
"Wah Si Barra main nyosor aja," ucap Gilang langsung menahan langkahnya
Ia kemudian melepaskan sesuatu, agar Zacky tak melihat keduanya.
Tepat saat adzan magrib berkumandang mereka berhasil mencapai kaki gunung dan beristirahat disebuah kedai kopi.
"Alhamdulillah akhirnya kita tiba juga di pemukiman warga," ucap Zacky
"Iya, meskipun penuh perjuangan," jawab Arya
"Btw kamu gak bawa mobil bro?" tanya Arya
"Aku menitipkan mobilku di rumah saudaraku," jawab Zacky
"Kalau gitu kita segera ke sana saja, biar bisa istirahat," sahut Arya
"Bagaimana dengan Gita?" tanya Zacky
Arya segera menghampiri Gita yang masih menikmati mie rebus.
"Git, lo mau balik bareng kita atau bareng sama temen lo?" tanya Arya
"Gue bareng Barra aja," sahut Gita dengan entengnya
"Gila lo, emangnya lo mau emak lo jantungan gara-gara melihat anak perawannya tiba-tiba kembali ke rumah dalam sekejap!" cibir Arya
"Kan bisa saja aku bikin alasan gitu aja kok repot,_" jawab Gita
"Eh, sadar dong Neng, temen lo aja belum balik, gue sama Zacky juga gimana emak lo percaya, dasar dodol!" imbuh Arya dengan wajah kesalnya
"Biarkan saja Ar, kita tidak usah memaksanya," jawab Zacky
Setelah membayar makanannya ia kemudian mengajak Arya untuk melanjutkan perjalanan menuju kediaman saudaranya.
Melihat Gita yang enggan mengikuti Arya dan Zacky membuat Barra kemudian membujuk gadis itu.
"Sebaiknya kamu ikut mereka, aku akan lebih tenang jika kamu bersama Zacky dan Arya daripada bersama Merlin," ucap Barra
"Tapi aku ingin pulang denganmu," rengek Gita dengan suara manjanya
"Aku pastikan akan selalu mengawasi mu jadi jangan khawatir. Aku tidak akan meninggalkan dirimu," jawab Barra
"Baiklah kalau begitu," Gita tersenyum bahagia sebelum akhirnya berlari menyusul Zacky dan Arya.
"Zack tunggu!" seru Gita berlari mengejar keduanya
"Kenapa gak jadi balik bareng Om Barra?" tanya Arya
"Kepo!" seru Gita segera berjalan menghampiri Zacky
"Dasar gaje!" cibir Arya
Tidak lama kemudian mereka tiba di sebuah rumah sederhana di samping Mushola.
"Assalamualaikum," Zacky mengetuk pintu rumah itu sembari mengucapkan salam
Tak lama seorang wanita keluar membukakan pintu untuknya.
"Waalaikum salam, Alhamdulillah akhirnya kamu pulang juga Ky, silakan masuk," ucap wanita itu mempersilakan mereka masuk kedalam rumahnya
Zacky kemudian istirahat sebentar di rumah itu. Setelah selesai istirahat, solat dan makan ia memutuskan untuk pamit pulang.
"Kenapa gak nginep aja sih Mas Zacky, lagian emangnya gak capek apa baru turun gunung langsung nyetir,"
"Insya Allah gak papa Bu Lik, lagian besok aku ada kajian jadi gak bisa nginep di sini," jawab Zacky
"Oh gitu rupanya, yaudah kalau gitu hati-hati ya, salam buat Kyai Sodiq,"
"Baik, nanti saya sampaikan, kalau gitu aku pamit Bu Lik, assalamualaikum!" ucap Zacky kemudian mencium punggung tangan wanita itu
__ADS_1
"Waalaikum salam,"
Arya dan Gita mengikuti yang dilakukan Zacky dan segera menyusul pemuda itu menuju ke mobilnya.
Gita memilih duduk dibelakang, sedangkan Arya memilih menemani Zacky duduk di depan.
