
*Ciiitt!!!
Barra menghentikan sepeda motornya didepan toko antik.
"Astoge kira-kira dong Om kalau nyari parkiran, masa si di depan meja kasih sih, tar kita dikira garong loh," cibir Arya segera turun dari motornya
"Perasaan gue tadi menghentikan motor ini didepan toko deh kenapa jadi di dalam toko ya?" ucap Barra menggaruk-garuk kepalanya
"Masa sih Om?"
"Beneran, aku gak mungkin salah. Lagipula mataku masih belum minus apalagi plus jadi gak mungkin dong salah lihat," jawab Barra
Ia kemudian mencari keberadaan pemilik toko itu, namun sayangnya ia tidak menemukannya karena toko sudah tutup.
"Rolling dornya sudah tertutup, itu artinya toko ini sudah tutup," ucap Barra
"Anj*r, kita terperangkap di dalam toko yang sudah tutup Om. Terus gimana kita keluarnya Om??" tanya Arya dengan nada gusar
"Santai saja, kita pasti bisa keluar dari sini kok," jawab Barra mencoba menenangkan Arya
Ia kemudian menyalakan kembali motornya dan menyuruh Arya segera naik.
"Kuy naik!"
Arya segera melompat dan duduk di belakangnya.
"Penanganan yang kuat Cassie Stoner mau melaju," ucap Barra
"Kan dia udah mati Om,"
"Ya sama, kan gue juga bukan sejenis makhluk hidup,"
"Benar, hampir lupa kalau om dari ras Gondoruwo," jawab Arya menepuk keningnya
"Are you ready!" seru Barra
"Yes Om!"
"Let's go!" serunya kemudian menarik gas sepeda motornya
*Brakkkk!
Tiba-tiba sepeda motornya berhenti secara tiba-tiba saat hendak menaiki portal gaib.
"Kenapa Om, apa bensinnya habis?" tanya Arya
"Bukan, sepertinya ada yang sengaja mengurung kita di sini. Ia sengaja memasang pagar gaib yang tak bisa di tembus oleh mahluk gaib seperti diriku,"
"Kalau gitu hanya aku yang bisa keluar dari sini dong Om," jawab Arya
"Yoi, jadi sekarang pergilah dari sini dan selamatkan Gita,"
"Terus Om gimana?"
"Aku akan berusaha keluar dari sini bagaimanapun caranya,"
"Kalau itu gampang Om, aku punya cara jitu mengeluarkan Om dari sini dengan mudah,"
"Bagaimana caranya?" tanya Barra
"Om lihat aja sendiri ya,"
Arya segera mengambil sebuah botol antik di yang di pajang di etalase dan membuka tutupnya.
Ia juga kemudian mengeluarkan semua isi tasnya dan mulai memilih benda-benda yang akan di pakai untuk melakukan ritualnya.
Arya kemudian menyiapkan kembang telon, boneka santet dan juga sebuah dupa.
"Perfect!!"
Ia mengambil baki dan menata semua sesaji diatasnya, dan membakar dupa di sebuah tembikar dari tanah liat.
Kini ia mulai memejamkan matanya saat asap kemenyan mulai memenuhi ruangan itu.
Suara merdu mulai terdengar membuat seisi ruangan menjadi begitu dingin.
Barra bahkan seketika membeku saat mendengar kidung yang dinyanyikan oleh Arya.
__ADS_1
Kenapa tubuhku seketika membeku,
Barra berusaha menggerakkan anggota tubuhnya namun sayangnya semua anggota tubuhnya seperti terikat oleh kekuatan gaib yang mulai menyerangnya.
*Aarggghh!!
Barra mengerang keras saat tubuhnya mulai berubah menjadi partikel-partikel kecil yang berterbangan di udara.
Rasa sakit membuat pria itu terus menggelinjang sambil memegangi jantungnya yang serasa ingin meledak.
"Hentikan Arya!!" serunya berusaha meraih lengan pemuda itu
Teriakannya semakin keras saat tubuhnya mulai terasa ringan dan terbang terbawa angin.
Sebuah kekuatan maha dahsyat menarik tubuh Barra masuk kedalam sebuah botol antik yang ada di dalam genggaman Arya.
"Akhirnya berhasil juga memasukan Om Barra kedalam botol," ucap Arya
Ia kemudian menutup botol itu dan memasukkannya kedalam tas.
