BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Bab 63


__ADS_3

Melihat Gita yang masih terlelap di ranjangnya membuat Suryati begitu kesal hingga sengaja membanting peralatan dapur untuk membangunkannya.


*Praanggg!!!


Gita segera membelalakkan matanya saat mendengar suara peralatan dapur yang sengaja di banting oleh Suryati untuk membangunkannya.


Ia buru-buru melihat jam beker di sampingnya saat melihat cahaya matahari mulai memasuki kamar tidurnya.


"Astaghfirullah sudah siang, Mas Zacky dimana dia!" Gita segera melompat dari ranjangnya dan berlari ke ruang depan untuk mencari suaminya


Namun ia tak menemukan Zacky dimanapun juga.


"Ibu gak lihat Mas Zacky?" tanya Gita menghampiri Suryati di dapur


"Di gondol wewe gombel kayaknya!" jawab Suryati ketus


"Kok Ibu ngomongnya Gitu!"


"Lagian kamu ini bagaimana masa suami kamu bangun kamu gak berasa. Harusnya ya sebagai pengantin baru kamu tuh bangun duluan dari suami kamu terus siapin sarapan untuknya, eh ini malah kebalik, suaminya bangun duluan terus meyiapkan sarapan buat istrinya, haduuh Gita jangan bikin ibu malu dong sayang," jawab Suryati


"Memangnya pagi-pagi Mas Zacky kemana Bu, bukankah dia gak ada ceramah!" jawab Gita


"Dia lagi takziah ke tetangga sebelah, kebetulan ada yang meninggal,"


"Oh gitu, yaudah kalau gitu aku sarapan dulu baru nyusul kesana," jawab Gita


"Wandi dulu oi, bary sarapan!" cibir Suryati membuat Gita tertawa


"Baik bunda Ratu," jawab Gita menggodanya


Selesai mandi dan berganti pakaian ia kemudian bersiap untuk menyusul Zacky bersama ibunya.


"Jangan lupa bawa beras yang ibu sudah siapkan,"


Gita segera mengambil sebuah keranjang yang sudah diisi dengan beras dan membawanya ke rumah duka.


Ia terkesiap saat melihat Zacky tengah memimpin solat jenazah.


Gita duduk di depan bersama wanita lain yang juga datang untuk bertakziah.


Saat ia hendak ikut mengantar jenazah ke makam, Zacky melarangnya.


"Sebaiknya kamu di rumah saja, biarkan para lelaki yang mengantar jenazah,"


Gita mengangguk setuju dan segera kembali pulang.


Entah kenapa ia merasa begitu lama saat menunggu suaminya pulang.


Bahkan satu jam rasanya seperti sehari. Melihat Gita yang mondar-mandir di depan kamarnya membuat Suryati langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Mendingan kamu bikin apaan gitu buat suami kamu, jadi pas dia pulang seneng karena istrinya sudah membuatkan makanan untuknya," ucap Suryati


"Benar juga, kalau gitu biar aku buatin camilan spesial buat Zack!" Seru Gita segera bergegas menuju ke dapur


"Syukurlah, akhirnya ada perubahan, semoga Gita akan menjadi wanita yang soleha di bawah bimbingan Zacky, aamiin," ucap Suryati


********


Sementara itu Shiba menghentikan langkahnya saat melihat sesuatu yang janggal di sekitarnya.


"Dimana aku??" ucap gadis itu kebingungan


Melihat gadis itu kebingungan saat melihat orang-orang disekitarnya, Barra langsung menariknya.


"Jangan takut, meskipun sekarang kamu berada di dalam Neraka tapi kamu aman bersama ku. Mulai sekarang kamu akan melihat semuanya yang ada di sekelilingmu dengan terbalik. Itu semua terjadi karena kau telah terkontaminasi dengan energi negatif tempat ini. Dan asal kau tahu jika yang suka melakukan hal terbalik adalah bukan manusia. Jadi kalau kau ingin hantu-hantu itu tak memangsamu makan kau harus melakukan hal yang sama dengan mereka. Mulailah dengan membalik sepatumu. Gunakan sepatu kiri di kaki kananmu dan sebaliknya," terang Barra membuat Shiba menganga mendengarnya


Gadis itu terus berjalan mencari jalan keluar.


Barra segera menarik Shiba saat gadis itu hendak terperosok kedalam lubang besar


Wanita itu begitu terkejut saat menatap sekelilingnya, yang dikelilingi oleh api.


