BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 33


__ADS_3

"Lepasin gue, toloong!!" seru Gita dengan wajah ketakutan


Wanita itu menyeringai saat melihat ekspresi wajah ketakutan Gita.


"Teriaklah sekeras-kerasnya karena tidak akan ada yang bisa menolong mu di sini!!" seru wanita itu kemudian melemparkan tubuh Gita kedalam peti mati.


"Barra datanglah, aku butuh pertolongan mu," ucap Gita lirih


Saat wanita itu hendak membakar peti mati itu sebuah bayangan melesat melepaskan tendangannya hingga ia jatuh tersungkur ke tanah.


"Siapa kau beraninya ikut campur dalam urusan ku!" pekik wanita itu


"Tentu saja aku harus ikut campur jika kamu menyakiti istriku!"


"Barra!" Gita begitu senang saat melihat suaminya


"Barra, akhirnya kamu datang juga!" ucap Gita begitu lega


"Meskipun kamu seorang pengeran Gondoruwo tetap saja kamu tidak bisa menyelamatkan istrimu di sini," sahut wanita itu


"Kita lihat saja apa ucapanmu itu benar atau hanya gertakan semata!" sahut Barra


Lelaki itu kemudian berjalan menghampiri Gita, namun wanita itu langsung menyerangnya saat melihat Barra hendak menyentuh peti matinya.


Barra terus mengelak dari serangan wanita itu. Melihat serangannya selalu meleset membuat wanita itu tak putus asa, ia kemudian menyerang Barra dengan senjata pamungkasnya yaitu batu mirah delima.


Sebuah ledakan keras terdengar saat batu kecil itu tepat mengenai tubuh Barra.


Lelaki itu terlihat berguling-guling di tanah setelah terkena batu sakti itu.


"Kau hanya cari mati jika datang ke tempat ini Barra, sekarang tamatlah riwayat mu!"


*Jraasshhh!!


Sebuah kilatan cahaya melesat menghantam tubuh sang dukun saat wanita itu hendak menebaskan kerisnya kepada Barra.


"Siapa lagi kalian!" seru wanita itu dengan nafas terengah-engah


"Perkenalkan Gilang tanpa Ramadhan!" seru pria dengan rambut sebahu itu


"Gilang, sepertinya aku tidak mengenalmu, lalu siapa dia!" tunjuk dukun itu kearah lelaki yang terus menatap lekat kearah Arya


"Siapa, gue?" tanyanya gugup


"Yoi, perkenalkan diri lo Ran?" sahut Gilang


"Gue Rangga kalau kamu dukun angkatan tahun 90 an pasti kenal gue, kecuali kamu dukun abal-abal!" ucap Rangga


"Sombong sekali, aku adalah dukun paling terkenal di daerah ini tapi aku tidak pernah mendengar nama kamu," jawab wanita itu

__ADS_1


"Wah lo gak terkenal lagi Ran, maklum kan udah hampir dua tahun lo almarhum ya jadi wajar saja kalau kamu gak terkenal lagi, apalagi lingga juga gak mau jadi dukun kan, ck, ck, ck, sakno!" sahut Gilang


"Gak papalah namanya juga udah gak hits, btw Barra kenapa tuh kok guling-guling gitu?" tanya Rangga


"Mungkin dia sawan kali, maklum baru selesai di hukum kok udah nekat keluar rumah jauh-jauh sih, jadi gitu deh," jawab Gilang


"Kasian, sini aku sembuhin sawannya, kasian!" seru Rangga langsung melesatkan sesuatu kearah Barra


*Wusshh!!!


"Wah ajaib, lo benar-benar keren Ran!" ucap Gilang


"Alhamdulillah ilmu gue gak luntur, padahal udah memasuki tempat suci,"


"Jangan merendah, kalau gitu gue coba juga deh, kali aja kutukan dukun itu ilang!" Gilang melesatkan sesuatu kearah Zacky dan Arya hingga keduanya kemudian terbangun


"Wew, lo apain tuh bocah?" tanya Rangga


"Aku kasih uang jajan dikit biar gak pada celamitan!" jawab Gilang


"Emang mereka celamitan sama siapa?"