Jika benar toko ini diberikan pagar gaib, maka aku harus menghancurkannya lebih dulu.
Arya kemudian memejamkan matanya, pemuda itu berusaha melihat pagar gaib dengan menggunakan mata batinnya.
Sebuah dinding tebal seperti lapisan es terlihat menutupi rolling door toko tersebut.
Arya kini mulai yakin dengan ucapan Barra. Ia mengeluarkan jarum-jarum santet sebagai senjata pamungkasnya untuk menghancurkan pagar gaib tersebut.
Jika pagar gaib ini sengaja dibuat untuk mengurung kami, berarti si pemilik toko sudah tahu jika aku dan Om Barra akan datang kemari. Dan jika itu benar, aku yakin dia tahu dimana cermin itu,
Sambil mempersiapkan jarum-jarum santet yang sudah ia susun sedemikian rupa, ia kemudian duduk bersila dan memejamkan matanya.
Tak lama sebuah kekuatan besar menyelimuti tubuhnya, membuat tubuhnya berputar dan terbang ke angkasa.
Sebuah cahaya putih bersinar terang membuat Arya membuka netranya. Tiba-tiba angin berhembus kencang memasuki ruangan itu, Arya kemudian menggerakkan tangannya untuk menangkis kekuatan gaib yang kini menyerangnya.
Ia melompat terbang dan melesatkan ratusan jarum-jarum santet miliknya kearah pagar gaib itu hingga terdengar suara ledakan yang begitu besar.
*Duaaar!!!
*Brum, brum!!!
*Ciiittt!
Ia sengaja menghentikan motornya saat melihat sesosok pria berdiri di hadapannya.
"Ternyata kau tangguh juga anak muda!" ucapnya dengan tatapan dingin
"Wah sepertinya kamu sengaja mengurung kami, ck, ck, ck!" Arya hanya mengusap dada saat mendengar ucapan pria itu
"Sebenarnya apa salah Gita padamu hingga kau berusaha mencelakainya?" tanya Arya
"Dia memang tidak bersalah, sayangnya dia memiliki aura yang sama dengan Nyai Imas, dan itulah yang membuatnya berjodoh dengan cermin ratu, itu saja," jawab pria itu dengan entengnya
"Terus kalau jodoh lo seenaknya gitu untuk menjadikannya sebagai tumbal gitu, dasar lelaki laknat!" cibir Arya
"Aku tidak akan pernah menjadikan calon inang untuk menjadi tumbal, tapi sebaliknya. Aku akan menjadikannya sebagai Ratu gendam untuk menghisap energi para perjaka," terang lelaki itu
"Oh begitu rupanya, pantas saja kau terlihat begitu muda dan awet muda, ternyata kau menggunakan energi para perjaka untuk membuat mu hidup abadi,"
"Benar sekali," jawab pria itu
"Sepertinya aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi. Aku tak terima jika pria bau tanah seperti mu memiliki wajah yang lebih tampan dariku,"
Arya segera turun dari motornya dan menggerakkan jari jemarinya.
"Bentar pemanasan dulu biar nanti tidak cedera," imbuhnya sambil melakukan peregangan
Pria itu tersenyum sinis saat melihat Arya yang sedang mempersiapkan dirinya untuk melawannya.
*********
Sementara itu Gita sengaja mendatangi Zacky di ruang kerjanya.
"Assalamualaikum," sapanya begitu lembut saat memasuki ruang kerja calon suaminya
"Waalaikum salam Git, tumben kamu datang ke sini, memangnya ada keperluan apa hingga kamu jauh-jauh datang menemui ku di sini?" tanya Zacky
__ADS_1
"Aku hanya rindu, apa aku tidak boleh menemui calon suami ku yang begitu aku rindukan?" jawab Gita
"Tentu saja boleh, aku tidak bisa melarang mu datang menemui ku," Zacky kemudian mempersilakan wanita itu untuk duduk
"Oh iya, aku sengaja datang ke sini untuk membawakan makanan untuk mu, aku harap kamu mau mencoba masakan ku ini yang aku buat spesial untuk kamu," Gita kemudian meletakkan rantang yang dibawanya keatas meja
Zacky kemudian mengambil sebuah sendok dari laci meja kerjanya dan mencicipi masakan Gita.