"Syukurlah akhirnya mereka pulang juga, jadi gak sia-sia kita datang," ucap Gilang
"Terus kita mau ngapain lagi nih Lang abis ini?" tanya Rangga
"Udah lama kita gak ngumpul bareng, mending kita ngopi dulu yuk sebelum balik ke alam gaib?" ajak Barra
"Kuy," jawab mereka kompak
Ketiganya kemudian menuju sebuah tempat dimana para warga menaruh sesaji.
"Wah pas banget ini malam jumat jadi banyak yang naruh sesaji, mayan kan bisa ngopi gratis. Kapan lagi bisa menikmati nikmatnya kopi hitam ala dunia fana," ucap Gilang segera meneguk kopi ditangannya
"Ahhh, segar," sayang banget gak ada camilannya celetuk Rangga
"Ada nih roti bakar selai kemenyan kesukaan kalian," jawab Barra membawa dua porsi roti bakar untuk mereka.
"Wah mantapnya, btw nyolong dimana lo Bar?" tanya Gilang
"Noh di warkop ujung jalan!"
"Pantesan rasanya ada manis-manisnya," jawab Rangga sambil terkekeh
"Kalau kurang manis liat gue aja Ran," sahut Gilang
"Dih narsis,"
"Btw gimana kabarmu Bar?" tanya Rangga
"Alhamdulillah masih gini-gini aja," jawab Barra menyunggingkan senyumnya
"Hooh, kalau gak mending kamu ikutan kultivasi menjadi manusia, tapi caranya ekstrim banget aku yakin kamu gak bakal mampu," jawab Gilang
"Bagaimana agar aku bisa menjadi manusia?" tanya Barra
"Memakan jantung manusia atau lebih tepatnya wanita balung wangi," jawab Gilang
"Apa kau berani Bar?" tanya Rangga
Barra langsung menggelengkan kepalanya, "Percuma aku menjadi manusia jika aku harus mengambil kebahagiaan orang lain, itu sama saja aku mencuri hak hidup orang lain, lebih baik aku menjadi hantu selamanya tapi bisa menolong manusia," jawab Barra
"Sudah kuduga, memang kamu itu gak ada ambisi untuk menjadi manusia Bar, angel!" sahut Gilang
"Barra itu terlalu lembut jadi susah untuk melakukan hal-hal ekstrim seperti itu Lang, kecuali kita," ucap Rangga
"Kita, lo aja kali!" cibir Gilang
"Btw izin keluar kita udah habis Lang, kita harus buru-buru balik sebelum di ciduk oleh para penjaga portal gaib," imbuh Rangga
"Sans aja, ada Barra semua aman!" sahut Gilang
"Mana ada, yang ada Barra juga bisa ikut keseret ke alam gaib,"
Tidak lama sebuah portal gaib terbuka dan membentuk sebuah lubang besar.
"Tuh kan baru juga di omongin udah nongol aja tuh pintu, kuylah kita gas!" Rangga kemudian bersiap-siap menuju portal gaib
Sementara itu Gilang menyuruh Barra untuk segera pergi dari tempat itu.
"Sebaiknya kamu selesaikan dulu urusanmu dengan Gita baru kembali ke alam gaib, ingat apapun keputusan mu kali ini akan mempengaruhi komen para readers, so kasih keputusan terbaik," ucap Gilang kemudian bergegas meninggalkan Barra
Sementara itu melihat Zacky sudah mulai ngantuk dan kelelahan membuat Arya menawarkan diri untuk menggantikan posisinya.
"Sebaiknya kamu tidur saja, biar aku yang gantian bawa mobilnya," ucap Arya
__ADS_1
"Ok, terimakasih Ar," ucap Zacky segera turun dari mobilnya.
Saat ia hendak duduk disebelahnya, Arya justru melarangnya dan menyuruhnya untuk duduk di belakang.
"Duduklah dibelakang agar lebih santai. Biarkan kursi depan kosong, karena aku akan memanggil seseorang untuk menemani ku," jawab Arya
"Baiklah," Zacky kemudian duduk di samping Gita yang sudah terlelap.
Melihat posisi tidur Gita yang terlihat tidak nyaman membuat pri itu kemudian menyandarkan kepala gadis itu di bahunya.
