BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 30


__ADS_3

" Wkwkwkw, ada yang gak nyadar rupanya, baiklah sekarang saatnya superhero beraksi menolong pujaan hatinya," Arya kemudian mengambil jarum dan benang untuk menyatukan kepala boneka dengan tubuhnya.


"Kalau jahit lama, mending pakai lem aja biar up to date,"


Zacky kembali membelakakan matanya saat kepalanya tiba-tiba melayang dan menyatu dengan tubuhnya.


"Apa yang terjadi denganku!!" seru Zacky sambil terus berdzikir


"Astaghfirullah, ada apa dengan diriku, Ya Allah apa yang terjadi padaku, apa ini rasanya sakaratul maut, kenapa leherku begitu lengket dan dingin?" netra Zacky membulat sempurna saat kepalanya kini menyatu lagi dengan tubuhnya


"Subhanallah, apa ini karomah atau keajaiban, bagaimana kepalaku bisa kembali lagi,"


Ia kemudian mencoba menggerakkan kepalanya ke kanan, kiri, atas, dan bawah.


"Aman kok, apa ini mimpi??" ia kemudian menepuk-nepuk pipinya.


Arya kembali terkekeh melihat ekspresi wajah Zacky


"Aman...dikira pakai anuan kali makanya aman ," ujar Arya kembali terkekeh


Sementara itu Gita terus menyerang satu persatu anak buah sang dukun hingga berjatuhan ke tanah.


Wanita bertopeng menyipitkan matanya saat melihat Zacky yang mulai bangun dan membantu Gita melawan anak buahnya.


"Ternyata benar dugaan ku, ada yang sengaja merusak ritual ku,"


"Wah lumayan juga si Gita, sekarang saatnya aku berjuang di depan layar," ucap Arya memperhatikan wanita itu dari celah papan


Saat Arya membereskan peralatan santetnya tiba-tiba sebuah golok melingkar di lehernya.


"Aku sudah menemukannya guru," ucap wanita itu menatap sosok bertopeng yang menghampirinya


"Rupanya kamu yang sudah merusak ritual ku malam bocah setan!" seru wanita kemudian menampar wajah Arya dengan selendangnya


"Hehehe, peace!!" jawab Arya dengan santainya


"Dasar bocah kunyuk, beraninya kamu menertawakan ku!. Bersiaplah menjadi santapan penghuni Gunung ini!" imbuhnya


"Silakan saja, penghuni Gunung ini pasti tidak akan suka memakan manusia yang sudah terkontaminasi seperti diriku," ujarnya menantang wanita itu


"Dasar lancang!" seru sang Dukun


Saat dukun wanita itu mulai mengayunkan pedangnya, Arya dengan cepat menggerakkan tubuhnya menghindari serangan wanita itu.


*Jraasshhh!!


*Bruugghhh!!!


Seketika tebasan pedang wanita itu mengenai anak buahnya.


"Kau!!" serunya begitu geram saat melihat Arya mendobrak papan pondoknya.


*Braakkk!


Ia segera keluar dan melesat menuju altar pemujaan. Namun seorang hantu wanita sudah menunggunya di sana.


"Kalau berurusan dengan dunia perhantuan, biar Zacky yang mengurusnya, aku sudah bosan berurusan dengan demit!" Arya kemudian bersiul membuat Zacky langsung menghampirinya


"Sebaiknya kau urus hantu wanita itu, biar aku yang akan menyingkirkannya para bandit itu.


Arya segera melompat dan menghajar satu persatu anak buah sang dukun, ia kemudian menghampiri Gita, "Hadapi dukun itu jika kamu ingin menyelamatkan Barra, meskipun kamu tak bisa mengalahkannya, kamu bisa mengulur waktu agar ia tak mengganggu Zacky memusnahkan hantu wanita itu," bisik Arya


Gita mengangguk dan langsung menghadang dukun itu saat hendak mendekati Zacky.

__ADS_1


"Minggir, atau aku akan mengirim mu ke Neraka!" ancam Sang Dukun


Melihat Gita yang tak bergeming dari tempatnya membuat wanita itu begitu marah dan kemudian menyerangnya dengan beringas.


Melihat Gita sudah mulai menyerang sang dukun, ia kemudian segera menyingkirkan anak buah sang dukun satu persatu.


Setelah membereskan semua anak buah sang dukun Arya segera menghampiri Gita.


"Sayang sekali, kita harus bertemu lagi Nyai," ucap Arya menyeringai menatap sang dukun


Dengan satu tendangan ia berhasil menjatuhkan sang dukun dan membuka topeng yang dipakainya.


"Wow, ternyata kamu sangat cantik, benar-benar di luar ekspektasi. Padahal biasanya dukung-dukun itu identik dengan wanita tua yang menyeramkan tapi kamu adalah pengecualian. Kalau begini bagaima aku bisa tega membunuhmu. Daripada di bunuh mending aku jadiin bini,"


"Neng mau kan jadi istri abang?" tanya Arya mengulurkan tangannya


Wanita itu tersenyum dan menyambut uluran tangannya.


"Yes, kalau diam tandanya iya," ucap Arya begitu bahagia


Ia kemudian Mendekatkan wajahnya kearah wanita itu sambil memonyongkan bibirnya.


Melihat Arya memejamkan matanya membuat Wanita itu melakukan hal yang sama dengannya. Saat bibir keduanya sudah menyatu, tiba-tiba seekor ular keluar dari dalam tubuh wanita itu bersiap untuk mematuknya Arya langsung membuka matanya dan mendorong wanita itu.


"Kau!!" seru wanita itu begitu terkejut saat Arya langsung mendorongnya.


Arya dengan sigap mencekik leher ular itu.