"Apa kita belum keluar dari Neraka ??" tanya Luna menatap Barra


"Sepertinya belum, saat ini kita berada di lantai dasar yaitu Tempat dimana semua penghuninya adalah lelembut dan sejenisnya," jawab Barra yang juga terkejut saat mendapati dirinya ada di basement Kerajaan Raja Kegelapan.


"Baik," jawab Shiba kemudian segera bergegas berjalan di sebelah kiri


Sepanjang perjalanan gadis itu terus menundukkan kepalanya, Ia begitu ketakutan saat melihat sekelilingnya yang dipenuhi oleh para makhluk gaib yang berkeliaran.


Beberapa dari hantu itu mulai mengendus aroma wangi darah manusia dalam diri wanita itu.


"Balung Wangi," ucap para hantu menyeringai


Mengetahui Shiba dalam bahaya, Barra segera memasang pagar gaib untuk melindungi gadis itu dari serangan para lelembut.


Beberapa hantu yang mencoba mendekatinya seketika terpental saat membentur pagar gaib yang dibuat oleh Barra


Para hantu menyadari jika tidak mudah mendekati Shiba karena ada Barra yang menjaganya.


Mereka kemudian berkumpul dan berdiskusi bagaimana caranya untuk memangsa gadis itu tanpa harus bertarung dengan pangeran Gondoruwo itu.


Para demit kemudian sepakat untuk menyerang Barra bersamaan, mereka mulai menyatukan kekuatannya untuk melawan pemuda itu.


Shiba seketika membisu mendengar ucapan para demit tersebut, wajahnya memucat karena ketakutan.


Barra segera memerintahkan Luna untuk berlari saat melihat segerombolan hantu menyerangnya.


"Cepat lari!!" Barra segera melesat menghalau serangan para demit yang berusaha membunuhnya.

__ADS_1


Dengan sekali jentikan jarinya semua demit langsung terhempas dan menghilang menjadi asap.


*Jraashh!!


Tiba-tiba gadis itu merasakan tubuhnya menembus sebuah pagar gaib. Angin berhembus semilir mengibaskan rambutnya yang panjang.


Luna merasakan tubuhnya kembali hangat, setelah melewati pembatas gaib yang memisahkan dunia manusia dengan alam gaib.


Gadis itu begitu bahagia saat menyadari dirinya sudah kembali ke dunia nyata.


"Alhamdulillah, akhirnya aku kembali juga," ucapnya lega


Ia menepuk-nepuk pipinya untuk memastikan bahwa dia benar-benar sudah kembali ke dunia nyata.


Melihat Shiba sudah keluar dari Neraka membuat Barra sedikit lega.


Setidaknya gadis itu sudah aman dari kejaran makhluk gaib.


*Arrghhh!!


Barra kembali terkejut saat mendengar teriakan Shiba.


"Ada apa dengannya??, bukankah dia seharusnya sudah aman karena telah kembali ke dunia asalnya, lalu kenapa ia menjerit histeris seperti itu??"


Beberapa pertanyaan mulai muncul dalam benaknya, karena ia merasa khawatir akan keselamatan Shiba maka ia memutuskan untuk menyusul Shiba.


Ia segera menerobos pagar gaib dan terperanjat saat tiba di tempat itu.


"Bagaimana dia bisa sampai tempat ini, ini bukan dunia manusia tapi negeri para monster dan Iblis??"


Barra segera menyambar tubuh Shiba saat melihat sesosok monster mulai mendekatinya.


"Grrr, hosh, hosh!!"


Barra menarik gadis itu agar bersembunyi dibelakangnya.


Kini keduanya sudah terkepung oleh puluhan monster yang mulai mengepungnya.


Barra menggenggam erat jemari gadis itu meski ia ragu bisa mengalahkan para monster itu.


Karena ia sadar jika bukan tandingan para monster itu Barra segera mengangkat tubuh gadis itu dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk melemparnya agar ia bisa keluar dari tempat itu.


*Wushhh!!"


Seketika tubuh Gita melayang melewati pagar gaib.


Melihat buruannya menghilang, para monster yang kelaparan itu langsung menyerang Barra dengan beringas.


Mereka bahkan menyayat tubuhnya hingga suara erangan keras menggelegar memecah keheningan.

__ADS_1


__ADS_2