menangkap satu persatu jajanan pasar yang berjatuhan karena kecerobohannya.
"Jangan memandangi ku terlalu lama, awas nanti jatuh cinta!" seru Arya
"Astaghfirullah," ucap Gita segera menerima baki dari Arya dan bergegas menuju ke halaman masjid.
"Wah Mas Asep keren banget ya, udah ganteng, baik lagi...jadi makin lope-lope sama dia," ucap beberapa orang santriwati terus memujinya
Melihat banyaknya santriwati yang mengidolakan Asep membuat Gita menyimpulkan jika Asep adalah kerabat Kyai Sodiq seperti Zacky.
"Sudah pasti dia di Gandrungi para santriwati, wong dia masih keluarga Pak Kyai, kalau bukan Keluarga Pak Kyai ya pasti kerabatnya Nyai. Buktinya ia sekarang dengan Ustadz Zacky!" celetuk Gita
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Zacky menghampirinya
Gita seketika memerah saat melihat Zacky tiba-tiba menghampirinya.
"Eh ... iya, aku baik-baik saja," jawab Gita terbata-bata
"Syukurlah kalau begitu, jangan lupa besok aku akan datang ke rumah mu untuk mengajar ngaji,"
"Iya," jawab Gita singkat
Tidak lama seorang santri menghampiri mereka dan membisikkan sesuatu kepada Zacky. Tidak lama pemuda itu kemudian berpamitan kepada Gita dan kembali ke masjid.
Karena pekerjaan sudah selesai, Gita pun memilih menemui ibunya dan duduk disebelahnya.
Ia tertegun saat melihat Zacky mengisi tausiyah menggantikan Kyai Sodiq.
Pemuda itu terlihat penuh wibawa dan berkharisma saat sedang berceramah. Semua orang terlihat khusu mendengarkan ceramahnya. Tak terkecuali dirinya yang juga terbuai dengan isi ceramah Zacky.
"Coba kemarin kamu terima tawaran Kyai Sodiq untuk ta'aruf dengan Ustadz Zacky, Pasti aku seneng banget punya mantu seorang ustadz. Udah ganteng, Sholeh, tajir lagi, coba katakan apa kurangnya dia?" tanya Suryati
"Kurang agresif Bu," jawab Gita membuat Suryati langsung membelakakan matanya
"Astaghfirullah Git, kamu ternyata suka sama cowok yang agresif ya," jawab Suryati menggelengkan kepalanya
Gita hanya tertawa mendengar Suryati yang menanggapi candaannya begitu serius.
"Iyalah Bu, soalnya kalau gak agresif kurang menarik, gak ada tantangan Bu," imbuhnya sambil tertawa
"Ya Allah, mungkin dia seperti ini karena efek lama menjomblo, kasian banget kamu nduk , belum pernah ada yang belai. Padahal harusnya usia segini kamu udah punya tiga anak tapi kamu boro-boro anak bahkan gebetan aja belom ada, duh nasib-nasib!" keluh Suryati
"Dih apaan sih ibu, orang bercanda doang jadinya malah baperan, gak asik ah!" seru Gita kemudian meninggalkan ibunya
Ia justru kembali ke kediaman Nyai Halimah.
"Apa ada yang dibantu lagi Nyai?" tanya Gita menghampiri wanita itu.
"Sudah gak ada cah ayu, semuanya sudah selesai, tinggal nanti nyuci piring biar anak-anak santri aja yang ngerjain,"
"Yaudah kalau gitu, Gita pamit pulang ya Nyai," u
"Iya Nduk, makasih ya udah di bantuin."
"Sama-sama,"
Malam itu Gita sengaja pulang ke rumah sendirian. Ia sengaja ingin mengetes apa benar perkataan Arya tentang tanda di lengannya.
Gita begitu penasaran dengan ucapan Arya yang mengatakan jika semua mahluk halus tidak akan pernah berani menganggu apalagi mendekatinya karena dia adalah istri Pangeran Gondoruwo.
