BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Bab 52


__ADS_3

"Baiklah, nanti malam aku pasti akan mempertemukan kalian. Jadi persiapkan semuanya dengan baik," jawab Kyai Sodiq


"Baik Kyai, terimakasih banyak. Ngomong-ngomong apa saja yang harus saya bawa untuk ritual itu, maklum selama ini aku tidak pernah melakukan perceraian seperti ini," jawab Barra


"Kamu tidak perlu membawa apapun, cukup bawa diri saja itu sudah cukup," jawab Kyai Sodiq


"Alhamdulillah, kalau gitu sampai ketemu nanti malam Kyai," Jawab Barra kemudian meninggalkan tempat itu.


Semoga setelah ini kamu bisa hidup bahagia Gita, aku harap para demit itupun tidak akan mengganggu mu lagi setelah kita bercerai nanti. Aku harap kau juga bisa hidup bahagia dengan lelaki yang kau cinta seperti impian mu selama ini


Barra terus menatap Gita yang sedang belajar mengaji bersama dengan Zacky.Malam itu Barra mendatangi pondok pesantren. Di sana ia melihat Gita sudah duduk bersama dengan Kyai Sodiq dan juga Zacky.


Ia kemudian duduk di hadapan Kyai Sodiq ditemani oleh Gilang dan juga Rangga.


Kyai Sodiq segera memberikan penjelasan sebelum acara di mulai.


Barra hanya mengangguk saat mendengar pria otu itu beberapa kali menasihatinya.


Jika ia begitu tegar menghadapi perceraian ketiganya yang begitu berat baginya, begitupun yang dialami oleh Gita.


Wanita yang mulai mencintai suaminya itu begitu sedih saat mengetahui kenyataan jika ia akan berpisah dengan suaminya yang begitu ia cintai. Meskipun cintanya tak bertepuk sebelah tangan, namun keduanya harus dihadapkan pada perbedaan ras dan dunia yang membuatnya tidak bisa bersatu meskipun saling mencintai.


Sekuat apapun mereka berusaha memutus benang merah diantara keduanya tetap saja, mereka tak bisa melawan takdir Tuhan.


Gita mencoba menahan tangisnya, kali ini ia tak mau membuat Barra bersedih. Ia tak mau membuat pria yang dicintainya terus menerus berkorban hany demi dirinya.


"Bagaimana denganmu Gita, apa kamu sudah siap menerima perpisahan ini?" tanya Kyai Sodiq


Gita mengangguk pelan tanpa berani menatap Wajah Barra.


"Alhamdulillah, baiklah kalau begitu. Karena kedua belah pihak sudah sepakat untuk berpisah maka dengan ini saya nyatakan Barra dan Gita resmi berpisah," ucap Kyai Sodiq


Ia kemudian menjelaskan jika mulai detik itu juga keduanya sudah resmi bercerai. Barra sudah tidak memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi Gita lagi karena kewajiban itu secara otomatis akan langsung berpindah ke tangan calon suaminya yaitu Zacky.


Begitupun dengan Gita yang tak perlu lagi menjalani kewajiban apapun terhadap Barra.

__ADS_1


Setelah memberitahukan semuanya, Kyai Sodiq kemudian melakukan ritual membersihkan semua energi negatif dalam tubuh Gita.


Ia bahkan sengaja memberikan doa-doa agar wanita itu bisa melupakan Barra untuk selamanya.


Ia kemudian memberikan segelas air kepada wanita itu.


"Setelah meminum air putih ini, semua ingatan mu tentang mantan suami kamu akan menghilang semuanya, jadi silakan pilih kamu ingin meminumnya atau tidak?" tanya Kyai Sodiq


Gita segera mengambil air itu dari tangan Kyai Sodiq dan meneguknya hingga habis.


"Alhamdulillah," ucap Kyai Sodiq kemudian melafalkan doa untuk kebahagiaan Barra dan Gita.


"Sabra ya Bro, ini ujian, aku yakin sebentar lagi kamu akan mendapatkan pengganti Gita," ucap Gilang menepuk-nepuk punggungnya


"Benar, aku harap kali ini kamu akan bertemu jodoh dari bangsamu sendiri. Aku yakin hanya dengan begitu kau tidak akan mengalami kenyataan pahit seperti sekarang ini. Jadi mulai sekarang cintailah produk-produk dalam negeri, karena kalau bukan kita sendiri yang mencinta mereka lalu siapa lagi?. Meskipun mereka mungkin jelek atau tidak sesuai dengan yang kau inginkan tapi percayalah justru yang jelek itu setia, dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Jadi belajarlah menerima mereka dan bukalah hati kamu untuk mereka," ucap Rangga menasihatinya


"Tentu saja Ran, kali ini aku pastikan akan mendengarkan semua ucapan kamu," jawab Barra


"Good," jawan Rangga


Barra seger menghampiri lelaki itu.


