BARRA CINTA DUA DUNIA

BARRA CINTA DUA DUNIA
Bab 57


__ADS_3

"Dingin sekali, kenapa ruangan ini tiba-tiba menjadi sangat dingin!" ucap Shiba


Ia kemudian segera menyilangkan tangannya didepan dadanya.


Gadis itu menggigil di dalam bathub dengan wajahnya yang mulai pucat.


"Aku sudah tidak kuat lagi. Andai saja ada yang datang menolongku,"  imbuhnya begitu putus asa


Rasa dingin membuat gadis itu begitu putus asa, ia merasa dirinya sedang menunggu kematian hingga ia begitu pasrah menerima takdirnya.


*Tap, tap, tap!!


Tiba-tiba terdengar suara derap langkah memasuki ruangan itu.


Shiba membelalakan matanya saat melihat sosok lelaki tampan berdiri didepannya. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya saat lelaki itu semakin mendekat kearahnya.


Lelaki itu duduk dihadapannya dan menatap lekat gadis itu seperti hendak memakannya.


Seorang lelaki tampan dengan rambut panjang sebahu duduk di hadapannya tanpa busana.


"Wait, kenapa gue tiba-tiba ada di kamar mandi??" sama dengan Shiba yang terkejut melihatnya, Barra juga terperanjat saat melihat gadis didepannya itu.


Namun bukan Shiba yang membuatnya terperangah. Sesosok hantu pria yang mendekati wanita itu yang membuat Barra tak berkedip melihatnya.


Jadi ini alasannya kenapa gue sampai mendarat di kamar mandi, dasar hantu cabul beraninya menggoda wanita di depan ku


Seumur hidup Shiba belum pernah melihat lelaki tanpa busana sebelumnya. gadis itu kemudian memejamkan matanya karena tak mau berpikir macam-macam saat terus menatap lelaki tampan yang duduk di bathub nya.


Melihat tingkah naif Luna membuat lelaki itu tertawa terbahak-bahak.


"Apa kau belum pernah melihat lelaki bugil sebelumnya??" tanya El


Luna kemudian mengangguk membuat lelaki itu kembali menertawakannya.


Luna semakin ketakutan ketika melihat hantu itu menatapnya lekat. Gadis itu semakin tercengang saat mendapati tanda merah di lengannya.


Melihat Luna diselimuti rasa takut membuat Barra langsung menarik hantu pria itu dan menghajarnya.


"Dasar hantu sialan enyahlah kau dari sini!" seru Barra melepaskan tendangannya hingga makhluk tersebut seketika menghilang menjadi debu


Melihat Shiba yang ketakutan ia kemudian menghampiri gadis itu.


"Jangan takut, mulai sekarang aku akan melindungi mu," ucap Barra kemudian memeluknya


Mencium aroma wangi dari tubuh Shiba, membuat Barra langsung melepaskan pelukannya dan menatap gadis itu lekat.


"Balung wangi??" 


Seketika mata Barra berubah memerah saat menatap wajah gadis itu membuat Shiba begitu ketakutan hingga berusaha melepaskan diri darinya.


"Haaaah!!"


 Shiba segera membuka matanya dan mengatur nafasnya yang terengah-engah. Ia menatap sekelilingnya untuk memastikan semua yang dialaminya tidak nyata.


"Syukurlah, semuanya hanya mimpi," ucap gadis itu mengusap dadanya.

__ADS_1


Ia segera beranjak dari ranjangnya dan meneguk segelas air putih untuk menghilangkan ketegangannya.


Suara dering ponsel membuyarkan lamunannya. Ia segera mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja rias. Ia tersenyum saat melihat Reyhana yang menghubungkannya. Setidaknya ia bisa mengalihkan rasa takutnya dengan mendengar kabar bagus dari bibinya 


"Halo sayang, gimana kamu dah siap belum?" tanya Rey memastikan kesiapan keponakannya itu


"Sudah Bi, tinggal ganti baju aja terus cus jalan deh," sahut Shiba


"Ok deh sayang, kalau gitu aku share lokasinya ya,"


"Siap Bi,"


"Ingat jangan telat ya," ucap Rey 


"Siap 69," sahut Shiba membuat Rey tertawa terbahak-bahak


"Dih kelamaan jomblo jadi bikin Lo somplak Lun, wkwkwkwk!" jawab Rey kemudian menutup teleponnya


Shiba segera kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian. Ia sengaja memilih baju yang simple namun terlihat elegan. Cukup lama ia memilih beberapa baju dan mencobanya satu persatu.


Ia  begitu terkejut saat ia melepaskan pakaiannya dan melihat tubuhnya di depan cermin.


Luna tertegun melihat tanda merah di lengannya.


Sontak saja Shiba bergidik ngeri membayangkan kejadian di bak mandi bersama lelaki aneh itu.


