BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 31 (Revisi)


__ADS_3

"Aarggghh!!" wanita itu mengerang keras dan melemparkan ular itu dari tubuhnya


Tiba-tiba wajahnya yang cantik langsung berubah menjadi tua.


"Wah sayang sekali, waktunya sudah habis, gagal deh kembali cantik dan awet muda, uuhhh kasian!" seru Arya saat melihat fajar mulai menyingsing


"Siap-siap buat jadi Roro Jonggrang!" seru Arya segera bergegas menghampiri Zacky


"Saat melihat sang dukun mulai berubah menjadi sosok manusia mengerikan Gita segera mengambil sebuah senjata tajam yang tergeletak di dekatnya dan menghunuskannya kearah dukun itu.


"Wah gila lo Git, sadis juga ternyata!" seru Arya saat melihat Gita menghabisi dukun wanita itu


"Demi Barra," ujarnya dengan wajah datar


"Wah dia benar-benar melakukannya demi makhluk itu, tersentuh banget gue, btw kenapa lo dari tadi kaya robot gitu sih," ucap Arya menatap lekat kearah Gita


Astaghfirullah, jadi dia belum balik juga ke asalnya, baru tahu kalau ada hantu gak takut sama matahari. Jangan bilang kamu hantu jadi-jadian?" Arya kemudian menatap lekat kearah wanita itu


"Kalau di lihat dari auranya sih kamu beneran hantu,"


*Greepp!!


Wanita itu langsung mencekik leher Arya kemudian melemparkannya hingga ia terhempas menghantam pepohonan


"Awww, punggung ku!" pekik Arya mengerang kesakitan


Hantu wanita itu kemudian berjalan mendekati Gita.


Gita yang begitu takut dengan hantu itu segera bersembunyi di belakang Barra.


"Tenanglah, kamu aman bersamaku," ucap Barra


Ia segera menjentikkan jarinya dan dalam sekejap hantu wanita itu mengerang kesakitan dan menghilang menjadi kepulan asap hitam.


"Apa sekarang kamu sudah terbebas dari hukuman kamu?" tanya Gita menatap sendu sosok suaminya


Barra mengangguk pelan, dan memeluk wanita di depannya.


"Semuanya karena dirimu, terimakasih banyak istriku sudah membebaskan aku dari hukuman ku," bisik Barra


"Sama-sama suamiku," jawab Gita begitu bahagia


"Ish bikin iri aja, sabar ya Zack, mungkin Gita bukan jodohmu," ucap Arya


Zacky mengangguk pelan kemudian memalingkan wajahnya dari kedua pasangan sejoli itu.


"Sebaiknya kita kembali saja, aku rasa dia sudah tidak butuh kita lagi," ujar Zacky


"Ok, Bro!" Arya segera memakai tas punggungnya


Saat ia melangkahkan kakinya tiba-tiba ia melihat potongan tangan bergerak-gerak mengikutinya.


"Btw ini tangan siapa ya, kenapa ngikutin gue mulu sih, mending lo ikut gue aja kali aja nanti ada yang nyariin!" tutur Arya kemudian memasukkan lengan itu ke dalam tasnya.


"Hari ini aku senang sekali karena bisa bertemu lagi dengan kamu, tapi kenapa aku merasa ada yang kurang pada dirimu," tutur Barra


"Apa??" tanya Gita penasaran


"Tanganmu, kenapa lenganmu tidak ada yang sebelah kiri!" seru Barra


Seketika Gita langsung menjerit histeris saat tahu ia kehilangan lengan sebelah kirinya.


"Tiiidaaaak!!!!

__ADS_1


"Arya, Zacky tunggu!!" seru Gita berlari mengejar kedua pemuda itu


Keduanya segera berhenti dan menunggu Gita yang terengah-engah mengejarnya.


"Kenapa kalian ninggalin gue sih, tega banget!" ucap Gita sambil mengatur napasnya


"Kirain udah gak butuh kita lagi, jadi ya kita tinggal. Apalagi ada Om wowo ganteng," jawab Arya


"Tetap saja aku butuh kalian agar bisa kembali ke rumah dengan aman tenteram," sahut Gita


"Memangnya sama Om hantu gak aman?" tanya Arya lagi


"Aman aja sih, hanya aku gak mau di bilang orang setress," sahut Gita


"Syukurlah, setidaknya ada yang bisa kita andalkan saat kelaparan atau butuh kopi hangat kita bisa meminta Gita untuk membuatkannya bukan?" tutur Arya


"Enak aja lo emamg gue pembokat lo!" cibir Gita


"Hehehe!" Arya hanya tertawa mendengar teriakkan Gita


Sementara itu Zacky terus berjalan meninggalkan pos pendakian.


"Sepertinya kamu harus menghubungi teman kamu untuk memberi kabar keadaan kamu, agar mereka tidak khawatir," tutur Zacky


"Iya, tapi hp ku low batt dan sebenar lagi mati," jawab Gita lirih


Zacky kemudian memberikan ponselnya kepada Gita.


"Apa kamu hapal nomor teman kamu?" tanya Zacky


Gita mengangguk, dan Zacky memberikan ponselnya.


"Thanks Zack,"


"Ehemm, sepertinya ada yang jadi kacang!" celetuk Arya


"Gak ada kacang rotan pun jadi, gak ada Barra, Zacky pun beraksi," imbuh Arya


Zacky hanya menggelengkan kepalanya mendengar guyonan Arya.


