
Shiba terus berjalan mencari jalan keluar, ia berusaha mencari signal dan menyalakan ponselnya. Namun di tempat itu ia sama sekali tak bisa menemukan signal.
Ia juga tak menemukan jalan beraspal di sana. Meskipun banyak bangunan pencakar langit di tempat itu, namun jalanan masih becek dan berbatu.
Matanya membulat sempurna saat ia melihat sesosok monster berjalan kearahnya.
"Aku yakin ini aku masih di Neraka, ini bukan dunia manusia, tapi negeri para monster,"
*Arrghhh!!
Seketika gadis itu menjerit keras saat melihat monster-monster lain berjalan kearahnya.
Barra kembali terkejut saat mendengar teriakan Shiba.
"Ada apa dengannya??, bukankah dia seharusnya sudah aman karena telah kembali ke dunia asalnya, lalu kenapa ia menjerit histeris seperti itu??"
Beberapa pertanyaan mulai muncul dalam benaknya, karena ia merasa khawatir akan keselamatan Shiba maka ia memutuskan untuk menyusul Shiba.
Ia segera menerobos pagar gaib dan terperanjat saat tiba di tempat itu.
"Bagaimana dia bisa sampai tempat ini, ini bukan dunia manusia tapi negeri para monster dan Iblis??"
Barra segera menyambar tubuh Shiba saat melihat sesosok monster mulai mendekatinya.
"Grrr, hosh, hosh!!"
Barra menarik gadis itu agar bersembunyi dibelakangnya.
Kini keduanya sudah terkepung oleh puluhan monster yang mulai mengepungnya.
Barra menggenggam erat jemari gadis itu meski ia ragu bisa mengalahkan para monster itu.
Karena ia sadar jika bukan tandingan para monster itu Barra segera mengangkat tubuh gadis itu dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk melemparnya agar ia bisa keluar dari tempat itu.
*Wushhh!!"
Seketika tubuh Gita melayang melewati pagar gaib.
Melihat buruannya menghilang, para monster yang kelaparan itu langsung menyerang Barra dengan beringas.
Mereka bahkan menyayat tubuhnya hingga suara erangan keras menggelegar memecah keheningan
*Jrasshhh!!
Sebuah kilat menyambar para monster sehingga membuat mereka terpental menjauhi Barra.
Saat para monster itu kembali berdatangan dan menyerang Barra, kembali Halilintar menghantam tubuh mereka hingga para monster itu terbakar dan lari tunggang langgang meninggalkan Barra.
Sesosok wanita cantik turun dari langit dengan baju serba putih bak seorang putri.
"Bidadari!" seru Barra tersenyum menatapnya
Wanita itu tersenyum dan menghampirinya. Ia mengulurkan tangannya membantu pemuda itu bangun dan berdiri.
"Terimakasih," ucap Barra terus menatap wanita itu tanpa berkedip
"Sepertinya aku mengenalmu, wajahmu tidak asing bagiku, hanya saja aku lupa dimana kita bertemu," imbuhnya
"Apa kau benar-benar tidak mengenaliku?" tanya wanita itu sedikit kecewa saat tahu Barra tak mengenalinya
"Mungkin jika kamu memberiku waktu satu kali dua puluh empat Jam mungkin aku bisa mengenali mu. Maklum saja sekarang aku sudah tua jadi aku butuh waktu lama untuk mengupdate ingatanku yang mulai menghilang," terang pria itu
__ADS_1
Wanita itu kemudian memberikan sekuntum mawar putih kepadanya membuatnya langsung berkaca-kaca menatapnya.
"Tania???"