"Kamu terlihat manis saat tertidur Git," ucap Zacky tersenyum menatap Gita
"Ingat jaga mata, bukan mahram!" celetuk Arya
"Astaghfirullah," seru Zacky langsung istigfar
"Memang wanita adalah godaan terbesar bagi seorang pria, itulah kenapa Allah menyuruh kita segera menikah jika sudah memenuhi persyaratan," imbuh Arya
"Jangan nyindir gue Ar, lo tahu kan gue belum menikah karena belum menemukan yang pas. Sekalinya bertemu yang klik malah dia malah sudah memiliki suami," jawab Zacky
"Tenang aja, kalau emang di Gita jodoh lo aku yakin dia bakal terima cinta lo Zack. Tapi lo juga harus mau membuka hati buat cewek lain dong karena kita gak tahu Gita jodoh lo atau bukan, so jangan terlalu menutup diri, apa perlu aku mengajarimu cara mendekati wanita?" jawab Arya
"Emang lo bisa, gimana gue mau percaya sedangkan pacar aja lo fak punya,"
"Gue emang gak punya pacar karena gak boleh sama Kyai kan, coba kalau dibolehin ... beeeh satu pondok udah gue pacarin tuh santri putri," jawab Arya
"Ya percaya gue," jawab Zacky
Selama perjalanan keduanya terus berbincang hingga tak terasa mereka sudah tiba di desa Banjarsari.
Keduanya kemudian kebingungan saat melihat Gita masih terlelap.
"Gimana ini, kita antar Gita kerumahnya atau ke pondok aja?" tanya Arya
"Ke rumahnya saja," jawab Zacky
Arya mengangguk setuju kemudian menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Gita.
Ia kemudian mencoba membangunkan gadis itu namun Zacky melarangnya. Ia kemudian menggendong Gita dan Arya mengetuk pintu rumah gadis itu.
"Assalamualaikum,"
Cukup lama mereka menunggu di depan pintu karena menunggu sang pemilik rumah bangun.
"Mereka pasti masih tidur, maklumlah tengah malam gini lagi enak-enaknya tidur kan?" ucap Arya
"Coba ketuk sekali lagi!"
Arya kembali mengetuk pintu rumah itu, dan tak lama Seorang wanita keluar membukakan pintu untuknya.
"Ustadz Zacky?!" Suryati begitu terkejut saat melihat Zacky menggendong Gita yang tertidur
Ia kemudian mempersilakan pemuda itu menuju kamar Gita.
Zacky segera membaringkan tubuh Gita dan menyelimutinya.
Netranya seketika membulat saat melihat benda kecil tergeletak di meja rias Gita.
"Benda apa ini?" Zacky mengambil batu kecil itu dan menatapnya tajam
"Apa ini semacam jimat, atau ...??" tiba-tiba Barra muncul di tempat itu dan mengambil batu itu dari tangannya
"Ini mustika sakti milikku, aku sengaja meletakkannya di sini untuk melindungi Gita dari makhluk gaib dan juga dukun jahat yang berusaha mencelakainya," ucap Barra
Zacky tersenyum mendengar ucapan pria itu, "Ternyata kau begitu menyayanginya, meskipun kamu seorang makhluk gaib tapi kau begitu romantis layaknya manusia pantas saja Gita begitu mencintai mu," ucap Zacky kemudian membalikkan badannya meninggalkan kamar itu
Namun Barra segera menarik lengannya dan mengajaknya berbicara.
"Sepertinya kamu adalah pria yang baik dan bisa membahagiakan Gita. Aku tahu banyak perbedaan diantara aku dan Gita, untuk itulah aku berusaha melepaskannya pelan-pelan, aku harap kamu bisa menggantikan posisi ku saat aku benar-benar meninggalkannya. Aku yakin kau bisa melindunginya. Jadi mulai sekarang aku akan melepaskan Gita dan menyerahkannya padamu. Karena aku yakin hanya kau yang bisa membahagiakannya," ucap Barra kemudian memberikan mustika saktinya kepada Zacky
__ADS_1