BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 41


__ADS_3

Gita memasuki kamarnya dan meletakkan cerminannya diatas meja.


"Sepertinya aku dandan dulu deh sebelum bertemu Barra," ucap gadis itu kemudian segera duduk didepan meja rias dan mengambil cermin di depannya.


"Kali ini aku harus terlihat cantik di depan Barra, agar ia mengurungkan niatnya menceraikan aku," Gita kemudian memoles wajahnya dengan bedak tipis dan juga lipstick warna nude membuat ia tampak cantik alami.


Selesai berdandan ia kemudian menyiapkan semua sesaji keatas Baki dan menaruhnya di atas ranjangnya.


"Sekarang tinggal membakar dupa saja. Tapi gimana kalau ibu tahu, dia pasti akan marah besar dan bisa mengadukan aku ke Kyai Sodiq. Gawat kalau Kyai sampai tahu bisa-bisa aku dikarantina di pondok pesantren, atau aku tidak perlu membakar dupa saja. Toh Barra pasti akan datang begitu aku panggil," ucap gadis itu lagi


Ia kemudian duduk bersila di atas ranjangnya sambil menatap baki sesaji dihadapannya.


"Aku sudah mempersiapkan semua makanan kesukaan mu sayang, jadi datanglah, aku rindu!" ucap Gita dengan nada merayu


Tiba-tiba sebuah asap putih mengepul dari cermin ajaib, gadis itu begitu terkejut saat seorang makhluk gaib tiba-tiba muncul di depannya dan duduk dihadapannya.


"Siapa kau!" ucapnya dengan wajah pucat pasi


Hantu wanita itu menyeringai dan segera mencekik lehernya.


*Tok, tok, tok!!


Makhluk itu segera masuk kedalam tubuh Gita dan menyamar menjadi Gita saat mendengar suara pintu kamar itu di ketuk.


Ia kemudian turun dari ranjang dan kemudian duduk di depan cermin, sambil menyisir rambutnya.


Suryati yang berhasil membuka pintu kamar Gita langsung merangsek masuk untuk melihat keadaan putrinya.


*Krieeett, Brakk!!!


Keduanya sangat terkejut saat melihat Gita duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.


"Astaghfirullah Nduk, kenapa di panggil-panggil gak nyaut sih!" seru Suryati menepuk pundaknya


Gita segera menoleh kearah Suryati dan menepis lengannya hingga wanita itu hampir jatuh, jika Arya tak menangkap tubuhnya.


*Grep!!


"Kenapa tenaganya jadi besar sekali!" keluh Suryati kemudian segera berdiri dan menghampiri Gita yang masih merapikan rambutnya


Entah kenapa Suryati tiba-tiba merasa kaget melihat penampilan Gita yang berubah menjadi lebih cantik.


"Wah kamu pakai apaan sih nduk, kok jadi manglingi gini, kamu terlihat lebih cantik dan kaya orang lain," ucap wanita itu menghampirinya


"Aku hanya ingin dandan saja Bu, kebetulan hari ini aku mau ke rumah calon mertua jadi harus terlihat cantik bukan?" jawab Gita menyunggingkan senyumnya


Berbeda dengan Suryati yang begitu senang melihat perubahan Gita yang mulai mau merias diri, Arya justru merasa jika wanita itu bukan Gita. Ia merasa ada energi negatif yang menyelimuti tubuh gadis itu hingga membuatnya semakin yakin jika dia bukan Gita.


Namun ia tak buru-buru mengatakannya, ia lebih memilih momen yang tepat agar Suryati tidak merasa kaget.


"Kamu disuruh Zacky untuk menjagaku bukan, sekarang antar aku ke rumah Kyai Ahmad," ucap Gita kemudian berjalan meninggalkan kamarnya


"Ok," jawab Arya segera menyusulnya


Pemuda itu kemudian segera menyalakan sepeda motornya, dan Gita langsung duduk di belakangnya.


Tidak seperti biasa kali ini Gita sedikit agresif bahkan sengaja melingkarkan tangannya memeluk Arya.


