
"Kuy taruhan siapa yang bisa menangkap Gita?" celetuk Gilang
"Kalau aku sih pilih Barra," jawab Rangga
"Kalau gue Zacky," jawab Arya
"Kalau gue Kyai Sodiq," jawab Gilang membuat Arya dan Rangga menggelengkan kepalanya.
"Gak mungkin, mana mungkin Kyai Sodiq yang menangkapnya, jelas-jelas dia bukan siapa-siapa," cibir Rangga
"Karena dia tidak mau membuat Barra dan Zacky saling berebut makanya ia sengaja menjadi penengah," jawab Gilang
"Masa sih?"
"Kita lihat aja, biar gak pada suudzon," Gilang kemudian duduk menyaksikan apa yang terjadi
*Grepp!!
"Yes aku menang!" seru Gilang saat melihat Kyai Sodiq menangkap tubuh Gita
"Sue, benar saja di menang, orang udah diatur sama Author nya eaaaa!" seru Rangga membuat semua mereka tertawa
Beberapa jam kemudian....
Gita perlahan membuka matanya, seulas senyum terpancar dari wajah Zacky yang setia menunggunya.
"Alhamdulillah kamu sudah siuman Git,"
Pemuda itu kemudian mengambil segelas air dan memberikannya kepada Gita.
Gita segera meminum air itu hingga habis tak tersisa.
"Terima kasih," ucap Gita
"Apa kamu mau lagi?" tanya Zacky
Gita menggelengkan kepalanya, "Kenapa tubuhku rasanya remuk redam seperti habis melakukan kerja berat," ucap Gita kemudian mencoba menggerakkan tangannya yang terasa begitu kaku
__ADS_1
Zacky kemudian menjelaskan semua yang terjadi padanya secara rinci. Gita tertunduk lesu mendengar cerita Zacky.
"Kenapa aku sering sekali di rasuki oleh makhluk gaib, entah kenapa mereka seperti mengincar ku. Memangnya apa salahku?" Gita terlihat gusar dan sangat sedih saat menceritakan semua unek-uneknya kepada Zacky
"Itu karena pondasi iman kamu yang lemah. Bukan mereka mengincar dirimu tapi karena kaulah yang memberi celah kepada mereka untuk masuk. Jadi, kalau kau tak mau kesurupan lagi maka kau harus mulai mempertebal imanmu, dengan tidak banyak bengong ataupun menginginkan segala sesuatu yang mustahil. Hiduplah dengan normal seperti manusia lainnya, lupakan Barra dan buka hatimu untukku," jawab Zacky menggenggam jemari Gita
"Maafkan aku Zack, bukan maksud ku untuk menduakan mu, hanya saja hatiku memang belum bisa melepaskan Barra seutuhnya. Tapi dengan kejadian hari ini sekarang aku sadar, dan mungkin sudah saatnya untuk melepaskan Barra walaupun terasa berat," Gita terlihat menitikkan air matanya
"Bagaimanapun juga dunia kami memang berbeda dan pernikahan kami memang harusnya sudah berakhir setelah Erwin meninggal. Hanya saja aku yang tak tahu diri ini selalu menahan Barra, karena aku belum rela kehilangan dia," imbuhnya
"Maafkan aku jika kata-kata ku membuat mu terluka,"
"Tidak kok Zack, harusnya aku berterima kasih padamu karena sudah membantu menyadarkan aku," jawab Gita
"Kalau kau sudah merasa baikan tolong beritahu aku, dan kapanpun kamu ingin pulang katakan saja, aku pastikan akan mengantarmu pulang dengan selamat," ujar Zack
"Iya, makasih Zack,"
Zacky kemudian meninggalkan Gadis itu sejenak agar ia bisa beristirahat.
Kyai Sodiq sudah menunggunya di depan, dan Zacky menghampirinya.
"Dia sudah siuman Kyai,"
"Syukurlah, kalau begitu ajak dia makan bersama di rumah," sahut Kyai Hasan
Zacky mengangguk setuju dan kemudian kembali menghampiri Gita di kamarnya. Ia kemudian mengajak gadis itu ke rumah Kyai Sodiq untuk makan bersama.
Sambi makan malam Kyai Sodiq memberikan nasihat kepada gadis itu. Ia menceritakan tentang kejadian yang dialami oleh seseorang yang hampir bernasib sama seperti dirinya.
Ia juga menceritakan tentang beberapa contoh orang-orang yang menikah dengan makhluk gaib dan bagaimana ending kisah mereka.
