Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
Karma Delon untuk Mona


__ADS_3

Tahun ajaran baru sudah di mulai,brain yang saat ini menduduki kelas satu SMA terlihat tak seceria sebelumnya.Ya,,,sebelumnya selalu ada mona yang ia jahili.Selalu ada mona yang selalu mengganggunya.Namun saat ini baginya terasa sepi semenjak gadis itu memutuskan berobat ke luar negeri.Hampa pastinya serasa ada sesuatu yang hilang pada dirinya.


Sudah satu bulan mona meninggalkan brain untuk berobat ke singapura.Gadis itu menuruti permintaanya untuk mengangkat rahim demi kesembuhanya.Namun bukanya merasa lega,,,brain malah merasa ada yang mengganjal dalam hatinya.


Apakah benar mona berobat ke luar negeri?atau hanya menipunya.Dalam hati dan fikiran brain selalu bertanya-tanya.Dia berharap mona akan sembuh dan mereka bisa bersama seperti dulu.Brain pun sudah menepati ucapanya untuk meninggalkan kebiasaanya menjadi lelaki playboy.Hanya satu fokusnya yaitu menikahi mona di waktu yang tepat.


"Menyingkir,,,!bau banget badan kalian."ucap brain membentak dua teman perempuanya yang terus saja mengganggunya.


"Wangi begini di bilang bau."sahut kedua gadis itu.


"Minggir gak?Wuuuek,,,"brain berlari menuju toilet khusus laki-laki di sekolahanya.Entah kenapa rasanya selalu mual jika ia di dekati pada cewek di sekolahnya.


"Brain lo kenapa?masuk angin?"tanya sandi yang kebetulan ada di dalam toilet juga.


"Gak tau nih,,,pengen muntah aja rasanya ."


"Gua antar ke UKS."


"Thank's,"brainpun menuju UKS di bantu oleh sandi.Belum sampai di UKS,brain sudah di krumunin para fansnya yang membuat perut brain seperti di aduk-aduk dan berlari lagi menuju toilet.Alhasil brain menelpon kakaknya memintanya menjemputnya di sekolah.


Axel yang di kabari adiknya sakit pun bergegas menuju sekolahan brain.


Mobil melaju kencang melewati jalan pintas.Butuh waktu tiga puluh menit perjalanan dari kantor dirgantara ke sekolah brain.Sesampainya di depan gerbang sekolah Axel meminta satpam penjaga untuk membukakan gerbang.


Semua murid perempuan menatap kagum pada Axel termasuk para fans brain.Axel melangkahkan kakinya mencari keberada'an uks.Sampai salah satu siswi bertanya kepadanya.


"Kakak mau kemana?cari siapa?"


"Oh,,,kau tahu letak uks di mana dek?"


"Lurus aja kak,,,nanti ada ada tulisan ruang uks."


"Terimakasih ya."


"Tunggu kak,kakak cari siapa?"tanyanya penasaran.

__ADS_1


"Kakak mau menjemput brain adiku."


Setelah menjawab pertanya'an dari salah satu siswi.Axel melangkah maju melanjutkan mencari uks.Sepeninggal Axel para siswi pada heboh karena baru tahu brain memiliki kakak yang tampan juga.


"Gila ya,,,adik dan kakak ganteng semua."


"Iya,,,nih,,,kalau tidak dapet adiknya,,,kakaknya boleh juga tuh hehehe.


"Eh lihat dulu udah ada yang punya belum,,,entar di cap pelakor baru tau rasa.


"Ye sirik."


Axel telah menemukan brain,saat ini Axel langsung membawa brain pulang ke rumah.Callista dan Jonatan yang sedang duduk santaipun terkejut melihat kedua putranya datang bersama.Lebih terkejut melihat putra bungsunya yang terlihat pucat.


"Axel,,,adikmu kenapa wajahnya pucat?"tanya jonatan


"Brai ,,,kamu sakit,nak?"timpal Callista cemas.


"Tadi dia muntah-muntah di sekolah Mom,,,,Dad."jawab Axel


______________


Sedangkan Mona di negara seberang menatap nanar benda pipih bergaris dua yang artinya positive.Ya,,,belum sempat mona menjalani oprasi.Gadis itu sudah mengandung anaknya dan brain.Mona menangis mengusap peritnya yang masih datar.


