BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 45


__ADS_3

*Buugghh!!!


Arya segera mengambil boneka itu dan memeriksanya.


"Untung kamu baik-baik saja Moy, awas aja kalau kamu sampai cedera, aku pasti akan mengirim Iblis wanita itu ke Neraka,"


"Ya emang harus gitu," sambung Gilang


"Sepertinya cermin itu masih ada dalam diri Gita, jadi kita harus bersatu mengeluarkan cermin itu dari tubuh Gita," ucap Arya


"Caranya??" tanya Gilang


"Buka bajunya,"


"Astoge, apa gak ada cara yang lebih ekstrim lagi?" tanya Gilang


"Ada sih Om, tapi paling Om harus siap dimarahi oleh Zacky atau Om Barra," Arya kemudian membisikkan sesuatu kepada Gilang


Pria itu langsung menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Arya.


"Kenapa Om,"


"Gak ah, takut!" jawab Gilang


"Takut sama Om Barra atau Zacky?"


"Takut itu!" seru Gilang menunjuk kearah Gita yang sudah berdiri di depan mereka


Arya langsung tersenyum pada wanita itu, "Peace!!" serunya


"Lagi-lagi kau bocah setan!, kau bahkan sudah membunuh abdi setiaku, sekarang rasakan pembalasan ku!" seru wanita itu langsung menyerangnya


Arya segera mundur untuk menghindari serangan wanita itu yang begitu cepat dan membabi buta.


Ia bahkan kewalahan saat wanita itu terus menggunakan jurus mautnya dengan kecepatan tinggi.


Sementara itu diam hanya terdiam sambil mengamati ritme serangan wanita itu.


"Serangannya begitu cepat, pukulan selalu mengenai sasaran tapi tendangannya selalu meleset, padahal jika Arya terkena tendangan mautnya bisa saja ia mati," ucap Gilang


Rangga dan Barra kemudian menghampirinya, "Lagi ngapain Lang?" tanya Rangga


"Mengamati gerak-gerik si Nyai,"


"Dia itu sejenis ras wewe gombel yang suka mengambil energi para perjaka untuk menambah kekuatannya dan energi para pria itu yang menjadikannya sakti mandraguna dan tentu saja awet muda," terang Rangga


"Darimana kau tahu?"


"Karena aku dulu adalah dukun penganut ilmu hitam. Itu adalah sejenis ilmu hitam yang biasa digunakan oleh para dukun tempo dulu, sama seperti diriku yang dulu menggunakan susuk mayat untuk bertahan hidup,"


"Kalau begitu kamu tahu dong cara mengalahkannya," tanya Barra


"Ilmu hitam jenis ini tidak dapat di kalahkan dengan kekuatan apapun, semuanya tidak ada yang bisa menandinginya, kecuali dengan kasih sayang dan cinta kasih. Hanya orang-orang yang memiliki cinta kasih dan rasa sayang yang begitu besar yang bisa mengalahkannya," jawab Rangga


"Itu aku banget dong," celetuk Gilang


"Tapi kamu tidak memiliki hubungan batin dengannya Lang," sergah Rangga


"Terus siapa dong?" tanya Gilang


"Barra, hanya dia yang bisa mengalahkannya, dengan kebucinan mu aku yakin kau bisa mengalahkan iblis wanita itu,"


Barra langsung mengangguk setuju saat mendengar ucapan Rangga.


"Apapun akan ku lakukan demi menyelamatkan Gita, aku tidak mau kehilangan dia seperti Tania, aku ingin menyelamatkannya karena itu sudah janjiku padanya untuk selalu melindunginya," jawab Barra


Pria itu kemudian menghampiri Arya yang tengah menghadapi Gita.


*Jraasshhh!!!


Gita langsung terhempas saat terkena serangan dari Arya. Melihat istrinya tumbang membuat Barra langsung melesat dan menangkap wanita itu.


*Grepp!


"Kenapa kau menolong ku?" tanya Gita


"Karena kau adalah istriku," jawab Barra dengan santai


"Tapi aku bukan istrimu," jawab Gita kemudian mendorong tubuh Barra hingga pria itu terjungkal ke tanah


Semua santri dan santriwati mulai ke luar dari masjid dan kini duduk bersila di halaman masjid sesuai arahan kyai Sodiq.


Dipimpin oleh Zacky dan para ustadz lainnya.


Suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an mulai menggema membuat semua orang merasa merinding.


Nyi Imas langsung berjalan mundur saat mendengar suara merdu yang mulai membuat tubuhnya merasa panas seperti terbakar.


"Dasar brengsek, si tua bangka itu rupanya benar-benar ingin membunuh ku!"


Wanita itu kemudian menggerakkan tangannya dan bersiap melesatkan sebuah kilatan cahaya kearah para santri.


Melihat hal itu Barra langsung memasang badannya hingga serangan Gita tepat mengenai tubuhnya.

