
"Sayang,kakak kangen banget sama kamu.Kehilanganmu beberapa hari ini membuat kakak tidak mau mengulangnya lagi.Sungguh sangat menyiksa saat tidur tidak ada yang kakak peluk,cium,daaaaaan....
"Huppppp."verlee membungkam mulut Axel dengan tanganya.
"Sudah jangan di lanjutkan,,,aku tahu fikiran mesumu kak.Sudah sangat hafal,,,bahkan ini masih di rumah sakit.Dan aku masih berbaring dengan infus yang masih menancap.Tetapi kau sudah membayangkan hal mesum."
"Siapa sih yang membayangkan hal mesum.Kamu sendiri yang membayangkanya sayang.Aku kan cuma berkata seadanya.Atau jangan-jangan kamu sendiri yang pengen di mesumin kan?
"Kakak,,,anak kita sudah bisa mendengar di dalam sini.Jangan ngomong macam-macam nanti dia bisa nguping.
"Masak sih dia bisa nguping,,,coba deh kakak tes dulu."ucap Axel menempelkan telinganya di perut verlee.
"Sayang,,,ini ayah nak,,,bagaimana apa kau baik-baik saja di dalam perut bunda?apakah kamu tidak nakal di dalam sana?"
"Duggg."tiba-tiba ada yang menendang pipi Axel
"Haaaaah,,,dia menendang pipiku,sayang.Kau benar,,,dia bisa mendengar dan merespon kita.
"Biar ku praktekan sekali lagi."
"Sayang,,,jangan nakal di dalam sana ya.Kasihan bunda kesakitan,,,anak ayah yang pintar."
"Dugggg,,,,,"lagi-lagi Axel di tendang membuat Axel dan verlee tersenyum haru.
"Sayang,,,aku mencintaimu,,,terimakasih telah sabar menjadi istriku selama ini dan ibu dari anak-anak kita."
"Ini sudah kodratku kak,,,aku mencintaimu suamiku."
"I love you more,,,my wife,,,,,,"cup,"Axel mencium istrinya tepat di keningnya membuat verlee merasa sangat berharga.
"Kapan aku bisa pulang kak?"
"Nanti setelah makan siang kau boleh pulang,sayang."
"Naiklah aku ngantuk pengen di peluk kakak."
"Nanti jika ada suster atau dokter masuk gimana?"tanya Axel
"Tidak akan,"ucap verlee lalu Axelpun ikut berbaring di samping istrinya dan segera memeluknya.Verlee memejamkan matanya segera karena sangat lelah dan juga mengantuk.Ia tertidur di dalam pelukan suaminya yang beberapa hari ini sangat ia rindukan.
Axel semakin mengratkan pelukanya mencium bibir istrinya singkat.Tak lama kemudian Axelpun ikut terlelap memeluk istrinya.
Dirasa cukup lama ia tertidur,,,Axel segera bangun.Pelan-pelan ia menurukan tangan verlee yang melingkar di perutnya.Axel segera beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka agar terlihat fresh.Ia memasukan semua barang-barang verlee yang akan di bawanya pulang.Di lihat sudah beres Axelpun memanggil bodyguardnya untuk membawakan barang-barang istrinya.Sementara ia membantu verlee mengganti pakaianya.
Verlee tertidur pulas hingga dirinya tidak merasakan pergerakan tangan suaminya yang menggantikanya pakian.Tetap tidak ada tanda-tanda istrinya bangun.Axelpun menggendong istrinya menuju mobil untuk pulang ke kediaman dirgantara.
Sepuluh menit mereka telah sampai di kediaman dirgantara.Di sana sudah ada Callista,Brain,Bisma,dan juga brain yang menyambutnya.Wajah callista terlihat khawatir saat melihat Axel menggendong istrinya.
__ADS_1
"Axel,,,Erlee kenapa?"
"Tenanglah Mom,,,dia hanya tidur,,,aku akan membawanya masuk ke kamar."ucap Axel beranjak masuk ke dalam kamar.
Axel memandang wajah istrinya yang tertidur pulas.Bibirnya melengkung tersenyum tipis memandang istrinya.Axel ikut berbaring di samping verlee.Mendekatkan kepala istrinya ke bahunya dan memeluknya kembali.
Verlee mengerjam membuka sedikit matanya.Di rasa ada yang beda pada ruangan yang ia tempati.Ia segera membuka matanya menoleh di sampingnya ada suaminya yang tertidur pulas.
Verlee tersenyum lega,,,akhirnya ia sudah sampai di rumah.Ia sangat rindu kamarnya dan suaminya,,,apalagi seseorang yang terlelap di sampingnya.