__ADS_1
Gita sengaja melalui jalan yang sepi dan terkenal angker di daerah itu.
Sesekali ia menoleh kebelakang saat melewati jalanan yang gelap.
"Sepertinya benar yang diucapkan Arya, tapi kenapa bulu kudukku tiba-tiba berdiri, apa ada yang mengikuti ku?" Gita segera menoleh kebelakang untuk memastikan apakah ada yang mengikutinya atau tidak.
*Srak, srak, srak!!
Gadis itu segera berlari saat terdengar suara derap langkah menghampirinya.
*Greppp!!
Matanya membulat sempurna saat ia merasakan seseorang menepuk pundaknya.
"Tolong, ada hantu!!" seru Gita, mencoba melepaskan diri cengkraman makhluk itu
"Dih apaan sih, ni gue kali Git Merlin!" seru gadis mencebikkan mulutnya
"Astaghfirullah Mer, lo ngagetin aja, aku kira kamu demit," jawab Gita
"Aku penasaran aja kenapa lo pulang duluan, padahal acara belum selesai, makanya aku ikutin kamu," jawab Merlin
"Oh soal itu, aku sedang uji hari ini,_"
"Uji nyali, yang benar saja. Kalau kamu mau ikut uji nyali kenapa gak ikut acara gathering kantor aja," jawab Merlin
"Memangnya mau kemana?" tanya Gita
"Kata Si Bos sih, kita mau mendaki gunung,"
"Aku kurang tertarik kalau jalan-jalan ke gunung, banyak lelembutnya!" seru Gita
"Lah bagus kan, katanya lo mau uji nyali gimana sih," seru Merlin
"Bener juga sih, tapi gunung mana dulu nih?" tanya Gita
"Gunung Semeru, katanya sih mau lihat indahnya Ranu Kumbolo?"
"Kalau kata aku sih di izinin Git, yang penting kamu terima tawaran Kyai Sodiq," jawab Merlin
"Dih apaan sih, modus!" cibir Gita
"Kenapa sih lo gak mau sama Ustadz Zacky Git, kurang apa coba dia, udah ganteng, baik, sholeh lagi. Dan aku yakin banget kalau kamu akan bahagia dengan ustadz Zacky,"
"Entahlah Mer, yang jelas aku belum bisa menerima dia saat ini, ada yang harus aku selesaikan dahulu. Entah sampai kapan aku bisa membuka hati lagi," ucap Gita menerawang
"Memangnya kamu punya urusan apa, coba ceritain sama aku, kali aja aku bisa bantu," jawab Merlin
"Terima kasih Mer, tapi sementara ini aku belum bisa cerita sama siapapun,"
"Ok lah kalau begitu,"
*******
Setibanya di rumah Gita segera menuju ke kamarnya. Entah kenapa tiba-tiba ia kembali memikirkan Barra.
" Kenapa semua orang sekarang memaksa ku untuk menerima Ustadz Zacky. Apa salah jika aku memilih menyendiri untuk sementara waktu??"
"Dulu aku sangat ingin menikah, tapi setelah bertemu Barra aku tidak mau menikah lagi. Apa karena aku sudah mulai menyukainya??. Mungkin karena sudah lama aku tidak merasakan kasih sayang dari seorang lelaki, makanya aku mulai menyukainya??. Tapi kenapa sekarang aku mulai gelisah??. Apa benar pernikahan kami akan berakhir karena Erwin sudah meninggal. Apa kamu akan meninggalkan aku setelah dendam ku terbalaskan. Kau bilang meskipun ragamu hancur, sukma mu akan terus berada di sisiku dan selalu melindungi ku, tapi kenapa sekarang kamu jarang menemui ku,"
Entah kenapa Gita merasa hatinya hampa, ia kembali merindukan sosok Barra. Perasaan rindu, takut kehilangan mulai memenuhi pikirannya hingga ia tidak bisa tidur.
