
"Ku titipkan kepadamu dia yang paling ku sayang, engkau tahu di dalam hatiku masih menyayanginya selalu. Cintai dia, sayangi dia, dan jangan pernah biarkan dia seorang diri, dan tetaplah bersamanya dalam keadaan apapun, semoga kalian bahagia selamanya dan menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah," ucap Barra menyalami pemuda itu
"Terima kasih Barra, semoga kau juga segera dipertemukan dengan jodohmu," jawab Zacky
Keduanya kemudian berpelukan," terimakasih atas doanya Zack,"
Selesai berpamitan Barra bersama kedua temannya segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Selamat tinggal Om, jangan lupakan Arya!" seru Arya dengan suara lantang
Sebulan kemudian....
Suasana ramai terlihat di rumah Gita, semua orang sibuk memasak di dapur untuk mempersiapkan sajian makan untuk para tamu undangan.
Benar, Kyai Sodiq sengaja mempercepat pernikahan Gita dengan Zacky.
Menurut Kyai Sodiq sebulan adalah waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan pesta pernikahan. Gita dan Zacky, hingga ia memutuskan hari pernikahan mereka tepat di hari ulang tahun Gita yang ke tiga puluh dua.
Seorang wanita paruh baya, tengah memakaikan lulur kepada Gita.
Wanita itu terlihat makin cantik meskipun tanpa riasan.
"Alhamdulillah udah selesai mbak, sekarang tinggal tunggu dua puluh menit habis itu mbak Gita mandi untuk memberikan lulurnya,"
"Baik Bude," jawab Gita
Wanita itu kemudian segera memakai pakaiannya.
Tidak lama Suryati menghampirinya.
"Ada apa Bu, kok tegang gitu mukanya. Jangan bilang uang dapur kurang," goda Gita
"Tahu aja lo kalau duit Ibu kurang," sahut Suryati
Wanita itu kemudian menceritakan semuanya kepada putri tunggal tersebut.
"Kok bisa sih bu duitnya hilang, jangan bilang ini uangnya diambil sama tuyul lagi!" pekik Gita
"Darimana kamu bisa tahu tuyul yang mengambil uang Ibu, ingat jangan suudzon!" seru Suryati
"Gak kok Bu,"
Tidak lama kemudian seorang utusan Kyai Hasan datang menemui Suryati.
Mereka datang untuk memberikan uang kepada keluarga Gita.
Gita melihat Arya yang diutus oleh Kyai Hasan untuk menjadi pihak ke tiga yang akan mengirimkan semua keperluan untuk menyelenggarakan pesta pernikahan Gita Zacky.
"Udah terima saja Bude, namanya juga keluarga sultan, jadi bebas melakukan apa yang mereka inginkan," jawab Arya
Pemuda itu celingukan mencari keberadaan Gita
__ADS_1
"Dimana sih si Gita, apa dia beneran sedang dandan?" tanya Arya
"Iya, Gita emang lagi luluran di dalam, biar nanti kelihatan pangling," jawab Suryati
"Jadi penasaran," ucap Arya penasaran
Pemuda itu kemudian diam-diam memasuki kamar Gita.
Namun betapa terkejutnya ia saat melihat Zacky ada di kamar tersebut.
Saat melihat Arya hendak membuka mulutnya, buru-buru Zacky langsung membungkam mulutnya.
"Kenapa kamu ke sini, memangnya ada perlu apa?" tanya Arya..
"Aku rindu, makanya aku datang kemari untuk melihat wajahnya Gita," jawab Zacky
"Dih kenapa jadi alay gitu!" cibir Arya
Mendengar ada suara gaduh di kamar Gita, membuat Suryati langsung menuju kamar itu.
*Tak, tak, tak!
Arya segera menghentikan ucapannya dan mengajak Zacky keluar saat mendengar suara derap langkah kaki mendekati kamar Gita.
Ia kemudian mendorong pria itu masuk ke sebuah kamar kosong sedangkan dirinya bersembunyi di dalam sebuah lemari pakaian.
Tidak lama Gita memasuki ruangan tersebut setelah mandi.
Zacky begitu terkejut saat melihat wanita itu memasuki ruangan itu dengan hanya menggunakan handuk.
