BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Chapter 26


__ADS_3

Pagi itu Merlin menghampiri Gita di rumahnya.


"Gimana sudah siap apa belum?"


"Udah, tinggal nunggu Ustadz Zacky aja," jawab Gita terus menatap ponselnya


"Cie yang mulai pedekate," goda Merlin


"Apaan sih, orang itu kan saran dari lo biar gue diijinkan ikut," sahut Gita


"Iya, semoga aja dengan ini kalian bisa jadi lebih dekat,"


Kamu gak tahu aja Mer, aku tuh ikut Gathering supaya bisa ketemu Barra. Aku sangat merindukannya hingga aku ingin selalu bertemu dengannya. Aku akan melakukan apapun agar bisa bertemu dengannya. Aku yakin dia akan datang saat aku sedang dalam bahaya.


Gita segera membuka ponselnya saat melihat notifikasi pesan masuk.


"Assalamualaikum Git, maaf sepertinya aku gak bisa ikutan gathering bareng kamu karena harus menggantikan Kyai Sodiq mengisi tausiyah ke desa tetangga, tapi kamu jangan khawatir karena setelah acara tausiahnya selesai aku pasti akan menyusul mu, sekali lagi maaf ya," ucap Ustadz Zacky dalam pesan singkatnya


"Yaudah ayo jalan!" ajak Gita segera menggendong tas punggungnya


"Tapi Ustadz Zacky mana?" tanya Merlin


"Nanti nyusul, dia lagi ceramah dulu di desa sebelah," jawab Gita


"No, kamu gak boleh pergi kalau gak sama Ustadz Zacky, ibu gak mau sesuatu terjadi lagi sama kamu. Inget Git, kamu tuh udah sering di ganggu makhluk halus, jadi ibu takut aja kalau terjadi sesuatu denganmu nanti," ujar Suryati menahannya


Gita kemudian menjelaskan kepada ibunya jika Ustadz Zacky akan ikut menemaninya. Ia bahkan menunjukkan bukti pesan singkat yang dikirim olehnya.


"Beneran Bu aku gak bohong, kalau ibu gak percaya silakan telpon dia," ucap Gita meyakinkan ibunya


Namun Suryati yang begitu takut terjadi sesuatu dengan putri semata wayangnya itu tetap kekeh melarang Gita pergi.


Gita pun tak bisa memaksa, ia terpaksa mengikuti kemauan sang ibu dan menunggu sampai Ustadz Zacky selesai tausiah.


"Sorry ya Mer, aku gak bisa ikutan, mungkin kalau mood ku dah balik bisa saja aku nyusul sama Zacky," ucap Gita


"Ok, kamu nyusul aja ke sana nanti aku sampaikan sama Bos biar di tungguin," jawab Merlin


Saat Merlin hendak pergi mereka dikejutkan dengan kedatangan Arya yang menghampiri mereka.


"Assalamualaikum semuanya, maaf gue telat!" seru pemuda itu


"Telat kenapa?"


"Oh ya, sebelumnya saya beritahukan dulu maksud kedatanganku di sini adalah karena permintaan Mas Zacky untuk mengantar calon istrinya berlibur ke Gunung Semeru," ucap pemuda


"Cie cie calon istri!" goda Merlin


"Astaghfirullah Zacky, ada-ada aja lo pakai ngirim orang segala buat jagain gue,"


"Ya Allah so sweat banget Mas Ustadz, dia perhatian banget sama anakku, mudah-mudahan ini adalah awal manis dimulainya hubungan mereka," ucap Suryati begitu bahagia


"Bener Budhe, dia itu romantis banget sampai ngirim bodyguardnya buat jagain si Gita, persis kaya di novel-novel romance," sambung Merlin


"Yang benar saja, masa ganteng gini di bilang bodyguard," celetuk Arya


"Lo emang gak ada tampang Bodyguard Sep, menurut ku kamu lebih cocok jadi centeng daripada jadi bodyguard!" cibir Gita


"Sue lo Git!"

__ADS_1


"Mas Asep, tolong titip Gita ya, jagain dia biar gak digangguin demit," ujar Suryati


"Insya Allah ya Bu,"


"Kok Insya Allah sih Mas?"


"Kan aku gak bisa umbar janji Bu, jadi ya Insya Allah dulu, tapi aku akan berusaha,"


"Ok, kalau begitu Ibu izinkan Gita pergi karena ada Mas Asep, monggo selamat menikmati liburan kalian,"


Gita kemudian berpamitan kepada Suryati dan meninggalkan wanita itu seorang diri di rumahnya.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh Merlin menghentikan mobilnya di depan sebuah motel.


Di sana sebuah bus besar sudah menunggunya.


"Jadi mereka menginap di sini?" tanya Gita


Merlin kemudian mengajak Gita turun.


"Bangun oi sudah sampai!" seru Gita membangunkan Arya


Arya segera membuka matanya dan menatap ke sekelilingnya.


"Udah ayo turun," ajak Gita


"Sabar dong Neng, tunggu aku ngumpulin nyawa dulu," sahut Arya


"Emangnya pada jalan-jalan kemana tuh nyawa sampai harus dikumpulin segala," ucap Gita ketus


"Di hatimu eaaa," jawab Asep


"Apa sih yang gak Asep bisa,"


"Jadi pacar aku bisa gak?" tanya Merlin


"Bisalah kenapa gak, asal gak dijadikan yang kedua aja," saut Arya


"Aseeek, kuy jalan!"


Mereka kemudian segera bergabung dengan rombongan yang sudah menunggunya di halaman motel.