Barra langsung memeluk erat wanita di depannya, "Maafkan aku yang tak mengenali mu,"
"Tapi kau langsung mengenaliku saat melihat mawar itu, terima kasih karena kau masih mengingat ku,"
"Jadi sekarang kau sudah jadi bidadari?" tanya Barra
"Memangnya aku terlihat seperti Bidadari?" jawab Tania balik bertanya
"Hmm, kau akan selalu jadi bidadari dalam hatiku,"
"Boong, buktinya kamu kawin lagi sama Gita!" celetuk Gilang tiba-tiba berdiri diantara mereka
"Heran ya sama makhluk satu ini, selalu muncul dimana-mana kaya netizen. Ya Allah jauhkanlah aku dari godaan makhluk terkutuk sepertinya," ucap Barra
"Mana ada makhluk terkutuk ganteng gak ketulungan kaya gue, sekate-kate lo Bar,"
"Biasanya sih Gitu Lang, kalau ada yang bening-bening teman seperjuangan dilupakan," sahut Rangga
"Wah emang bener Ran, yaudah kalau gitu lebih baik kita pergi saja Ran, jika itu memang yang kamu inginkan Bar-bar,"
"Yaelah gitu doang pada baperan, canda Lang, canda!" seru Barra menarik lengan kedua sahabatnya
"Yaudah kalau gitu aku pulang dulu," ucap Tania berpamitan
"Eit, mau kemana sih Tan buru-buru amat, sorry kita emang suka gini kalau ketemuan jadi jangan ambil hati ya, ambil aja Ginjalnya terus jual," ucap Gilang menahan kepergian Tania
"Tapi aku memang harus kembali, karena Yang mulia Raja Kegelapan hanya memberiku waktu satu jam untuk menemui Barra," jawab Tania
"Itu aku tidak tahu, yang jelas ia hanya menyuruh ku untuk menemuinya, hanya itu saja." jawab wanita itu
"Ada yang aneh, bukankah dia kemarin memerintahkan mu untuk menjaga seorang manusia, lalu kenapa sekarang ia malah mempertemukan mu dengan mantan istrimu yang sudah meninggal, apa itu artinya kamu akan menjadi manusia, atau kamu akan meninggal?" ucap Gilang mencoba menerka rencana Raja Kegelapan
"Masa si gue mau mati, ngenes banget, Padahal kan harusnya gue abadi dan baru meninggal saat hari kiamat,"
"Harusnya sih gitu, tapi kan orang kalau udah tua moodnya suka berubah-ubah, jadi maklumin aja kalau ada perubahan skenario," jawab Rangga
"Ambil positifnya aja Bar, kalau lo mati kan berarti kita bisa ngopi bareng di Neraka, jadi gak masalah kan," imbuh Gilang
"Iya juga sih, daripada terus berkelana mencari cinta, lebih baik kongkow sama kalian berdua,"
"Good,"
Saat Tania akan pergi tiba-tiba sesosok pria paruh baya muncul dihadapan mereka.
Mereka langsung bersimpuh dan memberi hormat saat melihat sang Raja kegelapan muncul dihadapan mereka.
