
Sang penghulu segera menjabat tangan Zacky, "Saudara Zacky Mahendra Hasan bin Hasan saya nikahkan engkau dengan Saudari Gita Izzatul Yasida binti Arman dengan mas kawin emas seberat lima puluh gram di bayar tunai!"
" Saya terima nikah dan kawinnya Gita Izzatul Yasida binti Arman dengan mas kawin emas seberat lima puluh gram di bayar tunai!" ucap Zacky dengan suara lantang
"Bagaimana saksi?"
"Sah!" seru semua orang yang hadir di sana, membuat sang penghulu langsung memanjatkan doa untuk kedua mempelai.
"Alhamdulillah, akhirnya sah juga," ucap Arya lega
Selama acara pesta pernikahan Gita dan Zacky berlangsung Barra, Gilang, dan Rangga menjaga acara tersebut hingga selesai.
"Wah ini pengalaman pertama kali gue jadi satpam di kawinan mantan, rasanya tuh kaya kadang bikin mata perih," ucap Rangga
"Emang kenapa perih, kelilipan?" tanya Gilang
"Perih hati ini melihat kau bersanding dengannya," jawab Rangga dengan nada sedih
"Dih alay, Barra mah kuat, gak gitu dia," jawab Gilang
"Terus gimana?" tanya Rangga
"Ikan Hiu naik sekoci, Ikan Sepat naik perahu, kalau mantan istri sudah kawin lagi, gaslah cari yang baru," jawab Gilang
"eaaa, setuju kalau ini!" jawab Rangga
"Tapi kali ini akan jadi kisah cintaku yang terakhir,"
"Kenapa Bar?" tanya Gilang dan Rangga bersamaan
"Kerena aku tahu diri, Makhluk gaib tidak akan pernah bersatu dengan manusia itulah kenapa aku memilih tidak akan menjalin kasih lagi dengan manusia,"
"That's right baby, aku setuju," jawab Gilang langsung memeluknya
"Ikutan peluk juga," jawab Rangga
"Sepertinya aman pestanya, toh Erwin juga sudah gak bakalan ganggu dia dan Kyai Sodiq juga sudah merukiyah si Gita. Jadi aku rasa kita sudah boleh balik ke alam baka ini," tukas Barra
"Yaudah kalau gitu kita cabut yuk?"
Ketiganya kemudian segera menghilang dari tempat itu.
*******
Malam mulai menjelang, semua orang terlihat sibuk membereskan semua peralatan pesta dan sampah-sampah yang berserakan.
Gita yang merasa lelah karena seharian berdiri menerima para tamu juga langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah selesai solat isya.
Berbeda dengan Gita yang memilih beristirahat, Zacky justru terlihat masih ngobrol dengan teman-temannya yang datang dari luar kota.
"Kamu gak makan dulu Git," ucap Suryati menghampirinya
"Nanti aja Bu, nunggu Zacky," jawab Gita
"Ya udah kalau gitu, Ibu lanjut beres-beres dulu ya,"
"Iya Bu, maaf gak bisa bantu Bu," jawab Gita
Setengah jam kemudian Zacky memasuki kamarnya.
Ia tersenyum saat melihat Gita sudah terlelap di ranjangnya.
__ADS_1
Ia kemudian menyelimuti tubuh wanita itu dan mengusap keningnya.
"Kamu pasti kelelahan, makanya langsung tidur duluan,"
Selesai solat Isya, Zacky kemudian bertilawah membuat Gita langsung membuka matanya.
"Maaf aku ketiduran," ucap Gita langsung duduk di tepi ranjang
"Iya Gak papa, kamu pasti capek bukan?. jadi lebih baik kamu tidur lagi kalau masih ngantuk," jawab Zacky
"Tapi kan kamu belum makan, kalau gitu kita makan dulu yuk," ajak Gita
Zacky mengangguk dan kemudian membereskan tempat sholatnya.
"Kamu udah sholat atau belum?" tanya Zacky
"Sudah," jawab Gita singkat
Keduanya kemudian langsung menuju ke meja makan.
Gita langsung mengambilkan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya dan memberikannya kepada Zacky.
"Terimakasih,"
"Kamu gak makan?" tanya Zacky
"Aku gak berani makan malam," jawab Gita malu-malu
"Kenapa??, takut gemuk?"
