BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Bab 61


__ADS_3

Sentot Sang dukun segera menunjukkan kemampuannya saat mengusir hantu.


Ia sengaja membuat Revan dan Shiba terpukau dengan kemampuannya agar bisa menjerat dua orang tersebut.


Dengan begitu ia akan mudah mendapatkan apapun yang ia inginkan dari keduanya.


Ia mengambil sebuah boneka jerami dan membakarnya di tangannya dan meletakkannya di bawah mobil.


Ajaib memang hantu wanita yang sedari tadi bergelantungan di atas mobil seketika lenyap menjadi asap.


Sentot kemudian menghampiri Shiba yang sedari tadi menatapnya lekat. Ia menggedor kaca mobilnya dan meminta gadis itu untuk membukanya.


"Sepertinya sesosok hantu tampan sedang berusaha menjeratmu, sebaiknya kau harus berhati-hati," ucap penyihir kemudian menoleh ke arah Barra


"Bagaimana kau bisa tahu??" tanya Shiba terkejut


"Sebagai seorang paranormal  tentu saja bisa melihatnya," jawab sang dukun menyombongkan diri


Cih, dasar dukun sialan, beraninya kau menyombongkan dirimu di depanku.


"Apa kau sudah mengusir hantu wanita itu?" tanya Shiba


"Tentu saja, kau lihat sendiri kan dia sudah tidak ada lagi di sini," jawab Sentot dengan bangga


Luna sangat percaya dengan penyihir itu, hingga ia berpikir untuk meminta bantuan padanya untuk melepaskan diri dari jerat Barra yang terus mengikutinya.


"Kalau begitu maukah kamu menolongku untuk mengusir hantu yang terus mengikuti ku,"  cetus Shiba


"Tentu saja, tapi dengan satu syarat,"  jawab Sang penyihir menyeringai


"Katakan saja apa syaratnya," 


Sentot kemudian membisikkan sesuatu kepada Shiba membuat gadis itu begitu terkejut mendengarnya.


"Tidur denganmu??" ucap Shiba menaikkan alisnya


"Tentu saja, Hanya dengan tidur bersamaku kau bisa menghindari hantu itu?" ucap sang penyihir menatap tajam ke arah gadis itu


Dasar dukun cabul!, awas saja jika kau berani menyentuhnya,


Barra mendengus kesal mendengar ucapan sang penyihir.


Shiba terlihat gamang, bagaimanapun juga ia sebenarnya tidak mau bertindak terlalu jauh hanya untuk mengusir hantu usil yang mengikutinya.


Tiba-tiba angin berhembus semilir menerpa wajah gadis itu mengibaskan rambutnya yang panjang.


Barra yang tidak suka melihat penyihir itu berusahalah mencuci otak Shiba kembali menampakkan dirinya.

__ADS_1


Ia kemudian mendekati gadis itu dan membisikkan sesuatu padanya.


"Jauhi lelaki itu, jika kamu tidak ingin menyesal seumur hidupmu,"  ujar Barra memperingatkannya


Shiba seketika menoleh ke arahnya hingga keduanya saling beradu pandang.


"Jangan dengarkan dia!" seru Sentot sang dukun kembali mempengaruhi gadis itu


Barra tersenyum kecut menatap nyalang ke arah dukun itu.


Beraninya kau meremehkan aku, kita lihat saja sampai dimana kekuatanmu,


Barra mencekal dagu gadis itu dan menariknya.


"Jangan terpengaruh oleh bujukannya dan percayalah padaku," tegas Barra


Sejenak Shiba seperti tersihir oleh lelaki itu, ada kejujuran di matanya yang membuat ia langsung mengangguk setuju mengiyakan ucapannya.


Sang Penyihir semakin berang dengan Barra yang berhasil mendominasi gadis itu dan  berusaha melindunginya dari bujukannya.


Sentot kemudian memberitahu gadis itu jika seseorang telah mengutuknya. 


"Dia mengutuk mu dengan memberikan sebuah Jimat. Asal kamu tahu jika Hantu Pria yang ada di belakangmu itu adalah penunggu jimat itu. Dia akan selalu mengikuti mu seumur hidupnya, dan tidak ada yang bisa menyingkirkannya kecuali dukun yang benar-benar sakti dan si pemberi jimat itu Sendiri." terang Si Sentot


Tentu saja Shiba menjadi begitu khawatir setelah mendengar penjelasan dari sang penyihir. Dia begitu gusar saat membayangkan menghabiskan seumur hidupnya  bersama dengan seorang hantu. 


"Hanya ada satu cara untuk menyingkirkan hantu itu," bisik Sentot


"Apa itu," sahut Shiba begitu antusias


Penyihir itu kemudian menjelaskan jika Shiba bisa menyingkirkan hantu itu jika ia memiliki kekuatan supranatural yang lebih kuat dari Barra.


