
Callista menarik tangan suaminya membawanya masuk ke dalam kamar.Ia sudah seperti cacing kepanasan karena fikiranya yang menumpuk.Belu juga kelar memikirkan anak sulungnya,,,sekarang di tambah pusing dengan anak bungsunya.Jonatan yang memandang istrinya penuh kecemasanpun membuka suara.
"Duduklah sayang,tenanglah,,,!aku tahu apa yang kau fikirkan sama dengan yang ku fikirkan."
"Tenang?bagaimana aku bisa tenang sayang,,,kau lihat sendiri kedua putra kita membuatku pusing,,,Axel sangat berubah tidak seperti Axel yang dulu dan Brain,,,aku kawatir anak itu berbuat macam-macam,,,aku kawatir dia dewasa sebelum waktunya...Oh Tuhan,,,
"Percayalah,,,Anak kita akan baik-baik saja,,,Axel tidak pernah berubah sayang,,,dia hanya belum bisa mengartikan perasa'anya,,,dia tetap anak kita yang sangat jenius,,,hanya saja dia saat ini di bodohkan oleh hatinya sendiri,,,dan untuk Brain,,,kita akan memperketat pengawasan,,,apa yang ia perbuat kepada kakaknya itu sangat membuatku cemas.
"Ya,,,semoga kedua putra kita selalu pada jalan yang lurus tidak seperti masalalu kita,,,aku sangat takut sayang.
"Tenanglah sayang,,,sejarah tidak akan terulang kembali pada putra kita.
"Aku tidak akan membiarkan kedua putraku mengalami nasip sepertiku,,,"gumam jonatan dalam hatinya.
"Sayang,,,bagaimana kalau kita menjenguk menantu kita?aku sangat mencemaskan kondisinya sa'at ini."ajak Callista memohon
"Baiklah,,,bersiap-siaplah,hapus dulu air matamu yang membuat kecantikanmu luntur sayang."gombal jonatan
"Ah,,,kau ini sudah tua masih suka mengombaliku."ucap callista tersipu
_________________________
Saat ini Jonatan dan callista sudah berada di depan rumah nana menurut alamat yang di dapatkanya dari Axel.Rumah yang nampak sepi jika di lihat dari luar.Mereka turun dari mobil membuka pintu gerbang melangkah masuk.
Jonatan menekan bel rumah Nana ketika mereka sudah berada di depan pintu rumah nana.Sekali dua kali tidak ada yang membuka pintu.Jonatan menekanya sekali lagi sampai nampak seorang gadis keluar membuka pintu.
"Selamat sore,nak,,,!apakah benar ini rumahnya nana?"tanya callista ramah
"Om dan tante orang tuanya kak Axel?"tanya nana memastikan.
__ADS_1
"Benar,,,nak."jawab Callista.
"Om,,,tante,silahkan masuk."
"Silahkan duduk Om,,,Tante."
"Ya,,,trimakasih."jawab Jonatan dan Callista tersenyum.
"Nana,,,bagaimana kondisi Erlee?Om dan tante dengar,dia sedang demam,,,bolehkah Om dan tante melihatnya."ucap Callista wajahnya berubah menjadi kawatir.
"Erlee sudah nampak membaik Om,,,tante,,,!silahkan,dia ada di kamar saat ini karena ia mengeluh badanya sakit semua.
"Astaga,,,kasihan sekali menantu Mom,,,baiklah Om dan tante permisi masuk ke kamar ya nana sayang."ucap Callista ramah dan tersenyum pada nana.
Pintu kamar nana di buka memperlihatkan seorang wanita sedang berjalan lemah dari arah kamar mandi menuju ranjang milik nana.Verlee seketika di buat kaget saat melihat kedua mertuanya berada di depan pintu menatapnya dengan wajah cemas.
"Sayang,,,menantunya Mom,bagaimana kondisimu sayang?mana yang sakit?kita ke dokter ya?Mom sangat takut kau kenapa-kenapa."ucap Callista dengan banyak pertanya'an memeluk menantu kesayanganya.
Callista mengangguk membelai rambut menantunya dengan sayang.Ia memaklumi ini yang pertama bagi menantunya.Karena ia dulu juga pernah merasakanya.
