
"Jangan mau diperbudak oleh Iblis itu, jika kamu memang benar-benar ingin bertemu dengan Barra dan mau membantunya lepas dari hukumannya maka kamu harus bisa melawan wanita itu dan memusnahkannya!" seru Arya
*Deg!!
Seketika otak Gita langsung bereaksi saat mendengar nama Barra sehingga membuat gadis itu tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mendengar suara Arya.
"Eh tapikan Gita bukan cewek Soleha, jadi bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan iblis wanita itu??" ucap Arya mulai ragu.
Wanita itu langsung menoleh kearah Gita yang mulai sadar.
"Jangan lihat matanya Git!" seru Arya membuat wanita itu langsung menyerangnya
*Wusshh!!
Seketika Arya langsung melompat saat melihat sebuah kayu besar melesat kearahnya.
"Wuih, mainannya balok kayu, sadis nih cewek. Meskipun kekuatanku tak berfungsi padamu, tapi aku bisa menggunakannya pada Gita," ucap Arya menyeringai
Ia segera mengambil boneka santet dalam tasnya dan mempersiapkan semua keperluan untuk melakukan ritual santet.
Sebagai anak dari Ratu santet sudah pasti Arya menguasai berbagai macam teknik santet mulai dari santet ringan hingga mematikan.
Meskipun ia sudah ditinggal ibunya saat ia berusia dua belas tahun namun dengan bakat yang dimilikinya ia mampu mempelajari semua ilmu hitam orangtuanya hanya dengan membaca buku-buku peninggalannya.
Karena memiliki kemapuan supranatural di atas rata-rata membuat ki Garwa sang ayah angkat terpaksa memberikan pagar gaib untuk mengontrol kemampuan putra angkatnya agar tidak kebablasan menggunakan kemampuannya.
Ia sengaja menusukkan ratusan jarum santet ke lengan Arya agar pemuda itu bisa mengontrol dirinya, saat jiwa Iblis dalam dirinya mulai mengontrol pikirannya.
Ia bahkan sengaja mengikat lengannya dengan kain kafan sang ibu untuk menghilangkan warna emas matanya yang merupakan simbol jika dia adalah keturunan seorang makhluk halus.
Itulah alasannya kenapa Gilang tidak pernah melepaskan ikatan di tangannya.
"Sepertinya ini adalah saat yang tepat untuk memberikan pelajaran kepada hantu wanita itu, meskipun Gita bukan cewek soleha setidaknya dia adalah manusia seutuhnya dan itu sudah cukup untuk mengalahkan iblis itu," Arya segera mengeluarkan jarum-jarum santet dari lengannya dan menancapkan ke tubuh boneka di tangannya
Seketika Gita langsung berteriak dan berguling-guling di tanah membuat Sang Hantu wanita tercengang melihatnya.
"Apa yang terjadi padanya??"
"Sekarang kamu akan memiliki separuh kekuatanku Gita,"
Gita membelakakan matanya dan langsung menyerang wanita itu saat ia mendekatinya.
*Buugghh!!
Hantu wanita itu tak menduga jika Gita bisa melepaskan diri dari pengaruh hipnotisnya dan menyerangnya.
"Bunuh dia, jika kamu ingin melepaskan Barra dari hukumannya!" seru Arya
Mendengar nama Barra membuat Gita semakin beringas menyerang hantu wanita itu.
"Ini tidak bisa dibiarkan, santet harus dilawan dengan santet, bukan dengan hantu!"
Wanita itu kemudian berbalik menyerang Arya.
"Sial, dasar brengsek ternyata lo mau main belakang juga, ok!" Arya terus menghindari serangan mahluk itu.
"Gita, comeback!!" seru Arya menggerakkan boneka santetnya agar bisa menggunakan kekuatan Gira untuk mengalahkan hantu wanita yang mencoba membunuhnya
Namun saat Gita hendak menolongnya puluhan paku melesat kearah Gita.
*Jraasshhh!
__ADS_1
"Awas Git!!" Arya segera melesat dan memeluk Gita untuk melindunginya agar ia tak terkena benda-benda tajam tersebut
*Bruugghhh!!
Arya jatuh tersungkur sambil memegangi tubuh Gita,
"Pergilah dari sini, dan selamatkan dirimu!" seru Arya memuntahkan darah segar dari mulutnya
"Tapi bagaimana denganmu?" tanya Gita
"Aku tidak akan pernah mati dengan mudah, jadi jangan khawatirkan aku,"
"Aku tidak bisa pergi tanpamu, aku takut!" seru Gita begitu ketakutan saat puluhan orang bertopeng mengerubungi keduanya
"Dengan separuh kekuatanku yang sudah ku berikan padamu, aku yakin kamu bisa mengalahkan dukun brengsek itu, selamatkan dirimu dan semoga Zacky segera menemukan mu, pergilah!" Arya menggunakan sisa-sisa kekuatannya mendorong tubuh Gita meninggalkan tempat itu.
*Wuuushhh!!!
"Tangkap gadis itu!"
Gita segera berlari meninggalkan tempat itu.
"Barra dimana kamu, tolong aku!" seru Gita
*Bruugghhh!!!
Gadis itu terjatuh saat kakinya tersandung akar pohon.
Ia menangis tersedu-sedu saat puluhan makhluk mengerikan mendekatinya.
"Arrghhh!!" Gita berteriak keras saat para mahluk itu membawanya pergi.
