BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 44


__ADS_3

"Aarggghh!!"


Terdengar suara jeritan Gita saat Kyai Sodiq mulai merukiyah nya. Wanita itu tampak meronta-ronta hingga harus dipegangi oleh puluhan orang.


"Hahahahaha!!" Setelah menjerit-jerit kini ia tertawa terbahak-bahak saat sang Kyai sedang membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.


"Kalian tidak akan bisa mengusir ku dari tubuh ini, karena kami sudah menyatu jadi percuma saja kalian ngumpul di sini, hahahahaha!" Gita semakin menggila hingga ia berhasil melepaskan diri dan menari-nari di mengelilingi Kyai Sodiq yang masih khusu membaca Al-Qur'an.


"Aki tua, sebentar lagi kau akan mati sebaiknya manfaatkan sisa hidup mu untuk bersenang-senang daripada ngurusin urusan orang lain!" cibirnya sambil menggerak-gerakkan selendangnya


Kyai Sodiq hanya tersenyum menanggapi ucapan wanita itu. Ia kemudian berjalan menghampirinya, membuat Gita berusaha menjauhinya. Melihat Gita terus berkelit dan terus menghindar membuat Zacky langsung membantu Kyai Sodiq menangkap gadis itu.


"Lepaskan aku anak muda, atau aku terpaksa melukaimu," ancam Gita menatapnya Nyalang


Benar saja, merasa merasa ucapannya tidak di dengar oleh Zacky membuat wanita itu langsung menjentikkan jarinya hingga membuat Zacky terpental hingga menghantam pilar masjid.


"Makanya kalau orang tua ngomong itu di dengerin bukan di cuekin!" seru wanita itu


Semua orang langsung menjauh saat wanita itu mulai berjalan menghampiri Kyai Sodiq.


"Sebaiknya kamu pulang saja Aki, persiapkan kematian mu yang tinggal menghitung hari atau aku akan memajukan tanggal kematian mu," ancamannya dengan wajah bengisnya


"Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, aku tidak keberatan. Aku percaya hidup mati seseorang sudah ditakdirkan Gusti Allah jadi meskipun kau mencoba untuk membunuhku tapi kalau belum waktunya aku mati semua akan sia-sia saja," jawab Kyai Sodiq


"Bacot lo tua bangka!" seru Gita langsung melepaskan selendang kearahnya


*Wuuushh!!!


Sementara itu Arya segera turun dari motornya dan menggerakkan jari jemarinya.


"Bentar pemanasan dulu biar nanti tidak cedera," imbuhnya sambil melakukan peregangan


Pria itu tersenyum sinis saat melihat Arya yang sedang mempersiapkan dirinya untuk melawannya.


Selesai melakukan peregangan Arya kemudian membuka tasnya dan mengambil botol yang menghisap tubuh Barra.


"Sekarang saatnya keluar Om!" seru Arya membuka tutup botol itu


Tidak lama Barra keluar dari botol itu.


"Alhamdulillah akhirnya aku bebas juga,"


"Mending Om sekarang tolongin Gita deh, sepertinya aku dapat firasat gak enak tentang dia. Untuk masalah Pedagang nakal ini biar aku yang urus," ucap Arya


"Memangnya dimana Gita?" tanya Barra


"Sepertinya dia ada di pondok pesantren,"


"Darimana kamu bisa tahu,"


"Karena aku pernah menyantetnya, auto aku bisa mengendusnya baunya dari boneka santet ini," jawab Arya


"Astoge kaya anj*ng pelacak aja tuh boneka bisa mengendus keberadaan Gita, kalau gitu aku jalan dulu ya,"


"Jangan lupa ajak temen-temen Om, soalnya makhluk itu lebih sakit daripada Dukun wanita di gunung," jawab Arya


"Ok, thanks atas infonya,"


"Sama-sama Om,"


Setelah Barra menghilang Arya segera melepaskan ikatan di tangannya dan juga mencabuti satu persatu jarum santet di tangannya.


Ia sadar jika kali ini ia berhadapan dengan seorang yang sakti dengan kekuatan ilmu hitam tingkat tinggi, hingga membuatnya harus membuka pagar gaib dalam dirinya agar ia bisa menggunakan kekuatannya secara penuh.


Benar saja dalam waktu beberapa detik sang pemilik toko sudah membawanya ke alam gaib.