"Tapi semua itu mustahil karena kamu adalah manusia lemah yang tidak memiliki kekuatan supranatural," jawab Sentot berusaha menjatuhkan mental Shiba


Tentu saja gadis itu kembali gusar mendengar jawaban sang penyihir, rasanya ia ingin menangis sekeras-kerasnya meluapkan perasaannya.


Ia begitu menyesali kebodohannya karena terlalu percaya dengan sang peramal yang memberinya jimat yang membawa kesialan dalam hidupnya.


Dalam keputusasaannya ia keluar dari mobil dan menggenggam erat tangan sang Penyihir. Gadis itu memohon kepadanya agar ia mau membantunya.


"Aku mohon padamu tolong singkirkan hantu itu dari kehidupan ku," Ucap Shiba sambil terisak


Sang dukun tersenyum senang saat mendengar ucapan Shiba, Ia merasa jika dirinya sudah menang dari Barra, karena telah berhasil membujuk Shiba dan membuat gadis itu bertekuk lutut padanya.


"Maaf aku tidak bisa," sahut si penyihir mencoba jual mahal 


"Bukankah kau bilang jika hanya ada dua orang yang bisa menyingkirkan hantu itu. Aku yakin kau bisa menyingkirkan hantu itu karena dirimu adalah seorang dukun sakti, apa aku salah?" tanya Shiba mencoba menyakinkan sang Penyihir dengan wajah sedihnya

__ADS_1


Melihat Shiba dan penyihir saling berpegangan tangan membuat Barra begitu marah. Bagaimanapun juga Barra sudah menganggap Luna sebagai miliknya dan akan melindunginya seperti janjinya kepada Raja kegelapan. Wajar saja ia begitu kesal melihat keduanya berpegangan tangan.


Beraninya kau menyentuh milikku,


Barra segera menghampiri mereka dan berusaha menarik lengan Shiba.


Melihat Barra berusaha merebut gadis itu darinya, membuat sang penyihir segera mengeluarkan ilmu santetnya untuk menyerang hantu itu.


Hanya dengan satu kali jentikan jari Barra mampu mematahkan ilmu santet sang penyihir.


Ia sengaja membalikkan bola-bola api itu kepada si Penyihir. Mbah Sentot segera mendorong Shiba dan berlari menghindari serangan bola-bola api miliknya yang berbalik menyerangnya.


Barra segera melesat dan menangkap tubuh Luna yang hampir jatuh tersungkur ke tanah.


"Are you ok?" tanyanya kemudian mengusap lembut air mata gadis itu


Mbah Sentot mengerang kepanasan saat santetnya membakar tubuhnya. Ia kemudian berguling-guling ke tanah untuk memadamkan api yang membakarnya.


Setelah menenangkan Shiba, Barra menghampiri Mbah Sentot.


"Sekarang apa kau masih ingin menyingkirkan aku?" tanya Barra menatap tajam ke arahnya


Sentot yang ketakutan langsung menggelengkan kepalanya.


Barra kemudian menjambak rambut lelaki itu dan menodongkan wajahnya.


"Jika kau masih ingin hidup, maka katakan kepada Shiba jika kau tidak bisa menyingkirkan aku," bisik Barra membuat Sentot langsung mengangguk setuju.


Ia kemudian berjalan menghampiri Shiba dan bersimpuh di hadapannya.


Entah kenapa tiba-tiba Mbah Sentot merasa kedinginan hingga tubuhnya menggigil hebat.


"Maafkan aku yang tak bisa melepaskan dirimu dari kutukan karena hantu penunggu jimat itu begitu sakti. Aku yakin suatu hari kau bisa melepaskan diri dari kutukan itu kecuali…." 


Bahkan saat kau tengah sekarat pun masih berusaha mencurangi aku. Baiklah kita lihat saja, sampai kapan kau akan terus bertahan Aki??


Tiba-tiba Sentot merasakan dadanya begitu sesak hingga tak mampu berkata-kata lagi. Tubuhnya seketika roboh ke tanah sebelum ia mengucapkan kata-kata terakhirnya.


Karena penasaran Shiba segera menghampiri penyihir itu dan  berusaha menyadarkannya. Ia menepuk-nepuk pipinya dan merasakan tubuh lelaki itu begitu dingin seperti es. 


Meskipun tak berhasil membuat lelaki itu sadar, tidak membuatnya putus asa. Ia mengguncang tubuh penyihir itu dengan harapan Ki Sentot akan sadar dan segera memberitahukan bagaimana caranya agar  Ia bisa melepaskan dari kutukannya.


"Aki Bangun, Aki banguuun!!" seru Shiba terus mengguncang tubuh Aki Sentot


Gadis itu menangis sejadi-jadinya saat melihat penyihir itu tak berkutik lagi.


Barra segera menarik lengan gadis itu.

__ADS_1


"Jangan bodoh, dia hanyalah dukun cabul dan mustahil bisa melepaskan kutukan itu darimu. Kalau kau ingin tahu siapa yang bisa melepaskan kutukan itu darimu, dia adalah aki!" seru Barra dengan wajah bengisnya


__ADS_2