BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 40


__ADS_3

"Sepertinya aku memerlukan periuk untuk membakar dupa,"


Setelah membeli semua keperluan sesaji Gita kemudian mencari toko yang menjual periuk untuk membakar dupa.


Ia kemudian berhenti didepan sebuah toko barang-barang antik. Gadis itu kemudian masuk dan bertanya kepada pemilik toko mengenai barang yang dicarinya.


Lelaki itu terus menatap Gita sejak wanita itu datang ke kedainya. Ia bahkan tak berkedip menatap wajah gadis itu saat ia mencoba memakai cermin kecil yang ia pajang di etalase tokonya.


"Cantik sekali," ucap pria itu tersenyum menatapnya


"Kalau cermin ini harganya berapa pak?" tanya Gita


"Maaf kalau cermin ini tidak di jual," jawabnya singkat


"Wah sayang sekali padahal aku pengin membelinya, memangnya kenapa gak di jual?" tanya Gita


"Karena itu bukan cermin biasa," jawab pria itu


"Apa ini cermin ajaib?" telisik Gita


"Sepertinya begitu, karena aku mendapatkannya dari seseorang yang spesial,"


"Pantas saja tidak dijual, ternyata ini benda kenang-kenangan. Btw ada gak periuk buat bakar dupa?" tanya Gita


"Ada sih, tapi tinggal ini," lelaki itu kemudian menunjukkan sebuah Periuk tembaga kepada Gita


"Berapa harganya?" tanya Gita


"Lima puluh ribu aja,"


"Dih mahal banget yaudah gak jadi," ucap Gita kemudian kembali menatap cermin ajaib itu


"Karena gak ada uang nanti bakar dupanya diatas pecahan genteng biar lebih afdol," tuturnya sambil menatap wajahnya di depan cermin


Tidak lama akhirnya Arya menemukan Gita di sebuah kedai barang-barang antik.


Entah kenapa ia merasakan aura negatif saat mendekati kedai itu.


"Jadinya mau beli apa dek," ucap sang pemilik toko dengan suara lembut


"Gak jadi deh Bang, lain kali saja," jawab Gita kemudian meletakkan kembali cermin itu ke etalase


"Baiklah kalau gitu, lain kali silakan mampir lagi ya," jawab lelaki itu kemudian mengambil cermin itu.


"Kenapa cerminannya bergetar saat gadis itu pergi, apa ia sudah memilih pemiliknya yang baru?" lelaki itu kemudian menatap kepergian Gita dengan Arya.


Malihat Gita meninggalkan kedai itu membuat Arya segera mengikuti Gita .


"Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, sekarang Nyi Imas sudah menemukan penerusnya, maka aku harus memberikan cermin ini kepadanya,"


Sang pemilik toko kemudian berlari mengejar Gita yang sudah mulai menjauh. Ia menghampiri gadis itu dan menghentikan langkahnya.


"Tunggu!" seru sang pemilik toko membuat Gita langsung berhenti dan menoleh kearahnya


"Ada apa lagi Bang?" tanya Gita saat melihat pemilik toko menghentikan langkahnya


"Kalau kamu suka benda ini ambil saja," ucap pria itu memberikan sebuah cermin padanya


"Tapi aku gak punya uang lagi, lagipula harganya terlalu mahal," jawab Gita


"Kamu gak usah bayar, cermin ini aku berikan gratis kepadamu, anggap saja ini hadiah pertemanan kita," ucap Pria itu kemudian memasukkan cermin itu ke tas Gita.


"Kalau dia gak mau sebaiknya jangan di paksa," ucap Arya mengambil cermin itu dan mengembalikannya kepada sang pemilik toko


"Kata siapa aku gak mau, tentu saja aku mau kalau di beri barang antik dan bagus seperti itu," jawab Gita menyingkirkan tangan Arya dari lengan lelaki itu.


Lelaki itu tersenyum mendengar ucapan Gita dan memberikan cermin itu padanya.

