
Saat Zacky dan Gita hendak keluar kamar, tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar itu.
*Krieeet!!
*Grep!!
Zacky secara refleks menarik Gita dalam pelukannya dan bersembunyi dibelakang pintu.
*Deg!!
Kenapa jantung gue deg-degan gini,
Zacky tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya di depan Gita.
Tak jauh berbeda dengan Zacky Gita merasakan hal yang sama dengannya. Ia bahkan berusaha menutupi kegugupannya meskipun wajahnya yang merah merona sudah cukup menyiratkan isi hatinya yang mulai tak karuan saat keduanya berada dalam jarak yang paling dekat.
Suara gemuruh di dadanya membuat wanita itu berusaha menjauhi Zacky. Namun saat ia hendak menjauh seseorang kembali mendorong pintu tersebut membuatnya menjadi semakin dekat dengan Zacky.
Keduanya semakin mendekat untuk beberapa saat, karena karena seseorang berusaha mengeluarkan sesuatu dari kamar itu.
"Cepat keluarkan saja meja-meja ya terus pasang di depan!"
Bulir-bulir keringat dingin mulai membasahi kening Zacky, nafasnya yang memburu mulai menyapu wajah Gita yang terlihat begitu cantik dari dekat.
Gita tak berani menatap Wajah calon suaminya, ia terlalu malu untuk menatap wajah tampan Zacky dari dekat.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk kurang ajar sama kamu, tapi aku hanya berusaha untuk melindungi harga dirimu," ucap Zacky segera melepaskan Gita saat pintu kamar kembali tertutup
"Fiuh, akhirnya bisa bernafas lagi!" ucap Zacky mencoba mengatur nafasnya
"Iya aku tahu kok Zack, kamu bukan tipe cowok yang suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan," jawab Gita
"Kalau begitu biar aku ganti baju di kamar ibu saja," ucap Gita
"Terus pakaian kamu gimana??" tanya Zacky
"Tenang saja, aku bisa memakai pakaian ibuku sementara, nanti kalau kamu sama Arya sudah pergi aku bisa ganti pakaian lagi bukan?" jawab Gita
"Baiklah kalau gitu," ucap Zacky lega
Gita mengangguk pelan dan kemudian bergegas meninggalkan kamar itu.
"Ya Allah hampir saja!" seru Zack mengusap dadanya
__ADS_1
"Pasti seneng kan lo, bisa nempel-nempel sama Gita, modus lo!" cibir Arya yang tiba-tiba saja berdiri di belakangnya
"Astaghfirullah, aku kira lo demit, ngagetin aja Lo Ar!" seru Zacky
"Lo yang ngagetin, muncul tiba-tiba kaya jelangkung. Bukannya lo ngajar ngaji malah nemuin Gita, duh hak sabaran amat si bro!" seru Arya
"Bukan gutu juga kali Ar, hanya rindu no more!" sahut Zacky
"Kaya judul lagu, hanya rindu?" ucap Arya
Sementara itu Gita setibanya di kamar ibunya, wanita itu langsung berguling-guling diatas ranjang tempat tidur sambil memeluk erat sorban milik Zack dan terus menciuminya.
"Entah kenapa wanginya aku suka, gentle benget," ucap Gita terus menciumi sorban milik Zack
"Asal kamu tahu Zack, aku juga kangen kamu Zack," ucapnya lirih
"Ehemm, bukannya ganti baju terus bantu-bantu malah guling-guling kaya film India!" seru Suryati menggelengkan kepalanya saat melihat putrinya masih memakai handuk
Ia memicingkan matanya saat melihat benda yang dipeluk oleh Gita.
"Kaya pernah lihat tuh Anduk, ucap Suryati mencoba mengambil sorban Zacky dari tangan Gita,"
"Ih ibu apaan sih, balikin gak!" seru Gita mencoba merebut kembali sorban itu dari tangan ibunya
"Bukankah ini milik Ustadz Zacky, kenapa bisa ada sama kamu?" tanya Suryati menatap nyalang kearah Gita
"Terus kapan dia memberikannya padamu?" telisik Suryati
"Tadi, eh salah kemarin!" jawab Gita gugup hingga ia keceplosan saat menjawab pertanyaan dari ibunya
"Apa dia masih ada di sini sekarang?" tanya Suryati
"Udah gak ada ibu, dia udah pulang beneran bu, aku gak bohong!" seru Gita mencoba meyakinkan ibunya
"Kalau masih di sini juga gak papa kok. Lagipula Ibu cuma mau nitip kue buat besan aja kok, takut amat kalau Zacky mau gue pukulin aja!"