__ADS_1


Lelaki itu terpental ke udara membuat Arya berusaha menangkap tubuhnya.


"Biarkan saja dia!" seru Gilang mencegah Arya


"Tapi kasian Om Barra, tubuhnya bisa hancur dan dia bisa saja mati setelah terkena serangan maut Nyi Imas,"


"Tenang saja, dia akan baik-baik saja," jawab Gilang


"Bagaimana Om bisa yakin?" tanya Arya lagi


"Karena dia adalah Barra yang tak bisa mati semudah itu, dia pasti akan berjuang mati-matian untuk menyelamatkan wanita yang dicintainya," jawab Gilang


"Wah bener-bener sweat banget om Barra, pantas saja Gita tak bisa move on darinya,"


"Itulah kekuatan Barra yang tak dimiliki oleh orang lain, dan aku yakin dengan kekuatan itu ia akan membawa kembali Gita,


"Mudah-mudahan ya Om, soalnya aku gak yakin," jawab Arya


Pemuda itu kemudian melemparkan boneka santet kearah Gita saat wanita itu hendak menyerang Barra lagi.


Wanita itu langsung mengerang kesakitan saat Arya sengaja menusukkan jarum santet ke bonekanya.


Gita benar-benar merasa tubuhnya seperti terbakar saat ratusan santri kembali membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.


"Hentikan!" serunya sembari menutup telinganya


Ia semakin menjerit kesakitan saat Arya menusukkan puluhan jarum ke boneka santetnya.


"Arrghhh!!!, hentikan!" serunya dengan suara memilukan


Mendengar suara kesedihan Gita membuat Barra langsung memeluknya mencoba menenangkannya.


"Gita sayang, aku tahu kamu ada di dalam, cepatlah kembali agar semua segera berakhir. Aku tidak tega melihat ragamu begitu tersiksa karena iblis itu, jadi cepatlah kembali. Aku akan selalu setia menunggumu, kembali,"


"Kasian sekali Om Barra, ia pasti begitu tersiksa saat melihat Gita kesakitan, meskipun sebenarnya Iblis itu yang kesakitan tetap saja ia sakit karena raga Gita juga yang menanggungnya,"


Arya kemudian memerintahkan memerintahkan boneka santetnya untuk mencari cermin ajaib tempat Gita di kurung.


"Aku mohon jangan kecewakan aku kali ini moy,"


Boneka itu kemudian berjalan menghampiri Gita, membuat Arya kembali berpikir jika Nyi Imas senagaja menyembunyikan cermin ajaib itu dalam tubuh wanita itu.


Namun saat melihat Suryati menangis tersedu-sedu di sudut masjid membuat boneka itu diam-diam berjalan mendekatinya.


Arya terus mengikuti kemana boneka itu pergi.


Melihat bonekanya berhenti di samping Suryati membuat Arya langsung mendekati wanita itu.


*Jraasshhh!!!


Arya jatuh tersungkur saat Gita mulai menarik selendangnya.


Gilang tak tinggal diam ia segera melepaskan tendangan kerasnya kearah Gita.


*Buugghhh!!!


Barra segera menangkap tubuh Gita yang terpelanting ke atas setelah terkena tendangan Gilang.


"Kenapa kau begitu lemah Barra, andai saja kau mau membantuku mengalahkan mereka, aku pasti akan menjadikan mu lebih kuat," ucap Nyi Imas


"Gita, dengarkan aku. Kamu harus segera kembali sebelum semuanya berakhir. Kau lihatlah sekarang ragamu dipenuhi luka, jika kau tak juga kembali maka kamu bisa saja mati,"


"Percuma saja kau memanggilnya Barra, dia tidak akan pernah mendengar suaramu," Wanita itu segera melepaskan diri dari pelukan Barra dan mendorongnya hingga ia terjerembap ke hadapan Rangga.


Melihat wanita itu menyerang Barra membuat Rangga berang melihatnya.


Ia segera melompat keatas pohon kelor dan mematahka batang pohon itu dan segera turun


Ia kemudian mengayunkan daun kelor ke wajah Gita hingga membuat asap hitam mengepul dari tubuh wanita itu hingga membuatnya langsung tumbang dan pingsan.


Kyai Sodiq kemudian meminta para santri untuk memindahkan Gita ke tempat yang sudah ia sediakan olehnya.


Pria itu langsung meminta dua orang santri putri untuk memakaikan mukena kepada Gita.


"Ibu?' ucap Arya mencoba menenangkan Suryati yang masih menangis tersedu-sedu.


