
Entah kenapa aku semakin bahagia saat melihat wajah takutmu itu," ucap sang hantu menyeringai
Shiba segera memalingkan wajahnya saat pemuda itu hendak menciumnya. Ia berusaha menghindari sang hantu. Merasa dipermainkan oleh gadis itu membuat pemuda itu meradang dan segera mencekiknya.
Shiba merasa dadanya begitu sesak dan kehabisan nafas karena hantu itu mencekiknya dengan kencang.
Ia berusaha melepaskan diri dari cengkraman hantu itu yang akan membunuhnya. Namun sekuat apapun ia, tetap tak bisa mengalahkannya.
*Bruugghhh!!
Tiba-tiba Lift berhenti, membuat gadis itu berusaha untuk berteriak meminta tolong.
Jangankan berteriak kini ia sudah mulai kehabisan nafasnya karena Pemuda itu semakin kuat mencekiknya hingga Shiba mulai merasakan pandangannya menjadi gelap.
Shiba tak mengerti kenapa ada mahluk gaib lain yang mengincarnya dan begitu ingin membunuhnya
*Prangg!!!
Lampu ruangan tiba-tiba pecah, dan Shiba langsung terkulai lemas dan pemuda itu langsung menangkapnya.
Entah darimana datangnya tiba-tiba kunang-kunang bermunculan di tempat itu seakan hendak memberitahukan kedatangan seseorang.
Lift tiba-tiba terbuka, udara panas mulai menyeruak masuk kedalam ruangan tersebut.
Samar-samar gadis itu melihat sosok pemuda tampan yang begitu familiar.
"Jangan pernah menyentuh milikku jika kau tidak ingin menjadi abu di tangan ku!" ancam Barra menyeringai menatap sang hantu
"Jangan menggertak ku, kita lihat sajasiapa yang pantas mendapatkan gadis itu," jawab lelaki itu
Pemuda itu mendorong tubuh Shiba hingga jatuh terkulai di lantai. Ia kemudian menghampiri Barra dan melepaskan pukulan ke arahnya.
Barra segera menghindari serangannya, hanya dengan sekali pukul pemuda itu langsung terhempas dan menghantam dinding tembok.
Barra kemudian menarik Pemuda itu dan melepaskan pukulannya bertubi-tubi hingga ia tak berdaya.
"Aku bisa saja mengirim hantu penasaran seperti dirimu ke Neraka, sepertinya kau belum pernah merasakan panasnya api neraka hingga bertingkah seperti seorang bajing*n meskipun sudah menjadi hantu. Jadi bersiaplah," ucap Barra membuat hantu pria itu langsung bersimpuh di kakinya memohon ampun.
"Tolong ampuni aku, aku janji tidak akan mengganggu manusia lagi!" serunya penuh penyesalan
Barra menatap lekat ke arah Wanita yang terkulai di lantai.
"Anggap saja kau sedang beruntung kali ini karena aku tidak bisa membunuhmu didepan wanitaku," jawab Barra
Hantu pria itu memberikan begitu tersanjung dengan kemurahan hati Barra, hingga membuatnya kembali bersujud di depannya untuk menyampaikan rasa terima kasihnya.
Barra tersenyum dingin melihat hantu pria itu. Ia kemudian menjentikkan jarinya dan tiba-tiba lampu ruangan itu kembali menyala.
Melihat hantu itu masih bersimpuh meminta ampun, ia kembali menjentikkan jarinya dan tidak lama hantu itu menghilang dari hadapannya.
Shiba perlahan membuka matanya, ia menghela nafas lega saat melihat hantu pria itu sudah tidak ada.
Namun ketakutan kembali menderanya saat melihat sosok Barra di depannya. Bagaimana tidak, ia masih ketakutan saat melihat aksinya di kamar mandi saat membunuh hantu pria yang mencoba menggodanya.
Baginya Barra lebih menakutkan dibandingkan hantu anak SMA itu.
