Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
Malam ke dua


__ADS_3

Setelah selesai makan malam,Axel dan Verlee ingin berpamitan pulang.Namun di cegah oleh bisma,ayah verlee itu menyuruh mereka untuk menginap semalam di rumahnya.Verlee menolaknya karena ia dan Axel tidak membawa baju ganti.Gadis itu berkata kepada ayahnya lain waktu mereka akan menginap di sini.


Axel dan verlee berpamitan kepada bisma lalu memasukin supercarnya menutu apartemenya.Sesampainya di apartemen Verlee mengamati seisi aprtemen tidak ada yang berubah selama ia pergi.


Gadis itu memasuki kamar mereka berdua.Verlee di buat kagum dengan perubahan kamar mereka.warna lilac adalah warna kesuka'anya.Axel sengaja merubah kamarnya karena selalu teringat verlee.


"Kak,,,kau sengaja mengubahnya?"


"Ya,,,apa kau menyukainya?"


"Tentu saja ini sangat bagus."


"Mandilah,kemudian kita istirahat,aku akan mandi di kamar sebelah."ucap Axel menyambar handuknya keluar kamar.Verleepun memasuki kamar mandi dan merendam tubuhnya dengan busa sabun di tambah harumnya lilin aromaterapi yang membuat tubuhnya sangat rileks.


Axel sudah kembali ke dalam kamar mereka namun tidak melihat verlee.Ternyata gadis itu belum selesai mandi.Axel memanggilnya karena takut verlee ketiduran.


"Erlee,,,!apa kau sudah selesai mandi."


"Astaga kak,aku tertidur,,,,teriaknya dari kamar mandi.Ia segera mengenakan badrobelnya lalu segera membuka pintu kamar mandi.


"Maaf kak,aku ketiduran saking nyamanya berendam."


"Tidak masalah,,,kakak hanya takut kau kenapa-kenapa.Keringkan rambutmu dan ganti bajumu kemudian kita tidur.


Verleepun menuju walk in closet untuk memakai gaun tidurnya.Gaun tidur berbahan sutra yang panjangnya hanya sebatas lutut menjadikanya terlihat menggoda.


Axel yang memandang Verlee yang baru saja keluar.Gadis itu melangkahkan kakinya menuju ranjang.Axel ternganga menelan ludahnya saat memandang penampilanya dari atas ke bawah.


Axel tersadar lalu menepuk tempat tidur kosong di sampingnya.Verlee segera melangkahkan kakinya dan berbaring agak menjauh dari Axel.


"Mendekatlah erlee,apakah kau tidak mau lagi tidur di lengan kakak?


"Verlee yang gugupun sedikit menggeser tubuhnya mendekati Axel.Axelpun tersenyum senang karena bisa kembali memeluknya.


Suara jantung mereka berdua seperti saling beradu.Entah jantung siapa yang berdetak lebih cepat.Axel menatap verlee begitupun dengan verlee mereka saling menatap mengontrol detak jantung keduanya.

__ADS_1


Axel semakin mendekatkan wajahnya ke wajah verlee saat ia sudah tidak bisa menahanya lagi untuk mencium verlee.


Axel mencium bibir verlee,,,ciuman yang awalnya biasa saja semakin menuntut.Axel menggerakan lidahnya untuk mengkode Verlee agar mengikuti ciumanya.Mereka kehabisan nafas kemudian berhenti sesaat.


"Maafkan kakak pernah menyuruhmu meminum pil kontrasepsi.Kali ini kakak tidak akan memintamu untuk meminumnya."


"Maksud kak,,,,"ucap verlee terputus karena bibirnya di tutup oleh Axel dengan bibirnya.


"Bolehkah?"tanya Axel menatap sayu verlee,,verlee menganggukan kepalanya.


Ciuman Axel semakin menuntut saat Axel mulai menciumi leher jenjang milih verler.Ia tak lupa meninggalkan tanda cantik kepemilikanya.Axel mulai di penuhi oleh kabut gairah.Malam hari ini ia ingin melewati malam sampai pagi dengan istrinya.Verlee meraba dada bidang suaminya yang di penuhi otot.Gadis itu ingin memintanya lebih.


Axel tak menyia-nyiakan kesempatanya dan menggunakan instingnya sebagai laki-laki untuk melakukan lebih.Di sesapnya bibir atas dan bibir bawah verlee secara bergantian.Axel tidak memberikan waktu bernafas untuk verlee.Verlee meraba rahang kokoh suaminya dan ingin memintanya lebih.Axel tak menyia-nyiakan kesempatan itu.Ia semakin menuntut turun menciumi dada Verlee yang belum terbuka seutuhnya.Verlee menahan Axel sebentar dan menanyakan sesuatu pada suaminya.