Wanita itu tersenyum simpul menatap Zacky yang mulai mencoba makanan yang dibawanya.
"Gimana rasanya?" ucapnya dengan wajah berseri-seri
"Alhamdulillah enak," jawab Zack, segera mengusap mulutnya dengan tisu
"Bohong, kalau enak kenapa hanya mencicipinya, kau pasti tidak mau memakannya karena rasanya gak enak kan??" tukas Gita dengan wajah cemberut
"Bukan begitu, kebetulan aku baru saja selesai makan siang, jadi aku masih kenyang. Aku janji akan memakannya selesai mengajar nanti," jawab Zacky
"Cobain sesendok aja dulu ya sayang," ucap Gita mencoba menyuapinya.
Zacky mengangguk dan membuka mulutnya saat Gita menyuapinya.
"Enak kan?" tanya Gita begitu senang
Zacky mengangguk dan kemudian bergegas mengambil buku-bukunya bersiap untuk masuk ke kelas.
Namun saat pemuda itu hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba ia jatuh tersungkur ke lantai.
*Bruugghhh!!!
Gita segera menghampiri Zacky yang terkulai di lantai.
"Dasar ustadz bodoh, kau bahkan tak bisa mengenali calon istrimu sendiri,"
Gita kemudian menempelkan tangannya di dada pemuda itu. Saat wanita itu hendak mengambil energinya Zacky langsung membuka matanya dan mendorongnya hingga ia terjerembap ke lantai.
"Kau!!" seru Gita begitu geran saat tahu ternyata Zacky hanya pura-pura pingsan
"Bagaimana kau bisa selamat dari racun itu?" ucap Gita begitu terkejut
"Karena aku tidak memakan makanan yang kamu berikan padaku. Dari awal aku sudah tahu kau bukan Gita, itulah sebabnya aku selalu mengusap mulutku setelah mencicipi makanan mu," Zacky kemudian menunjukkan makanan yang ia muntahkan pada Gita
"Dasar brengsek, beraninya kau menipu ku!" hardik Gita segera bangun dan bersiap menyerangnya
"Ku aku kau begitu berani memasuki sebuah pondok pesantren, sebenarnya siapa dirimu?" tanya Zacky
"Jangan banyak bicara, sebaiknya bersiaplah untuk mati!" Gita segera melesatkan selendangnya dan menjerat leher Zacky
Pemuda itu kemudian membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an membuat Gita langsung menjerit kepanasan.
"Panass!" serunya sambil memegangi kepalanya
Melihat makhluk itu kepanasan mendengar senandung bacaan Alquran membuat Zacky semakin keras membaca kalam Ilahai tersebut.
"Hentikan, panas!!" serunya Gita mencoba menyerang Zacky dengan harapan pemuda itu berhenti bertilawah.
Pemuda itu tak tinggal diam, saat Gita berusaha menyerangnya. Ia melepaskan pukulan kearahnya hingga wanita itu terjungkal ke lantai.
Mendengar ada keributan di ruangan kerja Zacky membuat Kyai Sodiq menyambangi ruang kerja keponakannya tersebut.
"Ada apa ini kenapa gaduh sekali!" serunya
Melihat seorang wanita berusaha mencekik Zacky membuat Kyai Sodiq langsung melemparkan tasbihnya hingga membuat wanita itu langsung pingsan.
"Kenapa Gita bisa seperti ini?" tanya Kyai Sodiq begitu terkejut saat tahu wanita yang menyerang Zacky adalah Gita.
"Aku juga tidak tahu Kyai, sepertinya dia kesurupan," jawab Zacky
"Dia tidak kesurupan," jawab Kyai Sodiq membuat Zacky begitu terkejut
"Kalau dia tidak kesurupan, apa wanita ini benar-benar Gita?" tanyanya dengan nada penasaran
"Secara fisik dia memang Gita, tapi pikirannya sudah dikendalikan oleh kekuatan jahat hingga dia seperti ini," terang Kyai Sodiq
"Jadi itu alasannya kenapa dia berani datang ke Pondok Pesantren bahkan berani mengucapkan kalimat islami??"
"Benar, kita harus merukiyah nya secepat mungkin sebelum mahluk hidup itu benar-benar mengambil jiwanya,"
__ADS_1