"Bagaimana ini, kenapa aku terus memikirkannya. Ya Allah apa yang harus aku lakukan??"
Saat hatinya benar-benar galau, tiba-tiba Gita merasakan seseorang mendepaknya erat.
"Apa itu kamu?" ucap Gita membalikkan badannya
Sesosok wajah tampan tersenyum menatapnya.
__ADS_1
"Tidurlah sayang, aku akan menemanimu malam ini," ucapnya sembari mengusap lembut rambutnya
Gita begitu bahagia saat melihat Barra di sampingnya, iapun kemudian terlelap dalam pelukannya.
*********
Matahari sudah mulai naik, namun Gita masih terbaring di ranjangnya. Suryati berkali-kali membangunkannya, namun anak gadisnya itu tetap tak bergeming dari ranjangnya.
"Astaghfirullah Gita, ini sudah siang nduk, anak perawan kalau bangunnya kesiangan jodohnya bisa dipatuk ayam," celoteh Suryati
"Assalamualaikum,"
Suryati segera berlari membukakan pintu saat mendengar suara seorang pria memberi salam.
"Waalaikum salam, Ustadz Zacky!" wanita itu begitu terkejut saat melihat pemuda itu mendatangi kediamannya
"Tumben Mas Ustadz main ke sini, memangnya ada perlu apa Mas?" tanya Suryati
"Hari ini aku ada jadwal mengajar ngaji Gita Bu," jawab Ustadz Zacky
"Alhamdulillah kalau dia mau belajar ngaji, kalau gitu silakan masuk," ucap Suryati segera mempersilakan pria itu masuk ke dalam rumahnya.
Ia kemudian masuk ke kamar Gita dan kembali membangunkannya.
"Git, bangun Nduk, ada ustadz Zacky,"
"Ngapain dia kesini?" tanya Gita
"Katanya mau ngajarin kamu ngaji," jawab Suryati
Seketika Gita langsung melompat dari ranjangnya.
"Kenapa Ibu gak bangunin aku dari tadi," celetuk Gita
"Udah Nduk, dari subuh ampe mulut ibu monyong kek gini," sahut Suryati
Gita hanya tersenyum kemudian langsung menuju kamar mandi.
Sambil menunggu Gita, Suryati menghidangkan secangkir teh hangat untuk sang Ustadz.
"Silakan di minum Mas," ucap Suryati
Tidak lama Gita keluar menemui Ustadz Zacky.
"Maaf ya ustadz, lama ya nunggunya,"
"Gak kok, sekarang kita mulai saja ya," Ustadz Zacky kemudian mulai memerintahkan Gita untuk membaca sebuah salah satu surat pendek.
Setelah itu ia kemudian memberikan penjelasan kepada wanita itu.
"Mudah-mudahan mereka berjodoh," ucap Suryati saat melihat keduanya
"Ustadz, apa boleh saya meminta sesuatu?" tanya Gita
"Katakan saja,"
"Apa Ustadz mau menemani saya ikut gathering kantor, kebetulan ibu pasti melarang ku pergi jauh-jauh apalagi setelah sakit. Tapi kalau ustadz ikut pasti dia mengizinkan, gimana Ustadz?" tanya Gita
Lelaki itu terdiam sejenak, sebelum memberikan keputusan.
"Kalau kamu gak mau ya gak papa sih, jadi jangan terlalu dipikirkan," jawab Gita
"Baiklah saya bersedia,"
"Alhamdulillah, makasih ya Ustadz," ucap Gita begitu senang
Setelah mendapatkan lampu hijau dari sang Ustadz Gita kemudian menyampaikan keinginannya kepada Suryati.
Wanita paruh baya itu tampak berat saat akan memberikan izin kepada Gita untuk pergi ke tempat wisata yang terkenal angker itu. Namun Mendengar ia akan pergi dengan Ustadz Zacky membuatnya akhirnya menyetujui permintaannya.
__ADS_1
"Yaudah, ok!"
"Yes, thanks ibu!" seru Gita begitu bahagia