
*Jraasshhh!!!
Puluhan jarum santet melesat kearah Gita membuat wanita itu tak bisa berkelit ataupun menghindarinya.
Wanita itu terkejut saat ia tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.
Melihat Gita tak bisa bergerak, kembali Arya melepaskan jarum santet pamungkasnya hingga mengenai leher wanita itu membuatnya terus menganga dibuatnya.
Pemuda itu lalu menghampiri Gita, lalu menusukkan beberapa jarum santet ke titik saraf wanita itu.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya wanita itu begitu geram
"Aku berusaha mengeluarkan mu dari tubuh Gita, agar aku bisa mengakhiri petualangan mu Nyai," jawab Arya
Ia kemudian berusaha menarik sukma wanita yang merasuki Gita, "Keluarlah Iblis jahanam!" seru Arya mengerahkan semua tenaga dalamnya
Gita terkekeh saat melihat Arya tak mampu mengeluarkan Nyai Imas dari tubuhnya.
"Sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa mengusir ku dari tubuh wanita ini,"
Meskipun Arya sudah berusaha mengeluarkan wanita itu dari dalam tubuh Gita, namun ia tetap saja gagal hingga ia begitu putus asa.
"Cermin itu, aku yakin aku bisa mengeluarkannya jika menemukan cermin itu!" seru Arya
"Barra tolong aku, Arya berusaha ingin membunuh ku!" seru wanita itu mencoba memprovokasi Barra
"Jangan dengarkan dia Om, dia bukan Gita!" sahut Arya
Ia kemudian segera mencari dimana keberadaan cermin ajaib Gita.
Sementara itu Gita terus berusaha melepaskan diri dari jerat jarum santet yang dipasang Arya di tubuhnya.
"Barra tolong aku," ia kembali meminta tolong Barra.
Kali ini ia sengaja memasang wajah memelas Gita dan mencoba mengirimkan kenangan manis keduanya agar membuat Barra luluh.
*Wuuushh!!
Melihat Barra tak bergeming membuat Wanita itu tak patah semangat, ia kemudian meniupkan sesuatu kearah lelaki itu.
Namun dengan cepat Arya langsung menangkapnya.
*Grep!!
"Yes kena!" serunya kemudian menjulurkan lidahnya kepada Gita
"Sial, dasar bocah setan kenapa kau selalu menggagalkan rencanaku!" seru Gita
Arya menertawakan Gita yang terlihat begitu kesal saat tak berhasil meniupkan gendam kepada Barra.
"Jangan harap kau bisa mengalahkan ku Nyai,"
Arya kembali mencari cermin ajaib itu di tempat tidur Gita.
"Ah dimana wanita tua itu menyembunyikan cermin itu, tidak mungkin kan dia akan menyimpannya dalam tubuhnya," Arya menatap lekat kearah Gita yang berusaha melepaskan diri dari jerat santetnya
"Kau tidak akan pernah menemukan cermin itu lagi, karena secara otomatis cermin itu akan menghilang saat aku berhasil menguasai jiwa gadis ini,"
Mendengar ucapan wanita itu membuat Arya begitu kesal hingga ia berusaha mencekik Gita.
"Arrghhh, Barra tolong aku!" seru Gita membuat Barra mengerahkan semua kekuatannya untuk melepaskan diri dari pagar gaib yang di buat oleh Arya.
Kamu benar-benar keterlaluan Arya, kali ini aku tidak bisa memaafkan dirimu jika kau sampai melukai istriku. Meskipun ia sedang dirasuki oleh roh jahat tapi tidak seharusnya kau memperlakukannya dengan begitu kejam,
*Aarggghh!!!
*Braakkk!!
Akhirnya Barra berhasil melepaskan diri dari jerat pagar gaib yang mengurungnya.
Ia segera melesatkan pukulan keras kearah Arya hingga Pemuda itu terhempas dan melepaskan Gita.
*Buugghhh!!
*Braakkkk!!!
"Aduuh, bokongku!" seru Arya memekik kesakitan
Mendengar ada keributan di kamar Gita membuat Suryati segera memasuki kamar itu.
"Ada apa sih ribut-ribut!" seru wanita itu membuat Barra yang hendak menyerang Arya seketika langsung menurunkan tangannya.
Begitu juga dengan Gita langsung menghampiri wanita itu.
