
Pagi yang cerah, burung-burung berkicau dengan merdu diiringi hangatnya bias cahaya mentari.
Suryati terlihat sibuk mempersiapkan sarapan di dapur, mencium aroma wangi masakan membuat Gita langsung terbangun dan bergegas menuju ke dapur.
"Udah bangun nduk?" tanya Suryati menghampirinya
"Iya bu, mencium aroma wangi masakan ibu bikin aku laper," jawab Gita kemudian mengambil dua centong nasi dan menambahkan lauk pauk keatasnya
Ia kemudian makan dengan lahapnya hingga nambah dua piring.
"Astoge, cantik-cantik kok makanya banyak banget kaya kuli Git!" seru Suryati
"Maklum Bu, dua hari gak makan. nasi jadi gini," jawab Gita enteng
"Oh ya, hari ini kamu di suruh untuk main ke pondok, kata ustadz Zacky ada yang mau dibicarakan,"
"Iya Bu, nanti aku mandi dulu," jawab Gita
Gadis itu segera bergegas menuju kamar mandi selesai sarapan.
setengah jam kemudian iapun berhias dan bersiap-siap menuju ke pondok pesantren.
"Bu aku pamit dulu!" seru Gita berpamitan
"Ya, hati-hati!"
Baru saja ia akan melangkahkan kakinya, Merlin menghadangnya di depan pintu.
"Mau kemana pagi-pagi?" tanya Merlin
"Ke pondok," jawab Gita
"Ngapain?"
"Ngapelin Zacky?" jawab Gita
"Cie yang mau ngapel, btw aku Ikut ya, pengin ketemu Mas Asep," jawab Merlin langsung menggandengnya
"Kuy,"
Keduanya kemudian berjalan menuju pondok pesantren Darussalam.
Setibanya di sana keduanya langsung menuju asrama putra dan menemui Zacky di ruang kerjanya.
"Wah telat lo, Zacky baru saja pergi, kalau gak keberatan datang lagi nanti sore," ucap Arya yang menemui mereka
"Hadeeh, gimana sih Zacky, nyuruh datang ke sini eh malah dia pergi." tutur Gita dengan wajah kecewa
"Sebenarnya dia gak ada ceramah pagi, hanya saja ia pergi menggantikan Kyai Sodiq karena beliau sedang sakit," jawab Arya
"Yaudah kalau gitu aku pulang dulu," ucap Gira lirih
"Ok, titi kamal ya," jawab Arya
"Apa tuh Mas kepanjangannya?" tanya Merlin
"Hati-hati kalau melangkah," jawab Arya
"Aseek, makasih ya Mas Asep doanya," jawab Merlin
"Miyabi," jawab Arya membuat kedua wanita itu melotot
"Astaghfirullah, insaf lo Ya, udah di pondok masih aja nonton bokep, dosa berlipat ganda loh!" cibir Gita
"Jangan buruk sangka dulu sama Mas Asep Git, kita kan gak tahu apa tuh kepanjangan Miyabi," ucap Merlin membelanya
"Wah cakep nih Merlin gak suka buruk sangka kaya Gita," celetuk Arya
"Terus kepanjangannya apa Mas?" tanya Merlin
"Miyabi sama aja sami-sami my baby," jawab Arya
"Unch sweet banget sih Mas, jadi makin cinta," jawab Merlin dengan wajah berseri-seri
"Udah jangan ke ganjenan, kuy pulang!" seru Gita kemudian menarik gadis itu meninggalkan ruangan kerja Zacky.
Saat keduanya tiba berjalan di Selasar mereka melihat seorang wanita cantik datang mengunjungi kediaman Kyai Sodiq.
"Siapa tuh, cantik banget, kayaknya bukan santri deh soalnya gak pernah lihat di sini!' seru Merlin
"Sudah jangan kepo, mending kita balik aja!" jawab Gita
"Ish, bilang aja lo jelous sama cewek itu,"
"Lah kenapa jelous?" tanya Gita
"Ya jelous lah kalau tahu cewek itu yang akan ditunangkan dengan Zacky," celetuk Merlin
"Sotoy lo!" cibir Gita
"Dih kalau gak percaya tanya aja sama Nyai," jawab Merlin
__ADS_1
"Gak usah, lagian kalau benar juga gak papa," jawab Gita kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
"Gita,"
Kedua gadis itu segera menoleh ke belakang saat mendengar suara seseorang menyapanya.
"Nyai," ucap Gita segera menghampiri wanita itu dan mencium punggung tangannya
"Apa kabar Nyai," sapa Gita berbasa-basi
"Alhamdulillah baik. Kamu mau ketemu Zacky ya?" jawab Nyai membuat Gita terkejut
Bagaimana dia tahu??