"Kenapa Mas?" ucap Suryati sambil mengusap air matanya


"Apa Ibu menyimpan cermin Gita?" jawab Arya


"Cermin yang mana?" tanya Suryati


"Cermin kuno dari bahan tembaga," jawab Arya


"Gak pernah lihat, setahuku sih Gita gak punya cermin itu,"


"Oh yaudah kalau gitu,"


"Btw kenapa si Gemoy berhenti di mari kalau Bu Sur gak bawa cermin si Nyai," gerutu Arya


"Oh bonekanya namanya Gemoy ya mas, kok namanya lucu banget sih," ucap Suryati


"Iya Bu,"

__ADS_1


"Btw ini dari tadi boneka deketin gue ada apa ya Mas?" tanya Suryati


"Dia mencium aroma Gita bu, makanya dia kemari,"


"Oh begitu mungkin karena aku pakai Hoodie miliknya kali ya jadi dia mengira aku Gita," jawab Suryati


"Bisa jadi Bu,"


"Wah keren bonekanya, kapan-kapan aku colong ah, buat nyari Gita kalau ngelayap malam-malam,"


"Emang Gita suka ngelayap malam-malam Bu?" tanya Arya


"Akhir-akhir ini sering, katanya mau ketemu pacarnya yang namanya Bar-bar," jawab Suryati


"Barra kali bu, bukan Bar-bar,"


"Iya bener Mas Arya. Btw itu anak perawan gue lagi diapain lagi sih. Kasian banget dia dibungkus gitu kaya mumi Raja Firaun," keluh Suryati


"Lagi di rukiyah Bu, doain aja semoga iblis yang merasukinya cepat keluar dari tubuhnya,"


"Aamiin, eh tapi kenapa itu Setan kuat amat ya, tuh lihat aja sampai kaya gitu. Serem banget, emangnya tuh bocah main dimana sih sampai ketemu setan kaya gitu?"


"Di pasar Bu, makanya jangan sering-sering ke pasar karena banyak setannya," jawab Arya


"Iya sih makanya aku juga gak pernah lama-lama kalau ke pasar, takut tergoda setan,"


*Buugghhh!!!


Keduanya terkejut saat melihat Gita tersungkur dihadapannya.


"Ya ampun kasian banget anak ku, udahan apa Tan bikin anak gue babak belur gini. Awas aja kalau gak keluar-keluar aku doain kamu jomblo seumur hidup," cibir Suryati


Mendengar umpatan Suryati membuat Gita berang dan langsung mencekik wanita itu.


"Dasar tua bangka tau apa kau!" serunya


Arya segera melepaskan pukulan kearah Gita untuk menyelamatkan Suryati.


Ia kemudian melompat menangkap tubuh Suryati yang terhempas ke udara.


*Bruugghhh!!!


"Aduh berat banget Bu, emangnya makan apa sih sampai gemoy gini," celetuk Arya saat ia terjatuh karena menangkap tubuh ibu Gita


"Aku gak makan banyak kok Mas cuma dua piring nasi setiap makan,"


"Pantas saja, setelah ini diet Bu supaya bisa maklukan duda ganteng,"


"Nanti aku coba Mas, tapi gak janji." jawab Suryati


Saat wanita itu hendak berdiri, tiba-tiba sebuah cermin menggelinding dari saku Hoodie yang dipakainya.


"Cermin itu!!"


Semua mata kini tertuju pada cermin itu.


Arya, Barra, Rangga, Gilang, dan Nyi Imas langsung melompat bersamaan untuk mengambil benda itu hingga mereka saling menindih satu sama lain.


"Siapa yang dapat?" tanya Kyai Sodiq menghampiri mereka


Mereka semuanya menggelengkan kepalanya.


"Cerminnya pecah Kyai!" seru Gilang


"Memang harus dimusnahkan bukan?" jawab Kyai Sodiq


"Benar," Arya segera melepaskan puluhan jarum santet ke arah cermin itu saat Gita berusaha mengambilnya


Dan seketika asap hitam mengepul dari tubuh Gita begitu cermin itu hancur berkeping-keping.


Gadis itu ambruk seketika, namun dengan sigap Barra dan Zacky berlari untuk menangkap tubuh wanita itu.


*Greppp!!!


"Kuy taruhan siapa yang bisa menangkap Gita?" celetuk Gilang


"Kalau aku sih pilih Barra," jawab Rangga


"Kalau gue Zacky," jawab Arya


"Kalau gue Kyai Sodiq," jawab Gilang membuat Arya dan Rangga menggelengkan kepalanya.


"Gak mungkin, mana mungkin Kyai Sodiq yang menangkapnya, jelas-jelas dia bukan siapa-siapa," cibir Rangga


"Karena dia tidak mau membuat Barra dan Zacky saling berebut makanya ia sengaja menjadi penengah," jawab Gilang


"Masa sih?"


"Kita lihat aja, biar gak pada suudzon," Gilang kemudian duduk menyaksikan apa yang terjadi


*Grepp!!


"Yes aku menang!" seru Gilang saat melihat Kyai Sodiq menangkap tubuh Gita

__ADS_1


To be continued 😅


__ADS_2