
Suara langkah kaki terdengar semakin medekat.Di liriknya seorang pria membawa nampan berisi makanan dan segelas susu.Rama menyodorkan makanan kepada verlee dengan senyumanya yang manis namun nampak biasa saja bagi verlee.
"Makanlah dan minum susumu,,,!setidaknya aku masih memikirkan kadaan anak pria itu di dalam perutmu."ucap Rama menyodorkan nampan berisi makanan dan susu untuk verlee.
"Buang saja,,,aku tidak butuh makan,,,yang aku butuhkan lepaskan aku dan antar aku pulang."teriak verlee menatap Rama tajam.
"Sayang,,,kau akan lebih bahagia di sisiku.Jadi untuk apa kau pulang ke tempat Axel.Bahkan aku rela menganggap anaknya sebagai anaku sendiri.Lupakan Axel dan terimalah cintaku yang sangat tulus kepadamu."
"Ciiiiiiih,,,sampai aku matipun tak akan sudi.Aku membencimu Rama,,,sangat membencimu.Aku ingin pulang,,,kumohon lepaskan aku hik,,,hik."
"Makanlah."ucap Rama agak memaksa
"Ku bilang tidak mau ya tidak mau."sahut verlee menampik makanan yang mulai di suapkan oleh Rama padanya.
"Kau jangan keras kepala...setidaknya fikirkan bayi yang kau kandung."
"Biarkan saja kami mati,,,biarkan saja aku dan bayiku mati daripada aku tidak bisa bertemu lagi dengan suamiku."
Rama semakin emosi dengan perkataan verlee.Iapun keluar dari kamar dan menguncinya kembali.Bahkan teriakan verlee menggema saking kerasnya.
"Brengsek,,,ternyata membawanya pergi tidak mampu mengusir Axel dalam hati dan fikiranya."teriak Rama membenturkan tanganya ke dinding.
"Kalian,,,apakah ada kabar tentang Axel dirgantara?"
"Menurut kami sepertinya kita salah jika harus melawanya Tuan muda Rama.Tidak akan lama dia pasti menemukan kita.Dia pasti bisa merancang alat pelacak yang bisa menemukan kita.
"Brengsek,,,!lalu kalian fikir aku harus menyerah dan merelaka wanita itu kembali kepada suaminya?"
Dan yang benar saja saat ini Axel mulai fokus merancang alat pelacak yang lebih canggih.Dia akan mengkesampingkan kemarahanya dan fokus pada tujuan utama yaitu membawa istrinya kembali ke pelukanya.
Selama verlee hilang selama itu pula Axel tidak bisa tidur.Axel sangat kawatir dengan keadaan istrinya.Bagainana dengan makanya,apakah Rama memperlakukanya dengan baik.Axel ragu jika verlee akan makan dengan teratur.Bahkan biasanya ia selalu mibta di temani oleh Axel.
"Kak,,,makanlah."ucap brain membawakan makanan untuk Axel makan.
"Ya,,,terimakasih."ucap Axel yang masih vokus merancang alat untuk melacak verlee.
"Jangan iya,,,iya doang yang berujung tidak kamu makan juga.Aku sudah tahu kau tidak akan memakanya.Bagaimana kau bisa mencari kakak ipar jika kau tidak punya tenaga."
__ADS_1
"Diamlah brain,,,kakak masih fokus."ucap Axel membuat brain menunggunya duduk di sofa kamar kakaknya.
"Kenapa kau masih ada di sini?"
"Tentu saja aku akan pergi sekalian membawa piring kosong ke dapur.Aku akan memastikan kau memakan makananmu.Atau kalau tidak aku yang kena omel Mom dan Daddy.
Axelpun mengambil piring yang berisi makanan dan memakanya sampai habis.Walaupun tidak nafsu ia tetap memakanya agar adiknya yang cerewet bisa segera pergi dan ia bisa fokus merancang alat rancanganya.
"Sudah pergilah."ucap Axel menyerahkan piring kosong kepada brain.
"Kenapa gua berasa jadi kacung gini ya?gak ada terimakasihnya pula,,,huh dasar untung kakaku."grutu brain melenggang pergi dari kamar kakaknya.
Tak menggubris ucapan adiknya,Axel tetap fokus pada pekerjaanya.
Sedangkan verlee yang tengah tertidur tiba-tiba berteriak histeris seperti orang yang sedang kerasukan.