Melihat gadis itu ketakutan Barra berjalan menghampirinya.
"Kau pasti sangat ketakutan hingga wajahmu begitu pucat,"
Tidak mau terjebak dalam lift bersama hantu untuk kedua kalinya, gadis itu segera mencari cara untuk melarikan diri dari Barra.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Barra mengusap rambut gadis itu
__ADS_1
Shiba tak menjawab, melihat pintu lift terbuka membuat gadis itu segera memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri darinya. Ia mendorong Barra dan bergegas meninggalkan tempat itu dengan langkah yang kuat.
Lelaki itu hanya tersenyum memandangi kepergian Shiba.
Ia terus berlari menuju restoran dimana ia akan bertemu dengan bibinya Rey.
Gadis itu masih terlihat shock hingga sesekali ia masih menoleh ke belakang untuk memastikan hantu itu tidak mengejarnya.
Dengan nafas yang memburu, dan masih shock ia berusaha mencari dimana keberadaan bibinya.
*Greepp!!
Netranya seketika membulat dan ia berusaha melepas diri saat seseorang tiba-tiba meraih lengannya
"Lepasin gue!" serunya berusaha melepas tangannya
"Ini gue Rey," ucap wanita itu berusaha meyakinkan Shiba
Ia seketika memeluk erat wanita di hadapannya.
"Bibi," ucapnya lirih
"Sepertinya aku sudah membuatmu ketakutan, maafin bibi ya," ucap wanita itu menenangkannya
Ia kemudian mengajak Shiba menemui pemuda yang akan ia perkenalkan padanya.
Seorang lelaki tampan langsung melambaikan tangannya menyambut kedatangan kedua wanita itu.
"Duduklah," ucap Rey menyuruhnya duduk
Wanita itu begitu senang saat melihat reaksi Revan saat melihat Shiba Aulia. Ia tahu jika pria itu sudah tertarik dengan keponakannya hingga membuatnya begitu bersemangat saat memperkenalkan gadis itu kepadanya
Rey kemudian meninggalkan mereka. Ia sengaja memberikan kesempatan kepada kedua sejoli itu untuk mengenal lebih dekat satu sama lain.
Melihat Shiba yang begitu manis dan sopan membuat Lelaki itu sangat menyukainya hingga ia tak sungkan menceritakan semuanya kepada gadis itu.
Tentu saja lama kelamaan gadis itu merasa bosan dengan semua celoteh Revan. Apalagi saat mendengar cerita kehidupan rumah tangganya.
"Kalau bukan karena putri ku aku mungkin aku sudah bunuh diri saat mengetahui istriku berselingkuh dan kabur membawa semua uang tabungan kami," terang Revan
Ah sial, aku pikir akan mendengarkan kata-kata romantis disini bukannya menjadi seorang konselor,
Gadis itu terus menggerutu dalam hati saat mendapatkan seseorang yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Rasanya ia ingin sekali kabur dan melarikan diri meninggalkan pria itu. Ia tidak menyangka jika akan dikenalkan dengan seorang duda yang begitu membosankan.
Shiba berusaha mencari alasan agar bisa mengakhiri kencan malam itu.
Namun Pria itu selalu menahannya dengan berbagai alasan.
"Kita mau kemana?" tanya Shiba saat pria itu mengajaknya pergi
"Sudah ikut saja, aku yakin kamu pasti akan menyukai tempat itu," jawabnnya begitu yakin
Ia kemudian membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkannya masuk.
"Tapi sekarang sudah larut malam, aku harus pulang atau ibu kost akan marah dan tak membukakan pintu untukku!" jawab Shiba
"Santai saja, aku akan urus semuanya," jawab pria itu singkat
Gadis itu benar-benar kehabisan kata-kata hingga tak bisa menolak semua keinginan Revan.
Kenapa sih aku harus bertemu dengan lelaki menyebalkan seperti dia,
__ADS_1
Shiba tiba-tiba merasa bulu kuduknya berdiri saat duduk didalam mobil.