*Buugghhh!!
Sekelebat bayangan putih segera menangkap tubuhnya.
Melihat sosok Zacky makhluk-makhluk itu segera menghilang dari tempat itu.
"Zacky?" ucap Gita tersenyum simpul saat menatap wajah lelaki yang menyelamatkannya
"Dimana Arya?" tanya Zacky
"Arya??, apa maksudmu Asep?" ucap Gita mengernyitkan keningnya
"Iya, Asep,"
"Mungkin dia sudah mati sekarang," jawab Gita gusar
"Kalau begitu kita harus menolongnya," Zacky kemudian mengajak Gita kembali naik ke atas, namun gadis itu langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku takut, disana ada hantu wanita menyeramkan," ucap Gita bergidik ngeri
"Sebaiknya kamu ikut aku, jika tidak mau menjadi santapan para hantu gunung," tutur Zacky menakutinya
Gita terpaksa mengikuti Zacky meskipun ia terlihat ketakutan.
Setidaknya aku aman bersama Zacky, daripada harus menunggu disini sendirian.
Setibanya di tepi danau Gita terkejut saat tak mendapati Arya ada di tempat tersebut.
"Tadi dia masih di sini kok, apa mungkin hantu itu membawanya, konon ada yang bilang jika ada seorang lelaki tersesat maka dia akan mati karena rohnya dibawa oleh hantu penjaga gunung ini," tutur Gita
__ADS_1
"Itu hanya mitos," sahut Zacky
Pemuda itu kemudian memejamkan matanya, untuk mencari keberadaan Arya melalui penglihatan mata batinnya.
"Mereka membawanya ke sebuah tempat," ia segera mengajak Gita menyusui perbukitan malam itu. Gita terlihat kelelahan setelah melewati jalan setapak yang terjal dengan kemiringan empat puluh lima derajat.
"Aku sudah lelah, aku menyerah," ucap Gita kemudian duduk bersandar di sebuah pohon pinus.
"Bertahanlah sebentar lagi kita akan sampai," sahut Zacky
"Gendong!" ucap Gita manja
"Bagaimana aku menggendong mu sedangkan kita ini bukan mahram," jawab Zacky
"Dalam keadaan darurat diperbolehkan, lagian kita gak ngapa-ngapain kan?" sahut Gita mencari pembenaran
"Tetap saja tidak boleh. Yaudah kita istirahat sebentar, nanti kita lanjut lagi kalau kamu sudah tidak cape lagi,"
"Tapi ini sudah malam, aku juga ngantuk, terus gimana dong," sahut Gita
Zacky tersenyum mendengar sikap manja Gita yang terus merengek seperti bayi.
"Apa kamu tidak lihat jika di sini meskipun malam tapi terlihat seperti siang hari, lihatlah semuanya tampak terang benderang meskipun hanya disinari cahaya rembulan,"
"Benar, kenapa bisa begitu. Dan juga kenapa danau itu terlihat begitu indah saat malam hari, rasanya aku ingin sekali berendam di sana, pasti rasanya nyaman sekali," ucap Gita terus memandangi Ranu Kumbolo yang terlihat memukau dimalam hari
Seperti terkena hipnotis, tiba-tiba saja kaki Gita melangkah sendiri menuju danau itu.
"Astaghfirullah, sadar Gita!" seru Zacky langsung menarik lengan gadis itu
Ia kemudian membacakan ayat kursi hingga membuat Gita kembali tersadar.
"Jangan pernah melamun, usahakan selalu berdzikir agar kamu tidak mudah di rasuki oleh mahluk gaib," Zacky kemudian menggandeng Gita menuruni perbukitan terjal hingga keduanya melihat sebuah pondok di tengah hutan.
"Itu pasti tempatnya,"
*Buugghhh!!!
Keduanya seketika jatuh tersungkur saat balok kayu menghantam tengkuknya.
Saat keduanya membuka matanya, mereka terkejut saat mendapati dirinya terikat di sebuah pohon besar.
"Dimana ini?" Zacky mengedarkan pandangannya
Ia terkejut saat melihat sosok Gita memakai gaun kebaya dengan hiasan melati di kepalanya.
"Apa yang akan mereka lakukan padanya??"
Tiba-tiba terdengar alunan suara musik gamelan mengiringi langkah Gita menuju ke sebuah tempat ritual, seorang wanita cantik keluar dari gubuk itu dan menari dengan gemulai mendekati Zacky.
Zacky berusaha melepaskan ikatan tangannya. Ia juga melantunkan ayat-ayat suci untuk membentengi diri dari makhluk-makhluk gaib yang mulai mengerubunginya.
Mendengar lantunan ayat-ayat suci membuat wanita itu tertawa melengking membuat Gita begitu ketakutan hingga bersembunyi dibalik punggung Zacky.
Namun bunyi suara gamelan itu makin lama makin keras seolah beradu dengan kekuatan Zacky yang berusaha mengusir keberadaan mereka.
Saat wanita itu mendekatkan wajahnya kearah Zacky lelaki itu segera menangkis dengan sorbannya.
Suara ringkikan wanita itu membuat suasana menjadi semakin horor.
Merasa serangannya tak mampu melumpuhkan Zacky, wanita itu kembali menyerangnya dengan selendangnya.
__ADS_1
*Wuuushhh!!!
Zacky berusaha bertahan saat wanita itu menjerat lehernya hingga ia hampir kehilangan nafasnya.