Seorang ketua rombongan kemudian mengecek jumlah peserta. Setelah memastikan semuanya sudah berkumpul, ia kemudian mempersilakan mereka untuk segera naik kedalam Bus dan melanjutkan perjalanan menuju gunung Semeru.


"Kerena semuanya sudah lengkap, sekarang ayo kita naik Bus lagi agar segera sampai ke tempat tujuan,"


Hanya butuh waktu empat jam perjalanan mereka akhirnya tiba di kaki Gunung Semeru. Setelah mendengar briefing dari ketua rombongan, semua orang langsung bergegas menuju ke tempat tujuan masing-masing yaitu, Ranu Kumbolo.


"Kenapa kamu tidak menunggu kedatangan Zacky dulu," ucap Arya membuat Gita menghentikan qlangkahnya


"Kan sudah ada kamu, kenapa harus nunggu dia," jawab Gita ketus


Ia kemudian segera pergi mendaki. Melihat sikap Gita yang mulai menyebalkan membuat Arya langsung menarik tangan wanita itu.


"Kau pikir bisa menemuinya di tempat ini??. Kau hanya akan menjemput maut mu jika nekat menuju danau itu tanpa menunggu kedatangan Zacky," ucap Arya


"Jangan Sotoy, Barra pasti akan menyelamatkan aku jika terjadi sesuatu padaku," jawab Gita


"Tapi dia sekarang masih di hukum karena mu, harusnya sebagai istrinya kau lebih mengerti kondisinya bukan malah menambah hukumannya," sahut Arya

__ADS_1


"Tapi bukankah kau bilang tidak ada satupun makhluk gaib yang berani menyentuh ku karena aku istri pangeran Gondoruwo, jadi kenapa aku takut!" sahut Gita


"Itu hanya berlaku jika tanda di tanganmu masih ada," jawab Arya lagi


Gita segera melihat tanda di tangannya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat tanda di tangannya sudah mulai memudar.


"Kenapa tandanya menghilang!" seru Gita dengan wajah panik


"Mungkin karena perjanjian kalian sudah selesai aku juga tidak terlalu tahu, hanya kamu yang tahu


jawabannya,"


"Apa itu karena kami sudah km mu l malam bersama, atau karena Erwin sudah meninggal??, tapi kami tidak pernah membuat perjanjian untuk mengakhiri pernikahan kami. Tunggu...kenapa kamu bisa tahu semuanya tentang aku dan Barra, memangnya siapa kamu sebenarnya?" tanya Gita.


"Aku Asep Git,"


"Semua orang juga tahu kalau nama Lo Asep, maksud gue lo itu anak siapa?" tanya Gita lagi


"Yang jelas anak emak bapak gue lah,"


"Ish nyebelin banget sih, ya gue tahu kalau lo itu anak emak bapak lo, maksudnya identitas kamu itu loh siapa, apa kamu dukun yang lagi nyamar, atau demit yang lagi nyamar?" tanya Gita lagi


"Oh kalau itu, gak ada yang bener.


Yang jelas gue ini Asep, anak terganteng dengan hobby yang berubah setiap hari, dan cita-cita gue mau jadi ustadz yang di Gandrungi para wanita khususnya anak pejabat atau menteri, itulah identitas asli gue," jawab Arya


"Dasar sarap!" cibir Gita kemudian bergegas meninggalkannya


Melihat Gita yang kabur membuat Arya segera berlari mengejarnya.


"Oi tunggu!" seru Arya kembali menahan langkah gadis itu.


"Baiklah, kalau kamu bersikeras ingin melihat danau itu aku akan mengijinkannya, dengan syarat aku harus mengikat tanganmu dengan pita ajaib ini," ucap Arya melepaskan ikatan dari tangannya


"Apaan ini kenapa baunya seperti bunga melati?" tanya Gita mengernyitkan dahinya


"Ini adalah potongan kain kafan ibuku, aku harap benda ini bisa melindungi mu, jadi jangan pernah melepaskannya," ujar Arya


"Kenapa aku harus memakai benda klenik ini, kenapa bukan kamu saja yang melindungi aku, bukankah Zacky sudah memintamu untuk menemani ku jadi kamu harus menemani aku kemanapun aku pergi," sahut Gita melepaskan ikatan tangannya


"Bukan begitu, aku hanya takut tidak bisa menggunakan kekuatan ku disini. Tempat ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa, tempat suci yang tidak boleh di jamah oleh sembarang orang, dan tidak semua orang bisa menggunakan kekuatannya di sini, apa kamu mengerti sekarang?" jelas Arya


"Enggak," sahut Gita kemudian berganti menggandeng lengan Arya


Dasar keras kepala!


Arya kembali mengikatkan tali putih di tangan Gita.


"Jangan lepas atau aku akan meninggalkan mu di sini," ancam Arya


"Dasar lelaki aneh," jawab Gita kembali mendaki


Cukup lama keduanya mendaki mengikuti arahan dari ketua rombongan.


Setelah mendaki hampir 4 jam, akhirnya mereka tiba juga di Ranu Kumbolo. Semua orang langsung mendirikan tenda tak jauh dari lokasi danau.


Saat semua orang sibuk mendirikan tenda, Arya justru terus sibuk mengamati ponselnya.


Kenapa Mas Zacky belum tiba juga, hari sudah menjelang malam, bagaimana kalau dia tidak datang??

__ADS_1


Ia semakin gusar saat melihat bulan purnama mulai bersinar terang menerangi danau yang terlihat semakin cantik dibawah siraman cahaya rembulan.


__ADS_2