Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
Akhir hidup mona


__ADS_3

Deru mobil berhenti di depan rumah Bisma.Sosok pria tinggi berkemeja putih keluar dari mobilnya.Meskipun baru pulang dari kantor dan belum mandi.Aroma tubuhnya sudah tercium oleh istrinya.Verlee keluar dari rumah ayahnya menyambut suaminya yang baru tiba.Sesekali ia memicingkan matanya melihat tumpukan barang yang ada di kursi belakang mobil suaminya.Karena penasaran verlee mendekat dan melihat secara dekat.


Matanya membelalak bahkan mulutnya sampai menganga melihat susu ibu hamil dan keperluan ibu hamil bertumpukan.


"Astaga sayang,,,apakah kau ingin membuka toko?kenapa banyak sekali susu dan keperluan ibu hamil."


"Ini semua untukmu dan bayi kita,sayang."


"Astaga,,,tidak harus satu Mall kau borong semua.Bagaimana cara menghabiskanya?melihatnya saja kepalaku sudah pusing.


"Ini kan untuk stok,,,!jadi kau tidak perlu takut kehabisan."


Verlee menggelengkan kepalanya merangkul tangan suaminya mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"Apakah kau sudah makan,sayang?"


"Belum,,,apa ada makanan di dalam?"


"Tentu saja ada,,,!ayah sedang memasak di dapur.Dia melarangku membantunya.


"Ya,,,kau tidak boleh terlalu capek.Saat ini kau sedang hamil sayang.Biar aku saja yang membantu ayah."


"Tapi kau pasti lelah dan belum mandi."


"Tidak masalah ,,,tenanglah,kau duduk saja nyonya Axel."ucapnya mencubil pipi istrinya yang sangat kenyal.


"Selamat malam ayah,,,bagaimana kabar ayah.Wah,,,ternyata ayah jago masak juga."


"Malam nak,,,tentu saja ayah jago masak.Ayah sudah terbiasa masak sendiri semenjak menduda.


"Ada yang bisa Axel bantu yah?"


"Tidak perlu,,,lebih baik kau mandi dulu lalu kita makan malam bersama.Kau harus mencicipi masakan ayah.Masakan ayah tidak kalah enak di banding masakan verlee."ucapnya mengejek putrinya.


"Oh jadi ini alasan lain aku tidak boleh membantu ayah."


"Tentu saja bukan nak,,,ayah tidak ingin kau terlalu capek.Kau saat ini sedang hamil,,,jadi kau tidak boleh terlalu lelah.Kasihan kan cucu ayah kalau bundanya capek."

__ADS_1


"Oke,,,alasan di terima."


"Sudah,,,sudah,,,ayo kita makan,,,!keburu dingin lauk dan sayurnya.


_________


Di tempat lain Brain yang baru pulang dari cafenya ingin menelphone mona.Brain ingin berbagi cerita bahwa bisnisnya sudah berkembang pesat.Dan dia sudah merasa pantas untuk bersanding dengan mona.Dia merasa melalui bisnisnya maka ia bisa menghidupi mona.Oleh karena itu brain berencana menikahi mona meskipun mereka masih pelajar SMA.Karena baginya uang bisa mempelancar segala urusan.


Brain masih bersemangan menekan tombol telpon pada contak nomer handphone mona.Hingga lima kali panggilan namun tiada satupun yang mona angkat.Fikiran brain mulai tidak karuan karena baru kali ini panggilan telponya di abaikan.Ingin menelpon Delon atau Mita namun brain tidak punya contak nomer mereka.


Brain masih menatap layar handphonenya berharap akan ada panggilan balik dari mona.Namun nihil sampai beberapa jam tidak ada satupun panggilan masuk dari mona.Ia memastikan bahwa signal handphonenya tidak bermasalah.Bahkan signal di handphonenya sangat full.


Ingin meminta tolong Kakaknya,,,namun brain takut mengganggu istirahat Axel.Akan tetapi hanya Axel harapanya kali ini.Dengan kejeniusan kakaknya ia akan meminta tolong melacak keberada'an mona.


"Mon,,,dimana sih lo,,,?gua kawatir nih."ucap brain naik turun tangga memikirkan sesuatu.


Akhirnya brain nekat menelphone Axel.Persetan jika kakaknya marah.Karena saat ini yang terpenting dia bisa tahu di mana keberadaan mona.Dan apa yang mona lakukan di singapura sana.


"Hallo,,,!ada apa?"