"Katakan kak,siapa aku di hatimu?"


"Kau adalah istriku,sayang."ucapnya menahan sesuatu yang ingin menuntut lebih


Axelpun meneruskan kegiatanya yang tertunda.Di sela ciumanya yang dalam,tanganya meraba mencari letak kancing baju tidur verlee satu persatu.Kemudia Axel membuka kaosnya melemparnya asal.Sedangkan verlee hanya pasrah,karena ini yang ia inginkan sejak dulu.Lagi pula mereka adalah suami istri yang sah.


"Aku juga sangat mencintaimu kak."sahut Verlee segera di bungkam Axel dengan bibirnya yang semakin menuntut lebih.Entah sejak kapan tangan Axel sudah berada di dada verlee yang sudah terbuka.Entah kapan Axel melucuti pakaian verlee hingga hanya tersisa segitiga keamananya.Axel menatap dada verlee dengan pandangan sayu dan penuh gairah.


"Kak...erangan verlee terdengar sangat merdu di telinga Axel ketika bibirnya menghisap benda kenyal di hadapanya.


Axel di buatnya menjadi sangat gila ketika memandang istrinya begitu indah,Verlee sangat cantik sehingga membuat Axel ingin memilikinya seutuhnya.


"Sayang,aku mencintaimu."ucap Axel untuk kesekian kalinya.


"Aku juga mencintaimu,sayang."ucap Verlee pasrah dan malam itu menjadi malam terindah bagi kedua pasangan suami istri.


_____________


Ke esokan harinya Axel lebih dulu terjaga.Mengingat sudah berapa kali ia melakukanya dengan Verlee membuatnya tersenyum.Ia sudah tidak merasa takut lagi,karena baginya saat ini verlee adalah istrinya.Verlee adalah miliknya seutuhnya.Axel juga berharap semoga di rahim istrinya kini segera tumbuh benih-benih calon anak-anaknya yang jenius sejenius dirinya.Membayangkanya memiliki anak-anak yang jenius membuatnya bahagia.Di lirinya wajah damai istrinya yang tertidur nyenyak di pelukanya.Iya mencium kening istrinya lalu turun ke bibir mungil verlee.Kemudian ia mengarahkan bibirnya mendekati telinga verlee.


"Sayang,,,ayo bangun,,,!"

__ADS_1


Verlee mengusap-usap telinganya yang terasa geli membuat Axel menahan tawanya.Kemudian Axel menciumi pundak Verlee membuat verlee menggeliat kegelian.Mata wanita itu masih tertutup.


"Sayang,,,ayo bangun."ucap Axel sekali lagi sangat lembut dan mengecup telinganya.


"Ah,,,kakak aku masih ngantuk."


"Kau bangun sendiri atau kakak bangunkan dengan cara lain?"ucapnya menyeringai licik.


"Memangnya bagaimana cara membangunkanku?"ucap Verlee dengan posisi mata masih terpejam.


"Kau yakin ingin tahu?"


"Ya."


"Sepertinya kakak akan melanjutkan yang seperti semalam jika posisi tubuhmu menempel pada tubuh kakak seperti ini.Kau sangat menggodaku,sayang.


Seketika Verlee membuka matanya lebar dan memandang Axel sudah tersenyum licik ke arahnya.


"Kakak,,,aku capek,,,ini sudah yang keberapa kalinya."


"Salah sendiri kau terus menggodaku."


"Siapa juga yang menggodamu."


"Nah lihat apa ini?kau masih menempel di tubuh kakak tanpa penutup."ucapan Axel membuat mata verlee seketika melirik kemudian bergegas menarik selimut menutupi dirinya sampai ke kepala karena saking malunya.


"Kenapa di tutup,sayang?tadi itu sangat indah di mata kakak."ucap Axel terus saja menggoda Verlee.


"Kak,,,kenapa kau menjadi semesum ini?setan mana yang merasukimu?


"Nih setanya cantiknya ada di depan kakak."


"Mana kak?"ucap Verlee membuka selimutnya.


"Nih yang barusan ngomong."

__ADS_1


"Kak,,,aku bukan setaaaaaaaaan."teriak verlee kesal.


__ADS_2