BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 29


__ADS_3

"Gendong!" ucap Gita manja


"Bagaimana aku menggendong mu sedangkan kita ini bukan mahram," jawab Zacky


"Dalam keadaan darurat diperbolehkan, lagian kita gak ngapa-ngapain kan?" sahut Gita mencari pembenaran


"Tetap saja tidak boleh. Yaudah kita istirahat sebentar, nanti kita lanjut lagi kalau kamu sudah tidak cape lagi,"


"Tapi ini sudah malam, aku juga ngantuk, terus gimana dong," sahut Gita


Zacky tersenyum mendengar sikap manja Gita yang terus merengek seperti bayi.


"Apa kamu tidak lihat jika di sini meskipun malam tapi terlihat seperti siang hari, lihatlah semuanya tampak terang benderang meskipun hanya disinari cahaya rembulan,"


"Benar, kenapa bisa begitu. Dan juga kenapa danau itu terlihat begitu indah saat malam hari, rasanya aku ingin sekali berendam di sana, pasti rasanya nyaman sekali," ucap Gita terus memandangi Ranu Kumbolo yang terlihat memukau dimalam hari


Seperti terkena hipnotis, tiba-tiba saja kaki Gita melangkah sendiri menuju danau itu.


"Astaghfirullah, sadar Gita!" seru Zacky langsung menarik lengan gadis itu


Ia kemudian membacakan ayat kursi hingga membuat Gita kembali tersadar.


"Jangan pernah melamun, usahakan selalu berdzikir agar kamu tidak mudah di rasuki oleh mahluk gaib," Zacky kemudian menggandeng Gita menuruni perbukitan terjal hingga keduanya melihat sebuah pondok di tengah hutan.


"Itu pasti tempatnya,"


*Buugghhh!!!


Keduanya seketika jatuh tersungkur saat balok kayu menghantam tengkuknya.


Saat keduanya membuka matanya, mereka terkejut saat mendapati dirinya terikat di sebuah pohon besar.


"Dimana ini?" Zacky mengedarkan pandangannya


Ia terkejut saat melihat sosok Gita memakai gaun kebaya dengan hiasan melati di kepalanya.


"Apa yang akan mereka lakukan padanya??"


Tiba-tiba terdengar alunan suara musik gamelan mengiringi langkah Gita menuju ke sebuah tempat ritual, seorang wanita cantik keluar dari gubuk itu dan menari dengan gemulai mendekati Zacky.


Zacky berusaha melepaskan ikatan tangannya. Ia juga melantunkan ayat-ayat suci untuk membentengi diri dari makhluk-makhluk gaib yang mulai mengerubunginya.


Mendengar lantunan ayat-ayat suci membuat wanita itu tertawa melengking membuat Gita begitu ketakutan hingga bersembunyi dibalik punggung Zacky.


Namun bunyi suara gamelan itu makin lama makin keras seolah beradu dengan kekuatan Zacky yang berusaha mengusir keberadaan mereka.


Saat wanita itu mendekatkan wajahnya kearah Zacky lelaki itu segera menangkis dengan sorbannya.


Suara ringkikan wanita itu membuat suasana menjadi semakin horor.


Merasa serangannya tak mampu melumpuhkan Zacky, wanita itu kembali menyerangnya dengan selendangnya.

__ADS_1


*Wuuushhh!!!


"Arrghhh!!"


Zacky berusaha bertahan saat wanita itu menjerat lehernya hingga ia hampir kehilangan nafasnya.


Mendengar suara teriakan Zacky membuat Arya langsung sadar dan membuka matanya.


"Dimana ini??" pria itu mengedarkan pandangannya untuk mencari tahu dimana ia sekarang.


"Sepertinya aku berada di rumah seorang manusia, tidak mungkin seorang demit memiliki rumah bukan," Setelah berhasil melepaskan ikatan tangannya, ia kemudian mengintip apa yang terjadi di luar


"Zacky, ternyata dia sudah sampai sini."


Seketika matanya terkesiap saat melihat Gita yang menggunakan baju kebaya.


"Kenapa dengan Gita kenapa dia berubah kaya sinden begitu?, apa yang terjadi, kenapa mereka menyandera Gita seperti itu, jangan bilang dia akan dijadikan tumbal?" ucapnya mengerutkan keningnya


"Aarggghh!!" kembali Zacky mengerang membuat Arya langsung membuka isi tasnya.


Bertahanlah sebentar guys, maaf aku harus menolong mu dengan cara yang ekstrim,


Lelaki itu segera mengeluarkan boneka santetnya.


*Buugghhh!!!


Tiba-tiba kepala Zacky jatuh ke tanah, membuat hantu wanita itu tertawa bahagia.


Ia kemudian menghampiri Gita yang masih belum sadarkan diri.


Sekarang saatnya memulai ritual.


Arya terus memperhatikan gerak-gerik wanita itu dengan seksama.


