Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
Membencinya


__ADS_3

"Tenang sayang,ceritakan pada Mom apa yang terjadi?"


"Tidak,Mom!,,,erlee malu menceritakan semuanya."


"Kenapa harus malu sayang,ceritalah,,,apa yang Axel perbuat padamu?"ucap Callista membujuk verlee dan akhirnya verlee mau menceritakan semua dari awal hingga akhir tanpa di kurangi maupun di lebih-lebihkan.


"Anak kurang ajar."batin Callista kecewa dengan sikap Axel.


"Hik,,,hik,,,sakit Mom,semua pada diri erlee sakit."verlee memukuli dadanya."


"Tenananglah sayang,maafkan sikap Axel,Mom yakin dia sangat menyayangimu.


"Dia hanya menganggapku adik,Mom,,,jadi untuk apa setatus ini di pertahankan."


"Usssst,,,!tidak boleh bilang begitu,,,apa kau sangat mencintai Axel?"


Verleepun menatap wajah mertuanya lalu mengangguk pelan.Callistapun tersenyum mengelus rambut menantunya.


"Mom akan membantumu,sayang,,,jadi erlee tenangkan diri dulu ya,,,,kau harus semangat membuat Axel sadar akan perasa'anya."

__ADS_1


"Maksud Mom?erlee harus bagaimana?ucap verlee bingung dan Callista membisikan sesuatu rencanaya.Verleepun mengangguk patuh meski mungkin berat baginya.


"Sekarang kamu ganti baju,,,kita sarapan dulu ya?"


"Verlee tidak nafsu makan Mom."


"Hei nanti kamu sakit,nak,,!biar Mom antar sarapanmu ke kamar,Ok?"verleepun hanya mengangguk dan Callistapun beranjak keluar kamar meninggalkan menantunya menuju dapur.


Saat ia baru melangkahkan kakinya beberapa langkah,,,terdengar suara tamparan yang sangat keras dari ruang kerja suaminya.Ia bergegas masuk ke dalam takut terjadi sesuatu kepada suami dan putranya.Setelah pintu terbuka lebar,,,matanya membelalak saat melihat pipi putranya membiru karena di pukul Daddynya.


"Cukup Dad,,,!apa yang kau lakukan pada putraku."teriaknya dengan sorot mata yang tajam.


"Daddy hanya memberinya pelajaran agar ia menjadi pria sejati,Mom,,,


"Kau tidak apa-apa,nak?"tanya Callista mencemaskan putranya.Axelpun hanya menggeleng pasrah karena ini memang salahnya."


"Kenapa kau begitu pintar dalam segala hal namun begitu bodoh dalam hal ini Axel,kau itu seorang suami,kepala keluarga,,,sikapmu sangat melukai istrimu,kau tahu?"ucap Jonatan marah.


"Pergilah,,,temui istrimu dan minta maaflah,nak."sambung Callista Axelpun mengangguk dan keluar dari ruang kerja Daddynya."

__ADS_1


Pintu kamar terbuka menampakan wajah Axel di penuhi luka lebam.Verlee melirik sesaat kemudian memalingkan wajahnya saat Axel memandangnya.Axel melangkahkan kakinya mendekati Verlee yang terlihat kacau dengan kondisi mata yang sangat sembab.Verlee membalikan tubuhnya memunggungi Axel saat lelaki itu berada di depanya.Axel menaiki ranjang mencoba memeluk Verlee namun tanganya di tepis kasar oleh istrinya.


"Erlee,,,maafin kakak."ucapnya namun di acuhkan oleh Verlee.Sebenarnya Verlee tidak tega apa lagi melihat wajah suaminya yang memar membuat hati kecilnya tercubit


Ingin mengobatinya.Namun rasa kecewanya kepada Axel membuatnya mengurungkan niatnya.


"Jangan menyentuhku,,,mulai sekarang kau jangan menyentuhku."tegasnya dengan wajah yang sangat datar.


Verlee mengambik pil kb pemberian Axel tadi,,, lalu menyambar air yang ada di atas nakas.


"Apa yang ingin kau lakukak."tanya Axel mencegah Verlee.


"Menjalankan perintahmu."sahutnya membuka mulut hendak memasukan semua pil ke dalam mulutnya namun di rebut oleh Axel dan melemparnya asal.


"Apa maumu sebenarnya?bukankah kau tadi menyuruhku untuk meminumnya?bukankah kau takut jika aku hamil anak yang tak kau inginkan."ucap Verlee emosi dan Axel segera memeluknya namun erlee menghindar.


"Ku bilang jangan sentuh aku."Verlee mendorong tubuh Axel dan bergegas keluar dari kamarnya."


"Kau mau kemana,Er."teriak Axel cemas.

__ADS_1


"Bukan urusanmu,,,aku ingin pergi yang jelas tidak denganmu,,,karena kau benar-benar membuatku muak."ucapnya berlari keluar menyambar kunci mobil milik Axel dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi.


Sedangkan Axel yang cemaspun menyambar kuci motor milik brain dan mengejar mobilnya yang di kendarai verlee.


__ADS_2