
Sementara itu Barra terlihat tengah bertapa di sebuah hutan belantara.
Pria itu sepertinya benar-benar ingin merubah takdirnya, rasa lelah karena selalu gagal dalam percintaannya membuat ia ingin meninggalkan semuanya dan memilih bertapa untuk menenangkan diri.
Setelah hari ke tujuh, raja kegelapan turun menemuinya.
"Apa yang kau lakukan disini putraku?"
"Aku hanya mencoba menenangkan diriku,"
"Kau adalah seorang penerus tahta, tapi kenapa kau begitu lemah. Kalau kau tidak keberatan aku ingin memberikan sebuah tugas padamu,"
"Katakan saja apa yang harus aku lakukan?" tanya Barra
"Lihatlah foto itu baik-baik, lindungi dia dan pertemukan ia dengan jodohnya, jika kau berhasil maka kau juga akan mendapatkan jodoh mu juga,"
"Kalau hanya melindunginya aku bisa tapi kalau untuk mempertemukannya dengan jodohnya, itu sedikit sulit karena aku bukan seorang biro jodoh. Bagaimana kalau aku gagal?" tanya Barra
"Selamanya kamu akan menjadi jomblo,"
"Ya Allah, ngenes banget nasib gue. Ya sudah nanti aku akan mencobanya," jawab Barra
Anggap aja ini uji nyali supaya gue bisa mendapatkan pasangan, lagipula gak ada salahnya juga melindungi seorang wanita dan mencarikan jodoh untuknya, itu tugas mulia
Barra kemudian mengakhiri pertapaannya dan bersiap-siap kembali ke dunia.
*********
Sore itu seperti biasanya, Shiba membeli banyak makanan ringan sepulang kerja. Ia sengaja membeli banyak camilan untuk menemaninya nonton film dirumah di akhir pekan.
Menghabiskan akhir pekan seorang diri sudah menjadi hal biasa bagi Shiba. Sebagai jomblo akut seperti Shiba, tidak ada hal lain yang dilakukan gadis itu saat akhir pekan, selain menonton drakor sendirian hingga larut malam.
Bukan salah Shiba jika ia menjadi jomblo di usianya yang terbilang bukan remaja lagi. Sebagai tulang punggung keluarga ia harus bekerja ekstra menggantikan ayahnya demi membiayai kehidupan keluarganya. Membiayai Ibunya yang sakit-sakitan dan tiga orang adiknya yang masih duduk di bangku sekolah membuatnya tak bisa memikirkan hal lain selain kerja, kerja dan kerja.
Terlalu sibuk bekerja membuat ia tak memiliki kesempatan untuk dekat dengan lawan jenisnya.
Mendengar alunan nada dering ponsel saat melewati sungai Ciliwung membuat gadis itu sejenak berhenti. Ia segera merogoh saku celananya dan melihat siapa yang menghubungkannya. Ternyata ibunya yang menelpon. Luna mengernyitkan keningnya saat sang ibu memintanya untuk segera menikah.
"Pokoknya Ibu gak mau tahu, akhir tahun ini kamu harus menikah. Atau minimal kamu sudah tunangan, agar ibu bisa meninggal dengan tenang. Jika tidak, maka jangan salahkan ibu yang akan menjodohkan mu dengan Haston," ucap Lasmini dengan penuh penekanan
"Baik ibu, Karena mencari jodoh tidak semudah mencari baju tolong, Aku harap Ibu juga jangan terlalu membuatku terburu-buru hingga akhirnya salah pilih. Doain sana supaya Luna bisa mendapatkan " jawab Shiba pasrah.
"Aamiin," jawab Lasmini kemudian mematikan ponselnya.
Luna tidak bisa menolak keinginan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan.
Ia hanya pasrah dan menyetujui permintaan Lasmi tanpa berani menolaknya, meskipun kadang ia menggerutu dalam hati.
Haish, kenapa sih harus dengan Haston, kenapa harus dengan mantan pembunuh itu, apa tidak ada yang lain??. Lagian bukan salahku jika aku masih menjomblo sampai saat ini. Mungkin saja karena Tuhan belum mempertemukan aku dengan jodohku, atau memang jodohku masih rebahan, seperti kata pepatah JOHAN ( jodoh masih rebahan ).
Seorang pria terus memperhatikan gadis itu yang terus menggerutu sepanjang jalan.
Gadis itu tidak peduli meskipun semua mata menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Jika kau sedang terdesak masalah kenapa tidak mencari solusinya??"
Luna segera menghentikan langkahnya dan menoleh kearah suara lelaki yang terdengar menyindirnya.
"Aku melihat gurat kekecewaan di wajahmu," ucap sang peramal mendekati Luna
"Ah, Masnya bisa aja. ngomong-ngomong Bapak kamu kurir ya?" jawab Luna balik bertanya
"Kok tahu," jawab lelaki itu
"Soalnya isi kepalaku saja kamu bisa tahu, apalagi isi hatiku eaaa" sahut Luna mencoba berkelakar
Peramal itu tertawa mendengar candaan Shiba.
"Kamu memang luar biasa, meskipun memiliki banyak masalah tapi kamu masih bisa tersenyum dan membuat orang lain tertawa," jawab lelaki itu kemudian berlalu pergi
Luna segera menarik pundak lelaki itu untuk menahannya.
"Wait!, bagaimana lo tahu kalau gue sedang banyak masalah Jangan bilang kalau lo itu dukun!" seru Shiba membulatkan matanya
Lelaki itu kemudian memberitahu Shiba jika ia memang seorang peramal. Shiba benar-benar kagum dengan peramal itu. Bagaimana tidak, semua tebakannya selalu benar.