__ADS_1


"Jaga baik-baik cermin ini. Karena dia sudah memilihmu makanya aku memberikannya kepadamu," ucap pria itu


"Terimakasih banyak," jawab Gita sumringah


Mencurigakan, kenapa aku mencium aroma mistis dari cermin itu. Sebenarnya apa maksud pria itu memberikan benda itu padanya. Ia bahkan sengaja memberikannya secara gratis??


Mencium ada gelagat yang mencurigakan dari pria itu membuat Arya berusaha mengambil kembali cermin pemberian lelaki itu dari tas Gita.


Namun Gita yang mengetahuinya langsung mengeluarkan cermin itu dari tasnya dan memilih menggenggamnya agar Arya tak mengambilnya.


"Sokorin lo gak bisa nyopet lagi!" cibir Gita


"Btw tuh cermin buat apaan sih, emangnya di rumah gak ada cermin?" tanya Arya


"Kamu nenye?" jawab Gita dengan logat alay


Arya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan childish Gita.


"Udah tahu masih nanya dasar PA!" cibir Arya


"Cermin ini adalah cermin ajaib, yang mana bisa membuat wajahku terlihat lebih cantik," jawab Gita


"Masa iya, hoax kali,"


"Gak percaya, coba aja sendiri," jawab Gita memberikan cermin itu padanya


Arya segera merebut cermin itu darinya. Aneh saat memegangnya Arya merasakan ada kekuatan gaib yang begitu besar hingga ia terhempas ke tanah.


*Bruugghhh!!


Melihat Arya terjatuh bukannya menolongnya, Gita justru marah-marah karena takut cerminannya pecah.


"Ih, hati-hati dong Ar, kalau cerminannya pecah emang lo mau ganti!" serunya dengan suara tinggi


Ia segera mengambil cermin itu dari tangan Arya dan membawanya pergi meninggalkan pemuda itu yang masih terkapar di jalanan.


Arya segera bangun dan kembali mengejar Gita.


"Boleh aku pinjam cermin itu?" tanya Arya


"No!" jawab Gita singkat


Gita langsung membanting pintu rumahnya dan menguncinya hingga membuat Arya tak bisa masuk ke dalam. Ia bahkan tak membukakan pintu untuknya meski pemuda itu berkali-kali mengentuknya.


"Gita, buka pintunya oi" serunya


Namun Gita seolah sengaja tak membukakan pintu untuknya dan malah masuk ke kamarnya mengurung diri.


Arya tidak kehabisan akal Tia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi suara hati untuk memberitahukan apa yang terjadi dengan Gita.


Suryati segera pulang setelah mendengar cerita Arya. Ia kemudian mempersilahkan Arya untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Gita, apa kamu di dalam nduk!" seru wanita itu mengecek keadaan Gita


"Kenapa sepi sekali, apa dia tidur?" Suryati berusaha mengetuk pintu kamar Gita namun gadis itu tak membukakan pintu untuknya


Ia kemudian menempelkan telinganya di daun pintu untuk memastikan Gita ada di dalam.


"Apa Ibu tidak punya kunci cadangannya?" tanya Arya


"Punya sih, bentar Mas," jawab Suryati kemudian bergegas mengambil kunci cadangan kamar Gita.


Tak lama wanita itu kembali dan memberikan kunci kamar Gita kepada Arya. Pemuda itu segera membuka pintu kamar Gita dan segera masuk kedalam saat berhasil membukanya.


Keduanya sangat terkejut saat melihat Gita duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.


"Astaghfirullah Nduk, kenapa di panggil-panggil gak nyaut sih!" seru Suryati menepuk pundaknya

__ADS_1


Gita segera menoleh kearah Suryati dan menepis lengannya hingga wanita itu hampir jatuh, jika Arya tak menangkap tubuhnya.


Entah kenapa Suryati tiba-tiba merasa kaget melihat penampilan Gita yang berubah menjadi lebih cantik.