__ADS_1
"Gak ada apa-apa kok Bu, hanya saja Arya jatuh saat membetulkan genting yang bocor," ucapnya mencoba mengalihkan perhatian wanita itu
"Emang ada genting yang bocor?" tanya Suryati mengernyitkan keningnya
"Ada Bu, tuh tepat diatas kepala Ibu," tunjuk Gita kearah langit-langit
"Ah benar juga, btw thanks ya Mas Asep udah bantu benerin genting yang bocor ampe bokong mas jadi ikutan bocor," ucap Suryati terkekeh
"Gak papa Bu, demi dia aku rela," jawab Arya mengusap-usap bokongnya
"Untung meja riasnya gak papa," imbuh Suryati memeriksa kondisi meja Rias Gita
"Astaghfirullah, mengsad banget rasanya kalau dibandingin sama meja Rias. Masa meja rias saja di khawatirkan masa aku dibiarkan!" seru Arya dengan nada getir
"Cup, cup, nanti Ibu beliin es krim di depan ya," ucap Suryati
"Gak mau es krim,"
"Terus maunya apa?"
"Susu aja kalau bisa susu murninya nona muda," jawab Arya
"Kalau nona muda gak ada, ada juga susu murni Janda muda gimana mau gak?"
"Oklah, janda juga gak papa, aku sih gak penting covernya yang penting isinya eaaaa," jawab Arya bersemangat
"Sip, " jawab Suryati langsung menganggukkan kepalanya
Ia kemudian segera pergi meninggalkan kamar itu
Melihat Suryati sudah pergi Barra kembali menyerang Arya membuat pemuda itu langsung melompat menghindari serangannya.
"Wah curang nih Om Barra, nyerang gak pakai aba-aba, awas kena kartu merah loh!" seru Arya
Barra tak mengindahkan ucapan pemuda itu dan terus menyerangnya.
Gita merasa senang saat melihat Barra terus menyerang Arya.
"Sekarang rasakan akibatnya kalau kau berani menyerang ku," ucap wanita itu
Arya yang merasa terpojok karena selalu menghindari serangan Barra, kemudian berinisiatif balas menyerangnya. Ia tak mau membiarkan Iblis wanita itu menang dengan terus mengalah dari Barra.
"Sorry Om, bukan gak sopan tapi sepertinya aku harus melawan Om, demi menegakkan kebenaran dan keadilan, sebenarnya yang utama sih untuk menyelamatkan calon istri Mas Zacky," ucap Arya
"Astoge, sadar om, sadar, masa dari tadi gak peka sih!"
*Jraasshhh!!!
Barra kembali menyerang Arya membuat Pemuda itu langsung melompat dan melepaskan ikatan di tangannya kearah Barra.
*Wuuushhh!!!
*Buugghhh!!
Barra terjatuh setelah terkena tendangan keras dari Arya.
"Sepertinya Om harus di blocking dulu biar mengingat kembali masa-masa kecil om yang penuh kebahagiaan!" Arya kemudian melilitkan kain kafan ke tubuh Barra hingga lelaki itu menjadi seperti seseorang kepompong.
"Bentar gue nyalain lagu Mozart dulu biar Om semakin tenang di alam sana," ucap Arya memasang headset di telinga Barra
Semoga dengan begitu, kau bisa melihat wajah sebenarnya makhluk gaib yang ada dalam diri Gita.
Melihat Barra takluk di tangan Arya membuat Gita kemudian berjalan mendekati Arya.
"Majulah!" seru Arya memasang kuda-kuda
"Kau benar-benar menyebalkan!" seru wanita itu
Ia kemudian melesatkan selendangnya ke leher Arya dan menariknya.
"Arrghhh!!" Arya mengerang keras saat Gita terus menarik selendangnya hingga wajahnya memerah dengan urat-urat di wajahnya yang mulai terlihat
"Sekarang matilah kau bocah setan!" seru wanita itu kemudian melesat terbang dan mengeluarkan senjatanya.
Saat wanita itu akan menebaskan pedangnya kepada Arya, Barra segera bangun dan melepaskan kilatan berwarna putih kearah wanita itu.
*Jraasshh!!!
