Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
Kepergok Brain


__ADS_3

"Tin,,,tin,,tin,,,!"bunyi bel klakson motor membuyarkan dua insan yang saling memagut bibir melepas rasa rindu.Seketika Verlee memalingkan majahnya karena malu dan Axel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Axel mencari sumber suara yang mengganggunya.Ternyata di luar nampak seorang bocah berseragam SMP menyeringai tanpa dosa.Siapa lagi kalau bukan Brain yang super usil dan Mona yang duduk di belakangnya.


"Woi,,,yang sudah baikan,,,!Tutup kaca jendelanya kalau mau ciuman."ucapnya menyeringai jail lalu menyalakan mesin motornya dan kabur begitu saja.


"Astaga kenapa aku mempunyai adik seperti dia."ucap Axel terheran-heran sedangkan Verlee tersenyum memoerhatikanya.Mereka saling pandang kemudian tertawa bersama.


"Emmmm,,,mau pulang sekarang?"tanya Axel membuka suara setelah rasa canggungnya.


"Bolehkah kita mampir ke rumah ayah sebentar?aku lama tidak kesana kak."


"Baiklah,,,kita ke rumah ayah sekarang."jawabnya tersenyum memandang Verlee yang juga tersenyum ke arahnya.


Mobilpun melaju menuju ke kediaman Bisma.Kurang lebih sekitar dua puluh menitan mereka telah sampai di depan rumah Bisma.Karena jarak dari rumah bisma ke kampus verlee lumayan jauh.Axel memegang lengan Verlee saat gadis itu hendak membuka pintu mobil.


"Biar kakak bukakan."Axel turun dari mobil dan membukakan pintu untuk verlee.Perlakuan manis dari Axel membuat Verlee tersipu merasa senang.Axel menggenggam tangan verlee melangkahkan kaki menuju pintu utama.Bisma yang melihat ada mobil yang terparkir di depan rumahnyapun segera keluar.


"Oh,,,putri dan menantu ayah,,,!lama sekali kalian tidak mengunjungi ayahmu ini,nak?ayah kira kalian melupakan ayah saking bahagianya menjadi pengantin baru."ucap bisma yang tidak tahu-menau tentang masalah Axel dan Verlee.


"Oh,,,ayah maafkan putrimu ini yang lama tidak kesini,,,aku sangat sibuk memoersiapkan kuliahku akhir-akhir ini."Ucap verlee berbohong namun tidak semuanya berbohong karena ia akhir-akhir ini memang sibuk mempersiapkan kuliahnya.

__ADS_1


"Selamat sore ayah,bagaimana kabar ayah."sapa Axel menyalami mertuanya dengan sopan.


"Ayah baik,nak,,,!ayo masuk."


"Bagaimana kabar kalian?kapan rencana kalian akan berbulan madu?"


"Erlee masih baru masuk kuliah ayah dan kak Axel masih sibuk kerja,,,jadi acara bulan madunya di tunda dulu."jawab verlee menjelaskan.


"Tapi kalian tidak menunda memiliki momongan kan?ayah sangat menantikan cucu pertama ayah."


Seketika Axel dan Verlee saling pandang.Mereka bingung harus menjawab bagaimana.Verlee yang malu akan pertanya'an dari ayahnya.Dan Axel yang salah tingkah karena tanpa sengaja pembahasan ini menuju ke arah sana.


"Tentu saja,nak,,,!ayah selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian,Semoga kalian selalu bahagia,selalu menguatkan dan saling melindungi,,,semoga kalian cepat di beri momongan,,,nah itu yang paling penting dari berumah tangga."ucapan Bisma membuat Axel merasa bersalah karena mengingat ia pernah menyuruh verlee meminum pil kontrasepsi.


"Sudah-sudah,,,!apakah ada bahan makanan di kulkas?aku lapar ayah."ucap verlee mengalihkan obrolan.


"Apa kau ingin memasak?kebetulan ayah sangat merindukan masakan putri ayah ini."


"Ya,,,ayah,,,kalian tunggu di sini,,,aku akan memasakan makanan yang lezat.''

__ADS_1


"Akupun juga merindukan masakanmu,erlee."gumam Axel dalam hati dan tersenyum memandang istrinya yang melangkahkan kakinya menuju dapur.


____________


Di tempat lain Brain yang baru saja melihat kakaknya sudah baikan dengan istrinyapun tersenyum senang.Setidaknya rasa bersalahnya telah terobati.


"Akhirnya aku lega,,,"ucap Brain menghirup dan menghembuskan nafanya pelan.


"Ya,,,aku juga lega akhirnya mereka sudah baikan,,,!kau tau brain?aku selalu di hantui rasa bersalah,,,takut mereka akan bercerai karena perbuatan kita."


"Aku juga takut,Mon,,,!aku takut seperti ayahmu."


"Plakkkk.,,,,"


"Aduh sakit nyet."triak Brain kesakitan.


"Rasakan,,,kau selalu membahas kesalahan ayahku,dia sudah berubah tidak seperti dulu,brain."


"Ya,,,maaf.

__ADS_1


__ADS_2