BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 39


__ADS_3

Selesai acara lamaran resmi oleh kedua orang tua Zacky, pagi harinya Gita berencana ziarah ke makam almarhum suaminya Gagah.


Ditemani oleh Suryati, gadis itu menuju makam almarhum suaminya .


"Assalamualaikum Mas, maaf aku baru datang mengunjungi mu lagi, kali ini aku ingin memberitahukan kabar gembira kepada Mas, Aku dilamar oleh adik Kamu, meskipun aku masih belum bisa menerimanya 100 persen karena Barra, tapi aku mencoba menerimanya karena dia adalah adikmu, dan aku berpikir kamu yang mengirimkannya untukku. Aku tahu kamu pasti ingin melihat ki bahagia, tapi untuk urusan hati memang terlalu sensitif," ucap Gita kemudian menaburkan bunga dari keranjang yang dibawanya.


"Aku harap kamu tidak marah padaku, karena aku menerima Zack setengah hati, entahlah Mas aku masih bingung. Di sisi lain aku masih mencintai Barra suamiku, walaupun hubungan kami sudah berkahir. Tapi aku merasa dia belum mengakhirinya, dan aku baru benar-benar menerima Zacky jika aku sudah mendengar kata talak dari Barra. Hanya padamu aku berani bercerita, dan hanya kamu yang tahu semua isi hatiku," ucap Gita kemudian mengusap batu nisannya


Suryati segera menghampiri Gita yang masih duduk bersimpuh di makam almarhum suaminya.


"Ayo kita pulang," ajaknya


Namun Gita menggelengkan kepalanya, "Sebaiknya ibu duluan, aku masih mau disini. Aku masih kangen sama Mas Gagah," jawab Gita


"Gak bisa gitu, kita berangkat sama-sama, pulang pun harus sama-sama," jawab Suryati


"Yasudah kalau hitu tunggu setengah jam lagi," jawab Gita


"Hadeeh, emangnya mau ngapain lagi sih kamu!"


"Masih banyak yang harus aku bicarakan sama mas Gagah,"


"Kalau mau curhat sama ibu saja, jangan sama orang yang sudah mati,"


"Apaan sih ibu,"


"Ayo pulang, gak baik lama-lama di kuburan," Suryati terpaksa menariknya paksa karena takut terjadi sesuatu dengannya.


Meskipun terus menggerutu namun Gita akhirnya mau pulang dan menuruti perkataan ibunya.


Setibanya di rumah ia langsung masuk ke kamarnya.


"Barra, aku kangen kamu,"


"Kamu kenapa ingin berpisah denganku, apa aku sudah tidak cantik lagi??" ucapnya gusar


"Aku benar-benar ingin pergi dari dunia ini agar aku bisa bertemu denganmu atau mas Gagah, bagiku hidupku sekarang hampa tanpa orang yang ku cintai," imbuhnya


Ia kemudian mengambil ponselnya dan membuka halaman pencarian google.


Ia sengaja mencari cara untuk mengundang makhluk gaib.


Ia tersenyum simpul saat mendapatkan cara untuk memanggil makhluk gaib.

__ADS_1


"Alhamdulillah sekarang aku tahu bagaimana cara memanggil mu, sekarang aku harus pergi ke pasar untuk membeli semua sesaji yang diperlukan untuk memanggil Barra,"


Gita segera bersiap-siap untuk pergi ke pasar. Suryati yang penasaran dengan putri semata wayangnya mengikutinya diam-diam.


"Sebenarnya apa yang mau dilakukan Gita, kenapa dia jadi labil gini. Bukannya ia kemarin sudah setuju menikah dengan Zacky, kenapa ia berubah lagi. Benar-benar plin plan,"


Suryati semakin terkejut saat melihat ia membeli sesaji.


"Astaghfirullah mau ngapain sih Gita, kenapa dia jadi gini. Sepertinya aku harus memberitahu Zacky atau Kyai Sodiq. Tapi kalau aku memberi tahu mereka urusan makin panjang dan aku gak enak kalau mereka sampai tahu jika sebenarnya Gita tidak benar-benar menerima lamaran Zacky. Lalu aku harus cerita ke siapa??"