Gita hanya tersenyum menanggapi ucapan ibunya.
Sementara itu Kyai Sodiq tampak terkejut saat melihat Zacky pergi bertausiah tanpa sorbannya.
Ia kemudian menghampiri keponakannya itu setelah selesai berceramah.
"Dimana sorban mu?" tanya Kyai Sodiq
__ADS_1
Zacky terlihat gugup saat mendengar pertanyaan dari pamannya itu.
"Aku lupa memakainya, tadi buru-buru," jawabnya gugup
"Biasanya kau tidak pernah melupakan sorban itu, bahkan kau tidak mau berceramah jika tidak memakai sorban tersebut dengan alasan kurang pede. Jadi ganjil saja jika kamu bilang lupa, kayaknya bukan Zacky banget gitu," jawab Kyai Sodiq
"Oh itu... normal lah Paman jika seorang manusia lupa karena itu adalah salah satu sifat manusia,"
"Benar, asal jangan pura-pura lupa saja, atau sengaja meninggalkannya di suatu tempat!" celetuk pria itu melirik kearah Zacky
"Tentu saja aku menyimpannya di suatu tempat, tempat yang aman dimana hanya aku yang tahu tempat itu," jawab Zacky
"Oklah kalau begitu, semoga kamu nyaman dengan tempat barumu, jangan lupa persiapkan dirimu, karena besok adalah hari pernikahan mu," jawab Kyai Sodiq
****"*****
Hari yang dinanti pun tiba, Tuan rumah tampak berdiri dihalaman rumahnya menyambut kedatangan rombongan pengantin pria..
Semua orang menetap takjub kearah Zacky yang terlihat begitu tampan dan elegan.
Dengan menggunakan jas warna hitam ia terlihat berbeda seperti hari-hari biasanya yang selalu memakai sarung dan baju koko.
"Wah beruntungnya Gita mendapatkan suami seorang ustadz tampan,"
Terdengar suara beberapa orang warga yang mulai membicarakan pernikahan Gita dan Zacky. Bahkan tak sedikit dari mereka yang pesimis dengan pernikahan itu. Mereka juga tampak mengkhawatirkan Zacky yang akan bernasib malang sama seperti almarhum kakaknya yang meninggal karena menikahi Gita.
Suryati hanya tidak menghiraukan ucapan sinis para tetangga, baginya yang terpenting Adalah pernikahan Gita.
Ia berjanji akan melakukan apapun agar pernikahan Gita kali ini berjalan dengan lancar.
Semoga ini adalah pernikahan terakhir kamu nak, semoga kali ini kamu bisa hidup bahagia selamanya dengan Zacky sampai maut memisahkan kalian. Ibu hanya berdoa semoga kutukan dan santet yang selama ini menghantui mu akan segera lenyap setelah pernikahan ini,
Suryati segera mengusap air matanya saat melihat Gita keluar dari kamarnya. Ia segera menggandeng lengan putri kesayangannya dan membawanya bersanding dengan Zacky di depan meja penghulu.
Zacky tak berkedip menatap wajah cantik Calon istrinya yang tersipu malu saat menatapnya.
"Karena kedua mempelai sudah datang, mari kita mulai saja akad nikah antara Saudara Zacky dengan Gita,"
Sang penghulu segera menjabat tangan Zacky, " Saya terima nikah dan kawinnya Gita Izzatul Yasida binti Arman dengan mas kawin emas seberat lima puluh gram di bayar tunai!" ucap Zacky dengan suara lantang
"Bagaimana saksi?"
"Sah!" seru semua orang yang hadir di sana, membuat sang penghulu langsung memanjatkan doa untuk kedua mempelai.
__ADS_1
To be continued
Alhamdulillah akhirnya resmi juga ya, jangan lupa kasih hadiah buat pasangan pengantin baru kita gengs wkwkwkak.....dengan cara kasih like, komen, love, vote atau Gift. Terima kasih.