"Sepertinya aku tidak bermimpi, semuanya nyata," ujar Shiba


Ia segera memakai pakaiannya dan memoles wajahnya dengan make up tipis.


Meskipun ia sedikit takut karena peristiwa di kamar mandi, namun gadis itu memantapkan hatinya untuk pergi.


Tidak lupa ia membawa jimat keberuntungan dari sang peramal sebagai penangkal hantu.


"Semoga saja jimat ini bisa melindungi ku dari godaan syetan yang terkutuk," ucapnya lirih


Ia sengaja menggunakan taksi agar tidak terlambat menghadiri kencan pertamanya. Tidak masalah baginya mengeluarkan uang sedikit lebih banyak agar kencan pertamanya berhasil.


Setengah jam kemudian Ia akhirnya sudah tiba di sebuah mall di pusat kota. Karena waktunya sudah mepet Shiba segera berlari menuju lift untuk naik ke lantai 3.


Gadis itu harus kecewa saat mendapati Lift penuh dan terpaksa harus menunggu lift berikutnya.


Saat melihat lift terbuka, ia buru-buru masuk kedalamnya.


Senyumnya seketika mengembang saat melihat seorang lelaki tampan di dalam lift. 


Wah tampan sekali??


Jantungnya seketika berdegup kencang saat lelaki itu membalas senyumannya.


Meskipun ia hanya seorang pelajar SMA tetap saja jiwa jomblo Luna  seketika meronta-ronta saat harus berduaan dengan Lelaki itu di dalam lift. Lelaki itu terlihat cool dan begitu menawan hingga membuat Luna ingin sekali menyapanya.


Sayang sekali dia hanya anak SMA,  


Shiba sedikit kecewa dan kemudian mengurungkan niatnya untuk menyapa pemuda itu.

__ADS_1


Andai saja dia sudah lulus SMA, mungkin aku bisa mempertimbangkannya. 


Lelaki itu memejamkan matanya saat mencium aroma wangi tubuh Luna.


"Balung wangi??" 


Seketika Shiba membelalak mendengar kata-kata itu. Ia menatap lekat pemuda itu, mencoba memastikan tidak ada yang janggal dalam diri pemuda itu.


Saat Shiba tengah mengamatinya dengan seksama, lelaki itu menghampirinya, "Apa dia bisa melihat ku," ucapnya lirih


Bagaimana dia berkata seperti itu, jangan bilang jika dia….


"Tentu saja aku bisa melihatmu," sahut Luna membuat lelaki itu terkekeh mendengarnya


"Wah, kau benar-benar luar biasa," sahut lelaki itu membuat Luna merasa aneh mendengarnya.


Dasar aneh, bagaimana mungkin aku tidak melihatnya jika ia jelas-jelas ada  bersamaku. Kecuali jika kau hantu maka aku tidak akan bisa melihatmu,


Tiba-tiba Shiba mengendus aroma sesuatu yang terbakar di dalam lift. Ia segera mengeceknya untuk memastikan tidak ada yang terbakar di dalam lift itu.


"Tidak ada apa-apa, tapi kenapa baunya begitu menyengat," ujarnya sembari menggerakkan hidungnya untuk mengendus tempat itu


Tiba-tiba lift terbuka dan seorang wanita muda masuk kedalam.


Wanita itu berdiri tepat di depan lelaki itu tanpa menengok sedikitpun kearahnya.


Bagaimana mungkin ada orang sedingin itu, apa dia tidak risih berdiri begitu dekat dengannya?


Lelaki itu kemudian mengendus aroma rambut wanita itu . Ia kemudian mengambil gunting dan memotong ujung rambut wanita itu.


Tidak mungkin, bagaimana bisa ia tidak terasa saat rambutnya dipotong??


Shiba semakin penasaran dengan gadis disampingnya yang tetap diam tanpa bergeming meskipun pemuda itu memotong rambutnya. 


Namun Yang lebih membuat Shiba lebih terkejut adalah anak SMA itu.


Ia memperhatikan seragam yang digunakan pemuda itu.


 Kenapa wanita itu tak berekspresi apapun saat melihatnya?. Meskipun ia begitu dingin setidaknya ia tidak akan membelakangi pemuda itu, sepertinya ada yang janggal?.


Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak Luna. 


Mengetahui Luna sedang memikirkannya, membuat lelaki itu menyeringai dan menoleh ke arahnya.


Matanya kembali membulat saat melihat atribut sekolah pemuda itu.


Keringat dingin mulai membasahi keningnya saat membaca nama sekolah pemuda itu.


Suasana menjadi semakin mencekam saat Lelaki itu memasukan rambut wanita itu kedalam mulutnya.


Tidak mungkin….


Gadis itu berjalan mundur menjauhi pemuda itu.


Pemuda itu kembali menyeringai menatap Luna yang ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2