"Sepertinya benar dia akan di jadikan tumbal, baiklah kalau begitu aku akan memberikan kejutan, agar tumbal kalian lebih menegangkan!" ucap lelaki itu tertawa kecil


Suara gamelan mulai terdengar mengiringi ritual itu, hantu wanita mulai menari mengelilingi Gita, dan seorang yang memakai topeng mulai membaca mantera.


"Sekarang saatnya!!"


Arya kemudian mematahkan satu persatu anggota tubuh Gita membuat sang pemimpin ritual merasa heran melihat Gita seketika ambruk dengan tubuh yang telah terpotong-potong.


"Sorry, kalian gue santet!!" seru Arya terkekeh


Wanita bertopeng itu begitu geram saat melihat Gita jatuh tergeletak di tanah.


"Siapa yang berusaha mengacaukan ritual ku!" pekiknya dengan suara menggelegar


"Apa yang terjadi guru?"


"Sepertinya ada yang sengaja mengirimkan santet untuk membunuh wanita itu?" ucap wanita bertopeng

__ADS_1


"Tapi bukankah bagus jika dia mati, jadi kita tidak perlu lagi membunuhnya,"


"Tumbal haruslah seorang yang masih hidup, jika dia sudah mati maka tidak bisa di jadikan tumbal, dab itu hanya akan membuat Sang Ratu murka,"


"Kalau begitu aku akan segera mencari penggantinya!"


"Tidak perlu, wanita dengan weton spesial itu langka, apalagi yang memiliki aura seorang Ratu seperti wanita itu," jawab wanita bertopeng


"Lalu apa yang harus kita lakukan?, Bagaimana jika Gusti Ratu marah?"


Wanita bertopeng itu berjalan menghampiri tubuh Gita dan mengambil potongan lengannya.


"Aneh meskipun tubuhnya sudah terpotong-potong tapi nadinya masih berdenyut, aku yakin pelakunya bukan orang biasa. Kalau ia masih bernafas itu tandanya aku masih bisa menjadikannya sebagai tumbal," wanita itu menyeringai


Ia kemudian mencabut keris saktinya dan mengarahkannya ke langit.


"Wahai Ratu penguasa Kegelapan, hambamu datang membawa persembahan!"


Seketika gemuruh kilat menyambar altar persembahan.


Wanita itu tertawa bahagia karena menganggap titah Sang Ratu telah datang.


"Baiklah, kita lihat saja siapapun yang menghalangi ritual ini akan berhadapan dengan Ratu Kegelapan," Ia segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa potongan tubuh Gita ke altar persembahan


"Sepertinya pertunjukan akan segera di mulai. Baiklah sudah saatnya sang sutradara bergerak di balik layar," Arya kembali mengeluarkan jarum santetnya dari telapak tangannya.


"Sekarang saatnya kalian bangun!" Arya menusukkan jarum-jarum ke dua boneka yang tergelatak di hadapannya.


Seketika Gita segera membukakan matanya dan mencekik leher sang dukun yang sedang membaca mantra. Wanita itu kemudian mengambil segelas kopi hitam dari baki sesaji dan menyiramkannya ke wajah sang dukun hingga ia mengerang keras.


"Aarggghh, dasar As*!!" pekiknya begitu geram


Melihat wanita itu mulai hilang keseimbangan Gita mengambil keris yang tergelatak di sampingnya untuk menghadapi anak buah sang dukun yang mulai mengepungnya.


Zacky yang mulai membuka matanya begitu terkejut saat melihat tubuhnya tergeletak di sampingnya.


"Innalilahi, Apa aku sudah mati??, kenapa kepalaku terpisah dari tubuhku??" Lelaki itu terlihat begitu panik


"Tapi kalau aku sudah mati, kenapa aku masih bisa bicara dan juga melihat, sebenarnya apa yang terjadi padaku??, apa ini sihir??" ucapnya begitu panik


Merasa dirinya sedang mengalami sakaratul maut, lelaki itu kemudian membaca dua kalimat syahadat dengan khusu.


Arya terkekeh geli saat melihat wajah panik Zacky saat membaca syahadat. Lelaki itu tak menyangka jika Ustadz Zacky belum menyadari jika dirinya sedang terkena santetnya


"Ada yang gak nyadar rupanya, baiklah sekarang saatnya superhero beraksi menolong pujaan hatinya," Arya kemudian mengambil jarum dan benang untuk menyatukan kepala boneka dengan tubuhnya.


"Kalau jahit lama, mending pakai lem aja biar up to date,"


Zacky kembali membelakakan matanya saat kepalanya tiba-tiba melayang dan menyatu dengan tubuhnya.


"Apa yang terjadi denganku!!" seru Zacky sambil terus berdzikir

__ADS_1


Saat Arya membereskan peralatan santetnya tiba-tiba sebuah golok melingkar di lehernya.


__ADS_2