Rama yang mendengarnyapun segera masuk ke kamar verlee.Di lihatnya tubuh verlee yang berkeringat dingin dan masih saja berteriak.
Tanpa Rama tahu verlee pernah mempunyai trauma masa kecil dan sepertinya trauma itu kambuh.
Rama kewalahan menenengkan verlee namun verlee tak kunjung diam.Verlee terus-terusan berteriak sambil memegang kedua lututnya sambil duduk.
"Sepertinya aku harus membawanya ke rumah sakit.Tapi bagaimana jika Axel sampai tahu?ach biarkan saja yang terpenting verlee baik-baik saja.
Rama akhirnya membawa verlee ke rumah sakit.Apapun yang akan terjadi saat ini fokusnya pada wanita yang berbaring di atas brangkar rumah sakit.
"Dok,,,bagaimana kondisinya?"
"Apa istri anda pernah mengalami trauma masalalu?sepertinya traumanya kambuh dan ini bisa berpengaruh buruk pada kehamilanya.Untung saja anda segera membawanya kemari."ucap dokter mengira Rama adalah suami verlee.
"Saya tidak tahu jika dia punya trauma di masalalu dok.Dan saya temanya bukan suaminya,,,bagaimana kondisinya sekarang?"
"Maaf saya kira anda suami pasien,,,untuk saat ini pasien sedang tertidur.Tolong hubungi keluarga pasien,mungkin keluarga pasien bisa mengurangi tekanan batinya saat ini."
"Deg,,,,apa aku salah?apa aku sangat membuatnya menderita hingga batinya sampai tersiksa."gumamnya lirih
"Apa ada yang bisa saya bantu lagi?kalau tidak ada saya permisi dulu."
__ADS_1
"Tidak dok,,,terimakasih."
Axel segera menaiki supercarnya setelah mengetahui dimana saat ini istrinya berada.Brain yang melihat kakanya sangat kalut mencoba bertanya.
"Kau mau kemana kak?"
"Aku mau pergi ke rumah sakit,,,,aku telah menemukan tanda-tanda verlee di sana."
"Kalau begitu biar saja aku yang menyetir mobil.Terlalu bahaya jika kau yang menyetir sendirian dalam keadaan seperti ini.
"Tapi dek,,,,
"Ayolah kak,,,biarkan aku yang menyetir,,,tak usah meragukan kemampuanku menyetir mobil.
"Baiklah,,,terimakasih."ucap Axel di ikuti brain yang segera memasuki super car milik kakaknya di bagian kemudi.Dengan sangat lihai brain menjalankan mobil meski ia sangat jarang menaiki mobil lebih ke motor sportnya.
"Sedangkan Rama selain kawatir dengan kondisi verlee.Ia juga cemas seandainya Axel menemukan jejaknya dan verlee di rumah sakit ini.
Tak la kemudian yg di cemaskan datang.Axel melangkahkan kakinya dengan tangan terkepal.
"Bug,,,bug,,,buk."Axel yang emosi menghajar habis rama.
Axel menarik kerah kaos rama dengan tatapan tajamnya.
"Apa yang kau lakukan kepada istriku hah?Bug,,,,bug,,,bug."Axel lagi lagi memukuli Rama sedangkan yang di pukul hanya terdiam pasrah.
"Sudah kak,sabar ini rumah sakit.ucap brain melerai.
"Jika sampai terjadi sesuatu pada anak dan istriku.Maka aku akan menghancurkanmu beserta bisnis keluargamu.
"Rama menatap sendu verlee kemudian melirik Axel.Begitu besarnya cinta mereka berdua hingga Rama tak mampu merebut verlee dari Axel.
"Maafkan aku Axel ,,,ini semua karenaku.Aku sadar begitu besarnya cinta verlee kepadamu.Aku kira dengan membawanya pergi,ia akan mau dengnku dan melupakanmu.Ternyta aku salah,,,aku telah bertidak gila karena terlalu terobsesi memilikinya.Baiklah,,,aku menyerah jagalah verlee baik-baik.Jangan kau sakiti dia atau aku akan merebut paksa dia darimu.
"Cih,,,tak akan ku biarkan itu sampai ternjadi."ucap Axel sinis.
Hai,,,yang pingin membaca cerita brain dan tasya selanjutnya ada di karya baruku "Secret married with my ex boyfriend" ya
__ADS_1