Kenapa firasatku tiba-tiba tidak enak,
Benar saja, saat Ia menoleh keluar, gadis itu melihat sesosok hantu wanita dengan wajah menyeramkan berdiri di samping pintu mobilnya. Luna semakin shock saat mendapati wajah hantu itu berlumuran darah dan kepalanya pecah dengan sebuah lubang besar di depannya.
Kenapa hari ini aku sial sekali!
Ia langsung menutup wajahnya berharap hantu itu akan segera menghilang dari hadapannya.
Namun saat ia mencoba membuka matanya kembali, wanita itu masih berdiri di sana.
Saat Revan masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesinnya, hantu wanita itu menggedor-gedor pintu mobil membuat Shiba semakin ketakutan.
Ia terus berteriak meminta Shiba membukakan pintu untuknya. Shiba sengaja menutup telinganya agar tidak mendengar teriakan wanita itu, namun hantu itu terus menggedor-gedor pintu mobil berharap Shiba akan membukakan pintu untuknya.
"Biarkan aku masuk, tolong buka pintunya, buka pintunya!" seru wanita itu membuat Shiba Semakin ketakutan.
Sementara itu, malam itu Gita terbangun dan terkejar saatmelihat Zacky ada di sampingnya.
Ia segera bangun dan menatap pria yang masih pulas sambil memeluknya erat.
"Kamu lucu banget kalau lagi tidur, imut, dan juga ganteng," puji Gita
"Maaf ya kita belum sempat menikmati malam pertama kita, karena aku terlalu ngantuk," ucapnya sambil menyibak rambut suaminya yang menutupi wajahnya
Saat melihat Zacky perlahan membuka matanya, Gita kembali memejamkan matanya dan pura-pura tertidur.
Zacky tersenyum melihat tingkah lucu istrinya itu, ia sengaja mengecup kening istrinya, "Selamat malam istriku," ucapnya lirih
Karena Gita masih memejamkan matanya, ia kemudian mencium pipi kanan, dan kirinya hingga gadis itu membuka matanya.
"Assalamualaikum sayang," ucapnya tersenyum menatap gadis itu
"Waalaikum salam Zack,"
"Kok Zack sih, panggil yang mesra doang, Waalaikum salam Mas Zack, Waalaikum salam abang Zack, atau waalaikum salam sayang," ucap Zacky mengajari gadis itu
Gita tersipu malu saat mendengar ucapan Zack.
"Waalaikum salam sayang," jawabnya malu-malu
"Alhamdulillah, senengnya punya istri soleha," jawab Zack begitu bahagia
"Kenapa kamu gak tidur?" tanya Zack lagi
"Aku gerah Mas,"
Zack memperhatikan seisi kamar itu.
"Mungkin karena cuaca malam ini mendung jadi memang terasa gerah, atau karena aku bersamamu makanya kamu merasa gerah?" jawab Zack
"Bisa jadi," jawab Gita tersenyum mendengarnya
"Yaudah kalau gitu biar aku tidur di kursi aja biar kamu gak kegerahan lagi,"
"Jangan dong, kamu di sini saja," cegah Gita
Zack begitu senang saat mendengar jawaban gadis itu. Ia kemudian memeluknya erat, membuat Gita bisa merasakan betapa Pria itu sangat menyayanginya.
"Terimakasih ya Mas sudah mau menerima aku sebagai istrimu,"
"Kenapa berterima kasih, toh kita berdua saling suka dan bersepakat untuk menikah, jadi jangan merasa berhutang budi padaku. Aku menikahi dirimu bukan karena kasihan karena tidak ada yang mau menikahi mu, tapi aku benar-benar tulus mencintai kamu itulah kenapa aku menikah denganmu," jawab Zacky membuat Gita berkaca-kaca dan merasa terharu dengan mendengarnya.
__ADS_1