"Jangan seperti ini, aku tidak mau ada salah paham antara aku dan Zacky," ucap Arya segera melepaskan tangan Gita


"Kenapa kamu takut, bukankah Zacky tak melihat kita, jadi tak masalah kan?" jawab Gita kembali melingkarkan tangannya di pinggang pemuda itu


Arya yang tak punya pilihan segera melesatkan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan halaman rumah Gita.


Semakin lama Gita seperti sengaja menggoda Arya, ia bahkan mencoba menciumi tengkuk pemuda itu, hingga membuat Arya menghentikan motornya.


Ia kemudian segera turun dan menarik wanita itu.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Arya


Wanita itu tersenyum menatap wajah Arya, "Tentu saja aku Gita, apa kau tidak mengenali ku?" jawab wanita itu begitu santai


"Dimana cermin itu?" tanya Arya lagi


"Aku sudah membuangnya, memangnya kenapa?" jawab Gita sambil memainkan rambutnya


"Kenapa kau membuangnya, bukankah kau sangat menginginkan cermin itu?"


"Karena aku tahu kau tak menyukainya, kau tahu aku tidak mau membuat mu kesal makanya aku membuang cermin itu demi dirimu," ucap Gita kemudian mendekati Arya dan mengusap wajah tampan Pemuda di hadapannya.


"Apa kau tahu, sebenarnya aku lebih menyukai mu daripada Zacky. Zack terlalu membosankan tapi kau begitu menyenangkan, kau selalu membuatku tersenyum dengan banyolan mu, itulah kenapa aku tidak tidak sepenuh hati menerima lamarannya," ucap Gita kemudian meniupkan sesuatu di wajahnya.


"Apa kau benar-benar mencintai aku?" jawab Arya kemudian mengusap wajah gadis itu

__ADS_1


"Tentu saja, apa kau masih memerlukan bukti dariku?" jawab Gita mendekatkan wajahnya hingga ia bisa mengendus aroma wangi nafas pemuda dihadapannya


Kini keduanya terlihat begitu dekat hingga tak ada jarak diantara mereka, Bahkan kedua hidung Mereka saling beradu.


Arya mulai merasakan adanya gelenyar dalam tubuhnya saat bersentuhan dengan gadis itu.


Sepertinya listrik yang menyengat, gelenyar itu mulai membuat pemuda itu mendaratkan bibirnya ke bibir tipis Gita.


Gita tersenyum simpul saat melihat Arya begitu beringas ******* bibirnya.


Kena kau sekarang!


Gita segera mengakhiri ciuman panasnya saat melihat Arya semakin beringas dan taj terkendali.


"Kenapa berhenti?" tanya Arya


"Sepertinya kita sudahi dulu permainan kita, aku tidak mau membuat keluarga Kyai Hasan menunggu ku terlalu lama. Bukankah kita masih bisa melakukannya nanti, jangan khawatir aku akan menjadi milikmu malam ini," bisik Gita kemudian berjalan menuju sepeda motor Arya


Pemuda itu kemudian segera naik keatas motornya dan melajukan kendaraannya menuju kediaman Kyai Hasan.


Setibanya di sana, Zacky sudah menunggu mereka di depan pintu dan menyambutnya dengan hangat.


"Assalamualaikum Mas Zacky," sapa Gita dengan suara lembut


"Waalaikum salam Git, silakan masuk," jawab Zacky mempersilakan wanita itu masuk


Cih bahkan sikapnya berubah manis di depan Zacky, sebenarnya siapa makhluk itu. Ia bahkan tidak takut menginjakkan kakinya di rumah ini yang jelas-jelas dipasang pagar gaib agar tidak seorangpun makhluk gaib yang bisa menginjakkan kakinya di rumah ini.


Arya terus mengamati gerak-gerik Gita dari beranda. Ia memang sengaja tidak ikut masuk karena tidak ingin wanita itu mencurigainya.


Gita terlihat tak canggung saat bertemu Kyai dan Nyai Hasan. Ia bahkan terlihat akrab dengan mereka dan terlihat begitu santai saat berbincang dengan keduanya.


Zacky terlihat begitu bahagia sore itu, bagaimana tidak, pemuda itu merasa jika Gita mulai membuka hatinya untuk dirinya. Terbukti dari Gita yang mulai memanggilnya dengan sebutan Mas.


