
Axel menatap handphonenya,,,memandangi seorang gadis yang sangat ia rindukan lewat cctv tersembunyi di kamar nana.Di lihatnya gadis itu mulai ceria kembali.Memantulkan dirinya di cermin,,,bersolek,memutar-mutarkan badanya.Semua itu tak luput dari pengawasan Axel.Setidaknya bisa membuat Axel senang walau hanya dapat melihatnya di layar kaca.
Selama ini Axel hanya fokus pada studynya.Sampai-sampai ia tak tahu rasanya cinta.Entah perasa'an apa yang di rasakan Axel.Bahkan dirinya sendiri sulit mengartikanya.Hanya rasa nyaman dan sayang yang ia tahu kepada verlee.
"Erlee,apa kau sudah selesai mandi?cepatlah tidur,kakak sudah siap memelukmu."ucapnya tanpa sadar merasa verlee ada di ruangan yang sama denganya.Setelah tersadar itu hanya halusinasinya saja.Axel tersenyum bahkan menertawai kebodohan dirinya.
"Kakak merindukanmu,,,Saking rindunya kakak lupa kau tidak ada lagi di sini,,,maafkan kakak."ucapnya lemah fokus memandang gadis cantik di layar handphonenya.
Di lain tempat yaitu di kamar nana,verlee yang tadinya tertawa riang tiba-tiba murung kembali.Ia juga merasakan rindu yang teramat berat kepada Axel.Rindu dada bidangnya yang begitu nyaman jika di peluk.Rindu tangan kekarnya yang selalu menjadi pengganti bantal saat ia tidur.Rindu bibirnya saat begitu lembut menyentuh kening dan,,,,,
"Ini bukan first kiss tetapi second kiss,kau lupa jika kau mencium kakak waktu kau mabuk."ucapan yang permah Axel katakan mendadak terngiang-ngiang di dalam fikiran verlee."
"Astaga kenapa tiba-tiba aku memikirkanya."
"Hei,,,kenapa lo?nglamunin kak Axel ya?."Tebak nana dan di angguki oleh Verlee."
"Pulanglah Er,temui suamimu,,,!aku yakin bukanya dia tidak mencintaimu,namun ia belum bisa mendevinisikan cinta,,,tugas lo mengajarinya."
"Apakah bisa?dia hanya menganggapku adik."
"Berusahalah,,,
"Tapi aku masih kesal kepadanya,bukan aku yang harus menemuinya,,,justru seharusnya dia yang harus menemuiku."
"Memangnya kau mau menemuinya jika kak Axel menemuimu?"
"Tergantung..."ucapnya ambigu
Nana:Temui Erlee besok sepulang kuliah di cafe dekat kampus kak
__ADS_1
Tanpa menunggu,Nana langsung mengirim chat whatsapp ke pada Axel.
_____________
Ke esok harinya tepatnya sepulang kuliah nana mengajak Verlee ke cafe dekat kampus.Nana menyuruh Verlee menunggunya sebentar sambil menikmati ice cream kesuka'anya.
Nana sengaja pergi sebentar untuk memberi waktu Axel dan Verlee berbicara.Saat menikmati ice creamnya,,,menjilatinya bahkan menggigit-gigit sendoknya sambil menggesek-gesek layar handphonenya.Semua itu sedari tadi di perhatikan Axel.
Derap langkah semakin dekat menghampiri Verlee.Verlee yang sangat vokus pada gawainya tidak sadar ada seseorang yang duduk di depanya.Kurang lebih sepuluh menitan ia baru sadar ada sosok lelaki memakai T shirt putih,celana jeans,dan topi senada dengan warna kaosnya.
"Maaf anda siapa?tempat duduk ini sudah ada yang menempati."ucap Verlee tak mengenali sosok pria di depanya.Setelah pria itu membuka topinya,seketika membuat tubuh verlee menegang.Sendok yang ia pegangpun terjatuh di lantai.Matanya membelalak dan mulutnya menganga.
"Kau,,,kenapa bisa kau ada di sini?"tanyanya sepontan karena saking tidak percaya lelaki yang tadi ia fikirkan kini berada di hadapanya.
"Erlee kakak ingin bicara denganmu."Axel memegang tangan verlee seketika di hempaskan oleh verlee.
Verlee bangkit dari duduknya menyambar tas dan handphoneya hendak pergi meninggalkan Axel.Namun sia-sia karena Axel mencekal pergelangan tanganya lalu menariknya ke dalam pelukanya.
