
"Maafkan aku yang tak bisa melepaskan dirimu dari kutukan karena hantu penunggu jimat itu begitu sakti. Aku yakin suatu hari kau bisa melepaskan diri dari kutukan itu kecuali…."
Bahkan saat kau tengah sekarat pun masih berusaha mencurangi aku. Baiklah kita lihat saja, sampai kapan kau akan terus bertahan Aki??
Tiba-tiba Sentot merasakan dadanya begitu sesak hingga tak mampu berkata-kata lagi. Tubuhnya seketika roboh ke tanah sebelum ia mengucapkan kata-kata terakhirnya.
Karena penasaran Shiba segera menghampiri penyihir itu dan berusaha menyadarkannya. Ia menepuk-nepuk pipinya dan merasakan tubuh lelaki itu begitu dingin seperti es.
Meskipun tak berhasil membuat lelaki itu sadar, tidak membuatnya putus asa. Ia mengguncang tubuh penyihir itu dengan harapan Ki Sentot akan sadar dan segera memberitahukan bagaimana caranya agar Ia bisa melepaskan dari kutukannya.
"Aki Bangun, Aki banguuun!!" seru Shiba terus mengguncang tubuh Aki Sentot
Gadis itu menangis sejadi-jadinya saat melihat penyihir itu tak berkutik lagi.
Ia benar-benar putus asa saat tahu Ki Sentot dikalahkan oleh Barra. Ia begitu gusar dan terus menyalahkan dirinya sendiri.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang Aki, bagaimana aku bisa melepaskan diri dari jerat hantu itu, haruskan aku menghabiskan hidupku bersama dengan sesosok hantu??" kembali air matanya mengalir deras saat ia membayangkan nasib yang akan dialaminya kelak
Melihat Shiba begitu gusar membuat Barra merasa simpati terhadap gadis itu.
Barra segera menarik lengan gadis itu dan memeluknya erat.
"Jangan bodoh, dia hanyalah dukun cabul dan mustahil bisa melepaskan kutukan itu darimu. Kalau kau ingin tahu siapa yang bisa melepaskan kutukan itu darimu, dia adalah aki!" seru Barra dengan wajah bengisnya
Ia mengusap lembut rambut gadis itu yang panjang dan berusaha menenangkannya.
"Jangan bersedih, aku akan selalu ada di sisimu untuk menghiburmu saat kau sedih, dan akan selalu datang untuk melindungi mu saat kau berada dalam bahaya," ucapnya kembali mencoba menghibur Shiba
Luna semakin tersedu-sedu saat mendengar ucapan Barra, bukannya merasa tenang ia justru menangis semakin kencang di dalam pelukan lelaki itu.
Barra yang kebingungan menghadapi gadis itu kembali mengusap rambutnya dan menyanyikan sebuah lagu untuk menenangkannya.
"Kurang romantis Bar lagunya!" celetuk Rangga saat mendengar Barra menyanyikan lagu Rizky Febian Hingga tua bersama.
Barra langsung memberikan isyarat agar sahabatnya itu diam, dia tak mau membuat Shiba semakin ketakutan ketika melihatnya muncul tiba-tiba.
Rangga mengangguk setuju dan segera menghilang
Melihat sikap peduli Barra, membuat Shiba kemudian memberanikan diri bertanya padanya.
"Bagaimana caranya aku bisa melepaskan diri darimu, katakan padaku bagaimana caranya??" ucap gadis itu tersedu-sedu
__ADS_1
Lelaki itu tersenyum mendengar pertanyaan Shiba, ia menatap intens wanita itu dan mengusap air matanya.
"Suatu saat aku pasti akan pergi meninggalkanmu, tapi sekarang aku harus berada di sisimu untuk menjagamu karena itu adalah tugas yang harus aku jalani untuk mendapatkan kebahagiaan, jadi maukah kau membantuku untuk mendapatkan kebahagiaan itu?" jawab Barra balik bertanya
Luna membelalak mendengar jawaban Barra
"Aku akan selalu muncul dihadapan mu saat kau sedang sedih, dan aku juga akan selalu datang untuk melindungi mu jika kau dalam bahaya. Rasa kesepian dan kesedihan mu membuat mu tanpa sadar menginginkan diriku selalu berada sisimu. Aku hanya mengabulkan permintaan seorang gadis yang putus asa dan berusaha membuatnya bahagia seperti yang selalu kau bayangkan. Aku yakin hati kecilmu menginginkan aku selalu di samping mu bukan?" jelas Barra menceritakan alasannya kenapa ia bisa terus bersama dengan Shiba selain itu adalah tugas yang diembannya dari sang Raja Kegelapan
Gadis itu kemudian menjelaskan jika ia melakukan semua itu tanpa sengaja. Ia hanya berandai-andai saja waktu itu.