Ia bahkan tidak ketus lagi seperti biasanya atau sengaja menjaga jarak saat ia mencoba mendekatinya.


"Terima kasih sudah mau datang ke rumah ku, semoga hubungan kita kedepannya semakin dekat dan selalu diberikan kelancaran hingga hari pernikahan nanti, aamiin,"


"Aamiin, kalau gitu aku pamit pulang ya mas," ucap Gita berpamitan


"Kalau gitu biar aku saja yang mengantar kamu pulang," ujar Zacky


"Lantas bagaimana dengan Arya?" tanya Gita


"Oh ok,"


"Sebaiknya aku naik motor aja Zack, lagipula aku gak mau ganggu momen kalian," celetuk Arya


"Baiklah kalau itu mau mu," Zacky kemudian membukakan pintu untuk Gita dan mempersilakan gadis itu duduk di sampingnya.


Sementara itu Arya langsung melesat lebih dulu ke rumah Gita.


Setibanya di rumah Gita Arya segera menuju kamar Gita untuk mencari cermin ajaib itu. Namun sayang sekali ia tak menemukan benda itu meskipun ia sudah mencarinya di seluruh sudut kamar itu.


"Apa Gita sudah benar-benar membuangnya??" saat ia akan keluar dari kamar itu tiba-tiba Gita memergokinya hingga membuat pemuda itu begitu terkejut.


"Apa yang kau lakukan di kamar ku Arya," ucap Gita menatap nyalang kearahnya


Arya bisa melihat netra gadis itu yang begitu tajam menatapnya.


"Sorry Git, Gue hanya mencari benda milikku yang terjatuh di kamar ini," sahut Arya


"Apa kau sudah menemukannya?" tanya Gita lagi


Arya langsung menggelengkan kepalanya," Aku belum menemukannya tapi keburu ke gap sama kamu," jawab Arya.


"Kalau begitu carilah, kali ini aku akan membiarkan mu mengacak-acak kamarku," ucap Gita kemudian menutup pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas Ranjangnya


Ia bahkan sengaja membuka bajunya di depan Arya seolah ingin menggoda pria itu.


Melihat Arya terus menatapnya membuat Gita segera turun dari ranjangnya dan menghampirinya.


"Bagaimana kalau kita lanjutkan permainan kita yang sempat tertunda," bisik wanita itu sengaja menggigit manja telinga Arya hingga membuat pemuda itu langsung menggeliat dibuatnya


Ia kemudian menarik pemuda itu dan mendorongnya keatas ranjang.


"Sekarang kau milikku Arya," ucapnya kemudian merebahkan tubuhnya diatas pemuda itu


Saat ia berusaha melepaskan ikatan di lengannya Arya membalikkan tubuh wanita itu dan menindihnya.


"Jangan pernah membangun singa yang tertidur, jika kau tidak mau terkena batunya,"


*Wuuushhh!!!

__ADS_1


Tiba-tiba sesosok bayangan putih menyambar tubuh Arya dan melemparnya hingga pemuda itu terhempas menghantam dinding kamar itu.


"Barra!" pekiknya kaget


Ia tak mengira jika Barra akan muncul dan menyerangnya karena mengira ia akan menggoda istrinya.


"Dasar bangs*t, beraninya kau menggoda istriku!" seru Barra dengan suara lantang


"Wait Om, semuanya tidak seperti yang om bayangkan!" seru Arya berusaha memberikan penjelasan


*Buugghhh!!!


Sebuah pukulan keras mendarat di wajah pemuda itu hingga membuatnya kembali tersungkur di lantai..


"Gita, jelaskan kepada Barra kalau kita tidak melakukan apa-apa," seru Arya berusaha menghindari serangan Barra yang membabi buta


"Bunuh saja dia karena ia berusaha menggoda ku saat kau tidak ada di sisiku," ucap Gita membuat Arya semakin berang dengannya


"Sial, dasar brengsek beraninya kau menjadikan aku kambing hitam!" ucap Arya segera bangun dan melepaskan jarum-jarum santet kearah Barra.


*Wuuushhh!!!


Seketika Barra langsung diam tak bisa bergerak setelah jarum-jarum itu mengenai beberapa titik sarafnya.


