
"Silakan masuk," ucap Zacky mempersilakan wanita itu masuk lebih dahulu.
*Krieeet!!
Betapa terkejutnya Gita saat melihat ruangan Zacky yang tampak berbeda.
Sebuah lampu Tumbler menyala kelap-kelip dan ditambah aneka hiasan dan taburan bunga-bunga mawar. Puluhan lilin berwarna merah membentuk gambar hati membuat suasana ruangan itu semakin romantis. Gita semakin terperangah saat melihat spanduk di dinding ruangan itu berisikan kalimat "Will You Marry Me?"
"Apa kau sengaja mempersiapkan semuanya?" tanya gadis itu menatap Zacky yang masih berdiri di depan pintu
"Maaf aku memang bukan orang yang romantis, tapi kamu tahu kan kalau aku serius sama kamu. Aku gak mau ngajak kamu pacaran tapi ingin langsung mengajak mu ke pelaminan agar kita bisa pacaran setelah menikah nanti. Jadi ... maukah kamu menikah denganku?" tanya Zacky kemudian membuka sebuah kotak kecil berisikan sebuah cincin.
Gita benar-benar tidak menyangka jika Zacky telah mempersiapkannya. Ia sungguh tak tega jika harus menolaknya kali ini, namun bagaimanapun juga ia tak bisa menerima perasaan Zacky untuk saat ini. Ia masih merasa masih menjadi istri Barra hingga tak bisa menerima pinangan dari pria lain.
Namun saat ia hendak mengatakan semua itu kepada Zacky, Tiba-tiba ada sesuatu yang menahannya.
Melihat keraguan di mata Gita membuat Arya tak tinggal diam. Pemuda itu segera melesatkan sebuah jarum kearah Gita hingga menancap di tengkuk leher Gita.
*Wuuushhh!!!
Namun saat Gita hendak menolak pinangan Zacky, tiba-tiba ada sesuatu yang menahannya, hingga tanpa sengaja iya mengangguk, membuat Zacky langsung tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah," ucap Zacky begitu bahagia
Dari kejauhan Arya tersenyum menatap kebahagiaan di wajah Zacky. Ia buru-buru menghampiri keduanya dan memberikan selamat. Bukan hanya Arya namun juga Kyai dan Nyai Sodiq, Ira, dan juga Merlin memberikan mereka selamat.
Gita hanya diam termangu tak bisa berkata-kata, dan hanya tersenyum kecut menerima ucapan selamat dari semua orang.
"Selamat Ustadz, akhirnya pecah telor juga, gak sia-sia mendekor ruangan ini dari semalam," ucap Ira
"Iya, terimakasih Ira dan juga para santri yang sudah membantu mendekor ruangan ini," jawab Zacky
"Kalau begitu segera ajak Gita ke rumah kamu dan perkenalkan dia sama orang tua kamu," ucap Kyai Sodiq
"Baik Kyai," jawab Zacky
"Kita juga harus memberitahu Kyai Ahmad kalau dia harus melamar Gita secara resmi," ucap Nyai Sodiq
"Benar, biar nanti aku yang menelpon mereka," jawab Kyai Sodiq
Sementara itu Zacky kemudian memakaikan cincin di jari manis Gita disaksikan oleh para santri.
"Terimakasih sudah menerima lamaran ku, maaf kalau sudah membuat mu terkejut," ucap Zacky
"Aku beneran terkejut ini, asli speechless," jawab Gita
"Kalau gitu minum dulu biar tenang," ucap Arya memberinya segelas air putih
"Thanks," jawab Gita langsung meneguk air itu
"Lo gak takut di guna-guna Git," goda Arya membuat Gita langsung menyemburkan air ke wajah Arya
"buset dah, muka gue... luntur deh susuk gue!" ucap Arya membuat semua orang tertawa mendengarnya
"Lagian lo sih nakutin gue, jadi jangan salahin gue!" sahut Gita
"Kan cuma canda Git,"
"Tetep aja gak boleh kebablasan kalau bercanda!" jawab Gita ketus
"Daripada marah-marah mending main ke rumah aku yuk, sekalian aku mau kenalin kamu sama Abi dan Umi," ucap Zacky
__ADS_1
"Aseek yang mau ketemu camer," celetuk Arya
"Yaudah ayo," jawab Gita kemudian mengikuti Zacky meninggalkan pondok pesantren
Gita tiba-tiba merasa kaget kenapa ia bisa mengiyakan permintaan Zacky, padahal sebenarnya ia ingin menolaknya.
Kenapa denganku, kenapa aku tidak bisa menolak keinginan Zacky?. Apa benar air dari Arya ada guna-gunanya?. Tapi aku kan tidak meminumnya??.
"Kamu kenapa?" tanya Zacky menatap Gita yang terlihat melamun
"Tidak ada apa-apa," jawab Gita gugup
"Kalau kamu belum siap bertemu Abi sama Umi ya tidak apa-apa, jadi jangan merasa terpaksa. Aku tahu kamu pasti merasa nervous jadi kalau belum siap bilang saja, lagipula kita bisa melakukannya nanti kalau kamu sudah benar-benar siap," ucap Zacky
"Terimakasih atas pengertiannya Zack,"
"Sama-sama, kalau gitu aku antar kamu pulang aja ya?" jawab Zacky
"Iya," jawab Gita lirih
Zacky segera memutar balik mobilnya menuju ke rumah Gita. Dalam perjalanan Zacky berhenti disebuah toko buah, ia sengaja membeli sekeranjang buah Jeruk dan memberikannya kepada Gita.