"Rupanya kau keturunan dari Iblis dan manusia, pantas kau mampu menembus dinding gaibku.Tapi jangan senang dulu karena aku akan membuatmu menjadi iblis selamanya hingga tak akan bisa kembali lagi ke dunia,"


Lelaki itu kemudian mengambil segenggam bunga mawar merah dan melemparkannya kearah Arya.

__ADS_1


Dengan sigap lelaki itu langsung melesat terbang ke angkasa menghindari serangan musuhnya.


Ia tak mau kehilangan kesempatan terbaik untuk menyerang pria itu, ia kemudian melepaskan puluhan jarum santet kearah pria itu.


*Jlebb!!


Melihat pria itu sudah terkunci, Arya segera melepaskan Ajian pelebur sukma kearahnya hingga tubuh Pria itu langsung meledak dan hancur berkeping-keping.


"Syukurlah, ternyata tidak lama menghabisi pria tua itu,"


Saat Arya hendak memasang kembali ikatan di tangannya, tiba-tiba serpihan tubuh sang pemilik toko kembali menyatu dan pria itu hidup kembali.


"Ah, ini pertama kalinya aku dikalahkan oleh seorang bocah ingusan," ucap pria itu begitu geram


Dengan mata merah menyala pria itu kemudian melepaskan kilatan cahaya merah kearah Arya.


Arya segera melompat ke samping menghindari serangan pria itu. Kesal karena serangannya tak berhasil menyentuh tubuh Arya membuat pria itu begitu geram hingga terus menerus menyerangnya, membuat Arya kewalahan menghindarinya.


Tiba-tiba pria itu menghentikan serangannya, membuat Arya penasaran, "Kenapa Om, amunisinya habis ya, atau baterainya low?" goda Arya


Pria itu hanya diam dengan tatapan mata elangnya mengarah kepada Arya.


Melihat musuhnya tak bergerak membuat Arya kebingungan. Ia berpikir jika pria itu sedang mengumpulkan kekuatan untuk menyerangnya lagi atau sedang mencari kelemahannya.


Sepertinya ia sedang membaca pergerakan ku. Aku harus hati-hati karena pria ini bukan manusia biasa. Pergerakannya susah dibaca, dan serangannya begitu eksplosif seperti bom waktu. Ia sudah hidup ratusan tahun berarti ia memiliki kemampuan berperang lebih tinggi dari musuh-musuhku sebelumnya. Aku harus waspada, aku harus bisa melumpuhkannya secepatnya. Agar aku bisa membantu Zacky dan Kyai Sodiq mengalahkan Iblis wanita itu.


Ia kemudian menyerang pria itu, benar saja hanya dengan sekali pukulan dari lelaki itu Arya langsung terhempas beberapa meter darinya.


Ia segera bangun dan berdiri.


"Gila, kekuatannya benar-benar dahsyat,"


Saat Arya mencoba mengumpulkan kekuatannya kembali sebuah tendangan keras menghantam tubuhnya hingga darah segara menyembur dari mulutnya.


"Sekarang saatnya mengirim mu ke Neraka!" lelaki itu kemudian melesatkan jarum-jarum santet kearah Arya membuat pemuda itu benar-benar tak menduga ia menggunakan jurus andalannya.


Dia bahkan mampu mengopi jurus lawannya??. Tunggu, jika ia menggunakan jarum santet milikku berarti aku bisa mengendalikannya juga.


Pemuda itu mulai menggerakkan tangannya dan mengendalikan jarum-jarum santet yang mengarah kepadanya.


Sang pemilik toko antik begitu terkejut saat melihat puluhan jarum itu berbalik menyerangnya.


*Wuuushh!!


Arya kembali menggunakan ajian pelebur sukma untuk mengalahkan pria itu.


Saat melihat tubuh lawannya hancur berkeping-keping, Arya sengaja menyayat tangannya hingga darah segar mengucur deras.


Sekarang saatnya mengundang iblis penunggu tempat ini untuk mengeksekusi tubuh pria itu agar tak menyatu lagi seperti sebelumnya.


Benar saja, tiba-tiba puluhan bayangan hitam melesat mengikuti aroma wangi darah Arya.


Setelah memastikan sebuah serpihan tubuh pria itu dimakan para lelembut, Arya segera mengikat tangannya dengan kain kafan Ibunya dan kembali memasang jarum-jarum santet di lengannya.