"Ya begitulah, namanya juga cewek,"
"Makan aja gak papa, lagipula kamu bisa tetap langsing kok meskipun makan malam," jawab Zacky
"Bakar lemak setelah makan, dengan cara diajak gerak dong,"
"Olahraga gitu,"
"Gak juga sih, yang penting gerak aja," jawab Zacky
Karena melihat Gita yang tak mau makan Zacky kemudian menyuapinya. Gita yang awalnya tidak mau lama kelamaan ikutan makan karena Zacky terus menyuapinya.
Suryati tampak bahagia saat melihat keduanya tersebut bahagia.
"Jadi pengin muda lagi, biar bisa suap-suapan," ucap Suryati
"Kalau gitu suapin aku aja Bu, kebetulan sedari kecil aku gak pernah di suapi oleh ibuku," jawab Arya
"Kasian banget kamu Mas Arya. Kalau gitu sini biar Ibu suapin,"
Melihat masih banyak orang-orang yang bekerja membersihkan sampah sisa pesta pernikahan membuat Zacky kemudian berinisiatif membantu mereka.
"Mas Ustad istirahat saja, biar kami saja yang menyelesaikan pekerjaan ini, lagipula tinggal dikit lagi kok mas,"
"Gak papa," jawab Zacky langsung memindahkan kursi-kursi tamu ke atas truk.
Selesai membantu membereskan kursi-kursi tamu, Zacky kemudian menuju ke kamarnya.
Ia tampak gugup saat melihat Gita sudah berganti pakaian.
"Kamu belum tidur Git?" tanya Zacky
__ADS_1
"Belum, aku nunggu kamu kan," jawab Gita
"Kenapa harus nunggu, kalau kamu ngantuk tidur aja duluan gak papa," jawab Zacky
"Oh gitu, yaudah aku duluan ya,"
Gita kemudian merebahkan tubuhnya.
"Kata Kyai, malam ini aku tidak boleh tidur dulu, aku harus memastikan makhluk itu benar-benar tak muncul di malam pertama kami,"
Zacky berusaha menahan kantuknya dengan membaca buku-buku filsafat.
Namun seberapa kuatnya ia menahan kantuknya lama kelamaan matanya terpejam, hingga ia tak sadar terlelap di atas buku yang ia baca.
*Tak, tak, tak!!!
"Hosh, hosh, hosh!!
Terdengar suara derap langkah memasuki kamar itu.
Sesosok makhluk tinggi besar berjalan memasuki ruangan itu dengan nafas yang tersengal-sengal.
Zacky langsung membuka matanya untuk melihat siapa yang datang.
Makhluk itu langsung menghentikan langkahnya saat melihat Zacky berdiri menghadangnya.
"Jadi dialah makhluk yang sudah membunuh Mas Gagah. Tapi Kenapa dia masih ada, padahal Gita sudah di rukiyah??"
Zacky tak habis pikir bagaimana masih ada makhluk gaib yang mengikuti Gita.
Karena ia sudah mempersiapkannya sejak awal maka pria itu langsung menyerang sang buto ijo tersebut.
Keduanya saling serang hingga salah satu mereka terhempas ke luar kamar.
Zacky segera melepaskan tendangan keras kearah makhluk itu dan mengikatnya dengan kain sorbannya.
Makhluk itu terus mengerang kesakitan saat Zacky membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Seketika tubuh Buto ijo itu menghilang menjadi kepulan asap hitam.
Zacky kemudian mengikuti kemana perginya asap itu.
Ia menghentikan langkahnya di samping rumah Suryati.
"Jadi di sini tempatnya,"
Zacky kemudian mengambil sebuah cangkul dan menggali tanah di samping rumah tersebut.
Setelah cukup dalam ia menemukan sebuah jimat yang terkubur di sana.
"Jadi ini jimat yang ditanam pemuda itu untuk menjauhkan Gira dari orang-orang yang ingin mendekatinya. Kasian sekali, pantas saja siapapun tidak bisa mendekatinya selama benda ini masih terkubur di sini,"
Zacky kemudian mengambil benda tersebut dan menghancurkannya .
"Sekarang tidak ada lagi makhluk gaib yang akan mengganggu Gita, kecuali ada manusia yang sengaja melakukannya," ucap Zacky
Ia kemudian menuju ke kamar, dan merebahkan tubuhnya.
"Akhirnya aku bisa istirahat juga."
Ia kemudian menetap lekat wanita yang terbaring di sampingnya.
__ADS_1
"Sekarang kamu bisa hidup dengan tenang Git, semoga aku bisa membahagiakan dirimu," ucap Zacky kemudian mengecup kening wanita itu