Pria itu kemudian menghampiri Barra, "Aku sudah melihat semuanya, kau sudah melakukan tugasmu dengan begitu baik hingga nyaris mengorbankan nyawa mu sendiri, karena ketulusan mu aku akhirnya memutuskan untuk memberikan mu seorang pendamping hidup, tentunya yang seiman, dan juga sebangsa dan setanah air dengan kamu," tutur Raja kegelapan membuat ketiga sahabat itu saling berpelukan
"Alhamdulillah, setelah tiga abad akhirnya, dapat juga jodoh yang sebangsa dan setanah air," ucap Gilang langsung mengusap wajahnya
"Hooh, ikut seneng gue, terharu banget gue!" imbuh Rangga
"Tapi siapa dulu orangnya, gue gak mau asal nikah Yang Mulia, minimal aku harus kenal dulu siapa dia, karena aku tidak mau menikahi wanita yang tidak aku cinta. Bukannya hidup bahagia yang ada tekanan batin ia," jawab Barra
"That's right baby, setubuh gue!" imbuh Gilang
"Lo main setubuh aja Lang, sudahlah kalau saran gue terima aja, aku yakin sih Gak mungkin Raja Kegelapan akan menjodohkan Barra dengan makhluk sembarangan, benar gak yang mulia?" tanya Gilang
__ADS_1
"Benar sekali Rangga, aku sudah mengamati mu selama tiga kali dekade, dan berdasarkan masukan dari ayahmu juga yang merupakan adik ku maka aku memutuskan untuk menikahkan mu dengan Shiba, wanita yang kau jaga selama ini," jawab Raja Kegelapan membuat Barra sedikit kecewa
"Kenapa kamu gak senang Bar, memangnya dia kurang bohay apa?" tanya Gilang
"Bukan gitu Lang, sebenarnya kalau aku sih bukan tipe orang yang suka melihat fisik saat memilih calon istri, hanya saja aku berpikir akan dipersatukan lagi dengan Tania, apalagi dari ketiga istriku dialah cinta sejatiku," jawab Barra
"Sabar ya Bar, mungkin Tania memang bukan jodohmu dan Shiba lah jodoh kamu," ucap Rangga menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu
"Tapi bukannya shiba itu manusia, Jika dia manusia apa artinya Barra akan menjadi manusia?" tanya Gilang mengernyitkan alisnya
"Benar, Shiba memang manusia, tapi sebenarnya dia adalah seorang makhluk gaib yang menyamar menjadi manusia untuk menguji Barra, dan ternyata dia berhasil membuatnya jatuh cinta lagi," jawab Raja Kegelapan
"Gimana Bar, terima atau gak?" tanya Gilang
Barra menatap lekat kearah Tania, "Memang jodoh itu sudah ditentukan oleh Tuhan, sekeras apapun kita mengharapkan seseorang menjadi milik kita namun jika bukan jodohnya sampai kapanpun tidak akan bersatu, begitupun sebaliknya," terang Barra
"Terus???" Tanya Gilang dan Rangga bersamaan
"Terus apanya?"
"Terima atau gak?" tanya Rangga
"Jika memang Shiba adalah jodohku, maka akan saya terima dengan lapang dada,"
"Yeay, akhirnya dapat gandengan juga!" seru Rangga
"Baiklah kalau begitu selamat, semoga kalian bahagia selamanya," ucap Raja Kegelapan bergegas pergi
"Tunggu Yang Mulia!" seru Gilang menghentikan pria itu
"Shibanya mana?" tanya Gilang
Raja Kegelapan hanya tersenyum kemudian melambaikan tangannya meninggalkan mereka.
"Ya ampun, benaran ya dia masih menyembunyikan cewek itu, sabar ya Bar-bar, bentar lagi pasti ketemu," ucap Gilang mencoba memberinya semangat
Barra kemudian berpamitan dengan Tania untuk mencari Shiba.
"Maaf Tan, sepertinya aku harus mencari Shiba, aku harus memastikan dia baik-baik saja karena kalau tidak pasti aku gagal dapat istri lagi," ucap Barra
"Kenapa di cari jika wanita itu ada di depan mu?" Seketika Barra melotot mendengar ucapan Tania.
***********
Sementara itu Gita langsung menyambut kedatangan suaminya saat mendengar suara lelaki itu mengucapkan salam di depan pintu rumahnya.
"Waalaikum salam Mas, silakan masuk," ucap Wanita itu kemudian mengajak suaminya masuk
"Kamu pasti capek ya, kebetulan aku sudah membuatkan teh manis dan juga pisang goreng buat kamu," imbuhnya sumringah
"Alhamdulillah, makasih ya sayang, tapi bentar ya aku mandi dulu," jawab Zacky
"Gimana kalau mandi bareng aja," bisik Gita membuat Zacky langsung tersenyum menatapnya
Tanpa ragu-ragu pria itu langsung mengajak Gita menuju kamar mandi bersamanya.
**********
The End
Terima kasih buat semua pembaca setia Barra, maaf kalau endingnya gak sesuai 😘😘😘
__ADS_1