Tiba-tiba Suryati teringat dengan Arya.


"Benar juga kenapa gak cerita sama Asep aja, aku yakin dia bisa membantuku mengurus Gita, dan sepertinya ia bisa dipercaya walaupun sedikit bawel,"


Suryati kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Arya.


Ia kemudian menceritakan semua yang dilakukan Gita hari ini kepada pemuda itu. Arya yang memang sudah tahu dari awal segera menyusul mereka di pasar.


Suryati langsung melambaikan tangannya saat melihat kedatangan Arya di pasar


"Wah Mas Asep cepet banget sampai sini, padahal baru aja aku telpon. Emangnya Mas Asep naik apa?" tanya Suryati


"Oh itu... kebetulan tadi aku berada di sekitar sini Bu," jawab Arya


"Latihan nyopet Bu," jawab Arya


"Astaghfirullah, sadar Mas itu perbuatan tercela, bisa-bisa nanti Mas ketagihan,"


"Aku gak nyopet dompet kok Bu, aku hanya belajar mencopet hati wanita eaaa," jawab Arya membuat Suryati seketika tertawa mendengarnya


"Ya Allah ada-ada saja Mas Asep ini,"


"Ngomong-ngomong dimana Gitarnya?" tanya Arya


"Tadi sih di tukang kembang, eh tapi kok sekarang ngilang," ucap Suryati mencoba mencari keberadaan Gita


"Coba sini pinjam remotnya biar aku cari di chanel lainnya,"


"Emangnya Gita benda elektronik apa sampai harus di cari pakai remote, ngelawak aja nih Mas Asep," jawab Suryati


"Emang aku sudah memasang remote pengontrol dalam tubuh Gita, si Ibu malah gak percaya," Arya kemudian mengambil satu jarum santet dari tangannya dan melemparnya ke udara


Ia kemudian mengikuti kemana jarum itu pergi.

__ADS_1


Ia kemudian berhenti di sebuah toko antik di depan pasar. Gita terlihat tengah memilih sebuah Periuk.


Ia langsung menepuk pundak gadis itu.


"Ngapain keluyuran sendirian!" seru Arya


"Dih ngapain lo di sini?" tanya Gita dengan ketus


"Gue kesini karena care sama lo," jawab Arya


"Care kenapa, emangnya kita sedekat itu apa?" tanya Gita menarik ujung bibirnya


"Mulai sekarang kita akan semakin dekat dan akrab, apalagi sebentar lagi kami akan menjadi istri Zacky alias kakak iparku, jadi sudah tugasku untuk menjagamu mulai sekarang,"


"Ngapain di jagain?" tanya Gita dengan suara meninggi


"Karena kamu terlalu lemah dan manja,"


"Dih soto mi,"


"Enak dong," jawab Arya mengikuti gadis itu


Seorang pemilik toko keluar dan menghampiri Gita.


"Jadinya mau beli apa dek," ucapnya dengan suara lembut


"Gak jadi deh Bang, lain kali saja,"


"Baik, lain kali mampir lagi ya," jawab lelaki itu


Arya segera mengikuti Gita yang pergi meninggalkan toko itu. Tiba-tiba sang pemilik toko berlari menghampiri Gita.


"Kalau kamu suka benda ini ambil saja," ucap pria itu memberikan sebuah cermin padanya


"Tapi aku gak punya uang lagi, lagipula harganya terlalu mahal," jawab Gita


"Kamu gak usah bayar, cermin ini aku berikan gratis kepadamu, anggap saja ini hadiah pertemanan kita," ucap Pria itu kemudian memasukkan cermin itu ke tas Gita.


"Kalau dia gak mau jangan memaksa," ucap Arya


"Kata siapa aku gak mau, tentu saja aku mau kalau di beri barang antik dan bagus seperti itu," jawab Gita menyingkirkan tangan Arya dari lengan lelaki itu.


Mencurigakan, kenapa aku mencium aroma mistis dari cermin itu. Sebenarnya apa maksud pria itu memberikan benda itu padanya.

__ADS_1


Mencium ada gelagat yang mencurigakan dari pria itu membuat Arya berusaha mengambil cermin pemberian lelaki itu dari tas Gita.


__ADS_2