Bukanya menjawab Verlee malah terisak membuat kaos Axel basah karena air matanya.Axel melepaskan pelukanya memandang mata gadis itu penuh dengan air mata.Axel mulai menghapus air mata Verlee dari ujung ke ujung tanpa perlawanan dari sang empunya.Kemudian Axel mencium kedua mata Verlee yang tertutup.Lagi-lagi verlee hanya menikmati tanpa perlawanan.
"Jangan menangis lagi,kakak tidak suka melihatmu menangis,,,maafkan sikap kakak yang menyakiti hatimu dek."ucapnya tulus memandang wajah Verlee yang sedikit menirus.
"Tidak ada yang harus di maafkan kak!,,,kak Axel tidak salah,ini semua karena ke egoisanku saja.
"Tetap saja kakak salah,kakak telah melukai hatimu,membuatmu menangis,dan kakak mengingkari janji kakak ke mama diana untuk selalu membahagiakamu,,,,maafkan kakak dek,maukah kau kembali pulang hidup bersama seperti dulu dengan kakak?
"Aku tidak tahu kak,,,aku taku tidak bisa menyesuaikan diri denganmu,,,bahkan aku belum bisa mengontrol hatiku,,,bodohnya aku yang mencintai kakaku sendiri."ucap Verlee mengeluarkan isi hatinya kepada Axel.
"Kakak sayang sama kamu Erlee,kau bahkan tahu kakak selama ini hanya fokus pada study tanpa pacaran,tanpa mengenal cinta,,,bahkan kakak tidak bisa mengartikan perasa'an kakak ke kamu,,,yang kakak tahu,,,kakak sangat menyayangimu dan tidak ingin lagi jauh darimu."
__ADS_1
"Erlee sayang kakak,Erlee juga sangat merindukan kakak,tapi Erlee bingung harus bagaimana kak?Erlee takut jika bersama kakak perasa'anku tidak bisa ku kontrol,,,Erlee bingung kak."
"Ajari kakak mengenal cinta,,,ajari kakak untuk mencintaimu,,,menjadikanmu wanita pertama dan satu-satunya di hidup kakak."
Verlee terharu dengan ucapa Axel barusan.Matanya berkaca-kaca dan butiran air matapun lolos menetes di pipinya.Setifaknya Axel sudah mau berusaha membuka hatinya untuk verlee.
"Iya kak,Aku mau,,,berjanjilah tidak akan melukai hatiku membali."ucapnya menatap lekat wajah Axel dan Axelpun menganggukan kepalanya dan memperlihatkan senyuman termanisnya.
"Terimakasih dek,kakak janji akan lebih baik ke depan,,,terimakasih kau sudah mau memaafkan kakak,,,sekarang maukah kau pulang ke apartemen kita bersama kakak?"
"Ya,,,aku mau kak,,,tapi kita tunggu nana kembali,dia sedang pergi katanya sebentar."
"Dia sudah pulang dan tidak akan kembali menghampirimu."
"Bagaimana kakak bisa tahu?"
"Kakak yang menyuruhnya pulang duluan."
"Oh,,,aku tahu,,,jadi kalian sekongkol ya?."ucap Verlee sambil mencubit lengan Axel."
"Aduh dek sakit."sahut Axel berpura-pura sakit."
"Sakit ya?lagi gak?mumpung tanganku nganggur kak,,"
"Ampun,,,sini tanganya yang nganggur."ucap Axel sembari menggenggam tangan Verlee dan mengajaknya menuju supercarnya yang terparkir di samping cafe.
"Asik,,,nanti ada lengan kekar yang menjadi bantal tidurku sekaligur selimut terhangat."ucap Verlee tanpa sadara.
"Oh,,,jadi kau rindu kakak peluk saat tidur ya?"tukas Axel tersenyum senang sedangkan wajah Verlee sudah memerah semerah tomat karena menahan rasa malunya.
__ADS_1
"Kakak,,,jangan menggodaku,,,aku malu."
"Akhirnya si manja kembali."Axel sangat bahagia dan tersenyum lebar sambil membantu Verlee memakai sabuk pengaman.Pandangan mereka tak sengaja bertemu.Jarak mereka sangat dekat sehingga tanpa sadar sesuatu yang basah dan kenyal saling menempel.Mereka berdua terhanyut dalam ciuman yang semakin dalam dan menuntut lebih dari sekedar menempel.Verlee membuka sedikit bibirnya membuat Axel mudah memasukan lidahnya,mengabsen isi dalam rongga mulut verlee,Mensensapnya dan **********.Mereka terhanyut di dalam mobil melepas kerinduan selama ini.