"Sorry Om, aku harus menghentikan mu untuk sementara waktu demi kebaikan bersama," ucap Arya kemudian segera menghampiri Gita


"Sebenarnya siapa kamu, aku yakin kau pasti yang sengaja mengundang Om Barra untuk membunuhku, apa benar begitu?" ucap Arya mendorong wanita itu hingga ia terpojok di sudut ruangan


"Wah kau benar-benar luar biasa, itulah yang membuat ku semakin menyukai mu Arya," ucap Gita berusaha mencium bibir pemuda di depannya


"Berhentilah bersikap seolah-olah kau adalah Gita, aku sudah tahu semuanya," ucap Arya sengaja menolaknya membuat wanita itu merasa kesal dengannya


"Haish sial, kau bahkan bisa menaklukkan gendam sakti Nyai Imas yang tak pernah gagal dalam menghipnotis semua orang, kau membuat ku semakin kesal saja!" seru wanita itu kemudian menyerang Arya


Pemuda itu segera melompat saat melihat wanita itu berusaha melepaskan pukulan keras kearahnya.


Ia kemudian melepaskan tendangannya hingga membuat wanita itu terhempas ke lantai.


"Jangan pernah berpikir untuk mengalahkan gue, karena itu tidak akan pernah terjadi,"


Wanita itu tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan Arya.


"Tapi sayangnya kamu telah memakan racun yang sudah aku masukan kedalam tubuhmu saat kita berciuman sebelum ke rumah Zacky!" ucap wanita itu menyeringai


Tiba-tiba Arya merasakan perutnya sakit dan melilit hingga ia mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


*Hueekk!!!


"Lihatlah, tinggal tunggu lima menit saja sebenar lagi kamu akan segera mati dan menyusul ibumu ke Neraka,"


"Dasar brengsek, beraninya kau mempermainkan aku!" seru Arya kemudian jatuh kelantai


"Sekarang tamatlah riwayat mu anak setan!" seru wanita itu kemudian menghampiri Arya yang terkapar di lantai.


.


"Tapi boong!" seru Arya kemudian bangun dan berdiri membuat wanita itu terkejut melihatnya


"Bagaimana kau bisa baik-baik saja setelah memakan racun yang kuberikan!" seru wanita itu tak percaya Melihat Arya masih hidup setelah memakan racun darinya


"Itu karena aku sudah membalikan racun itu padamu, kau tahu kenapa aku begitu beringas mencium mu Waktu itu?, itu karena aku sedang mengembalikan semua racun yang kau berikan padaku," ucap Arya membuat wanita itu seketika membelakakan matanya


"Kau, bagaimana kau bisa melakukannya, padahal saat itu kau masih dalam pengaruh ilmu gendam ku," jawab wanita itu


"Kau tidak akan pernah mempu menghipnotis Raja Gendam, justru kaulah yang terhipnotis oleh dirimu sendiri hingga kau tak sadar apa yang aku lakukan padamu waktu itu," ucap Arya


"Benar juga, tapi aku tidak khawatir karena bagaimanapun kau berusaha membunuh ku, toh akhirnya bukan aku yang terkena racun itu, tapi Gita yang akan mati terkena racun itu, hahahaha!" jawab wanita itu


*Jraasshhh!!!


Seketika Arya segera melepaskan jarum santetnya hingga mengenai leher wanita itu membuatnya terus menganga dibuatnya


Arya tidak tinggal diam, ia segera memasang jarum-jarum itu ke titik saraf wanita itu.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya wanita itu


"Aku berusaha mengeluarkan mu dari tubuh Gita, agar aku bisa mengakhiri penderitaan petualangan mu Nyai," jawab Arya segera melepaskan puluhan jarum santet kearahnya


*Jleb!!


Arya segera menarik sukma wanita yang merasuki Gita, "Kekuarlah Iblis jahanam!" seru Arya


Meskipun Arya sudah berusaha mengeluarkan wanita itu dari dalam tubuh Gita, namun ia tetap saja gagal hingga ia begitu putus asa.

__ADS_1


"Cermin itu, aku yakin aku bisa mengeluarkannya jika menemukan cermin itu!" seru Arya


__ADS_2