Ia merasa jika jawaban peramal adalah sebuah petunjuk dari Tuhan agar ia lebih waspada.
Benar, jika aku tidak mau terjebak dalam pernikahan seperti dalam cerita novel maka aku harus mencari sendiri pasangan hidupku mulai sekarang.
Lelaki itu tersenyum mendengar isi hati Shiba. Ia kemudian memberikan jimat kepadanya.
"Pakailah jimat ini, aku yakin kau membutuhkannya,"
"Itu adalah jimat keberuntungan, semoga hidupmu selalu beruntung," ucap peramal itu kemudian pergi.
"Meskipun aku tidak percaya hal-hal mistis seperti ini, tapi terimakasih sudah peduli denganku," sahut Shiba
Shiba kemudian menyimpan jimat itu ke dalam saku celananya. Tak lama terdengar suara seorang lelaki tertawa membuat Luna langsung celingukan mencarinya.
"Tak ada siapapun, pasti itu hanya ilusi ku saja," ucap Luna mengabaikannya
Ia kembali melangkahkan kakinya menuju indekosnya.
Gadis itu kembali menghentikan langkahnya saat ponselnya kembali bergetar.
"Siapa lagi sih yang nelpon, jangan bilang Ibu berubah pikiran dan mempercepat pernikahan ku dengan Haston??"
Buru-buru Luna mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang menghubungkannya.
Bibi, ada apa dia menelpon??
Gadis itu sedikit terkejut saat tahu bukan ibunya yang menelponnya melainkan Reyhana bibinya.
Wajahnya seketika berbinar-binar ketika mendengar Rey ingin memperkenalkannya dengan teman lelakinya. Tentu saja Shiba langsung setuju saat wanita itu memintanya untuk datang ke acara kencan buta yang sudah diaturnya.
"Baik Bibi, aku pasti akan datang tepat waktu!" serunya begitu bersemangat
__ADS_1
Bukan tanpa alasan Shiba langsung menyetujuinya, bagaimanapun ia tahu jika Rey bukanlah wanita biasa. Ia memiliki relasi orang-orang penting dan berpengaruh, yang membuatnya berpikir jika lelaki yang akan diperkenalkan padanya juga bukan cowok biasa.
"Wah jimat ini benar-benar keren, aku baru menerimanya tapi sudah bisa merasakan khasiatnya, bener-bener mujarab!" Shiba begitu bahagia hingga terus bersenandung sepanjang perjalanan.
Setibanya di kosan, ia segera meletakkan barang-barangnya dan bergegas mandi.
Gadis itu sudah tak sabar untuk melihat siapa pria yang akan menjadi calon kekasihnya.
Shiba bahkan membayangkan jika ia akan berkencan dengan seorang lelaki tampan seperti dalam novel yang selalu ia baca.
Mudah-mudahan semua berjalan lancar.
Ia tersenyum sambil bermain air di dalam bathtub.
Tiba-tiba lampu kamar mandi mendadak padam saat gadis itu sedang membersihkan rambutnya.
"Ah sial, pakai mati lampu segala, mana lagi nanggung ini," celetuk Shiba segera meraba-raba mencari handuknya.
Tiba-tiba ia merasakan ada seseorang yang memberikan handuk padanya.
"Terimakasih,"
Matanya langsung membulat saat ia menyadari tidak ada seorangpun di tempat itu selain dirinya.
Bulu kuduknya seketika berdiri, karena ketakutan. Ia buru-buru keluar dari kamar mandi, namun lampu kembali menyala hingga membuat Luna mengurungkan niatnya.
Ia kembali mendengus kesal, dan mengeluarkan umpatannya. Shiba kembali berendam di dalam bathtub sambil bersenandung.
Wanita itu kembali melanjutkan khayalannya sambil membersihkan rambutnya.
Tiba-tiba ia merasakan air di bathtubnya berubah dingin, meskipun sebelumnya ia menggunakan air hangat.
"Ah sial, padahal baru sebentar ditinggal udah dingin aka kaya hati," celetuk Shiba
Ia kemudian mengganti airnya dengan air hangat dan kembali berendam. Namun anehnya air itu kembali menjadi dingin saat ia berendam di dalamnya.
Ia mengira jika water heaternya bermasalah. Namun saat ia mencoba menyalakan kran, ia langsung berteriak saat tangannya hampir melepuh karena airnya begitu panas.
"Aneh??" ucapnya sambil mengamati sekelilingnya
Jangan bilang kalau di kamar ini ada penunggunya???, ah tidak mungkin sudah bertahun-tahun aku tinggal di sini tapi tidak pernah ada kejadian aneh seperti ini?
Saat ia kembali berendam, tiba-tiba lampu kamar mandi kembali mati, menyala, mati lagi begitu seterusnya
Tentu saja hal itu membuat Shiba semakin ketakutan. Ia berniat menyudahi mandinya, akan tetapi saat ia hendak beranjak dari duduknya tiba-tiba kakinya terasa begitu kaku dan sulit digerakkan.
Luna mulai panik saat ia merasa kedinginan, entah kenapa ruangan itu tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin seperti musim salju.
Gadis itu menggigil di dalam bathub dengan wajahnya yang mulai pucat.
Saat ia merasa tidak kuat lagi menahan rasa dingin yang menyerangnya, tiba-tiba sesosok lelaki tampan muncul di hadapannya.
Gadis itu membelalakan matanya saat melihat sosok lelaki berdiri didepannya.
__ADS_1
"Wait kenapa gue tiba-tiba ada di kamar mandi??" sama dengan Shiba yang terkejut melihatnya, Barra juga terperanjat saat melihat gadis didepannya itu.