"Kak maaf kalau aku ganggu waktu istirahat kakak.Tapi aku benar-benar butuh bantuan kakak untuk melacak keberada'an mona."


"Kak please,,,!kalau itu aku tahu.Yang aku tidak tahu mona tinggal di mana.Dan saat ini dia sedang apa.Karena ia mengabaikan panggilan telponku sampai lima kali."


Axel gaket dan menduga sesuatu,namun ia mencoba tetap tenang menjawap pertanyaan adiknya.


"Saat ini kakak tidak di apartemen tetapi di rumah ayah bisma.Di sini juga tidak ada laptop,besok saja kakak bantu cek jika sudah di kantor."


"Tapi kak,,,aku sunggu merasa tidak tenang.Aku takut terjadi sesuatu pada mona kak."


"Hufff,,,tenanglah dulu,,,kakak akan mencoba melacaknya.


"Tit,"sambungan telpon di matikan oleh Axel."


Bohong jika Axel berkata di sini tidak ada laptop.Nyatanya dia saat ini menatap monitornya mencoba membobol Cctv semua rumahsakit di singapura.Kepala Axel mulai pusing karena sampai saat ini ia belum menemukan rekaman cctv tentang mona.


"Sayang apa kepalamu pusing?"tanya verlee tmyang baru mandi tiba-tiba duduk di sofa kamar di samping suaminya."

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan kak?


"Aku sedang mencari keberada'an mona,sayang.Mendadak jejejak tentang mona menghilang.Brain sampai di buat ketar ketir menunggu kabar dari mona."


"Kok perasa'anku mendadak tidak enak sih kak?"


"Apa yang kau fikirkan?"


"Aku merasa ada hal buruk yang terjadi pada mona."timpal verlee merasa cemas.


"Berdoalah semoga mona baik-baik saja."


Axel melanjutkan pencarianya,,,hingga ia menemukan mita yang menangis di pelukan delon.


"Sssssssyit,,,apa yang terjadi padamu mon?"


Ke esokan harinya Akhirnya Axel akan menemani adiknya menemui mona.Ia juga sudah berhasil mengetahui keberada'an mona saat ini.


"Sayang,,,jaga diri baik-baik,jangan melakukan hal yang membuatmu lelah.Ingatlah di sini ada bayi kita yang harus kau lindungi.Aku pergi dulu,,,I love u."ucap Axel berpamitan pada istrinya lalu mencium kning verlee dalam.


"Love u too,,,hati-hati,,,cepatlah kembali jika urusan kalian sudah beres."


"Baiklah,,,,bye-bye."ucap Axel dan brain bersama'an.


Merekapun terbang ke singapura berharap sesampainya di sana akan bisa menemukan mona.


Sedangkan orang yang mereka cari saat ini sedang berjuang melawan maut.Mona harus di oprasi guna menyelamatkan bayinya karena kondisi mona sudah sangat lemah.Mita yang dari tadi tak henti-hentinya menangis karena belum siap jika harus kehilangan putri sematawayangnya.Delonpun yang ingin menangis berusaha ia tahan mati-matian demi menguatkan istrinya.


Tepat suara tangisan bayi terdengar membawa kebahagiaan serta duka.Seolah pertukaran nyawa mona ikhlas asalkan bayinya selamat.Iya tersenyum memandang wajah bayinya sekaligus meneteskan matanya.Perawat segera memanggil Mita jan Jonatan karena mona dalam kondisi kritis.Mita dan Delon bergegas masuk ke ruangan dan menemui putrinya.


"Sayang,,,bertahanlah nak,Ayah dan Bunda mohon."


Mona menggeleng dan tersenyum mencoba memegang tangan kedua orang tuanya.


"Berjanjilah kalian akan selalu bahagia,,,mona sangat menyayangi ayah dan bunda.Mona tidak bisa bertahan lagi,,,mona bahagia dengan keputusan yang mona ambil.Titip bayi mona Yah ,,Bun.Berikan kepada Brain,,,katakan bahwa mona sangat mencintainya dan bayi kami."


Delon dan Mita mengangguk bertepatan grafik pada elektrokardiogram mulai berhenti dan monapun meninggal dalam kondisi tersenyum.Sedangkan brain dan Axel baru saja tiba di bandara singapura.

__ADS_1


"Mona,,,akhirnya kita akan segera ketemu,,,aku sangat merindukanmu,"guman brain lirih dan tersenyum sangat lebar.


__ADS_2