
Brain begitu bersemangat karena sebentar lagi ia akan tiba di apartemen mona dan kedua orang tuanya.Sedangkan Axel yang baru saja mendapat kabar dari orang suruhanya seketika kaget.Brain menatap heran pada ekspresi kakaknya.Hingga Axel menoleh memandang adiknya dengan tatapan iba.
Brain menepuk pundak Axel karena kakaknya terlihat melamun.Dan seketika Axel tersadar dari lamunanya.
"Antarkan kami ke rumah sakit Elizabeth."ucap Axel mendadak
"Lhoh kak,,,bukanya kita akan ke apartemen mona?"
"Tenanglah,,,kau akan tahu nanti,ikuti saja aku dan ku homon tetaplah tenang apapun yang terjadi."timpal Axel dengan perkata'an yang ambigu membuat brain semakin di buat bingung.
Taxi yang mereka tumpangi telah berputar arah menuju rumah sakit Elizabeth tempat mona dan keluarganya saat ini berada.Menurut info dari orang suruhan Axel.Mona sedang menjalani oprasi caesar di rumah sakit itu.Orang suruhanya juga mengatakan bahwa mona telah meninggal setelah oprasi selesai.Axel saat ini di rundung banyak fikiran tentang adiknya.Dia belum siap melihat adiknya yang akan kecewa.Dia sudah tidak mampu menyembunyikan semua ini dari brain.Oleh karena itu Axel siap maupun tidak siap akan membawa brain melihat dengan mata kepalanya sendiri keada'an mona saat ini.Axel harus tetap tegar untuk adiknya.
Taxi yang di kendarai Axel dan Brain telah tiba di rumah sakit Elizabeth.Sedangkan barang-barang mereka Axel pasrahkan kepada orang suruhanya.Axel dan brain memasuki lobby rumah sakit.Di dalam sudah ada orang suruhan Axel yang menyambut mereka berdua.Salah satu di antara mereka membisikan di mana tempat Mita dan Delon saat ini.
Axel menyuruh brain untuk mengikutinya.Sedangkan brain masih belum tahu alasan kakaknya mengajaknya ke rumah sakit.Di dalam benak brain masih penuh tanda tanya.
Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit mencari ruangan mita di rawat.Mita sempat drop melihat putri satu-satunya telah tiada.Sedangkan Delon saat ini memilih menunggu di kursi depan ruangan mita di rawat.
Axel melangkahkan kakinya lebih cepat saat menemukan keberadaan delon.Brain sampai heran kenapa delon ada di rumah sakit.Untuk menghilangkan rasa penasaranya.Brain melangkahkan kakinya lebih cepat dari Axel.Brain pun tiba dan berdiri tepat di depan delon.Delon mendongakkan kepalanya dan seketika lelehan air mata yang ia tahan dari tadi akhirnya tumpah.
Delon segera memeluk brain menumpahkan air matanya di pundah brain.Brain bingung dengan keada'an apa yang sebenarnya terjadi.Dimana mona dan di mana bunda mita.Pertanyaan itu muncul di dalam fikiran brain.
"Ayah,,,katakan kenapa kau menangis?dimana mona?di mana bunda?"
Delon tetap saja menangis,bukanya ia lemah sebagai laki-laki.Namun hati ayah mana yang tidak hancur jika kehilangan putrinya satu-satunya.Di tambah istri yang ia cintai saat ini belum sadarkan diri karena syok.
__ADS_1
"Ayah,,,kenapa kau terus saja menangis?katakan apa yang membuatmu menangis?"
"Maafkan ayah Brain."ucap delon yang ambigu semakin membuat brain penasaran.
"Untuk apa ayah?''
"Maafkan ayah telah menutupi segala hal darimu.Ini semua permintaan mona,,,maafkan ayah nak."
"Katakan dengan jelas ayah,,,!aku bingung dengan semua ini."
"Brain,,,tabahkan hatimu",,,,ucap Axel menghirup nafas dalam lalu menghembuskanya pelan sebelum melanjutkan ucapanya.
"Mona sudah tiada."