"Terima kasih sudah menjaga dan melindungi Gita selama ini, aku berdoa semoga kamu akan segera menemukan jodohmu. Aku yakin Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik untukmu," tukas Kyai Sodiq


"Aamiin,"


Lelaki itu kemudian menengadahkan tangannya dan mendoakan Barra.


Semua orang yang ada di sana mengaminkan semua doa-doanya.


"Terima kasih Kyai sudah mendoakan saya," ucap Barra begitu senang


Setelah ritual selesai Kyai Sodiq juga mempersilakan Gita untuk berbicara empat mata dengan Barra. Ia mempersilakan wanita itu untuk menyampaikan salam perpisahan kepada mantan suaminya.


Gita terlihat canggung saat duduk bersama Barra, ia yang biasanya begitu senang saat bersama pria itu tiba-tiba menjadi gugup saat bersamanya.

__ADS_1


Karena Gita tak mengatakan apapun maka Barra pun yang memulai obrolan mereka.


"Maaf jika aku ada salah sama kamu selama ini, kita bertemu dengan baik-baik maka aku ingin mengakhiri hubungan kita dengan baik-baik pula. Terima kasih sudah mau menjadi istriku, mengisi kekosongan di hatiku dan menjadi wanita yang paling aku cintai di dunia ini. Semoga setalah ini kamu akan menemukan kebahagiaan bersama pria yang kau cintai. Aku juga berdoa semoga kamu panjang umur agar kau bisa merasakan bagaimana bahagianya memiliki keluarga. Jangan pernah bersedih berlebihan saat terkena musibah seakan kamu adalah orang yang paling menderita di dunia ini, karena itu hanya akan mengundang makhluk lain untuk berusaha melindungi dirimu. Jadilah wanita yang tegar dan tanggung, meskipun kita sudah tidak bersama lagi aku akan selalu mendoakan mu dan selalu melindungi mu dari serangan makhluk gaib yang mencoba menyakitimu. Zacky adalah pemuda yang baik, Semoga kamu bahagia bersamanya bersama," ucap Barra membuat air mata Gita langsung membanjiri wajahnya.


Wanita itu langsung memeluknya erat karena tak kuat menahan kesedihan yang sudah mengguncang tubuhnya.


"Aku yang minta maaf karena selama ini selalu menyusahkan dirimu, aku yang selalu membuat mu terluka dan menderita. Terima kasih sudah menjaga dan melindungi ku selama ini. Terima kasih sudah menjadi suamiku yang baik meskipun aku tak pernah mencintaimu. Walaupun cintaku datang terlambat namun aku sangat bahagia karena bisa memiliki suami yang begitu baik seperti dirimu. Meskipun setelah ini aku tidak bisa mengingat mu lagi, namun yakinlah kau akan selalu berada dalam hatiku," ucap Gita


Barra langsung mengecup kening wanita itu dan mengusap air matanya.


"Jangan pernah menyimpan namaku dalam hatimu lagi, karena itu hanya akan membuat lelaki yang bersama mu kelak akan terluka. Mengetahui mu pernah mencintai aku dengan tulus saja sudah membuatku bahagia, jadi lupakan aku mulai sekarang," ucap Barra membuat tangis Gita semakin pecah


Ia kembali memeluk wanita itu dan menenangkannya.


"Sekarang masuklah ke dalam, sudah saat aku untuk berpamitan kepada Kyai Sodiq," ucap Barra


Ia kemudian masuk kedalam dan berpamitan dengan Kyai Sodiq dan juga Zacky.


Saat bersalaman dengan Zacky, pria itu menyampaikan keinginannya kepada ustadz muda itu.


"Ku titipkan kepadamu dia yang paling ku sayang, engkau tahu di dalam hatiku masih menyayanginya selalu. Cintai dia, sayangi dia, dan jangan pernah biarkan dia seorang diri, dan tetaplah bersamanya dalam keadaan apapun, semoga kalian bahagia selamanya dan menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah," ucap Barra menyalami pemuda it


"Terima kasih Barra, semoga kau juga segera dipertemukan dengan jodohmu," jawab Zacky


Keduanya kemudian berpelukan," terimakasih atas doanya Zack,"


Selesai berpamitan Barra bersama kedua temannya segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Selamat tinggal Om, jangan lupakan Arya!" seru Arya dengan suara lantang


Sebulan kemudian....


Suasana ramai terlihat di rumah Gita, semua orang sibuk memasak di dapur untuk mempersiapkan sajian makan untuk para tamu undangan.


Benar, Kyai Sodiq sengaja mempercepat pernikahan Gita dengan Zacky.

__ADS_1


__ADS_2