
"Ehemmmmmm,"suara brain berdehem seketika membuat tasya kaget dan kelabakan.
"Ain,,,lo dah balik."ucap tasya gugup
"Hmmmmmm,,,,keluar dari kamar aku sekarang."sahut brain mengusir dengan suara pelan dan wajah datarnya.
Tasyapun berdiri hendak keluar dengan posisi masih menggendong baby cessa.
"Mau lo bawa kemana anak gua?taruh dia di ranjang."
"Tapi aku masih pengen main sama baby cessa."
"Gak,,,!lo dah nyuri waktu lama sebelum aku pulang,,,sekarang lo keluar."
"Gak,,,ain,,,!aku masih pengen main sama baby cessa."ucapnya menggeleng
"Oh...jadi lo masih tetep mau di kamar gua dan nyaksi'in gua ganti baju dan celana di depan lo?"ucapan brain membuat wajah tasya memerah.Dan tanpa aba-aba brain sudah melepas baju seragamnya dan mendekati tasya.Karena ketakutan akhirnya tasya lari keluar dari kamar brain.Tawa brainpun pecah setelah melihat wajah ketakutan tasya.
"Sok-sokan ngasih obat perangsang ,,,giliran di deketin pas dalam keada'an sadarpun sudah takut."gumam brain menyeringai
Tasya keluar kamar brain dalam keadaan wajah yang memerah malu.Akhirnya ia memutuskan turun ke bawah siapa tahu ada hal lain yang bisa ia kerjakan sembari menunggu brain membawa baby cessa keluar kamar.
Di lihatnya verlee yang sedang duduk di taman belakang melihat vidio tentang kehamilan.Tasya menghampiri verlee dan duduk di sampingnya.
"Kak er,,,sudah berapa bulan?"tanyanya sambil memegang perut verlee
"Eh tasya,,,empat bulan dek,,,!kamu udah la di sini?"
"Setengah jaman kak,,,baru main sama baby cessa.Tapi ayahnya sudah datang,. ,di usir deh akunya."keluh tasya pada verlee
"Sabar,,,!terus saja buat hati brain luluh,,,!dia tuh baik dan gokil sebenarnya.Mungkin karena kekecewa'anya padamu yang menjadikanya berubah.
"Aku gak tau harus bagaimana lagi kak,,,yang aku fikirkan saat ini bagaimana aku harus menjalankan amanah almarhum mona.Sedangkan brain membatasi dengan tembok yang tinggi."
"Runtuhkan tembok yang membentang tinggi itu.Cinta memang butuh perjuangan meskipun awalnya sakit tapi akan berbuah manis di akhir."
__ADS_1
"Wah kak Er sangat berpengalaman sepertinya heheheh."
"Tentu saja,,!kau kira aku dan kak Axel selalu mulus jalan percinta'an kami?gak tasya sayang,,,kami juga telah melewati liku-liku yang sangan panjang.Bahkan kami dulu sempat ingin bercerai.Dan kau lihat?Tuhan akan tetap memberi jalan yang terbaik.Jadi tetaplah semangat meluluhkan hati brain.
"Semoga saja kak."ucap tasya lesu
"Apa kau sangat mencintai brain?"tanya verlee yang di anggukin tasya.
"Aku cinta sama dia,,,tapi dia tidak cinta sama aku.Dia cwo pertama di kehidupanku setelah papaku."
Verlee memeluk tasya seakan ingin menyalurkan energi positivenya.
"Wah ada tasya rupanya."ucap Axel yang baru saja datang membawa segelas susu hangat untuk istrinya.
"Sore kak Axel."sapa tasya
"Sore dek,,,!"
"Sayang,,,minum dulu susunya."ucap Axel menyodorkan segelas susu pada verlee.Dan semua itu tak luput dari penglihatan tasya.
"Andai aku dan brain bisa seperti mereka."gumam tasya dalam hati.
"Lhoh kak,,,kok kakak bisa baca fikiranku?"tanya tasya dengan raut terkejutnya
Sedangkan verlee dan Axel hanya tersenyum melihat wajah tasya yang terkejut.