"Benar Nyai, tapi Zacky nya gak ada jadi aku pamit pulang," jawab Gita
"Kenapa pulang, bentar lagi Zacky balik kok. Lagian dia pergi gak lama karena cuma gantiin Kyai Sodiq buat kendurian doang di rumah tetangga," jawab Nyai
"Daripada balik lagi mending nunggu di rumah Nyai saja sambil makan camilan yuk," imbuh Nyai Sodiq mengajak kedua wanita itu ke rumahnya
Gita tak bisa menolak tawaran wanita itu dan bergegas mengikutinya.
Setibanya di rumah Nyai, Gita terkejut saat melihat gadis cantik yang duduk di ruang tamu.
"Maaf Nyai kalau boleh tahu siapa gadis itu?" telisik Gita
"Oh dia Ira," jawab Nyai
"Ira siapa sih Nyai?" tanya Gita lagi
"Ira itu masih saudara jauh kami, kebetulan Kyai sengaja mengundangnya untuk mengenalkan dia kepada Zacky," jawab Nyai
"Oh begitu," ucap Gita berkaca-kaca
Melihat ekspresi wajah Gita membuat Nyai Sodiq tersenyum simpul menatapnya.
"Tenang saja, meskipun kami akan mengenalkannya pada Zacky, tetap saja pilihan ada di tangan Zacky, jadi jangan khawatir ya," hibur wanita itu
"Aku tidak khawatir Nyai," jawab Gita berusaha menutupi wajahnya
"Ya sudah kalau gitu, bentar Nyai kebelakang dulu," sahut Nyai Sodiq
"Jangan repot-repot Nyai," ucap Gita sungkan
"Gak repot kok, santai saja," jawab wanita itu kemudian segera meninggalkannya.
Saat melihat Nyai Sodiq pergi, Gita menatap lekat-lekat wanita itu.
Gita terlihat gusar saat menatap wajah wanita itu.
"Jangan terlalu dipikirkan Git, aku yakin Zacky pasti milih Lo," seru Merlin
"Kenapa bisa begitu yakin, memangnya kamu tahu isi hati Zacky?" tanya Gita
"Meskipun aku gak tahu isi hati Zacky tapi aku tahu kalau dia begitu menyukai mu dari cara dia memperlakukan dirimu, bahkan tatap matanya tak bisa berbohong saat ia menatap mu," jawab Merlin
"Sotoy lo," cibir Gita
"Serah lo mau percaya apa tidak, yang jelas aku hanya bicara apa adanya. Makanya kalau kamu gak mau wanita itu mengambilnya, bukalah hati mu untuknya, jangan mengingat-ingat masa lalu, aku yakin kali ini kamu akan bahagia bersama Zacky," terang Merlin
"Entahlah, kita lihat saja nanti," jawab Gita
Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, sudah satu jam Gita menunggu kedatangan Zacky namun pemuda itu tak kunjung kelihatan batang hidungnya.
"Udah siang Mer, kita pulang saja yuk," ajak Gita
"Sabarlah kan baru satu jam, tunggu satu jam lagi," jawab Merlin
"Kelamaan itumah, yaudah gue pamit dulu sama Nyai," tukas Gita kemudian beranjak dari duduknya
Saat ia berdiri tiba-tiba ia melihat Zacky berdiri di depan pintu.
Pemuda itu tersenyum simpul menatapnya, "Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam," jawab Gita termangu menatapnya
"Maaf membuat mu menunggu, kamu pasti sudah lama menunggu di sini?" tanya Zacky
"Gak kok Zack, baru juga dua jam," jawab Ira langsung menghampirinya
Tentu saja hal itu membuat Gita langsung merasa malu.
Ah sial aku kira dia bertanya kepada ku ternyata sama Ira, untung suara gue belum keluar bisa tengsin kan kalau Zacky tahu. Ku kira mereka belum saling kenal eh ternyata sudah saling kenal, kalau begitu ngapain di kenalkan lagi!
Gita segera menutup bibirnya, agar Zacky tak tahu kalau ia berusaha menjawab pertanyaan tadi.
"Astaghfirullah maaf ya Ra, sudah membuat kamu menunggu begitu lama," jawab Zacky
"Iya santai aja Zack," jawab wanita itu tersenyum simpul
Astaghfirullah, kenapa aku kesal saat melihat ia tersenyum padanya,
__ADS_1
Karena merasa menjadi pihak ketiga buru-buru Gita pamit pulang, "Kalau gitu Aku pamit ya Zack," ucapnya lirih
"Ngapain pulang, aku mengundang mu ke sini karena ada tugas khusus," jawab Zacky
"Tugas apa?" tanya Gita penasaran
"Bentar,"
Zacky kemudian keluar dari ruangan itu dan tak lama kembali dengan membawa sebuah kitab kecil.
