
Verlee keluar dari mobil saat mobil yang di kendarainya tiba di depan rumah nana.Verlee melangkah terburu-buru mengetok-ngetok pintu berkali-kali saat Nana sedang memasak di dapur.
"Woy,,,sabar kenap,,,,,."ucap nana terhenti saat ia menatap wajah sahabatnya yang sangat sembab.
Verlee langsung berhambur ke pelukan sahabatnya sambil terisak.Nana yang bingungpun mengajak verlee masuk ke dalam dan menyurunya duduk.
"Katakan apa yang terjadi kepadamu Erlee?,,,kenapa matamu sangat sembab?."
"Na,,,dia jahat kepadaku,,,lelaki itu membuatku terluka."ucapnya sembari memukul dadanya karena sesak.
"Dia mengatakan tidak mencintaiku setelah kami melakukanya,Na...."ucapnya membuat Nana kaget.
"Tenangkan dirimu dulu ya,,,"nanapun bergegas ke dapur mengambil segelas air putih dan memberikanya kepada Verlee.
"Minumlah ,,,tenangkan dirimu dulu.''ucapnya di angguki oleh verlee
Nana menggelengkan kepala ketika ia tidak tahu harus berbuat apa,,,yang ia tahu saat ini ia harus menenangkan sahabatnya yang sedang kacao.
"Tidurlah di kamarku,,,kau terlihat sangat lelah,,,jangan siksa dirimu dengan terus menangis tanpa henti."
"Ya,,,kau benar!,,,aku akan tidur dan tak ingin di ganggu oleh siapapun,,,jika ada yang mencariku,,,katakan saja aku tidak ada di sini."ucapnya melangkah pergi menuju kamar nana.
"Kau bodoh Er,,,mana mungkin aku bisa berbohong jika suamimu yang datang ke sini mencarimu,,,sepertinya kau lupa akan kemampuanya."gumam nana dalam hatinya.
Dan benar saja saat ini Axel berada di depan rumah nana.Pria itu mengirim chat whatsapp ke nana.
Kak Axel:Jaga dia,,,dan jangan lupa beri kabar kepadaku.
__ADS_1
Nana:Baik,kak,,,
"Sudah ku duga."batin nana sambil menghembuskan nafasnya pelan.
Nana membuka pintu kamarnya,terlihat Verlee meringkuk dalam selimut dan matanya terpejam.Nana mengelus dadanya prihatin melihat nasip sahabatnya.Tiba-tiba Ia melihat tubuh sahabatnya mengigil dan mengecek suhu tubuhnya sangat panas.Nana bergegas mengambil handuk kecil dan mengompresnya dengan air hangat.
"Aduh Er,,,kenapa panas sekali tubuhmu,,,apa yang harus ku lakukan?apa aku kabari kak Axel?ah,,,jangan dulu nanti takutnya semakin parah jika kak Axel kemari."ucapnya mondar mandir kebingungan
Nana menunggu sampai kondisi sahabatnya membaik setelah di lihatnya lebih membaik,,,ia bergegas ke dapur membuatkan bubur untuk verlee karena ia berfikir mungkin sahabatnya belum sempat makan saat datang ke sini.
Verlee menggeliat tak nyaman setelah merasakan sesuatu yang menempel di dahinya.Ia menggerakan tubuhnya mencoba untuk duduk namun seluruh badanya terasa sakit.
"Er,,,kau sudah bangun?Aku sudah buatkan bubur untukmu,makanlah,,,aku tahu kau belum sempat sarapan tadi pagi."bujuk nana namun Verlee menggeleng tanda tidak mau.
Nana menghela nafas kasar memaksa sahabatnya untuk makan namun tetap saja Verlee menggeleng.
Melihat sahabatnya emosi Verlee pun menganggukan kepalanya dan meraik semangkok bubur buatan nana.Nana yang melihat ekspresi sahabatnyapun menggelengkan kepala.Sebenarnya ia kasihan melihat sahabatnya serapuh ini.Namun ia tidak bisa menyalahkan baik Verlee maupun Axel.Mereka menikah secara mendadak tanpa tahu perasa'an keduanya.
"Good girl,,,harus habis jangan sampai ada yang tersisa."ancamnya sambil tersenyum tipis melihat verlee hanya mengangguk pasrah.
Tiba-tiba handphone nana bergetar ada chat masuk ternyata dari Axel.Iapun melirik Verlee kemudian segera membuka isi chatnya.
Kak Axel:Pera'anku tidak tenang,,,apakah terjadi sesuatu dengan Erlee?"
Nana:Dia sedikit deman tapi sudah sedikit membaik setelah ku kompres dan saat ini dia sedang memakan semangkuk bubur,,,itupun harus ku paksa baru mau,kak
Kak Axel:Apaaaa?bolehkah aku menemuinya sekarang,,,aku sangat kawatir denganya
__ADS_1
Nana:Sebaiknya jangan kak,,,kondisinya sudah mulai membaik dan agak tenang,,,takutnya jika kak Axel menemuinya sekarang,ia akan memburuk.
Kak Axel:Baiklah,,,tapi bisakah kau keluar sebentar?aku berada di depan rumahmu,,,ada sesuatu yang ingin ku berikan.
Nana:Baiklah,,,tunggu sebentar kak
Nanapun segera bangkit dari duduknya dan melenggang keluar.Ia memastikan jika situasi aman tanpa di ketahui Verlee.Ia membuka pintu utama kemudian sedikit membuka pintu gerbang menuju ke luar.
"Kak,,,apa kau sudah lama di sini?"ucapnya berbasa basi
"Tidak,,,aku baru tiba"Axel merogoh sesuatu di celana kainya lalu memberikan benda pipih mirip seperti batrei jam tangan.
"Ini adalah cctv rancanganku,,,taruh di tempat yang aman,,,agar aku bisa melihat Erlee sewaktu-waktu."perintah Axel kepada nana,,,
"Baik kak."
"Segera kembalillah,nanti Erlee curiga,,,ingat kabari aku sewaktu-waktu."ucap Axel dan nanapun menganggukan kepalanya.
Kini gadis itu kembali ke kamar tempat sahabatnya berada.Di lihatnya mangkok kosong di atas nakas tandanya Verlee telah menghabiskan buburnya.Nana menghampiri Verlee dan tersenyum lega.
"Gitu dong,,,kan aku seneng lihatnya,,,kamu tahu betapa cemasnya aku melihat wajah pucatmu tadi?aku kebingungan dan ketakutan asal kau tahu,,,,huh,,,sungguh menjengkelkan."tukasnya jengkel
"Maaf."sahut Verlee singkat.
"Sudah lupakan perkata'anku,,,sekarang minum obat ini agar kau cepat sembuh,,,jangan menolak atau kau ingin aku menelphone kak Axel sekarang."ancam nana dan Verleepun segera meminum obatnya,,,nana yang melihatpun lagi-lagi di buat geleng-geleng kepala oleh sahabatnya.
"Sekarang istirahatlah lagi tuan putri,,,aku tidak ingin melihatmu masih sakit besok."
__ADS_1
"Ya,,,trimakasih bubur buatanmu sangat lezat.''ucapnya tulus,,,nanapun hanya menjawab dengan senyuman dan melangkah ke luar untuk mencuci mangkok kotor bekas bubur.