
Pintu ruang UGD belum juga terbuka.Sedangkan mita yang dari tadi terus saja menangisi kondisi putri semata wayangnya.Sedangkan delon juga sangat bersedih.Namun ia berusaha kuat untuk menguatkan istrinya juga.
Brain berlari menghampiri Mita dan Delon.Ia bersimpuh menangis meminta maaf.Sedangkan Mita dan Delon bingung dengan sikap dadakan Brain.Delon menyuruh brain untuk duduk.Sesekali melirik Axel memberi kode tanda tanya.
"Ayah,,,bunda,,,brain minta maaf,karena ulah brain mona jadi seperti ini."ucap Brain menangis di hadapan Mita dan Delon.Sedangkan mereka menangkapnya brain merasa bersalah karena mengajak putrinya ke vila dan mona menjadi sakit.
"Bangunlah nak,,,kita doakan saja Mona segera melewati masa kritis."ucap delon menenangkan brain.
Seorang dokter keluar dari ruang UGD,Mita,Delon,Brain dan Axel segera menghampirinya.
"Dokter bagaimana kondisi putri kami?"
"Selamat putri anda sudah melewati masa kritis.Dia mengalami depresi dan apakah selam ini putri anda pernah mengeluh sakit saat datang bulan?"
"Tidak dok,,,!putri kami selalu terlihat baik-baik saja di depan kami.Bahkan ia jarang sekali sakit,,memangnya kenapa dok?"tanya minta penasaran.
"Begini nyonya dan tuan,,,setelah saya periksa keseluruhan.Ternyata anak anda mempunyai penyakit kanker ovarium."
"Jedarrrrrrr,"bagai tersambar petir mereka berempat kaget dengan ucapan dokter."
"Apa dok,,,!putri saya sakin kanker?apakah masih bisa di sembuhkan dok?"
"Bisa tuan,,,dengan cara di oprasi atau kemoterapi ,,!itupun harus meminta persetujuan putri anda.Karena dia masih di bawah umur dan kemungkinan besar dia tidak akan bisa hamil waktu dewasa kelak.Pada stadium awal, biasanya pembedahan akan dilakukan untuk mengangkat bagian dari ovarium yang terkena sel kanker.Namun, jika kanker telah telah menyebar ke seluruh ovarium, ada kemungkinan pengangkatan rahim akan dilakukan.
Mita syok dan semakin bersedih mendengarkan penjelasan dokter.Delon berusaha menguatkan istrinya.Sedangkan Brain ketakutan dan di landa kegundahan.
__ADS_1
"Jadi karena sel kanker sudah menyebar ke ovarium.Jalan satu-satunya adalah mengangkat rahim putri anda."
"Apa tidak ada cara lain dok?".tanya delon menahan kepanikanya.
"Tidak ada tuan,oleh karena itu kita harus minta persetujuan pasien.
Brain semakin ketakutan membayangkan seandainya hubungan semalamnya dengan mona akan membuat mona hamil.Sedangkan mendengar penuturan dokter mona harus di angkat rahimnya.Brain lagi-lagi merasa dirinya telah menghancurkan hidup sahabatnya.Axel yang membaca fikiran adik bungsunyapun menghembuskan nafas pelan.
"Ayo kita pulang,,,kakak ingin bicara."ucap Axel memegang bahu Brain.
"Tidak kak,,,!aku ingin menunggu mona sampai sadar."
"Pulanglah brain,,,kau pasti lelah,,,ayah akan mengabarimu jika mona sadar."ucap delon membujuk sedangkan yang di bujuk menggelengkan kepala.
"Baiklah,,,ayah akan menenangkan bunda dulu,,,nanti ayah dan bunda akan kembali."ucap delon mengajak mita pulang meski mita menolak tetapi ia berhasil meyakinkan istrinya bahwa putrinya akan baik-baik saja di temani brain.
Mona sudah di pindahkan di ruangan pasien kelas VIP.Brain melangkahkan kakinya masuk ke ruangan.Matanya memanas melihat sahabatnya yang kuat dan pemberani terkulai lemah di brankar rumah sakit.