"Aku mau kamu mempelajari kitab ini beserta artinya, sekarang kamu bikin rangkuman Bab 1 sd Bab 3, kalau sudah selesai kasih aku," jawab Zacky
"Yang bener saja, memangnya aku anak pondok apa di suruh belajar ginian!" celetuk Gita
"Anggap aja sekarang kamu sedang belajar nyantri denganku, bukankah sekarang jadwal aku mengajarimu, jadi jangan protes!" seru Zacky kemudian memberikan kitab yang dibawanya kepada Gita
"Dih tahu gini gak mau aku datang ke sini!"
"Meskipun kamu gak datang ke sini toh pasti aku datang ke rumah kamu jadi jangan banyak protes," jawab Zacky kemudian menghampiri Ira dan duduk di depannya
Sementara itu Gita terus menggerutu saat mengerjakan tugas itu.
Gita kemudian mengajak Merlin keluar dari ruangan itu agar bisa mengerjakan tugas yang diberikan Zacky dengan leluasa.
Melihat Gita yang terus menggerutu membuat Zacky tersenyum menatap kepergiannya.
Ia bahkan sengaja mengajak Ira mengikuti kemana Gita pergi.
"Ish, ngapain sih dia ngikutin gue, jangan bilang kalau dia sengaja bikin aku makin kesel!" gerutunya
"Sabar Git, sabar, orang sabar pantatnya lebar!" seru Merlin membuat Zacky menahan tawanya saat mendengarnya
Sepertinya dia sengaja menyuruh ku mengerjakan tugas ini, ia bahkan sengaja pacaran di depan ku, dasar nyebelin!
Gita terus menggerutu saat mengerjakan tugas dari Zacky.
Zacky memang sengaja memamerkan kemesraannya dengan Ira di depan Gita. Ia bahkan terus mengikuti kemanapun Gita pergi dengan alasan agar ia bisa mengawasi pekerjaannya.
"Ish ngapain sih ngikutin mulu, kan kamu bisa cari tempat yang enak buat mojok, bukan malah ngikutin gue. Kalau gini kapan selesainya!" cibir Gita
"Kan tugasku mengawasi kamu, kali aja lo gak ngerjain tugasnya malah minta bantuan santriwati buat ngerjain tuh tugas!" jawab Zacky
"Jangan suudzon, gini-gini aku lumayan pintar, jadi jangan meremehkan gue!" sahut Gita membuat Zacky tertawa mendengarnya
"Kenapa ketawa, emangnya lucu!" imbuhnya
"Banget Git,"
"Sue!" seru Gita kemudian menyerahkan tugasnya kepada Zacky
"Emangnya udah kelar?" tanya Zacky
"Lihat saja sendiri," jawab Gita kemudian menyambar tasnya
"Kalau begitu ikut aku," ucap Zacky
"Kemana??"
"Bahas tugas kamu lah, emangnya kamu maunya kemana?" jawab Zacky
"Terus Ira gimana?"
"Ya ikutlah emang gak boleh?"
"Gaklah, kalau jadi guru tuh yang profesional. Saatnya ngajar ya ngajar jangan sambil pacaran!" cibir Gita
"Emangnya gak boleh?" tanya Zacky
"Gak!" jawab Gita ketus
Seketika Zacky segera menyuruh Ira untuk kembali ke rumah Nyai Sodiq.
"Sekarang sudah beres, kamu juga harus menyuruh Merlin pulang, karena aku ingin membahas tugas kali ini berdua saja denganmu," ucap Zacky membuat Gita ternganga.
Tanpa di suruh Merlin segera melipir meninggalkan mereka berdua.
Setelah Merlin pergi Zacky kemudian mengajak Gita menuju ke ruangan kerjanya.
"Silakan masuk," ucap Zacky mempersilakan wanita itu masuk lebih dahulu.
Betapa terkejutnya Gita saat melihat ruangan Zacky yang tampak berbeda.
Sebuah lampu Tumbler menyala kelap-kelip dan di dinding ruangan itu tertulis kalimat "Will You Marry Me?"
"Maaf aku memang bukan orang yang romantis, tapi kamu tahu kan kalau aku serius sama kamu. Aku gak mau ngajak kamu pacaran tapi ingin langsung mengajak mu ke pelaminan agar kita bisa pacaran setelah menikah nanti. Jadi ... maukah kamu menikah denganku?" tanya Zacky kemudian membuka sebuah kotak kecil berisikan sebuah cincin.
**
Jangan lupa kasih like dan komen dan Favorit kan ya.
Aku juga minta tolong buat kalian yang belum kasih rate tolong berikan rate Bintang lima ya biar naik ratingnya. Makasih semuanya lope-lope. Pokoknya kalau hari ini banyak like insya Allah aku up tiga chapter.
__ADS_1
Yang punya poin boleh kasih gift atau yang pakai NT gak punya poin bisa lihat iklan, terimakasih all lope-lope semuanya.