Seketika awan hitam segera menghilang berganti teriknya mentari di siang hari.


Alhamdulillah akhirnya aku kembali lagi, sekarang saatnya kembali ke pondok.


Arya segera melesatkan sepeda motornya menuju ke pondok pesantren Darussalam.


Dengan kecepatan sepeda motor diatas rata-rata, pemuda itu akhirnya berhasil tiba di pondok pesantren hanya dengan waktu sepuluh menit.


"Wah sepertinya ini rekor tercepat ku, harusnya aku abadikan di rekor muri. Rekor mengendarai sepeda motor tercepat Arya Pedrosa,"


*Aaaarrgh!!


Arya membulatkan matanya saat melihat seseorang melesat kearahnya.


*Grep!!

__ADS_1


Dengan refleks ia langsung menangkap pria itu .


"Yes, tangkapan yang bagus baby," ucap Gilang mengerlingkan matanya


"Wah sepertinya ada pertarungan seru di dalam hingga Om Gilang sampai terlempar keluar dari ring pertandingan," ucap Arya kemudian menurunkan Gilang


"Seperti yang kau prediksi, dia benar-benar sangat mumpuni,"


"Kita hanya perlu cermin itu untuk mengalahkannya Om. Karena ia mengurung sukma Gita dalam cermin itu, jadi kalau kita bisa menghancurkan cermin itu maka iblis itupun akan musnah," terang Arya


"Tapi bagaimana kita bisa menemukan cermin itu?" tanya Gilang


"Coba aku bantu cari dengan boneka santet ku,"


Arya kemudian mengeluarkan boneka santetnya.


Setelah membacakan mantera ia kemudian meletakkan boneka itu di tanah.


"Sekarang carilah wanita dengan aroma ini," ucap Arya memberikan cincin tunangan Gita


"Btw darimana kamu dapat cincin itu?" tanya Gilang


"Nemu di laci meja rias Gita,"


"Astoge, ada bakat juga kamu. Sebaiknya kamu segera kembalikan cincin itu kepada Gita, jangan sampai kau tergoda dengan kenikmatan sesaat," ucap Gilang menasihatinya


"Iya Om, lagian kan aku belum jual, niatnya juga aku mau balikin lagi,"


"Ok sip. Eh tapi Kenapa boneka itu kaya anj*ng pelacak ya, emangnya bisa gitu nyari sukma Gita hanya dengan mencium aroma tubuhnya?" tanya Gilang penasaran


"Bisa Om, Insya Allah dia sudah terlatih. Jangankan untuk mencari orang, bahkan mencari uang yang hilang, istri yang hilang, anak yang hilang, bahkan pacar yang tiba-tiba menghilang juga bisa Om,"


"Wah kalau gitu aku mau satu," jawab Gilang


"Buat apa Om?"


"Buat mencari dia yang sudah menghilang,"


"Astoge, ada-ada aja Om Gilang," sahut Arya terkekeh mendengarnya


"Boneka santet ini, siapa yang mengirimnya padaku!" seru Gita begitu kesal saat boneka santet milik Arya terus mengikutinya.


Karena kesal ia kemudian melemparkan boneka itu hingga terlempar keluar masjid.


*Buugghh!!!


Arya segera mengambil boneka itu dan memeriksanya.


"Untung kamu baik-baik saja Moy, awas aja kalau kamu sampai cedera, aku pasti akan mengirim Iblis wanita itu ke Neraka,"


"Ya emang harus gitu," sambung Gilang


"Sepertinya cermin itu masih ada dalam diri Gita, jadi kita harus bersatu mengeluarkan cermin itu dari tubuh Gita," ucap Arya


"Caranya??" tanya Gilang


"Buka bajunya,"


"Astoge, apa gak ada cara yang lebih ekstrim lagi?" tanya Gilang


"Ada sih Om, tapi paling Om harus siap dimarahi oleh Zacky atau Om Barra," Arya kemudian membisikkan sesuatu kepada Gilang


Pria itu langsung menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Arya.


"Kenapa Om,"


"Gak ah, takut!" jawab Gilang


"Takut sama Om Barra atau Zacky?"

__ADS_1


"Takut itu!" seru Gilang menunjuk kearah Gita yang sudah berdiri di depan mereka


__ADS_2