"Sekarang semuanya kami serahkan kepada mu Git, kalau kamu masih terus hidup seperti ini silakan saja, kami tak memaksa karena itu pilihan kamu. Tapi jika kamu ingin merubahnya kami siap membantu kamu," Terang Kyai Sodiq mencoba memberi pencerahan kepada Gita.
******
Sementara itu Barra dan kedua sahabatnya sedang bercengkrama di kamar Arya. Mereka tengah membahas masalah yang hampir sama dengan Gita dan Kyai sodiq yaitu tentang hubungan Barra dan Gita.
__ADS_1
Gilang berusaha menasihati sahabatnya itu untuk segera mengakhiri pernikahannya dengan Gita, begitupun dengan Rangga. Hanya Arya yang mendukung hubungan Barra dan Gita. Bahkan ia menawarkan diri untuk menyuruh Barra untuk melakukan ritual agar bisa menjadi manusia.
"Bagaimana caranya Barra bisa jadi manusia?" tanya Rangga
"Bisa kok, buktinya aku bisa jadi manusia," jawab Arya
"Caranya gimana cah bagus, karena setahuku tidak akan bisa seorang makhluk gaib menjadi manusia," imbuh Gilang
"Ayahku bisa melakukannya, dialah yang membuat seorang anak siluman yaitu aku menjadi manusia manusia seutuhnya," jawab Arya
"Itu karena kamu memang ada darah manusia Arya, berbeda dengan Barra yang merupakan seorang Wowo murni seratus persen gak kurang gak lebih," jawab Gilang
"Kenapa kita tidak mencobanya saja Om, kalau memang ayahku tidak bisa melakukannya aku baru akan melakukan eksperimen terakhir ku," terang Arya
"Eksperimen???" tanya ketiganya tak percaya
"Benar, sebenarnya sudah lama aku melakukan penelitian tentang makhluk gaib. Khususnya mereka yang berhasil menjadi manusia. Ataupun sengaja menikahi manusia agar ia mendapatkan keturunan manusia untuk menjadi penerusnya,"
Arya kemudian memperlihatkan beberapa catatan penemuannya kepada mereka.
"Coba siapa makhluk gaib yang sudah berubah menjadi manusia, pertemukan aku dengannya agar aku benar-benar percaya dengan ucapan mu?" tantang Gilang
"Aku orangnya, kata ayahku, dulu aku itu seorang iblis. Itulah yang membuat ibuku meninggal, ia tak bisa menerima kenyataan jika putranya adalah seorang iblis dan memiliki darah yang sama dengan ayah kandung ku yang merupakan sebangsa Gondoruwo sama seperti Om Barra. Melihat ibuku bunuh diri Ki Garwa yang merupakan ayah angkat ku kemudian merawat ku dan berusaha untuk menjadikan aku sebagai manusia,"
Arya kemudian melanjutkan ceritanya, dengan menunjukkan semua yang dilakukan Ki Garwa padanya.
Ia menunjukkan jarum santet yang sengaja di pasang di tangannya, yaitu untuk mengendalikan kekuatan jahat dalam dirinya dan menekan energi kegelapan menjadi energi positif berupa rasa sabar dan humoris.
Kemudian ia menunjukkan kain kafan yang selalu terikat di tangannya. Ia juga menceritakan jika ikat tangan itu berfungsi untuk melebur semua sikap-sikap iblis yang ia warisi dari ayahnya.
"Bagaimana kalau kita coba aja dulu Lang?" tanya Barra
"Sebagai seorang dukun, aku memang pernah mendengar cerita seperti itu, tapi resikonya sangat besar Bar. Kamu bisa saja menjadi Iblis jahat setelah gagal menjadi manusia. Jika itu terjadi maka kamu akan melupakan semua tentang kita, pertemanan yang kita, kegesrekan kita dan juga semua memori yang ada di dalam otak mu akan menghilang, termasuk Gita. Hidupmu akan dipenuhi dendam, apa kamu akan menjadi makhluk seperti itu?" tanya Rangga
"Jika itu terjadi maka aku minta kepada kalian untuk membunuhku. Meskipun makhluk gaib seperti kami akan hidup abadi namun aku tahu hanya Gilang bisa membunuh makhluk gaib dengan pedang saktinya," jawab Barra
"Baiklah kalau itu maumu, kita lakukan apa yang di sampaikan oleh Arya, anggap aja uji nyali, dan mungkin ini akan menjadi novel trilogi terakhir buat author kalau lo sampai tewas dalam episode kali ini," jawab Gilang membuat mereka semua tercengang.
__ADS_1
To Be continued
Jangan lupa kasih like, komen, dan Favoritnkan ya guys.