Ia harus berterus terang kepada kedua orang tuanya sebelum mereka menyuruhnya operasi.Mona berjalan menunduk dengan kondisi sekujur tubuh gemetar.Ia menghirup nafas panjang lalu menghemburkan pelan.


Mona tiba-tiba bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya meminta maaf sambil menangis.Delon dan mitapun di buatnya heran.


"Ayah,,,Bunda,,,maafkan mona!mona,,,,,,,,,"


"Ada apa sayang?kenapa kamu minta maaf?"tanya mita


"Ma'af mona,,,,"


"Mona hamil."

__ADS_1


"Jedarrrrrrr,"bagai tersambar petir ucapan mona membuat Delon dan mita syok.Sedangkan mona masih saja merundukan pelanya dan menangis.


"Apa maksudmu,mona?"tanya Delon dengan nada tinggi.


"Yah,,,jangan keras-keras."ucap mita


"Katakan mona,,,bagaimana kau bisa hamil?dan siapa ayah dari bayi itu?"tanya delon menahan emosinya.


"Ini kecelaka'an yah,,,saat di puncak ada salah satu teman mona yang menjebak brain dengan obat prangsang.Mona yang melihat itu semua mencoba menolong brain.Namun malah mona yang terjebak bersama brain."ucap mona menceritakan semuanya kepada orang tuanya.


"Jadi ayah dari bayi itu adalah Brain?"tanya mita dan monapun mengangguk.


"Kurang ajar."ucap delon emosi.


"Ayah,,,jangan marah kepada brain,dia tidak bersalah.


"Sudah yah,,,benar kata mona,,,jangan menyalahkan brain.Bisa saja ini karma atas perbuatanmu dulu menjebak Jonatan dan callista."Timpal mita membuat Delon terduduk lemas menyadari kesalahanya.


"Ayah,,,bunda jangan ribut,,,mona sudah memutuskan akan mempertahankan bayi ini."


"Tidak mona,,,kau sebentar lagi akan menjalani oprasi.Kau tidak bisa mempertahankan bayi itu.Nyawamu bisa bahaya sayang,,,bunda tidak ingin hal itu terjadi."


"Tidak bunda,,,Aku libih menginginkan bayi ini daripada nyawaku.Buat apa aku hidup jika aku harus membunuh bayiku sendiri.Aku sudah menerima takdir dari Tuhan yah,,,bun.Mona ikhlas menjalani semua ini.Izinkan mona mengandung sampai bayi ini bisa melihat indahnya dunia.Hanya ini yang mona harapkan.Jikapun Tuhan ingin mengambil nyawa mona.Setidaknya mona bisa kembali di sisinya saat mona menjadi wanita seutuhnya."ucap mona panjang lebar sambil menangis memohon kepada kedua orang tuanya.


Mita yang memahami maksud putrinyapun di landa kegundahan.Di sisi lain ia belum siap jika harus kehilangan putri semata wayangnya.


"Sayang,,,duduklah nak,"ucap mita memeluk erat putrinya seolah esok ia tidak bisa merasakan pelukan putrinya lagi.


"Ayah,,,Bunda jangan beritahu brain soal kehamilan mona.Rahasiakan pembatalan oengobatan mona dan kehamilan mona sampai mona akan melahirkan."


Sedangkan Delon dan Mita yang mendengar permintaan putrinya bingung harus menolak atau meng iyakan.


Delon berdiri dari duduknya lalu melangkah keluar apartemen.Entah mau kemana Delon akan pergi.Dadanya sangat terasa sesak,bahkan ingin menangispun ia malu.Ia terus melangkah tak tentu arah.Sekelebat bayangan tentang masalalu memenuhi fikiranya.Menyesal sudah pasti ia menyesali perbuatanya sejak dulu.Ia fikir karma itu hanyalah cerita fiksi yang tidak akan terjadi.Namun ia salah karena karma itu nyata.Karma itu datang menghampirinya lewat mona putrinya.Kejadian yang sama-sama di jebang orang dengan obat perangsang.Dan berakhir menjadi petaka yang kembali pada dalangnya sendiri.


"Tuhan kenapa harus putriku yang mengalami karma karena perbuatanku?"teriak Delon frustasi.

__ADS_1


__ADS_2