Verlee bersyukur karena Tuhan masih mengizinkanya bertemu kembali dengan suaminya.Tak bisa di bayangkan jika ia tak bisa lagi bertemu dengan Axel.
Axel menggeliat terbangun dan mendapati istrinya yang tersenyum menatapnya.
"Sayang,,,,kau sudah bangun?"
"Ya kak,,,!bagaiman bisa tiba-tiba aku sudah berada di kamar kita?
"Kakak juga gak tau,,,,!Ajaib ya,,,tiba-tiba sudah sampai kamar.
"Kak,,,,!aku tanya serius."
Axel memandang wajah istrinya,,,mengelus pipinya yang halus.Mencium singkat bibir verlee.
"Tadi tidurmu sangat pulas,,,makanya kakak menggendongmu sampai di kamar ini."
"Jangankan membangunkanmu,,,kakak gantikan kamu baju saja kau tak bangun-bangun."
"Astaga aku malu."verlee menutup wajahnya menggunakan tangan.
Axel terkekeh melihat sikap istrinya yang sedang malu.
"Tidak perlu malu,,,justru orang-orang yang melihatku menggendongmu berkata kita romantis."ucap Axel di angguki verlee.
"Sayang."
"Kenapa kak?"
"Bagaimana jika kau untuk sementara jangan kuliah dulu.Aku takut terjadi sesuatu lagi padamu,,,apa lagi perutmu sudah terlihat besar."
"Yah,,,ngulang dong jadinya kak."
"Gak papa,,,nanti kakak kasih trik biar kamu cepat lulus."
Axel terlalu takut jika terjadi sesuatu lagi pada istrinya.Kehilangan yang kemarin saja sudah membuatnya kelimpungan.
"Mau ya sayang,,,?selama hamil kamu di rumah saja ya?"pinta Axel memohon dan di angguki verlee.Axel menarik tubuh istrinya untuk mendekat dan menyandarkan kepala di bahunya.
__ADS_1
Verlee mengendus wangi maskulin pada tubuh Axel.Axelpun tersenyum kegelian karena tingkah istrinya.
"Sayang geli,,,kau jangan memancing ular piton yang sedang semedi."Verlee terkekeh semakin menggoda suaminya.
"Sayang kamu baru saja sembuh,,,jangan memancingku untuk menyerangmu saat ini juga.
"Di serang sekarang juga gak papa kak,,,aku kuat kok."
Axel menaikan sebelah alisnya melihat istrinya semakin agresive.Di liriknya tangan verlee yang sudah meraba nakal di tubuh Axel.
"Siiiiiiiiiit,,,"batin Axel karen tergoda.
"iiiiiiich kakak kok diem aja sih."grutu verlee manyun
"Tapi kamu belum pulih beneran loh sayang.Kakak takut lepas kontrol nanti kamu sakit lagi.
Verlee tatap saja manyun karena tidak di turuti.Sedangkan Axel bingung sendiri dengan sikap istrinya yang semakin agresive.
"Ya sudah kakak peluk lagi sini."
"Gak mau,,,aku mau ke luar saja nemuin baby cessa.Dia lebih menarik dan ngegemesin dari pada kakak."
Verlee ngambek terus ingin keluar dari kamar menemui bayinya brain.Axel memegang lengan istrinya karen kondisinya belum pulih betul.
"Sayang hati-hati,,,sini biar kakak bantu kamu jalan ya."
Verlee masih mode cuek dan tidak merespon.Axel melirik sedikit lalu tersenyum melihat bibir istrinya yang masih manyun.
Mereka melihat baby cessa sedang di gendong jonatan.
"Incessnya mama Erlee,,,mama rindu sekali sama kamu sayang,,,sini mama gendong ya,,,"
"Duduklah dulu sayang,,,kau masih belum pulih betul."
Axel mengambil baby cessa dari pangkuan jonatan dan memberikanya pada verlee.
"Sayang hati-hati nanti anak kita bisa gepeng karena ketekan tubuh baby cessa."
"Hahaha,,,gak lah kak,,,kakak nih aneh-aneh aja ngomongnya.Baby cessa kan semungil gini,,,iya kan baby sayang."
Tiba-tiba verlee merasakan tendangan di perutnya berkali-kali.Axel mengeryitkan alisnya melihat istrinya mengaduh.
"Kenapa sayang."tanya Axel dengan wajah khawatir."
"Kak kayaknya anak kita cemburu bundanya gendong baby cessa.Nih dia nendangin terus gak mau berhenti.
"Masyak,,,?sini kakak mau ngrasain tendanganya."ucapnya antusias sedangkan jonatan tersenyum melihat tingkah putranya.
__ADS_1