"Sekarang musim pancaroba, jadi supaya imun kamu bagus dan tidak gampang sakit aku beliin jeruk," ucap Zacky
"Terima kasih Zack," jawab Gita kemudian menerima pemberian Zacky
Setibanya di rumah Zacky seger turun dan membukakan pintu untuknya.
"Terima kasih Zack," jawab Gita segera turun dari mobil
Gita buru-buru masuk kedalam rumahnya dan memperhatikan Zacky saat ia sudah di dalam rumah.
"Ya Allah ada apa denganku, kenapa aku malah menerima lamaran Zacky, padahal aku sudah punya suami,"
Gadis itu kemudian mengurung dirinya di dalam kamar, ia seharian tak keluar dari kamarnya membuat Suryati begitu khawatir padanya.
"Git, apa kamu sakit?" tanya wanita itu segera menghampiri Gita
Gita langsung menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa kamu gak keluar kamar seharian?" tanya Suryati lagu
"Lagi males aja Bu,," jawab Gita enteng
"Yaudah kalai gitu makan dulu, kamu belum makan dati siang kan!" seru Suryati
"Gak nafsu makan Bu," jawab Gita lagi
"Emangnya kenapa!!" tanya wanita itu begitu khawatir
"Aku lagi diet Bu," jawab Gita mencoba berbohong
"Ngapain sih diet segala, toh tanpa diet pun kamu sudah kurus,"
"Pengin aja bu kaya orang-orang punya badan cakep,"
"Ya ampun sampai segitunya, yaudah terserah lo aja mau ngapain juga. Yang penting kamu sehat ya," seru Suryati kemudian meninggalkan Gita di kamarnya
Suryati sendiri tak habis pikir kenapa putrinya tiba-tiba berubah begitu, ia ingin menelpon Merlin atau teman-teman Gita yang lainnya untuk mengetahui ada apa sebenarnya dengan anak perempuannya.
"Assalamualaikum!"
__ADS_1
*Tok, tok, tok!!
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu rumahnya, membuat Suryati langsung bergegas untuk melihat siapa yang datang.
Wanita itu begitu terkejut saat melihat siapa yang datang berkunjung ke rumahnya
"Subhanallah Kyai Hasan!" serunya begitu terkejut saat melihat mantan besannya datang berkunjung
Ia kemudian mempersilakan mereka untuk masuk.
"Ada angin apa yang membuat Kyai dan Nyai Hasan mampir ke rumah aku?" tanya Suryati dengan wajah sumringah
"Kebetulan kami datang ke sini untuk melamar putrimu," jawab Kyai Hasan
"Melamar Gita??, yang benar saja Kyai?" jawab Suryati tak percaya
"Aku juga tak tahu kenapa putra bungsu kami akan menyukai Gita yang merupakan janda dari almarhum kakaknya, Gagah,_ " jawab Hasan
"Memangnya siapa sih adiknya Gagah?" tanya wanita itu
"Zacky," jawab pria itu membuat Gita yang tak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka terkejut bukan main.
"Jadi Zacky adalah adik mas Gagah??" tanya Gita
"Benar Git, kami juga sama terkejutnya seperti dirimu saat ia menyatakan ingin melamar kamu," Jawab Nyai Hasan
"Apa dia tidak tahu jika aku ini mantan istri kakaknya?" tanya Gita langi
Keduanya kemudian menggelengkan kepalanya
"Dia tidak tahu karena selama ini dia kan bersekolah di luar negeri dan baru kembali belum lama. Jadi wajar saja ia tak tahu kalau kamu adalah janda dari almarhum kakaknya," jawab wanita itu
Seketika tubuh Gita teras lemas saat mengetahui jika Zacky adalah almarhum Gagah suaminya.
Pantas saja saat aku melihatnya, aku merasa begitu familiar dengan wajahnya. Apa kamu sengaja mengirimkan dia untukku Mas??
"Kamu pasti sedih ya mengingat Gagah?" tanya Nyai Hasan
Gita mengangguk pelan, "Maafkan aku Nyai yang tidak mengenali adik ipar ku sendiri,"
"Tak apa, aku maklum saja, lagipula kalian juga belum pernah bertemu sebelumnya," jawab Nyai Hasan
"Kalau kau sudah tahu semuanya, lalu apa jawaban mu atas lamaran Zacky??" tanya Kyai Hasan
Gita kemudian menatap lekat kedua orang yang sempat menjadi ayah dan ibu mertuanya itu.
"Kalau Zacky adalah pria yang dikirimkan oleh Mas Gagah untukku, maka aku tidak bisa menolaknya," jawab wanita itu berkaca-kaca
Memang tak bisa dipungkiri jika Gita masih menyimpan rasa untuk mantan suaminya itu. Baginya tak ada pria lain yang bisa menggantikan posisinya di hatinya yang kini di duduki oleh Barra.
"Alhamdulillah, terimakasih nak, semoga kali ini kamu bisa hidup bahagia bersama Zacky," jawab Kyai Hasan
Keduanya kemudian mempersilakan sopir pribadinya dan juga Zacky masuk untuk membawa seserahan yang mereka siapkan.
"Kalau begitu kita harus membahas hari pernikahan mereka Sur, aku gak mau membuat mereka menunggu terlalu lama,"
"Aku ikut saja," jawab Suryati begitu bahagia saat mengetahui Gita akhirnya menerima lamaran Zacky.
****
Jangan lupa kasih like, komen, dan Favoritkan ya teman-teman.
__ADS_1
Jangan lupa kasih rate juga bagi kalian yang belum memberikan rate kalian.