"Sayang, apa yang kau lakukan padaku," ucap Gita menatap sosok Barra dengan tatapan wajah sendu
"Jangan melihat wajahnya Om, tapi lihatlah hatinya!" ucap Arya kembali menyadarkan Barra
"Gimana mau lihat hatinya kalau ada di dalam perut, haish yang benar saja Arya, realistis dikit lah. Lagipula semua orang pasti melihat cewek dari wajahnya gak munafik termasuk gue, urusan hati mah belakangan," jawab Barra
__ADS_1
"Bener juga sih Om, tapi maksudnya gue tuh bukan wajah yang itu om, tapi Om kalau gak mau kena hipnotis si Nyai jangan lihat wajahnya tapi lihat saja dadanya," jawab Arya
"Astaghfirullah, kenapa dadanya?" tanya Barra
"Di dadanya ada kamu eaaa,"
"Sue, udah sekarat masih ngelawak aja lo!" cibir Barra
Melihat Barra dan Arya tampak asyik berbincang membuat Gita diam-diam pergi meninggalkan mereka.
"Weh kemana perginya tuh si Nyai?" celetuk Arya
"Paling kabur," sahut Barra
"Ah, ini gara-gara Om ngajakin gibah jadi tuh demit lari deh,"
"Lah lo yang mancing duluan, jangan lempar batu pinjem tangan orang lain deh," jawab Barra
"Maksudnya apa om?"
"Au, tanya aja sama othornya," jawab Barra kemudian pergi berjalan keluar meninggalkan kamar Gita.
"Loh Mas Arya mau kemana?" tanya Suryati segera mengejarnya saat melihat Arya meninggalkan rumahnya
"Mau nyusul Gita Bu,"
"Lah emangnya si Gita pergi kemana?" tanya Suryati
"Entahlah, mungkin dia lelah makanya lagi cari camilan," jawab Arya
"Paling dia ke rumah Merlin, kalau gak ada di sana berarti di kedai odading mang Oleh," jawab Suryati
"Jauh amat tongkrongannya ampe ke Bandung segala,"
"Eh, Bukan Mang Oleh yang itu tapi ini mah Mang Oleh Banjarsari, tokonya ada di pertigaan sebelum lampu merah," terang Suryati
"Btw susunya mana Bu, kayaknya tadi ada yang janji mau bikin susu murni deh,"
"Hehehe, masih otw meres Mas, paling sejam lagi baru selesai,"
"Lama amat, emang dimana meresnya?" tanya Arya
"Di belakang Mas, aku yang meres," jawab Suryati sambil tertawa
"Gak jadi deh Bu, lain kali aja,"
"Emang kenapa Mas?" tanya Suryati
"Takut mabok Janda," jawab Arya membuat Suryati langsung tertawaan mendengarnya
"Hahahaha, bisa aja Mas Arya,"
Arya segera menaiki sepeda motornya dan Barra duduk dibelakangnya.
"Om, kenapa gak ngilang aja Om kan lebih cepet?" tanya Arya saat melihat Barra duduk dibelakangnya
"Aku takut nyasar kalau menghilang,"
"Kok bisa?"
"Kan belum tahu alamatnya Arya," jawab Barra
"Benar juga sih, yaudah kalau gitu biar cepet Om aja yang bawa motornya biar aku jadi GPS nya,"
"Ok, pertama kita mau kemana nih?" tanya Barra
"Ke toko barang antik di pasar Om, aku penasaran dengan cermin setan itu. Aku yakin bisa menyelamatkan Gita tanpa perlu mengejarnya jika kita bisa menemukan cermin itu," jawab Arya
"Sip, sebutin aja nama tokonya dan alamatnya agar aku bisa mendeteksi keberadaannya,"
"Toko Barang-barang Antik Zeus, Pasar Banjarsari Blok B, jalan Pangeran Antasari no 17,"
"Ok siap meluncur!" seru Barra melesatkan sepeda motornya
Hanya butuh waktu lima menit mereka sudah tiba di dalam toko tujuan.
"Astoge kira-kira dong Om kalau nyari parkiran, masa si di depan meja kasir, tar kita dikira garong loh," cibir Arya segera turun dari motornya
Ia kemudian mencari keberadaan pemilik toko itu, namun sayangnya ia tidak menemukannya karena toko sudah tutup.
"Anj*r, kita terperangkap di dalam toko yang sudah tutup Om. Terus gimana kita keluarnya Om??" tanya Arya dengan nada gusar
Jangan lupa kasih like komen kalian, favorit kan juga bagi yang belum biar kamu bisa selalu lihat update terbaru novel ini, terus bagi yang punya vote gratis boleh kasih juga ya, Gift boleh juga atau nonton iklan gratis bagi yang pakai NT.
__ADS_1
terimakasih semuanya lope-lope all.