"Kau harus berhati-hati dengan dia,dek,"sahut verlee
"Tidak perlu takut."timpal Axel di angguki tasya
"Sayang,,,kan aku udah bilang kalau mual minum susu ini."
Karena hormon kehamilanya membuat verlee semakin manja dengan suaminya.Axel yang mengerti kode dari istrinyapun tersenyum.
"Maaf ya dek,,,kami ke kamar dulu,,,bayi besar kakak minta di terapi."ucap Axel mengajak verlee ke kamar.Sedangkan tasya yang kurang fahampun Hanya mengangguk.
__ADS_1
Saat ini Axel dan verlee sudah berada di dalam kamarnya.Istrinya kali ini benar-benar manja,,,harus di beri exra plus-plus baru mau minum susunya.
"Sayang,,,anak ayah nanti kalau sudah lahir jangan nakal ya.Cukup di dalam perut bunda saja ngerjain uncle brain dan ayah."ucap Axel berbisik di depan perut verlee yang membuncit.Sedangkan verlee yang mendengar suaminya berkata demikian hanya terkikik geli.
"Bundanya anak-anak sudah cukup tertawanya,,,ayo minum susunya."
Seperti biasa Axel yang harus meminum susunya duluan baru di transferkan ke istrinya lewat ciuman.Gak ada rasa jijik sama sekali,,,memang itu bawa'an bayi.
"Ayo habiskan,,,kau sudah membangunkan sesuatu di bawah sana.Kau harus bertanggung jawab sayang,,,"ucap Axel menahan sesuatu yang bangun karena ulah istrinya.
"Jadi setiap hari setiap selesai minum susu,,,aku harus tanggung jawab?"tanya verlee
"Tentu saja,,,kau fikir ulahmu ini tidak mampu membangunkan ular pitonku?"sahut Axel
"Aduh nak,,,kenapa kau harus minum susu dengan cara yang aneh seperti ini.Liat ayahmu minta pertanggung jawaban ke bunda."
Susu yang di minum verleepun telah habis,,,itu tandanya dia harus mempertanggung jawabkan ulahnya pada Axel.Sedangkan Axel sudah dalam mode on siap menerkam istrinya.
"Sayang bagaimana kalau nanti malam saja?ini terlalu sore aku belum mandi."ucap verlee
"Tidak ada penolakan,,,kalau begitu kita mandi bersama."Axel menyeringai senang sedangkan verlee kewalahan mencoba menghindar dari suaminya.Verlee sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika mereka mandi bersama.
Dengan jantung yang mulain berdebar,,,verlee masuk ke kamar mandi di susul Axel di belakangnya.Axel segera menarik verlee ke dalam pelukanya.Merapatkan tubuhnya dan mengecup bibir verlee dengan penuh kelembutan.
"Sayang,"Verlee terengah berusaha melepas ciuman Axel yang membakar hasratnya dengan nafas yang terengah-engah."
"Axel berhenti sejenak,,,di pandangnya mata istrinya yang mulai berkabut.Pria itu menyeringai karena berhasil memancaing hasrat istrinya.Axel kembali mencium bibir verlee bahkan ********** dengan lembut.
"I love you,sayang."
"I love u more,,,sayang ,,,aku,,,,
Belum selesai kalimat verlee,,,Axel sudah mencium bibir istrinya.Sedangkan tanganya sudah mulai meraba kancing baju istrinya.Axel melepaskan semua kain yang menempel pada tubuhnya dan tubuh verlee.Lalu ia menyalakan shower dan menarik tubuh verlee menempel pada tubuhnya.
Air hangat mengalir menyirami tubuh polos mereka berdua.Axel memutar tubuh istrinya memunggunginya sehingga tangan verlee bertumpu pada dinding.Sudah bisa di bayangkan apa yang terjadi pada mereka berdua di bawah guyuran air shower yang membasahi tubuh keduanya.
__ADS_1
"Oh,,,Sayang."Verlee mengerang saat ular piton Axel membelah dirinya.
Axel bergerak pelan dan berirama sehingga membuat verlee di terjang gelombang kenikmatan.Dan sore hari itu menjadi saksi bisu percintaan mereka.