"Terimakasih karena sudah memberikan mustika sakti mu padaku," ucap Arya langsung mengeluarkan batu merah delima dari mulutnya


"Dasar baj*ngan!" seru wanita itu langsung menyerang Arya


Dengan sigap Arya segera menghindar dan melepaskan ular yang dipegangnya kearah wanita itu dan menggigitnya.


Tiba-tiba wajahnya yang cantik langsung berubah menjadi tua.


"Wah sayang sekali, waktunya sudah habis, gagal deh kembali cantik dan awet muda, uuhhh kasian!" seru Arya saat melihat fajar mulai menyingsing


"Siap-siap buat jadi Roro Jonggrang!" seru Arya segera bergegas menghampiri Zacky.


Saat melihat sang dukun mulai berubah menjadi sosok manusia mengerikan Gita segera mengambil sebuah senjata tajam yang tergeletak di dekatnya dan menghunuskannya kearah dukun itu.


"Wah gila lo Git, sadis juga ternyata!" seru Arya saat melihat Gita menghabisi dukun wanita itu


"Demi Barra," ujarnya dengan wajah datar


"Wah dia benar-benar melakukannya demi makhluk itu, tersentuh banget gue, btw kenapa lo dari tadi kaya robot gitu sih," ucap Arya menatap lekat kearah Gita


"Astaghfirullah, aku lupa belum mengembalikan semua santet yang aku pasang di tubuhmu," Arya kemudian mencabuti jarum-jarum yang menancap dalam tubuh Gita.


Seketika tubuh wanita itu langsung ambruk.


*Greepp!!


Dalam keadaan setengah sadar Gita menatap sosok lelaki yang menangkap tubuhnya.


"Barra?" ucapnya begitu bahagia


"What??, beneran dia datang!" seru Arya menatap sosok Barra yang memeluk erat tubuh Gita.


"Anj*r, emang wajah demit itu fake banget, sampai kegantengan gue yang haqiqi aja kalah sama dia, bikin gue minder aja!" cibir Arya


"Kalau lo kalah ganteng jangan sedih gitu dong bro, dokter banyak , dukun banyak, kalau gak punya duit pakai aja filter handphone dijamin kegantengan lo gak kalah dari gue," sahut Barra membuat Arya seketika tertawa mendengarnya

__ADS_1


"Sue, dasar demit laknat, beraninya ngejek gue, eh tapi bener juga sih omongannya," jawab Arya segera mengeluarkan ponselnya


"Udah ganteng kok, gimana kalau pakai filter pasti cewek-cewek langsung ngantri," imbuhnya


"Ngantri apa Bro," goda Barra


"Pengin gampar gue, puas lo!" sahut Arya membuat Barra tertawa mendengarnya


"Btw Zacky dari tadi gak ada suaranya, kemana dia?" ujar Arya


*Buugghhh!!!


Arya segera menghampiri Zacky yang berguling-guling ke tanah.


"Ngapain Zack guling-guling di tanah, memangnya kamu abis kena air liur anj*ng makanya guling-guling buat ngilangin najisnya!" ujar Arya


Tanpa banyak bicara Zacky langsung memutar tubuh Arya menatap sosok Hantu wanita yang terus mengejarnya.


"Astaghfirullah, jadi dia belum balik juga ke asalnya, baru tahu kalau ada hantu gak takut sama matahari. Jangan bilang kamu hantu jadi-jadian?" Arya kemudian menatap lekat kearah wanita itu


"Kalau di lihat dari auranya sih kamu beneran hantu,"


*Greepp!!


Wanita itu langsung mencekik leher Arya kemudian melemparkannya hingga ia terhempas menghantam pepohonan


"Awww, punggung ku!" pekik Arya mengerang kesakitan


Hantu wanita itu kemudian berjalan mendekati Gita.


Gita yang begitu takut dengan hantu itu segera bersembunyi di belakang Barra.


"Tenanglah, kamu aman bersamaku," ucap Barra


Ia segera menjentikkan jarinya dan dalam sekejap hantu wanita itu mengerang kesakitan dan menghilang menjadi kepulan asap hitam.


"Apa sekarang kamu sudah terbebas dari hukuman kamu?" tanya Gita menatap sendu sosok suaminya


Barra mengangguk pelan, dan memeluk wanita di depannya.


"Semuanya karena dirimu, terimakasih banyak istriku sudah membebaskan aku dari hukuman ku," bisik Barra


"Sama-sama suamiku," jawab Gita begitu bahagia


"Ish bikin iri aja, sabar ya Zack, mungkin Gita bukan jodohmu," ucap Arya


Zacky mengangguk pelan kemudian memalingkan wajahnya dari kedua pasangan sejoli itu.


"Sebaiknya kita kembali saja, aku rasa dia sudah tidak butuh kita lagi," ujar Zacky


"Ok, Bro!" Arya segera memakai tas punggungnya


Saat ia melangkahkan kakinya tiba-tiba ia melihat potongan tangan bergerak-gerak mengikutinya.


"Btw ini tangan siapa ya, kenapa ngikutin gue mulu sih, mending lo ikut gue aja kali aja nanti ada yang nyariin!" tutur Arya kemudian memasukkan lengan itu ke dalam tasnya.


"Hari ini aku senang sekali karena bisa bertemu lagi dengan kamu, tapi kenapa aku merasa ada yang kurang pada dirimu," tutur Barra


"Apa??" tanya Gita penasaran


"Tanganmu, kenapa lenganmu tidak ada yang sebelah kiri!" seru Barra


Seketika Gita langsung menjerit histeris saat tahu ia kehilangan lengan sebelah kirinya.

__ADS_1


"Tiiidaaaak!!!!


__ADS_2