"Wah kamu pakai apaan sih kok jadi manglingi gini, kamu terlihat lebih cantik dan kaya orang lain," ucap wanita itu menghampirinya


"Aku hanya ingin dandan saja Bu, kebetulan hari ini aku mau ke rumah calon mertua jadi harus terlihat cantik bukan?" jawab Gita t


Berbeda dengan Suryati yang begitu senang melihat perubahan Gita yang mulai mau merias diri, Arya justru merasa jika wanita itu bukan Gita. Ia merasa ada energi negatif yang menyelimuti tubuh gadis itu hingga membuatnya semakin yakin jika dia bukan Gita.


Namun ia tak buru-buru mengatakannya, ia lebih memilih momen yang tepat agar Suryati tidak merasa kaget.


"Kamu disuruh Zacky untuk menjagaku bukan, sekarang antar aku ke rumah Kyai Ahmad," ucap Gita kemudian berjalan meninggalkan kamarnya


"Ok," jawab Arya segera menyusulnya


Pemuda itu kemudian segera menyalakan sepeda motornya, dan Gita langsung duduk di belakangnya.


Tidak seperti biasa kali ini Gita sedikit agresif bahkan sengaja melingkarkan tangannya memeluk Arya.


"Jangan seperti ini, aku tidak mau ada salah paham antara aku dan Zacky," ucap Arya segera melepaskan tangan Gita


"Kenapa kamu takut, bukankah Zacky tak melihat kita, jadi tak masalah kan?" jawab Gita kembali melingkarkan tangannya di pinggang pemuda itu


Arya yang tak punya pilihan segera melesatkan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan halaman rumah Gita.


Semakin lama Gita seperti sengaja menggoda Arya, ia bahkan mencoba menciumi tengkuk pemuda itu, hingga membuat Arya menghentikan motornya.


Ia kemudian segera turun dan menarik wanita itu.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Arya


Wanita itu tersenyum menatap wajah Arya, "Tentu saja aku Gita, apa kau tidak mengenali ku?" jawab wanita itu begitu santai


"Dimana cermin itu?" tanya Arya lagi


"Aku sudah membuangnya, memangnya kenapa?" jawab Gita sambil memainkan rambutnya


"Kenapa kau membuangnya, bukankah kau sangat menginginkan cermin itu?"


"Karena aku tahu kau tak menyukainya, kau tahu aku tidak mau membuat mu kesal makanya aku membuang cermin itu demi dirimu," ucap Gita kemudian mendekati Arya dan mengusap wajah tampan Pemuda di hadapannya.


"Apa kau tahu, sebenarnya aku lebih menyukai mu daripada Zacky. Zack terlalu membosankan tapi kau begitu menyenangkan, kau selalu membuatku tersenyum dengan banyolan mu, itulah kenapa aku tidak tidak sepenuh hati menerima lamarannya," ucap Gita kemudian meniupkan sesuatu di wajahnya.


"Apa kau benar-benar mencintai aku?" jawab Arya kemudian mengusap wajah gadis itu


"Tentu saja, apa kau masih memerlukan bukti dariku?" jawab Gita mendekatkan wajahnya hingga ia bisa mengendus aroma wangi nafas pemuda dihadapannya


Kini kedua terlihat begitu dekat hingga tak ada jarak diantara keduanya, Bahkan kedua hidung Mereka saling beradu.


Arya mulai merasakan adanya gelenyar dalam tubuhnya saat bersentuhan dengan gadis itu.


Sepertinya listrik yang menyengat, gelenyar itu mulai membuat pemuda itu mendaratkan bibirnya ke bibir tipis Gita.


Gita tersenyum simpul saat melihat Arya begitu beringas ******* bibirnya.


Kena kau sekarang!


**


Jangan lupa tinggalkan like komen kalian dan favoritnkan bagi yang belum ya.


Kasih rate Bintang lima juga bagi yang belum memberikan penilaian.


Maaf ya kemarin hanya up dua chapter kerana gak sesuai ekspektasi ✌️.


Doain aja aku selalu sehat biar biasa up setiap hari. Terimakasih buat yang selalu baca dan like komen saat novel ini up. Sarangheo 😘

__ADS_1


__ADS_2