"Noh mba dukun yang bikin Barra guling-guling sakit perut, kasian kan kalau mereka juga sakit perut gara-gara jajan sembarangan,"


"Maksudnya??" tanya Rangga


"Kuy, pindah kamar biar gak lola ( loading lama )" jawab Gilang segera melesat memasuki tubuh Arya


"Oh pindah kamar tuh gitu rupanya, sorry lola kelamaan menduda jadi gini!"


Rangga kemudian berjalan menghampiri Zacky. Ia memperhatikan dengan seksama pemuda itu.


Saat ia mencoba memasuki tubuh Zacky, seketika tubuhnya terpental ke tanah.


"Wah kebanyakan dosa lo Ran, makanya ditolak sama tuh bocah!" celoteh Gilang menggodanya


"Eh masa iya sih, coba sekali lagi ah, kali aja beruntung," Rangga kembali mencoba memasuki tubuh Zacky, namun lagi-lagi ia kembali terpental hingga membuat Gilang lagi-lagi menertawakannya


"Wis angel Ran, angel!" serunya


"Beneran susan Lang, kayaknya dia ini aliran putih makanya gue gak bisa masuk kedalam tubuhnya, kekuatannya sangat kuat jadi sebaiknya aku bantu menyadarkannya saja,"


"Serah lo aja Ran, kalau lo mau bisa gabung bareng gue. Sepertinya ni bocah spesial, kekuatannya sangat besar hanya saja dia belum bisa mengendalikannya. Jadi kita bantu dia membuka pagar gaib yang menghalangi kekuatannya," jawab Gilang


"Ok," Rangga kembali menghampiri pemuda itu dan kali ini ia sengaja menyalurkan kekuatannya untuk menyadarkan Zacky.


Tidak lama Zacky terbangun dan terkejut saat melihatnya.


"Sial ternyata dia bisa melihat ku!" celetuk Rangga

__ADS_1


"Tenang saja, aku lelaki baik-baik. Aku hanya ingin menolong mu saja, tidak lebih," imbuhnya


"Terimakasih sudah menolong ku," Zacku segera bangun dan menghampiri Arya


"Kamu bukan Arya?" tanya Zacky


"Gue Arya, cuma ada om-om satu nyangkut di tubuh gue," sahut Arya


"Sue, masa gue dibilang om-om!" cibir Gilang


"Sokoor!" seru Rangga


Sementara itu melihat mereka tengah berbincang membuat sang Dukun langsung membawa Gita pergi.


Barra terlihat kesal saat melihat Gilang dan Rangga masih sibuk berceloteh dengan Zacky dan Arya.


"Sebenarnya kalian datang kemari buat bantu gue atau reunian sih?" ucapnya kesal


"Lo nanya?" jawab Gilang membuat Barra semakin kesal


"Sebaiknya kalian balik aja deh gak guna kesini juga, cuma bikin kesel gue doang!"


"Dih baperan gak ilang-ilang, sabar dong Bar-bar!" sahut Rangga


"Gimana gak sabar, istri gue udah di bawa kabur tuh sama dukun itu!" jawab Barra


"Kenapa gak di kejar!"


"Gimana mau ngejar gue gak bisa kemana-mana, lihat pagar gaib yang dibuat dukun itu!" jawab Barra memperlihatkan pagar gaib yang dibuat oleh sang dukun


"Ternyata dia justru semakin sakti setelah mati," ucap Arya


"Terus gimana nih Lang?" tanya Rangga


"Sans aja, ada Arya yang bisa mengatasi semuanya,"


"Gimana caranya Om?" tanya Arya


Gilang segera mencabut satu persatu jarum santet yang menancap di lengan pemuda itu.


"Jangan di cabut Om, bisa bahaya!" seru Arya berusaha mencegah Gilang


"Sans aja, kamu tidak akan berubah menjadi Iblis selama aku berada dalam tubuhmu, aku hanya perlu membuka pagar gaib yang dibuat oleh ibumu agar kekuatan mu bisa digunakan sepenuhnya. Dengan begitu kita bisa dengan mudah mengalahkan dukun ilmu hitam itu,"


Seketika Arya mengerang keras membuat burung-burung berterbangan meninggalkan sarangnya, dan binatang-binatang lainya segera berlari meninggalkan tempat itu.


Sepasang mata emas bersinar, membuat Arya terlihat berbeda.


Rangga dan Zacky tampak tercengang melihat perubahan Arya.

__ADS_1


"Biasa aja kali lihatanya?"


__ADS_2