"Hahahaha,,,jadi kau ingin ngeprank aku nih kak?kau sekongkol dengan mona untuk mengerjaiku karena aku diam-diam datang ke singapura bukan?"ucap brain tertawa
Brain menggelengkan kepalanya mencoba untuk tidak percaya.Delon menarik tangan brain mengajaknya ke kamar jenazah tempat mona berada.
Di bukanya kain putih yang menutupi wajah ayu yang kini nampak pucat.Seketika mata brain memerah dan butiran air mata meleleh dari matanya.Tubuhnya mendadak lemas dan iapun terjatuh.
Axel segera membantu adiknya namun brain menggeleng.Ia merangkak meraih brangkar jenazah mona terbaring lemas.Ia memandang wajah pucat mona.Lidahnya seolah kelu tak mampu berucap kata.Hanya kepalanya yang terus menggeleng dan air matanya yang terus mengalir.
"Dia menghembuskan nafas terakhirnya setelah ia selesai menjalani operasi caesar.Ia telah bahagia dan juga tenang.Karena ini keinginanya,,,mempertahankan bayi kalian.
"Brain seketika menoleh memandang delon saat pria paruh baya itu menyebut bayi kalian."
__ADS_1
"Apa maksudnya ayah?bayi,,,bayi siapa yang ayah maksud?"
"Selama ini mona menyembunyikan kehamilanya darimu.Dia tidak jadi berobat karena ia ingin melindungi bayi yang ia kandung.Saat sebelum menjalani operasi caesar.Mona berulang kali menyebut namamu.Ia mengucapkan beribu kata maaf karena telah menyembunyikan semua ini darimu.Ambilah nak,,,ini buku harian mona,,,ia menitipkanya untuk di berikan kepadamu.Dan ini Rekaman vidio selama ia berada di singapura."
Brain mengambil buku dan flashdisk dengan tangan yang gemetaran.
"Hahahahaha,,,bodoh sekali aku selama ini.Kalian semua suxes membohongiku.Aku seperti pria yang tidak berguna.Kenapa kamu tega melakukanya kepadaku mona.Kau tau hampir satu tahun ini aku berjuang untuk suxes.Aku menepati janjiku untuk suxes dan akan menikahimu.Namum apa?kau mengingkari janjimu.Kau pergi meninggalkanku dan menyisakan kenangan indah yang menyiksaku."ucap brain dengan suara seraknya
"Bangunlah brain,,,biarkan mona pergi dengan tenang.Lihatlah keadaan putrimu di ruang inkubator bayi."ucap Axel menenangkan adiknya
"Gak kak,,,aku ingin menemani mona,,,kasian dia di sini pasti ketakutan.
"Brain,,,ku mohon,,,!mona sudah tiada.Secepatnya kita akan membawanya pulang ke indonesia."ucap Axel membimbing adiknya keluar dari kamar jenazah.
Wajah tampan brain berubah sendu,,,tatapanya kosong meskipun saat ini dia berada di balik kaca ruang inkubator tempat bayinya berada.Entah apa yang ia fikirkan saat ini.Seolah semangat hidupnya telah hilang.
Semua rencana yang ia susun seolah hancur bagaikan kaca yang jatuh hancur berkeping-keping.Bayangan masa-masa indah yang ia impikan bersama mona seolah hilang.
Brain pingsan karena tak mampu menahan kepalanya yang seolah akan pecah.Axel memanggil dokter untuk memeriksa keadaan adiknya.Brainpun saat ini di bawa ke ruang rawat vip untuk mendapat penanganan lebih.
Setelah di periksa dokter,,,Axel menanyakan keada'an adiknya.
"Bagaimana kondisinya dok?"
"Tenang,,,pasien hanya mengalami syok.Sebentar lagi keadaanya akan membaik.Biarkan ia istirahan sebentar.Dan segera panggil kami jika terjadi sesuatu pada pasien."ucap dokter menjelaskan dan Axelpum mengangguk mengerti.
__ADS_1
Di pandangnya adiknya yang sangat menyedihkan membuat Axel sebagai kakaknya juga ikut merasakan kesedihan dan kehancuran brain.