"Duduklah sayang."Callista membantu Verlee duduk di ranjang."
"Maafkan Mom sayang,,,Mom tidak tahu jika.......
"Tidak Mom,,,,Mom tidak perlu minta maaf,,,erlee yang salah pergi tanpa perpamitan pada Mom dan Daddy."ucapnya sambil memeluk mertuanya.
"Ikutlah pulang bersama kami sayang,,,Mom sangat mencemaskan keada'anmu."ucap Callista memohon.
"Iya,,,Erlee,,,,kau tahu Mommymu ini mondar mandir tidak bisa diam,,,tidak mau makan karena mencemaskanmu."sambung Jonatan.
__ADS_1
"Maaf Mom,,,Dad,,,!Erlee belum mau pulang,,,erlee belum siap bertemu Kak Axel."
Jonatan dan Callista saling pandang menghembuskan nafas lirih karena gagal membujuk menantunya.
"Di minum dulu tehnya Om,,,tante mumpung masih hangat."ucap Nana mencairkan suasana."
"Trimakasih nak."ucap Callista tersenyum
Callista menggenggam tangan Verlee kemudian memanggil Nana."Nana sayang,,,tante titip jaga erlee ya nak,,,
"Baik tante,,,!saya akan menjaga Erlee dengan baik,,,Om dan Tante jangan kawatir."timpal nana meyakinkan Callista dan Jonatan.
Ucapan nana setidaknya bisa membuat perasa'an cemas pada Callista dan Jonatan berkurang.Tak lama merekapun berpamitan.
____________________
Axel menatap langit di balkon kamarnya.Beberapa hari ini iya tinggal di rumah orang tuanya.Karena suasana sepi di Apartemenya membuatnya berkali-kali ingat pada Verlee.Sebenarnya sama saja baik di Apartemen maupun rumah orang tuanya penuh dengan kenangan Verlee.Axel membayangkan saat-saat pertemuanya dengan Verlee.Saat gadis itu begitu nyaman di dekatnya sehingga ia memutuskan akan menjaganya sebagai adik perempuanya.Axelpun sangat nyaman berada di dekat Verlee.Mereka saling melindungi,menguatkan dan membutuhkan.Namun semenjak mereka berdua menikah,,,keada'an jadi berubah.Axel yang dulu sangat aktivpun kini menjadi berubah.Ia teringat kata-kata diana ibu angkatnya Verlee yang berada di Canada.
"Axel,,,jaga Erlee baik-baik ya,,,!karena dia sangat bergantung kepadamu saat ini,,,jangan sampai ada satu orangpun yang menyakitinya."
"Arrrrrrrrrk,,,Axel menjambak rambutnya frustasi karena pada kenyata'anya ialah orang yang di beri amanah agar menjaga Verlee dan dia pula orang yang menyakitinya.
"Tuhan,,,aku tidak mengerti apa itu cinta,,,yang aku tahu aku sangat menyayanginya,,,Kenapa aku menjadi pria kejam seperti ini?bahkan aku sangat bodoh,,,aku malu dengan kedua orang tuaku,,,aku yang meneriaki mereka bodoh dalam cinta,,,namun aku sendiri yang lebih bodoh."teriaknya menatap langit malam.
"Ckkkkk,,,baru kali ini si jenius meneriaki dirinya bodoh."ucap Brain tiba-tiba muncul dari balik pintu kamarnya menuju balkon.
Axel melirik sebentar lalu memandang langit kembali.Suasana hatinya saat ini sangat buruk,,jika ia menanggapi adiknya,takunya ia akan semakin emosi.
"Cinta bilang cinta kak,,,gak usah pakai alasan adik kakak adik kakak'an segala jika nyatanya kalian suami istri,,,kapan aku punya keponakan jika kalian masih saja seperti ini."celetuk Brain santai di abaikan oleh Axel.
__ADS_1
"Ckkkkk,,,di kacangin babang ganteng dek."ucap Brain puara-pura sedih.
"Ingat kak,,,jangan sampai sejarah orang tua kita terulang kembali."ucap Brain sekali lagi lalu bergegas lari masuk ke kamarnya saat melihat sorot mata Axel semakin tajam.