"Makanya jangan kebanyakan mengkhayal sayang dan juga jangan bersedih terlalu lama. Karena itu akan mengundang mahluk tak kasat mata seperti diriku mendekati mu. Kami para lelembut begitu sensitif saat melihat wanita cantik bersedih. Untuk itulah kami akan berusaha menghiburmu dan membuatmu bahagia," tegas Barra
"Cie, cie yang lagi usaha!" celetuk Gilang membuat Barra kembali mengusir sahabatnya itu
"Tapi aku melakukannya tidak sengaja," sanggah Shiba
"Aku tahu kok, yaudah gak usah di perpanjang kagi," jawab Barra kemudian mengajaknya pergi dari tempat itu.
Barra membukakan pintu mobilnya dan mempersilakan gadis itu masuk.
Ia kemudian duduk di sampingnya dan menyalakan mobil itu.
Shiba terus menatap pria disampingnya tanpa berkedip sedikitpun.
Sejenak gadis itu benar-benar tersihir oleh ketampanan Barra yang membuatnya hilang kendali.
Merasa Shiba sudah mulai membuka hatinya membuat Barra memberanikan diri untuk mencium bibir gadis itu.
Melihat gadis itu menikmati ciumannya membuat El semakin memperdalam ciumannya.
Cahaya Rembulan seakan menjadi saksi dua Insan beda alam yang sedang memadu kasih. Bahkan ratusan kunang-kunang bermunculan menyaksikan keduanya bermesraan.
Saat akal sehat Shiba kembali, Ia membulatkan matanya saat menyadari tindakan bodohnya. Gadis itu segera mendorong Barra menjauh darinya.
"Apa yang sudah aku lakukan!" sesal gadis itu segera mengusap bibirnya
Gadis itu kemudian berlari meninggalkan Barra.
"Astaghfirullah, ingat Bar jangan main hati, ingat janjimu. Katanya Gita akan jadi cinta terakhir mu, kok mau mulai lagi!" cibir Gilang
"Hooh, ingat tugas kamu itu melindunginya bukan phpin dia, awas aja kalau kamu sampai jatuh cinta lagi ku kutuk kamu jadi jelek!" sahut Rangga
__ADS_1
"Sorry Aku khilaf gengs," jawab Barra menyunggingkan senyumnya
"Khilaf ko nambah, dasar Sue!" seru Gilang
Rangga tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Gilang, begitupun dengan Barra.
Namun melihat Shiba semakin menjauh Gilang kemudian menyuruh Barra untuk mengikuti gadis itu.
"Cepat ikuti dia sebelum hantu lain membawanya pergi!" seru Gilang
Barra segera berlari menyusul Shiba.
********
Pagi itu matahari bersinar cerah, Gita masih terlelap di ranjangnya sambil memeluk gilingnya.
Suryati hanya menggelengkan kepalanya saat melihat putrinya masih tertidur sementara suaminya sudah pergi untuk bekerja.
*Praanggg!!!
Gita segera membelalakkan matanya saat mendengar suara peralatan dapur yang sengaja di banting oleh Suryati untuk membangunkannya.
Ia buru-buru melihat jam beker di sampingnya saat melihat cahaya matahari mulai memasuki kamar tidurnya.
"Astaghfirullah sudah siang, Mas Zacky dimana dia!" Gita segera melompat dari ranjangnya dan berlari ke ruang depan untuk mencari suaminya
Namun ia tak menemukan Zacky dimanapun juga.
"Ibu gak lihat Mas Zacky?" tanya Gita menghampiri Suryati di dapur
"Di gondol wewe gombel kayaknya!" jawab Suryati ketus
"Kok Ibu ngomongnya Gitu!"
"Lagian kamu ini bagaimana masa suami kamu bangun kamu gak berasa. Harusnya ya sebagai pengantin baru kamu tuh bangun duluan dari suami kamu terus siapin sarapan untuknya, eh ini malah kebalik, suaminya bangun duluan terus meyiapkan sarapan buat istrinya, haduuh Gita jangan bikin ibu malu dong sayang," jawab Suryati
"Memangnya pagi-pagi Mas Zacky kemana Bu, bukankah dia gak ada ceramah!" jawab Gita
"Dia lagi takziah ke tetangga sebelah, kebetulan ada yang meninggal,"
"Oh gitu, yaudah kalau gitu aku sarapan dulu baru nyusul kesana," jawab Gita
__ADS_1
"Mandi dulu oi, bary sarapan!" cibir Suryati membuat Gita tertawa
"Baik bunda Ratu," jawab Gita menggodanya