"Jangan suudzon gitu Ar, gak enak kan kalau Gita berpikir aku berusaha mendekatinya saat suaminya gak ada, kesannya gue kek pebinor gitu," jawab Zacky


"Sorry Bro, just joke aja, jan baper gitu dong,"


"Gue gak baper kok Ar, hanya kesel!" sahut Zacky membuat Arya langsung terkekeh mendengarnya


"Nah ini yang gue suka dari lo Bro, jujur dan apa adanya, kaya lagunya Slank,"


"Hmm," Zacky kemudian menatap sekelilingnya untuk memastikan mereka berada di jalur yang benar dan tak tersesat


"Aku udah kabarin Merlin, dan sepertinya mereka akan menunggu gue di motel," ucap Gita


"Kamu gak minta bantuan Git?" tanya Arya


"Bantuan buat apa?"


"Lo tahu kan gue sama Zacky ini bukan pendaki, dan ini adalah kali pertama kita ke tempat ini. Apa lo gak takut tersesat??" jawab Arya


"Kalau sama lo aja mungkin iya, tapu kalau sama Zacky gue gak takut tersesat. Aku yakin Zacky pasti akan menunjukkan jalan yang benar gak sesat kek lo!" sahut Gita


"Eaaa, sa ae lo Git. Btw lo jangan sering-sering phpin Zacky gitu, kasian nanti kalau dia baper sama lo bahaya kan?"


"Baper kenapa?" jawab Gita

__ADS_1


"Lah lo bilang tadi Zacky akan menunjukkan jalan yang benar sama kamu tapi kamunya malah berada di persimpangan jalan sama Om Barra, nyesek gak tuh!"


"Diih apaan sih, gaje!" sahut Gita kemudian mengembalikan ponsel Zacky.


"Thanks Zack,"


"Sama-sama,"


"Btw tangan kamu kenapa Git?" tanya Zacky memperhatikan Gita yang terlihat memegangi lengan bajunya


"Tangan gue ilang, Zack. Aku gak tahu kenapa bisa seperti ini. Aku dan Barra sudah mencarinya tapi gak ketemu. Aku takut Ibu gue sedih karena masalah ini," jawab Gita gusar


Seketika Zacky langsung menoleh kearah Arya.


Merasa di perhatikan, Arya langsung menatap balik Zacky, "Why??" tanya Arya dengan wajah lugunya


"Sebaiknya lo balikin deh tangan Gita sekarang," jawab Zacky


"Tangan Gita, memangnya aku yang menghilangkannya?" tanya Arya


"Jangan banyak bicara cepat keluarkan lengan Gita dan pasang kembali!" seru Zacky


"Wait, tangan...tangan, tangan!!" Pemuda itu terlihat mondar-mandir sambil mengingat-ingat sesuatu.


"Astaghfirullah, jadi tangan itu milik Lo Git?" tanya Arya membuat Gita langsung mengangguk mengiyakan ucapannya


"Bilang dong dari tadi kalau itu tangan lo, untung gak ku buang tuh tangan," Arya segera mengeluarkan potongan lengan dalam tasnya dan menunjukkannya kepada Gita.


"Kok udah di semutin gini sih!" cibir Gita


"Tinggal bersihin saja Git, gitu aja kok repot," celetuk Arya


"Terus maksud lo balikin tangan gue ini buat apa?"


"Di pasang dong Git, masa di sop sih?" sahut Arya


"Ya tapi gimana masangnya!"


"Dijahit, di lem, atau di ikat?"


"Dih becanda aja emangnya siapa yang mau masangin, Lagipula di sini gak ada dokter jadi gak bisa tangan gue di pasang sekarang, mungkin nunggu sampai kita turun gunung baru bisa," jawab Gita


"Wah kalau gitu tangan lo bisa busuk dong?"


"Emang iya!" seru Gita begitu khawatir


"Yes baby, dan jika itu terjadi maka lo harus bersiap hidup hanya dengan satu tangan aja!"


"Terus gue harus gimana dong, aku gak mau kalau nanti jadi cacat, aku mau tangan gue balik lagi!" ucap Gira mengguncang tubuh Arya


"Sebaiknya cepat kembalikan lengan Gita seperti semula dan jangan membuatnya panik begitu," ucap Zacky menoleh ke arah Arya


"Gak bisa semudah itu Bro, kita harus nunggu sampai bulan purnama bersinar baru bisa menyambungkan lengan itu,"


Mendengar ucapan Arya membuat Gita menangis tersedu-sedu.


"Kalau nunggu sampai bulan purnama, tanganku keburu jadi busuk, Gimana dong Zack, aku gak mau jadi cacat. please tolong gue Zacky!" seru Gita menarik-narik lengan Zacky


"Arya, cepat lakukan sebelum terjadi sesuatu padaku!" seru Zacky


"Memangnya apa yang akan terjadi padamu?" jawab Arya balik bertanya


"Lo gak lihat, apa yang dilakukan oleh Gita?" tanya Zacky melirik kearah Gita yang terus bergelayut di lengannya

__ADS_1


"Astaghfirullah, kuatkan adiknya Zacky ya Allah," jawab Arya


__ADS_2