Brain semakin mendekatkan dirinya mendekati mona.Di pandangnya wajah sahabatnya yang sangat pucat.Brain menangis sesegukan menatap wajah mona.Rasa bersalahnya terus saja menghantuinya.Bahkan rasa takut jika mona akan membencinya setelah kejadian ini.
"Mon,,,maafkan aku,,!Maki aku,pukul aku,atau kau bunuh saja laki-laki berengsek di depanmu ini yang membuatmu hancur.Tetapi kau harus sadar,bahkan aku rela jika harus menukar rasa sakitmu pada tubuhku."
Sedangkan Axel yang melihat adiknya yang terpurukpun merasa sedih.Bagaimana tidak sedih jika ia di suruh memilih.Ia akan lebih memilih di usili oleh keusilan adiknya namun bisa membuat adiknya senang.Bukan seperti saat ini melihat adiknya terpuruh.
Entah apa yang harus ia lakukan,tidak mungkin ia menceritakanya pada orang tua mereka.Dia sudah bisa menebak jonatan pasti akan sangat marah.Dan Callista akan sangat bersedih melihat putra bungsunya.Sedangkan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya,,,mereka masih di bawah umur.
__ADS_1
Axel keluar menunggu adiknya di luar ruangan.Ia memberi waktu kepada brain untuk bersama mona.
Benda pipih di saku Axel berbunyi menandakan ada telphone masuk.Axel tersenyum melihat istrinya yang menghubunginya.
"Ya sayang,,,kenapa apa kau sudah kangen dengan suamimu ini?"
"Kak,,,bagaimana kondisi brain dan mona?aku sangat mencemaskan mereka.Bisakah aku menyusul kalian di rumah sakit?"
"Besok saja setelah mona sadar,,,kakak akan pulang.Besok kakak akan mengajakmu menjenguk mona."
"Jika kau pulang bagaimana dengan brain?"
"Kau sangat mencemaskan iparmu sayang,,,!tenanglah aku sudah menempelkan alat pelacak,perekam suara dan cctv di ruangan kamar mona di rawat."
"Baiklah,,,hati-hati sayang,,,!aku mencintaimu."ucap Verlee menutup sambungan telponya.Axel tersenyum mendengar istrinya memanggilnya sayang.
Axel masuk lagi ke ruangan inap mona dan memegang bahu adiknya.
"Tenangkan dirimu brain,kau harus kuat untuk menguatkan mona.Ingat kau adalah laki-laki yang harus selalu kuat di depan wanita.Kakak akan pulang sebentar,,,kabari kakak jika terjadi sesuatu.Ingat,,,jangan macam-macam karena kakak selalu memantaumu."
Brain mengangguk mengiyakan ucapan kakaknya.Setelah kakaknya pergi,brain mengusap rambut pendek mona yang sangat halus.Baginya mona sangat cantik meski kelakuanya agak tomboy.Bahkan diam-diam brain tahu jika sahabatnya inilah yang selalu mengorbankan dirinya untuk brain.Bahkan malam kemarinpun mona masih saja mengorbankan dirinya untuk brain.
"Mon,,,aku tahu kamu mencintaiku diam-diam.Meski kamu menutupinya dengan gayamu yang urakan.Kau tahu,,,kau adalah gadis istimewa di mataku.Aku akui aku memang playboy,,,dan aku sering membuat hatimu bersedih.Tapi sekarang aku tahu,,,,aku juga mencintaimu setelah aku sadar tidak ingin kehilanganmu.Sadarlah mona,,,aku akan mempertanggung jawabkan semua perbuatanku.Aku berjanji tidak akan menjadi laki-laki playboy.Aku janji akan memilihmu untuk menjadi yang terakhir dalam hidupku.Kumohon sadarlah mona,,,aku tidak suka melihatmu lemah.Aku kangen canda tawamu memanggil panggilan sayang kita.Mona monkey yang cantik,,,Monyet brain mencintaimu."ucap brain panjang lebar mengungkapkan isi hatinya.Brain memegang tangan moana yang tidak di pasang infus.Brain menciumi tangan halus moana.Berharap tangan yang lemas itu akan bergerak.
Dan benar saja,entah kekuatan apa yang brain transferkan ke mona.Gadis itu menggerakan tanganya.Brain langsung bergegas memencet tombol memanggil dokter untuk segera datang.
__ADS_1