Ia menoleh kearah lemari pakaian, "Tapi aku juga harus mengajaknya pergi. Tidak mungkin kan membiarkan Arya melihat tubuh seksi calon istriku," ucapnya khawatir
Saat ia keluar dari persembunyiannya, ia tak sengaja berpasangan dengan Gita.
Kini nafasnya semakin memburu saat keduanya saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.
Gita yang merasa malu hanya menundukkan wajahnya tanpa berani menatap Wajah calon suaminya.
"Maaf Git, aku gak sengaja masuk kamar ini," ucap Zacky segera melepaskan sorbannya untuk menutupi bahu Gita yang terbuka.
"Kamu mau ngapain ke sini?" tanya Gita
"Aku kangen sama kamu, jadi aku nekat datang ke sini buat melihat mu," jawab Zacky malu-malu
Gita tersenyum simpul mendengar jawaban polos Zacky.
"Kenapa tidak video call saja, kalau cuma mau melihat ku. jafi kamu gak perlu ngumpet-ngumpet seperti ini bukan?" jawab Gita
"Iya sih, tapi melihat langsung jauh lebih afdhol daripada lihat di video call," jawab Zacky
"Ah kamu bisa saja,"
__ADS_1
"Btw kalau kamu mau ambil baju, biar aku saja yang mengambilnya untukmu," ujar Zacky
"Memangnya kenapa?" tanya Gita Penasaran
"Didalam ada Arya," bisik Zacky membuat Gita langsung membulatkan matanya
"Ya ampun, kenapa kalian bisa datang kesini bersamaan sih,"
"Bukan Gitu Git, Arya datang ke sini buat kasih sesuatu dari bokap gue. Nah kalau gue emang sengaja mengikuti Arya supaya bisa melihat kamu," jelas Zacky
"Astaghfirullah, kenapa kamu tiba-tiba jadi gini sih," jawab Gita
"Gini gimana?"
"Bucin!" seru Gita
"Ya wajarlah, kan selama ini aku belum pernah merasakan jatuh cinta. Jadi wajarkan kalau aku bucin sama kamu?" tanya Zacky
"Iya sih, yaudah karena udah ketemu, sekarang kamu cepetan kamu pergi dari sini. Jangan sampai Ibuku lihat karena itu bisa menimbulkan gosip di lingkungan rumah ini," sahut Gita
"Ok," jawab Zacky mengerlingkan matanya
Saat keduanya hendak keluar, tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar itu membuat Zacky secara refleks menarik Gita dalam pelukannya dan bersembunyi dibelakang pintu.
*Deg!!
Kenapa jantung gue deg-degan gini,
Zacky tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya di depan Gita.
Tak jauh berbeda dengan Zacky Gita merasakan hal yang sama dengannya. Wajahnya yang merah merona sudah cukup menyiratkan isi hatinya yang mulai tak karuan saat keduanya berada dalam jarak yang paling dekat.
Keduanya semakin mendekat saat pintu itu kembali di dorong karena seseorang berusaha mengeluarkan sesuatu dari kamar itu.
Bulir-bulir keringat dingin mulai membasahi kening Zacky, nafasnya yang memburu mulai menyapu wajah Gita yang terlihat begitu cantik dari dekat.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk kurang ajar sama kamu, tapi aku hanya berusaha untuk melindungi harga dirimu," ucap Zacky segera melepaskan Gita saat pintu kamar kembali tertutup
"Iya aku tahu kok Zack,"
"Kalau begitu biar aku ganti baju di kamar ibu saja," ucap Gita
"Terus pakaian kamu gimana??"
"Tenang saja, aku bisa memakai pakaian ibuku sementara, nanti kalau kamu sama Arya sudah pergi aku bisa ganti pakaian lagi bukan?" jawab Gita
"Baiklah kalau gitu," ucap Zacky
Gita mengangguk pelan dan kemudian bergegas meninggalkan kamar itu.
"Ya Allah hampir saja!" seru Zack mengusap dadanya
__ADS_1
Sementara itu Gita langsung memeluk erat sorban milik Zack dan terus menciuminya.
"Aku juga kangen kamu Zack," ucapnya lirih